BAB IV PENYAJIAN DATA
B. Penyajian Data dan Analisis
Dalam pembahasan ini akan diperoleh data dari hasil observasi yang tak terstruktur, wawancara dan dokumentasi. Sebagaimana telah dijelaskan pada BAB III. Oleh sebab itu penjelasan ini akan dijelaskan secara rinci dan sistematis sesuai dengan keadaan lapangan peneliti. Dalam hal ini tentunya sesuai dengan fokus permasalahan dalam penelitian yang telah ditentukan pada BAB I. Dan untuk mendapatkan data yang berkualitas secara berurutan akan disajikan data tentang:
1. Pandangan Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren tentang Radikalsime
Menurut kamus besar bahasa Indonesia radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis sikap ekstrim dalam politik.
Dan juga sebagaimana yang disampaikan oleh Moh Fikri selaku Ketua IPNU “ radikalisme adalah suatu keyakinan yang bisa menjadi benih atau penyebab dari aksi terorisme akibat dari ajaran jihad dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang selalu mengajak orang lain yang minim pengetahuannya39”
38 Observasi, 24 Mei 2023
39Wawancara, Moh Fikri, 29 Mei 2023
Gambar 4.1
Bersama dengan anggota IPNU setelah selesai wawancara
Dan juga sejalan dengan pendapat Syafiqotul Ummah sebagai Ketua IPPNU
“radikalisme adalah suatu paham yang memandag sesuatu sampai pada akarnya. Dalam kontek pemikiran islam, radikal mengacu pada kelompok islam yang pemikirannya sangat liberal40”
Juga diperjelas tentang radikalisme oleh Moh Fikri selaku anggota ipnu” radikalisme adalah kelompok yang menganggap dirinya paling benar dan diluar mereka salah semua41”
Dan senada dengan pemaparan penasehat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” radikalisme adalah kelompok atau gerakan politik yang ingin mencapai kemerdekaan atau perubahan sistem yang telah tertata di dalam masyarakat seperti penghapusan gelar, kepemilikan hak dan kebebasan pers42”
Maka dapat diartikan bahwa radikalisme adalah paham keagamaan yang mengacu pada pondasi agama yang sangat dasar dengan tingkat fanatisme yang sang sangat tinggi, sehingga tak jarang para penganut paham radikalisme tersebut melakukan kekerasan kepada orang yang
40Wawancara, Syafiqotul Ummah, 29 mei 2023
41Wawancara, Moh Fikri, 29 Mei 2023
42 Wawancara, Gus Aqiel ridloul haq, 29 Mei 2023
berbeda paham atau aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaa yang dianutnya dan dipercayainya untuk diterima secara paksa.
Berdasarkan pengertian di atas radikalisme, memiliki kesan negatife dari gerakan radikalisme, yaitu adanya unsur paksaan dan mungkin juga tindakan kekerasan dalam upaya mengaktualisasikannya.
Dalam kontek ini sangat berbanding terbalik dengan ajaran islam yang mengajarkan untuk selalu mengajarkan kasih sayang, bersikap lemah lembut dan membangung sikap toleransi yang tinggi. Bahkan dalam Al Qur`an Allah menegaskan isam sebagai Rahmatal lil`alamin:
َْيِمَلَعْلِل ُةَْحَْر الَِّأ َكَنْلَسْرَأ اَمَو
Artinya :” dan tiada kami utus engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya` 107)
Sejalan dengan kalam hikmah tentang radikalisme sangat menolak karena akan membuat keonaran dan pemberontakan dalam tatanan suatu negara.
Melalui penjelasan di atas bahwasannya radikalisme telah menjadikan agama islam sebagai sumber kekerasan, sedangkan hal tersebut bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan Hadis yang sama sekali tidak mengizinkan tindakan kekerasan atas nama tuhan. Atas dasar pertimbangan tersebut umat islam dilarang ikut terlibat dalam aktivitas radikalisme.
Maka dari itu radikalisme tidak sesuai dengan ajaran islam sehingga tidak patut untuk dialamatkan kedalam agama islam. Karena sesungguhnya islam tidak ada namanya radikalisme. Di dalam Al-Qur`an
dan hadis memerintahkan umatnya untuk saling menghormati, saling menyayangi dan lemah lembut , meskipun kepada orang yang lain agama.
2. Apa kebijakan Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ponpes Miftahul Ulum Suren Tentang Radikalisme
Di Indonesia, pengaruh radikalisme itu bisa dirasakan dan dilihat.
Akibat kebebasan yang dibuka sejak reformasi tahun 1998, memberi ruang yang sangat luas berkembangnya radikalisme. Jumlah pemuda Indonesia yang terpengaruh oleh radikalisme tidak sebanding dengan jumlah mainstream umat islam yang moderat. Akan tetapi para penganut radikalisme memiliki militansi yang sangat tinggi, terlatih secara militir (teror) dan mempunyai jaringan internasional, maka keberadaanya sangat menganggu keamanan, ketentraman, ketertiban dan stabilitas negara dalam bertoleransi beragama yang merupakan sendi utama bangsa Indonesia.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Moh Fikri selaku Ketua IPNU
“sudah saatnya negara ini lebih serius dalam urusan radikalisme melibatkan ormas-ormas islam untuk meluruskan faham-faham radikal tersebut. Terorisme dan radikalisme, tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah dan aparat keamanan saja. Melibatkan ormas- ormas kepemudaan atau pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama merupakan langkah yang sangat bijaksana untuk memoderasi pandangan yang terlanjur ekstrim dan membentengi lingkungan internal masing-masing dari pembebasan radikalisme43”
43Wawancara, Moh Fikri, 29 Mei 2023
Juga sejalan dengan pendapat Syafiqotul Ummah selaku Ketua IPPNU “ yakni dengan adanya wacana islam nusantara, yang mana NU berpegang teguh pada jalan moderat, menolak radikalsime atau ekstrimisme. Juga melakukan kajian terkait dengan toleransi beragama dan saling menghargai walau beda pendapat44”
Gambar 4.2
Foto Bersama Anggota IPPNU setelah wawancara
Dan diperkuat dengan pendapat Gus Aqiel Ridloul Haq sebagai penasehat IPNU IPPNU” bahwa Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama harus ikut serta dalam membentuk kelompok organisasi yang lain yang mempunyai satu tujuan yaitu untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjaga kedaulatan, kesejahteraan masyarakat islam tentang pentingnya memiliki sikap nasionalisme, pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika45”
Gambar 4.3
Foto salah satu Acara kaderisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
Sebagai organisasi banom (badan otonom) dari NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama selalu meletakkan posisi seabagai kader pemuda yang menjadikan nilai-nilai
44Wawancara, Syafiqotul Ummah, 29 Mei 2023
45Wawancara , Gus Aqiel Ridloul Haq, 29 Mei 2023
dasar perjuangan islam Ahlussunnah Wal Jamaah dalam setiap langkahnya. Dan segala kebijakan pegembangan program Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama harus selalu mempertimbangkan kebutuhan sendiri.
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama selalu dituntut untuk senantiasa selalu meningkatkan peran serta fungsinya sebagi pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat, pelajar, santri, mahasiswa, dan pemuda sebagai basis anggotanya.
Tugas yang sangat berat bagi kalangan muslim yang moderat, agar harus selalu gencar dalam menanamkan nilai islam yang humanis dalam tatanan akar rumput seperti memajukan TPA (tempat pendidikan Al- Qur`an) serta Majlis-majlis yang diisi dengan penanaman nilai-nilai islam rahmatal lil`alamin dan deradikalisasi.
3. Program yang di lakukan oleh Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Ponpes Miftahul Ulum Suren
Radikalisme adalah virus yang mewabah di kalangan dunia pelajar saat ini. Beberapa penelitian menyebutkan sudah lebih dari tiga puluh persen pelajar banyak yang terjangkit virus yang sangat membahayakan bangsa Indonesia. Tak ayal jika banyak orang yang mendiskusikannya guna untuk mengatasi dan mengobati para pelajar yang sudah terkena virus tersebut. Karena untuk menghadapi zaman yang semakin
mengkhawatirkan dan memasuki era milenial, yang mana keadaan zaman saat ini sangat mudah untuk dapat mengakses dari berbagai media tentang radikalisme yang bersifat merusak. Maka dengan ini Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama tetak konsisten dalam menjadi media dan wadah yang menampung aspirasi dari kalangan pelajar nahdliyin agar yang lain tercegah dari pemahaman radikalisme.
Sebagai mana yang disampaikan oleh Moh Fikri Selaku ketua IPNU PP Miftahul Ulum “bahwa tugas Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama iyalah membuat langkah praktis untuk mencegah radikalisme untuk merasuki para pelajar, hal ini dapat dilakukan dengan memasuki dunia digital yang saat ini menjadi dunia para pelajar.Hususnya bagi mereka warga asli dunia digital.Jangan sampai Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama tidak masuk ke dunia itu46”.
Dan juga sebagaimana pendapat Syafiqotul Ummah salah satu anggota IPPNU mengatakan “ Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama harus melahirkan produk yang dapat menjadikan para pelajar tidak lagi tetarik pada kelompok radikal atau juga virusnya. Yaitu para pelajar agar disibukkan dengan berbagai kegiatan yang bersifat nasionalis47”.
46Wawancara, Moh Fikri, 29 Mei 2023
47Wawancara, Syafiqotul Ummah, 29 Mei 2023
Dan juga sebagaimana pendapat Gus Aqiel Ridloul Haq sebagai Penasehat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama “harus mampu menghadapi tantangan zaman, dengan kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan semestuinya dapat dimanfaatkan oleh para pelajar NU sebagai media dakwah dan peyebaran islam Ahlussunnah wal Jamaa`ah dan juga seabagai sarana membentuk generasi yang menjadi penerus estafet ulama dan kader yang bermanfaat48”
Ada dua strategi yang bisa dilakukan oleh para anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dalam menangkal radikalisasi pertama, kontra radikaslisasi yakni upaya memberikan pemahaman tentang nilai keindonesian serta nilai-nilai kekerasan. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal atau non formal. Kontra radikalisasi dapat diarahkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dengan bekerjasama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan tokoh pemuda lainnya yang mempunyai tujuan yang sama yaitu memberikan nilai-nilai kebangsaan yang tinggi.
Yang kedua, deradikalisasi yang mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme atau strategi untuk menetralisir paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan. Dan memberikan pemahaman tentang bahayanya radikalisme49”
Dari penjelasan diatas peneliti berpemahaman bahwa tujuan diadakannya strategi tersebut yaitu ingin mengembalikan pemahaman para pelajar yang tejangkit radikalisme ke pemahaman yang lebih
48Wawancara, Gus Aqiel Ridloul Haq, 29 Mei 2023
49 Wawancara, Gus Aqiel Ridloul Haq, 29 Mei 2023
moderat, sebab terorisme saat ini menjadi permasalahan internasional, karena setiap saat menjadi ancaman berbahaya bagi keamanan suatu negara. Maka dengan adanya program tersebut bisa menjadi formula untuk pecegahan pemahaman radikalisme dan meninggalkan kekerasan dan teror dalam memperjuangkan misinya serta memoderisasi paham radikal mereka yang sejalan dengan semangat kelompok islam moderat dan untuk cocok dengan misi kebangsaan dalam memperjuangakan keutuhan NKRI.
Gambar 4.4
Foto acara pembekalan nilai-nilai nasionalisme
Oleh karenanya mejadi sebuah kewajiban bagi setiap Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama untuk terus mempelajari perubahan, mengkaji dan kemudian mencoba untuk mengantisipasinya. Tentunya faktor historis sangat dibutuhkan apabila Warga Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama juga senantiasa mempelajari motivasi apa yang melatarbelakangi kelahirannya, dan perkembangannya dari masa kemasa.
Berkaitan dengan adanya isu radikalisme di dunia pendidikan sudah Seharusnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama menolak organisasi serta aktivitas yang berorientasi
dengan gerakan radikalisme, terorisme dan organisasi masyarakat yang betentangan dengan pancasila dan UUD 1945.
Table 4.2
Pembahsan Hasil Temuan
Sub Fokus Temuan Penelitian
1 2
Pandangan tentang radikalisme
a. Terorisme
Adapun pandangan pengurus IPNU IPPNU tentang radikalisme yang sangat membahyakan ketetiban bermasyarakat dan juga bisa mengancam keamanan bernegara dikaarenakan ancaman para terorisme yang semena-mena melakukan aksinya
b. Kekerasan Anggota IPNU IPPNU hadir untuk meminimalisir terjadinya kekerasan yang terjadi dilingkungan para kaum muda hususnya kaum pelajar.
Kebijakan Tentang Isu Radikalisme a. Menjadi benteng
paham
radikalisme dan internalisasi nilai islam
IPNU IPPNU diharapkan agar bisa menjadi juru bicara dari pemerintah agar menjadi benteng utama dalam menangkal paham radikalisme dan juga mampu menjadi actor dalam menyampaikan nilai-nilai islam yang ASWAJA.
Program IPNU IPPNU
a. Kontra radikalisasi.
Program IPNU IPPNU ada dua diantaranya:
Yaitu melakukan pencegahan atas tindakan radikalisme atau kekerasan yang terjadi di masyarakat
b. Deradikalisasi Melakukan pengembalian pemahaman para pelajar yang terjangkit virus radikalsime kepada pemahaman yang lebih moderat dan lebih santun dalam menyampaikan nilai-nilai agama