• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembudayaan Nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural di Akademi Keperawatan Gresik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pembudayaan Nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural di Akademi Keperawatan Gresik"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Secara umum pendidikan agama Islam bertujuan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dengan penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural dalam dunia keperawatan diharapkan lulusan dapat mengimplementasikannya dalam dunia profesinya. Nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural apa yang dikembangkan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik; 2.

Begitu pula bagi pemerintah, pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam mengembangkan nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural. Penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam harus ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif nilai-nilai, semangat, sikap dan perilaku peserta didik. Secara umum mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik diharapkan dapat menjadikan mahasiswa memahami ajaran agama Islam sebagai sumber nilai dan pedoman yang menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam mengembangkan profesi dan kepribadian keislamannya serta mengembangkan kepribadian mahasiswa secara utuh.

Tujuan dari perkuliahan pendidikan agama Islam di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik adalah pertama, penerapan pendidikan agama Islam dalam praktik keperawatan. Materi pengajaran agama Islam di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik yang terdapat dalam kurikulum mencakup beberapa materi yang mengandung nilai-nilai. Kurikulum agama Islam menjadi poin penting untuk diberikan kepada mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Model pendidikan agama Islam multikultural yang diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik menjadikan kampus sebagai gambaran miniatur masyarakat yang penuh dengan warna budaya yang berbeda dengan suku, ras, warna kulit dan agama yang berbeda.

Fokus Permasalahan

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa pendidikan agama Islam bertujuan untuk memberikan landasan bagi pengembangan kepribadian peserta didik agar mampu intelektual. menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. , berakhlak mulia, berpikir filosofis, rasional dan dinamis serta berwawasan luas, ikut serta dalam kerjasama antar umat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan nasional. Mata kuliah pendidikan agama Islam di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik terutama bertujuan untuk membentuk insan bertakwa yaitu insan yang taat dan bertaqwa kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadahnya dengan menekankan pada pengembangan kepribadian muslim yaitu pengembangan akhlakul. karimah; perubahan perilaku siswa menuju kesempurnaan moral; Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa keberadaan mata kuliah pendidikan agama Islam di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik sangat penting karena diperlukan.

Selain itu, calon perawat diharapkan mampu menerapkan ajaran agama dan etika mengenai kesehatan. Materi yang dibahas dalam ceramah tersebut adalah ajaran agama yang berkaitan dengan kesehatan, meliputi pokok ibadah, akhlak terpuji, akhlak terhadap Sang Pencipta, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap diri sendiri, serta keluarga sejahtera (sakinah), seperti pra -pernikahan. , perkawinan, hak dan kewajiban suami, istri dan anak. Selain itu, memajukan keluarga sejahtera dalam bidang agama, pendidikan, sosial dan ekonomi, bimbingan dan doa bagi ibu hamil, nifas, bayi baru lahir dan penanggulangan kematian.

Dalam pengobatan pasien hendaknya penerapan nilai-nilai multikultural dilakukan sesuai dengan peran dan fungsi pengobatan pasien. Hal ini memerlukan toleransi dan penyediaan situasi yang kondusif dan nyaman sesuai dengan agama pasien. Berangkat dari konteks penelitian seperti yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian ini diberi judul Penanaman Nilai-Nilai Keagamaan Islam Multikultural di Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah.

Nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural apa yang dikembangkan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik. Bagaimana proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural pada mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Tujuan Penelitian

Kontribusi Penelitian

Dalam penelitian ini konsep pendidikan agama Islam dipinjam dari Achmadi yang menjelaskan pengertian pendidikan agama Islam yaitu upaya yang lebih khusus menekankan pada pengembangan sifat keagamaan mata pelajaran siswa agar mampu memahami, menghayati dan mengamalkan. Ajaran Islam. Dijelaskan pula bahwa pendidikan Islam merupakan upaya memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya manusia yang dimilikinya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) sesuai dengan norma-norma Islam. Dalam Islam, nilai pada dasarnya adalah akhlak, sedangkan akhlak merupakan ciri khas Islam mengenai akhlak dan etika.

Karena istilah nilai berkaitan dengan akhlak dan etika, maka akhlak, etika dan akhlak merupakan satu kata yang mempunyai arti yang sama (Langgulung. Mata kuliah pendidikan agama islam di Akper Pemerintahan Kabupaten Gresik diberikan pada semester pertama dengan jumlah dua SKS dan siswa harus lulus I kamus umum bahasa indonesia yang mempunyai kata 'proses' yang berarti rangkaian perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu.

Untuk melengkapi istilah ‘proses’, dalam penelitian ini dilengkapi dengan kata ‘peradaban’. Proses peradaban yang digunakan di sini sebagai istilah yang tepat karena dalam proses pendidikan, khususnya dalam kegiatan perkuliahan antara siswa dan guru di kelas, terjadi proses transfer pengetahuan dan nilai (sistem pengetahuan dan nilai kebenaran). Model pembinaan pendidikan agama Islam di Akademi Keperawatan Kabupaten Gresik ditunjukkan baik pada saat pembelajaran sistematis di dalam kelas maupun di luar kelas dalam pengorganisasian pengalaman belajar. Sifat universal wawasan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan budaya berbeda yang menekankan pada penerimaan dan apresiasi terhadap berbagai realitas agama, plural, dan multikultural yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Nilai-nilai pendidikan Islam merupakan seperangkat prinsip hidup yang saling berkaitan yang memuat ajaran untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya manusia yang dimilikinya, dengan tujuan membentuk manusia seutuhnya sesuai dengan norma atau ajaran Islam, yaitu: nilai al-Ikha' (persaudaraan). ), al-musawah (kesetaraan), al-tasamuh (Toleransi), al-tasyawur (Musyawarah), al-ta’awun (pertolongan) dan al-’ilah (keadilan) serta nilai-nilai khusus dalam keperawatan yaitu altruisme, otonomi, martabat manusia, integritas, keadilan, estetika dan kebenaran.

PENUTUP

Kesimpulan

Amin 2008. Pendidikan dan Upaya Mencerdaskan Bangsa: Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia dari Dakwah hingga Akademisi Jakarta: Departemen Agama RI. Kymlicka, Will, 2003. Kewarganegaraan Multikultural: Teori Liberal tentang Hak Minoritas, Terj Edlina Hafmin Eddin, Jakarta: LP3ES. Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia di Sekolah, Madrasah dan Universitas Jakarta: Radja Grafindo Persada.

Pendidikan Islam di Era Global (Pendidikan Multikultural, Pendidikan Multiagama, Pendidikan Agama, Moralitas, Etika) Jakarta UIN Press.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi Akademi Keperawatan Pemerintah kabupaten Aceh Selatan dalam hal penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif agar

Amin Abdullah menggarisbawahi lima tugas utama pendidikan (agama) Islam, khususnya di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), dalam menghadapi keragaman agama, yaitu

menyatakan bahwa skripsi yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang,

Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang lebih banyak diarahkan pada perbaikan sikap mental yang terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang

Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada data-data yang berkaitan dengan proses penanaman nilai-nilai multikultural melalui pendidikan agama Islam dan faktor-pendukung

Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kantor Kementrian Agama Kabupaten.. Mojokerto selaku PPAI pada lembaga tersebut, bahwa pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan

Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap metode pembelajaran di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.. Penelitian ini

ii HALAMAN JUDUL PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP SIKAP EKSKLUSIVISME SISWA DI SMPN 1 KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI SKRIPSI Diajukan