Open Access at: http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 35
Pemberdayaan UMKM Perempuan Indonesia Melalui Program Inkubasi Bisnis W20 Berbasis Digital Tahun 2022
Rezky Wahyudi 1 ; Hafid Adim Pradana 2
1,2 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang, [email protected]
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang program pemberdayaan perempuan hasil kolaborasi Women 20, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemenpppa) dan XL Axiata selama Indonesia menjabat menjadi presidensi G20 tahun 2022. Program pemberdayaan perempuan ini bernama program inkubasi bisnis W20 berbasis digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penting sinergi antara pemberdayaan perempuan dan literasi digital.
Peneltian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik library research dengan pendekatan triangualsi sumber, yaitu sebuah pendekatan yang dilakukan guna menguji keabsahan data dengan cara deep research pada sumber-sumber pustaka lainnya guna mendapatkan hasil yang valid. Data-data ini kemudian peneliti relevansikan dengan konsep pemberdayaan perempuan dan konsep literasi digital. Berdasarkan data-data yang peneliti dapatkan, program inkubasi bisnis W20 diimplementasikan melalui pendampingaan bisnis, akses modal, pemasaran produk dan segala hal yang dapat bermanfaat bagi produktivitas perempuan pelaku UMKM di Indonesia. Program pemberian modal dan program pemberdayaan UMKM perempuan ini akan terus berkesinambungan dan dapat diakses melalui halam web sisternet.co.id.
Kata kunci : Inkubasi Bisnis W20, literasi digital, pemberdayaan perempuan, UMKM.
Abstract
This research discusses about the women's empowerment program as a result of the collaboration among Women 20, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection of Republic of Indonesia (Kemenpppa) and XL Axiata during G20 presidency in 2022 Indonesia. This women's empowerment program is called the W20 business incubation program. The purpose of this research is to increase public understanding of the important synergy between women's empowerment and digital literacy. This research is qualitative descriptive research. The data collection technique in this research used library research techniques with a triangular source approach, which is an approach that is used to test the validity of data by means of deep research on other library sources in order to obtain valid results. Then the researchers correlate these data to the concept of women's empowerment and the concept of digital literacy. Based on the data the researchers obtained, the W20 business incubation program was implemented through business assistance, access to capital, product marketing and all things that can give benefit to productivity of women SMEs in Indonesia. The program for providing capital and the program for empowering women's MSMEs will continue and can be accessed through the website sisternet.co.id.
Keywords: Digital literacy, MSMEs, W20 business incubation, women's empowerment.
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 36
Pendahuluan
Isu seputar diskriminasi berbasis gender terhadap perempuan adalah salah satu isu yang telah lama menjadi concern para ativis HAM dan organisasi internasional di seluruh dunia. Berdasarkan data the global gender gap index (GGGI) tahun 2021, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu mencatatkan capaian kesetaraan gender hingga 100%. Negara dengan capaian kesetaraan gender tertinggi di dunia pada tahun 2021 dipegang oleh Islandia dengan indeks 0,892 atau jika dibulatkan adalah 0,90, yang berarti persentase pencapaian kesetaraan gendernya sebesar 90%. Berdasarkan laporan Global Gender Gap Report 2021, nilai kesetaran gender di Indonesia sendiri menempati posisi ke 101 dari 156 negara di dunia dengan gap index 0,688, atau jika dibulatkan adalah 0,069 yang berarti persentase pencapaian kesetaraan gendernya adalah 69%. Di Wilayah Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi ke 7 dari 10 negara di wilayah ini. Dalam menentukan gender gap index secara global, GGGI mengukur berdasarkan empat sub indeks, yaitu: partisipasi dan peluang sektor ekonomi, capaian pendidikan, kesehatan, dan kelangsungan hidup (Global Gender Gap Report, 2021).
. Rendahnya peringkat Indonesia dari sisi global gender gap index 2022 tentunya tidak sejalan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal 27 ayat 1 UUD 19945 menyebutkan bahwa Indonesia menjamin kesetaraan antar warga negaranya tanpa memandang gender. Eksistensi Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia juga tidak berbanding lurus dengan realita angkan gender gap Index di negara ini, mengingat salah satu output dari nilai demokrasi adalah tercapainya kesetaraan warga negara tanpa memandang perbedaan apapun, termasuk perbedaan gender.
Berdasarkan perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan di Indonesia pada 2020, jumlah penduduk laki-laki di Indonesia mencapai 136,66 juta jiwa atau sekitar 50,58 persen dan jumlah penduduk perempuan adalah 133,54 jiwa atau sekitar 49,42%. Jumlah Rasio penduduk laki-laki di Indonesia pada tahun 2020 adalah 102, artinya di setiap 100 orang penduduk perempuan di Indonesia, terdapat 102 orang laki-laki. Data ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di Indonesia nyaris setara (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2021).
Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di Indonesia yang hampir berimbang, tidak berbanding lurus dengan angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kemnaker tahun 2021, TPAK berdasarkan jenis kelamin pada tahun tersebut menyebutnya adanya gap yang cukup besar antara laki-laki dan perempuan berdasarkan partisipasi angkatan kerja, dimana TPAK
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 37
penduduk laki-laki sebesar 82,14% dan TPAK perempuan sebesar 54,03 persen. Persentase ini diambil dari 139,81 juta orang angkatan kerja Indonesia pada tahun 2021.
Kusumawardhana dan Abbas dalam penelitiannya menyebutkan bahwa alasan utama yang menyebabkan kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja adalah budaya patriarki yang masih kuat di Indonesia. Di Indonesia, budaya patriarki dianggap masih cukup mendominasi di semua lingkungan. Perempuan dianggap kelompok kedua dalam berbagai tatanan sosial secara holistik. Masa produktif secara finansial perempuan Indonesia juga kerap kali dibatasi oleh status pernikahan, contohnya perempuan yang sudah produktif secara finansial akan berhenti bekerja saat sudah menikah atau Ketika berencana hamil.
Salah satu alasan pemberhentian ini bisa datang dari perusahaan yang bralasan perempuan yang sudah berkeluarga kontribusinya kurang efisian di perusahaan (Abbas, 2018).
Dalam artikel berjudul The Role of Women in Today's Society: A Review menyebutkan bahwa masalah terbesar dari kesenjangan gender di beberapa industri disebabkan terbatasnya akses bagi para perempuan.
Kuatnya buadaya patriarki di beberapa negara menyebabkan akses bagi perempuan padahal tertentu menjadi terbatas. Meskipun negara tidak secara eksplisik membatasi akses perempuan, namun nyatanya budaya yang sudah secara implisit membatasi akses perempuan dalam banyak hal, contoh abstraknya ketika masyarakat menemukan perempuan menggeluti pekerjaan yang seharusnya dilakukan laki-laki maka hal ini akan dianggap tabu (Yadav, 2021).
Upaya women empowerment atau pemberdayaan perempuan adalah kunci utama untuk memperluas akses-akses perempuan pada berbagai macam hal. Organisasi internasional seperti Women 20 termasuk salah satu aktor yang mempunyai peran penting dalam upaya ini, mengingat salah satu goal dari organisasi internasional adalah mencapai kepentingan bersama dan setara antara para membernya (Archer, 2002), artinya jika kesenjangan gender tidak lagi menjadi sebuah isu bagi negara anggota lainnya, maka begitu pula dengan Indonesia. Pemberdayaan perempuan secara terminology berarti upaya meningkatkan power perempuan dalam berbagai hal yang selama ini tereduksi oleh budaya patriarki. Wacana pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting khususnya di negara- negara berkembang seperti Indonesia, dimana terdapat kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja yang cukup besar (Sahay, 1998).
Upaya pemberdayaan perempuan pada era ini akan semakin efektif jika disinergikan dengan peningkatan kemampuan literasi digital, karena dengan hal ini perempuan akan mendapatkan dampak baik seperti
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 38
pengembangan profesionalisme, peningkatan inklusi sosial, termasuk promosi kebebasan berekspresi dan produktivitas yang besar(Ewa Lechman, 2021).
Realita angka kesenjangan gender dalam tingkat partisipasi kerja di Indonesia pada akhirnya menstimulasi Women 20 (W20) yang merupakan sub organisasi dari G20 merealisasikan salah satu program kerjanya di Indonesia yang bernama Program Inkubasi Bisnis W20. Program ini adalah program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan inovasi perempuan Indonesia di bidang UMKM. Program ini adalah hasil kerja sama W20, pemerintah Indonesia dan perusahan XL Axiata. Program ini hanya bisa diikuti oleh perempuan Indonesia, baik yang sudah memulai UMKM nya atau masih berniat merintis UMKM.
Implementasi program pemberdayaan umkm perempuan indonesia melalui program inkubasi bisnis W20 berbasis digital inilah yang akan peneliti bahas dalam artikel ini. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana sebuah organisasi dunia seperti W20 menawarkan opsi pemberdayaan perempuan melalui program inkubasi bisnis berbasis teknologi yang dapat diakses lewat aplikasi sisternet yang tersedia di google store maupun app store. Aplikasi ini secara eksklusif hanya dapat dimanfaatkan oleh perempuan-perempuan Indonesia. Melalui aplikasi ini diharapkan perempuan Indonesia lebih bisa mengakses konten edukasi bisnis, ide bisnis, hingga modal usaha.
Penulis berharap artikel ini dapat memberikan kontribusi pada dunia akademis, LSM dan pemerintah tentang bagaimana sebuah upaya pemberdayaan perempuan yang perlu menyesuaikan dengan jaman, layaknya yang dilakukan W20 membuat program pemberdayaan perempuan berbasis digital. Peneliti juga berharap artikel ini dapat menambah wawasan baru bagi khalayak umum khususnya bagi para perempuan yang ingin mengembangkan bisnisnya dan ingin berpartisipasi menjadi pengguna aplikasi sisternet.
Metode
Peneltian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik library research dengan pendekatan triangualsi sumber, yaitu sebuah pendekatan yang dilakukan guna menguji keabsahan data dengan cara deep research pada sumber-sumber pustaka lainnya guna mendapatkan hasil yang valid.
Semua data kemudian penelitin relevansikan dengan konsep pemberdayaan perempuan.
Sumber-sumber data utama dari penelitian ini peneliti himpun dari:
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 39
1. Rilisan pers resmi G20 tahun 2022 pemerintah Indonesia.
2. Rilisan pers resmi W20 tahun 2022 Pemerintah Indonesia.
3. Global Gender Gap Report 2021.
4. Rilisan pers TPAK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
5. Rilisan pers dari XL Axiata selaku partner kerja sama dan salah satu sponsor dalam program program inkubasi bisnis berbasis digital dari W20.
6. Aplikasi Sisternet
Teknik analisis data yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan model induksi dengan cara mengumpulkan dan mengelompokkan data, kemudian menganalisa data tersebut secara lengkap dan kronologis yang pada akhirnya membentuk generalisasi sebagai hasil akhir dari sebuah penelitian.
Hasil dan Pembahasan
Pemberdayaan UMKM Perempuan Indonesia Melalui Program Inkubasi Bisnis W20 Berbasis Digital tahun 2022
Women 20 atau W20 adalah sebuah organisasi multilateral yang merupakan subgroup/sub organisasi dari Global 20 atau g20. W20 mempunyai anggota 20 anggota yang merupakan negara dan komunitas regional yang memiliki GDP tertinggi di dunia. Anggota W20 adalah bagian dari anggota G20, yang terdiri dari Argentina, Australia, Brazil, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Ke 20 anggota W20 ini mewakili sekitar 85% GDP Global dan lebih dari 75% perdagangan global. Layaknya G20, W20 tidak mempunyai hierarki keanggotaan, oleh karena itu setiap tahunnya organisasi ini selalu melakukan pemilihan negara presiden/presidensi untuk memimpin forum ini, layaknya Indonesia yang menjabat sebagai presidensi tahun 2022 (W20 Indonesia). Menjabat sebagai pemegang presidensi 2022, artinya Indonesia mempunyai kewajiban menjadi tuan rumah G20 dan mensukseskan program kerja W20 selama tahun 2022.
Fokus utama program kerja W20 adalah mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh negara- negara anggota G20. Eksistensi W20 menjadi sangat penting, mengingat isu tentang kesenjangan gender dan diskriminasi berbasis gender masih dihadapi para perempuan di dunia. Output dari program kerja W20 adalah peningkatatn akses perempuan negara anggota pada empat aspek penting kehidupan, yaitu partisipasi dan peluang ekonomi, capaian pendidikan, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 40
Pada tahun 2022, target program kerja W20 adalah Indonesia, mengingat selama tahun 2022 Indonesia adalah presidensi atau ketua dari organisasi induk W20, yaitu G20. Sesuai dengan tema presidensi G20 tahun 2022 yang dipilih oleh Indonesia selama menjabat sebagai presidensi yaitu recover together, recover stronger, Program kerja W20 di Indonesia juga harus menyesuaikan tema tersebut. Tema tersebut dipilih karena selama pandemi Covid-19, semua negara di dunia mengalami dampak yang cukup besar, termasuk negara anggota W20. Salah satu program kerja W20 yang direalisasikan di Indonesia adalah pemberdayaan perempuan melalui program inkubasi bisnis berbasis digital. Target dari program ini adalah para perempuan pelaku UMKM di Indonesia (Terms of Reference Webinar and Training Hybrid “Women Owned MSMEs: Key to Inclusive Growth”).
Ada beberapa alasan mengapa W20 menargetkan programnya pada UMKM perempuan di Indonesia (Terms of Reference Webinar and Training Hybrid “Women Owned MSMEs: Key to Inclusive Growth”):
1. Rendahnya TPAK perempuan di Indonesia. TPAK penduduk laki- laki sebesar 82,14% dan TPAK perempuan sebesar 54,03 persen.
Persentase ini diambil dari 139,81 juta orang angkatan kerja Indonesia pada tahun 2021. Artinya dengan memberdayakan pelaku UMKM perempuan, diharapkan dapat semakin memperbesar lapangan pekerjaan bagi perempuan lainnya.
2. Pelaku UMKM perempuan di Indonesia memerlukan literasi/keahlian digital guna meningkatkan daya saing mereka di era digital.
3. Pelaku UMKM perempuan di Indonesia lebih rapuh secara finansial karena memiliki penyangga kas yang cukup kecil.
4. Minimnya akses para perempuan Indonesia pada penyedia modal.
Selain Alasan di atas, salah satu faktor yang membuat UMKM perempuan layak mendapatkan perhatian lebih, kerna UMKM perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan pelaku UMKM laki-laki.
Berdasarkan laporan kata data, Indonesia adalah negara dengan jumlah UMKM terbesar di Asia Tenggara. Terdapat sekitar 65,5 juta unit UMKM di Indonesia (Lihat Gambar 1), dan 37 unit diantaranya adalah UMKM yang dimiliki oleh perempuan (Ivan Aditya, 2022). Kenyataan ini memberikan tendensi bahwa kecilnya tingkat TPAK perempuan di Indonesia tidak mempengaruhi perempuan untuk berhenti produktif secara finansial.
Program inkubasi bisnis W20 ini merupakan bagian dari program W20 Sispreneur. Sispeneur merupakan sebuah konsep program yang diambil dari kata sister yang berarti perempuan atau saudara perempuan dan entrepreneur yang berarti pengusaha. Nama sispreneur diambil karena
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 41
program ini dikhususkan pada program pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Gambar 1. Grafik jumlah UMKM berdasarkan negara di Asia Tenggara
Sumber: databook 2021
Program inkubasi bisnis W20 diawali dengan “Acara Pleno ke-2:
UMKM Perempuan sebagai Kunci Pertumbuhan Inklusif” yang diadakan selama dua hari di kota Batu, Malang pada 8-9 Maret 2022 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemenpppa) dan W20. Acara ini dihadiri oleh delegasi Women 20 dari 20 anggota, perwakilan Xl Axiata selaku parter program, berbagai LSM pemberdayaan perempuan, pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah Malang Raya dan kelompok akademisi dari beberapa kampus di Malang. Acara pleno kedua di kota Batu ini diadakan selama dua hari di Hotel Golden Tulip disi dengan acara seminar internasional dan pengenalan pada program inkubasi bisnis W20, dengan output acara sebagai berikut (Executive Summery 2nd Plenary Event W20, 2022):
1. Meningkatnya level pengetahuan publik tentang perempuan dalam UMKM di Indonesia.
2. Meningkatnya pemahaman publik tentang bagaimana pandemi telah memberikan “pukulan” yang cukup keras pada perempuan UMKM
3. Perlunya penguasaan literasi digital bagi perempuan Indonesia.
4. Perlunya meningkatkan layanan akses pemberian modal bagi perempuan yang ingin menggeluti UMKM di Indonesia.
5. Peresmian program inkubasi bisnis W20 bagi UMKM perempuan Indonesia.
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 42
Setelah acara Summery 2nd Plenary Event W20, program inkubasi bisnis W20 bagi UMKM perempuan Indonesia dimplementasikan. Kelas inkubasi ini diadakan secara intens baik secara luring dan daring telah diikuti berbagai macam UMKM perempuan dengan beragam jenis usaha, mulai dari olahan makanan dan minuman, kerajinan tangan, fashion, mainan anak, jasa, kecantikan dan beragaman usaha lainnya. Sejak Maret- Juni 2022, program ini sudah berhasil mendampingi 1.000 UMKM perempuan di Indonesia dan sebanyak 79% diantaranya sudah berhasil go digital (xlaxiata.co.id).
Program inkubasi bisnis W20 bagi UMKM perempuan Indonesia berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital perempuan Indonesia, khususnya perempuan pelaku UMKM.
Kemampuan literasi digital perempuan di Indonesia tercatat masih berada di bawah laki-laki. Berdasarkan data yang dipublish Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Katadata Insight Center (KIC), terdapat 55% laki-laki Indonesia dengan kemampuan literasi digital yang tinggi, sedangkan proporsi perempuan Indonesia dengan kemampuan literasi digital yang cukup tinggi hanya sekitar 45%. Berdasarkan data proporsi kemampuan digital antara laki-laki dan perempuan tersebut, maka menjadi penting untuk mengimplementasikan program pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kemampuan literasi digital.
Esensi pemberdayaan perempuan adalah untuk meningkatkan akses perempuan pada berbagai macam hal, namun di era digital upaya ini tidak cukup dilakukan secara konvensional. Program pemberdayaan perempuan berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital perempuan sehingga mereka akan lebih menjangkau berbagai macam akses yang diperlukan(Marini et al., 2020).
Dalam penelitian yang berjudul Women Entrepreneurship In The Developing Country: The Effects Of Financial And Digital Literacy On SMEs’
Growth, disebutkan bahwa kemampuan literasi digital pada perempuan dapat memberikan dampak positif, diantaranya pada kemampuan mendapatkan informasi terkirni, proses belajar yang efisien, kreativitas, motivasi kerja, kemampuan pengambilan keputusan, problem solving, kemampuan manajemen keuangan, kebahagian dan lain sebagainya(Fauzi et al., 2020).
Berdasarkan Gambar 2, dapat dilihat bagaimana pemberdayaan perempuan pelaku UMKM dan peningkatan kemampuan literasi digital perempuan dapat menjadi sinergi guna meningkatkan akses UMKM perempuan terhadap berbagai hal yang bermanfaat seperti pengetahuan, pemasaran produk dan modal. Hal inilah yang diharapkankan pemerintah
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 43
Indonesia melalui program inkubasi bisnis W20 hasil kolaborasi Women 20, Kemenpppa dan XL Axiata.
Gambar 2. Sinergi Antara Upaya Pemberdayaan Perempuan dan Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Perempuan
Pada awal Juli 2022 program inkubasi bisnis W20 telah berhasil menyalurkan modal dengan total sebesar 300 juta pada 10 UMKM perempuan paling kreatif yang turut serta dalam program pendampingan sispreneur (lihat Tabel 1). Program pemberian modal dan program pemberdayaan UMKM perempuan ini akan terus berkesinambungan dan dapat diakses melalui halam web sisternet.co.id atau aplikasi sisternet yang dapat diunggah di google store ataupun app store.
Tabel 1. UMKM Pemenang Modal Usaha Inkubasi Bisnis W20 Tahun 2022
No Nama UMKM Pemilik Jenis UMKM
1 Little Monq Dian Rizki H Mainan edukasi anak 2 Tioria by Caramia Thekla Odelia C Fashion
3 Markonah Yuliana Aqni Fahion
4 Rumah Kado Nirwana Kerajinan Tangan
5 Rafania Nuqtoh M Fahion Muslimah
6 Maggot Bali Bersih Dhea Ayu A Food waste management
7 Magobox Fathimah H Food waste management
8 Binar Calistung Nani Nurhasanah Produk Edukasi
9 Rhanindi Ani Puspitasari Makanan
10 Kain Indonesia.co Shinta Paramarti Tekstil/fashion Sumber: sisternet.co.id 2022
Berdasarkan tabel 1 di atas diketahui 10 UMKM unggulan pemenang modal usaha inkubasi bisnis W20 tahun 2022 berhak
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 44
mendapatkan bantuan modal guna mengembangkan usahanya dan kesempatan mrepresentasikan produk/jasanya di Women 20 summit Danau Toba 2022 di hadapan delegasi G20, juri dan para investor asing.
Para pemenang juga akan ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam memperkenalkan produk/jasanya di serangkaian acara G20 tahun 2023 (Budi Aris, 2023).
Berdasarkan data-data di atas, dapat dilihat bahwa inisiatif peran Women 20 berkolaborasi Kemenpppa dan XL Axiata selama Indonesia menjabat sebagai presidensi G20 melalui program inkubasi bisnis W20 merupakan sinergi antara upaya pemberdayaan UMKM perempuan dan peningkatan literasi perempuan Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses perempuan, khususnya perempuan pelaku UMKM pada wawasan baru, pemasaran produk dan penyedia modal secara berkesinambungan, tidak terbatas pada masa jabatan Indonesia sebagai ketua atau presidensi G20.
Kesimpulan
Program inkubasi bisnis W20 adalah program hasil kerja sama Women 20, Kemenpppa, yang diimplementasikan selama Indonesia menjabat sebagai presidensi G20 tahun 2022. Target program ini adalah perempuan pelaku UMKM di Indonesia. Rendahnya angka TPAK dan kemampuan literasi digital perempuan Indonesia adalah dua di antara banyak faktor yang mendasari program ini. Pogram ini merupakan program pemberdayaan perempuan berbasis digital yang menawarkan pendampingaan bisnis, akses modal, pemasaran produk dan segala hal yang dapat bermanfaat bagi produktivitas perempuan pelaku UMKM di Indonesia. Sinergi antara pemberdayaan perempuan dan program peningkatan kemampuan literasi digital dapat memberikan manfaat pada pengembangan profesionalisme, peningkatan inklusi sosial, termasuk promosi kebebasan berekspresi dan produktivitas yang besar bagi para perempuan. Program pemberdayaan UMKM perempuan ini akan terus berkesinambungan berkat kerja sama dengan XL Axiata dan bisa diakses di website yang dikembangkan oleh XL Axiata melalui sisternet.co.id atau aplikasi sisternet yang dapat diunggah di google store ataupun app store.
Referensi
Abbas, R. J. (2018). Indonesia di Persimpangan: Urgensi “Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender” di Indonesia Pasca Deklarasi Bersama Buenos Aires Pada Tahun 2017. Jurnal HAM, 9(2), 153–174.
Aditya, I. (2022). UMKM Perempuan Indonesia Mencapai 37 Juta Orang.
https://www.krjogja.com/peristiwa/read/479517/umkm-perempuan-
http://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/index 45 indonesia-mencapai-37-juta-orang.
Ahdiat, A. (2022). Jumlah UMKM di Negara ASEAN (2021).
https://databoks.katadata.co.id.
Annur, CM. (2022). Literasi Digital Perempuan Indonesia Belum Setara dengan Laki- laki. https://databoks.katadata.co.id
Archer, C. (2002). International organisations. Routledge.
Aris, B. (2023). Delegasi Indonesia Hadirkan Best Practice Dari Sispreneur di Women20 Summit India. Radio Idola. https://www.radioidola.com/2023/delegasi- indonesia-hadirkan-best-practice-dari-sispreneur-di-women20-summit- india/
Fauzi, F., Antoni, D., & Suwarni, E. (2020). Women entrepreneurship in the developing country: The effects of financial and digital literacy on SMEs’
growth. Journal of Governance and Regulation, 9(4).
Weforum (2021). Global Gender Gap Report The analysis presented in the Global Gender Gap Report 2021. http://reports.weforum.org/global-
Lechman, Ewa. (2021). Technology and Women’s Empowerment. Taylor & Francis.
Marini, S., Hanum, F., & Sulistiyo, A. (2020). Digital literacy: Empowering Indonesian women in overcoming digital divide. 2nd International Conference on Social Science and Character Educations (ICoSSCE 2019), 137–
141.
Sahay, S. (1998). Women and empowerment: Approaches and strategies. Discovery Publishing House.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020; BPS:
Meski Lambat, Ada Pergeseran Penduduk Antarpulau.
https://setkab.go.id/hasil-sensus-penduduk-2020-bps-meski-lambat-ada- pergeseran-penduduk-
antarpulau/#:~:text=%e2%80%9cpada%20tahun%202020%20rasio%20jenis ,jumlah%20penduduk%20perempuan%2c%e2%80%9d%20ujarnya.
Sisternet. (2022). Selamat Kepada 10 Pemenang Program Inkubasi Bisnis W20 Sispreneur!. https://www.sisternet.co.id/read/285130-selamat-kepada-10- pemenang-program-inkubasi-bisnis-w20-sispreneur.
W20 Indonesia. (2022). About Women 20. https://www.w20indonesia.org/
Women 20. (2022). Terms of Reference Webinar and Training Hybrid “Women Owned MSMEs: Key to Inclusive Growth”.
XL Axiata. (2022). W20 Resmikan “W20 Sispreneur” Sebagai Aksi Nyata untuk Para UMKM Perempuan Indonesia Go Digital dan Go Global.
https://www.xlaxiata.co.id/id/berita/w20-resmikan-w20-sispreneur.
Yadav, A. (2021). The Role of Women in Today’s Society: A Review. Journal of Research in Humanities and Social Science. 9 (6), 32-37.
.