Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas dan amanah pelaksanaan penyusunan Buku Pengantar Sosiologi Kehutanan ini dapat terselesaikan. Dekan Fakultas Kehutanan, Dekan Muda Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Dekan Muda Bidang Keuangan dan Administrasi yang memfasilitasi pembiayaan buku ini.
Filosofi, Konsep dan Tujuan PWH
Filosofi
Pengertian rekayasa kehutanan perlu dikemukakan disini karena banyak orang yang beranggapan bahwa rekayasa kehutanan adalah pembangunan jalan atau bangunan hutan atau pembukaan kawasan hutan.
Konsep/Strategi PWH
Tujuan PWH
Peranan dan Fungsi Ganda PWH
Peranan PWH
Fungsi Ganda PWH
Merupakan tanggung jawab kontraktor untuk mengidentifikasi dan memeriksa kecukupan semua sumber daya material yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan dari Direktur Teknis. Bahan tidak boleh digunakan untuk tujuan selain yang disetujui oleh Direktur Teknis. Kontraktor harus membuat segala pengaturan terhadap bahan-bahan sumber terbuka, kecuali diarahkan lain oleh Direktur Teknis secara tertulis.
Untuk bahan yang tidak dirinci secara rinci pada bagian lain dalam Spesifikasi ini, mutu bahan tersebut harus sesuai pesanan atau disetujui oleh Direktur Teknis. Dalam hal ini, pekerjaan yang diperlukan harus dilakukan setiap hari, yang tidak ditentukan dimanapun dalam spesifikasi ini. maka pekerjaan itu harus dilaksanakan sesuai perintah dan persetujuan direktur teknik. Pekerjaan tersebut meliputi penggalian tanah yang berfungsi sebagai pondasi pembangunan jalan dengan kemiringan melintang yang benar sebelum diaplikasikan lapisan baru pada permukaan jalan. a) Ketebalan tanah galian sesuai dengan gambar rencana kerja, dan kedalaman galian ditetapkan dalam spesifikasi teknis sesuai petunjuk Direktur Teknik.
Lebar dan tinggi galian harus sesuai dengan rencana kerja, dan lebar galian harus diatur di lapangan dan menurut petunjuk direktur teknik. - contoh bahan yang digunakan, misalnya batu gunung untuk bahan baku, diperiksa dan disetujui oleh direktur teknis sebelum mulai bekerja. Batu gunung merupakan bahan pilihan batu bata kosong yang digunakan sebagai bahan dasar pondasi batu bata gunung yang terbuat dari bahan berkualitas dan disetujui oleh direktur teknik.
HUBUNGAN PWH, PENATAAN HUTAN DAN SISTEM PEMANENAN KAYU
KLASIFIKASI SISTEM JARINGAN JALAN
Memperlebar lapisan beton cor dan memindahkan alinyemen ringan, termasuk membersihkan lapangan dan memasang pondasi tepi baru seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana kerja dan sebagaimana diminta oleh direktur teknis di lokasi. Kontraktor bertanggung jawab untuk menyediakan bahan-bahan dan kecepatan pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi atau melampaui peraturan atau standar khusus yang ditetapkan dalam Spesifikasi atau sebagaimana disyaratkan oleh Direktur Teknis. Dalam pelaksanaannya, direktur teknis mempunyai kewenangan untuk menolak material dan pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan minimum tanpa memberikan kompensasi kepada kontraktor.
Untuk kekuatan, ukuran, pembuatan, jenis dan mutu harus sesuai dengan rencana atau spesifikasi lain yang diterbitkan atau disetujui secara tertulis oleh Direktur Teknik. Direktur Teknis akan menolak atau menerima bahan dari sumber bahan berdasarkan persyaratan mutu yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Dokumen rekaman (catatan) tidak boleh digunakan untuk tujuan penegakan hukum dan dokumen tersebut harus tersedia setiap saat untuk diperiksa oleh Direktur Teknis.
-Peralatan yang digunakan sehari-hari harus mematuhi ketentuan bab terkait spesifikasi ini dan harus disetujui untuk digunakan oleh direktur teknis sebelum mulai bekerja. Sebelum dilakukan pemasangan timbunan, permukaan lama harus dalam keadaan kering dan bebas dari segala kerikil yang tidak terikat dan bahan organik lainnya, yang harus dihilangkan terlebih dahulu sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, kecuali diarahkan lain oleh Direktur Teknis. - contoh bahan yang digunakan seperti batuan, termasuk semen, dan pasir untuk pekerjaan pasangan bata harus diperiksa dan disetujui oleh Direktur Teknis sebelum pekerjaan dimulai.
Iklim
Keadaan Wilayah (Terrain) dan Tanah (Soil)
PARAMETER PENILAIAN KELAYAKAN PWH YANG OPTIMAL KERAPATAN
PERENCANAAN TRACE JALAN
Dokumen asli dan satu fotokopi akan disimpan oleh Direktur Teknis dan dua salinan yang telah ditandatangani akan dikembalikan kepada Kontraktor. Campuran tersebut terdiri dari semen portland (PC) yang dicampur dengan agregat halus atau pasir halus dengan perbandingan 1 semen dan 4 agregat/pasir, kecuali ditentukan lain oleh Direktur Teknik.
APLIKASI PENGETAHUAN MEKANIKA TANAH DALAM PEMBUATAN
Tegakan Hutan dan Pohon – Pohon
Di beberapa negara, saat ini hanya sedikit spesies yang dipanen sesuai dengan spesies komersial utama. Rata-rata volume tiap pohon yang dikumpulkan sekitar 10 m3 (tanpa kulit), sehingga tiap hektar hanya berisi 1-3 pohon.
Teknik Pembuatan Jalan pada Tanah dengan Daya Dukung Rendah
- Letak Jaringan Jalan Hutan
- Penebangan dan Operasi Pembersihan
- Penggusuran Tanah dan Pembentukan Lapisan Dasar
- Kerikil / Batuan Pemberian
- PERKERASAN JALAN HUTAN
Besarnya ukuran kayu gelondongan dan jumlah pohon yang ditebang merupakan faktor penentu ekonomi dalam menentukan lokasi jalan, desain dan kepadatan jaringan jalan. Dapat diasumsikan bahwa untuk jaringan jalan dengan kepadatan 15 m per hektar dan jumlah kayu yang dikumpulkan per hektar adalah 30 m3, biaya pembangunan jalan untuk setiap meter kubik kayu sama dengan biaya pembuatan jalan. panjang 0,5 m. Pada umumnya ruas jalan disurvei menggunakan Abney level atau klinometer meridian, di beberapa perusahaan survei dilakukan dengan menggunakan peralatan kemiringan (misalnya teodolit).
Di daerah dengan daya dukung tanah yang sangat rendah, setelah menebang pohon di sepanjang jalan, pembersihan dan pemindahan tiang dapat dilakukan dengan traktor perayap 65 hp atau terkadang traktor yang lebih ringan dan bertenaga lebih kecil. Selain menggunakan kayu gelondongan pada lapisan dasar yang daya dukung tanahnya rendah, juga dapat digunakan jenis lapisan yang tidak bergelombang, terutama untuk menjamin agar lapisan dasar tersebut tidak bercampur dengan lumpur, tanah liat atau tanah yang daya dukungnya rendah. .
Sejarah Perkerasan Jalan
Perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat pertama kali ditemukan di Babilonia pada tahun 625 M, namun perkerasan Tipe II baru dikembangkan hingga ditemukannya kendaraan bertenaga bensin oleh Gottlieb Daimler dan Karl Benz pada tahun 1880. Mulai tahun 1920 hingga sekarang, teknologi pembangunan perkerasan jalan dengan menggunakan Aspal sebagai bahan pengikat mengalami kemajuan pesat. Konstruksi perkerasan jalan dengan menggunakan semen sebagai bahan pengikatnya ditemukan pada tahun 1828 di London, namun seperti halnya perkerasan aspal, perkerasan jalan ini mulai berkembang pesat sejak awal tahun 1900-an.
Pada masa “tanam paksa”, untuk memperlancar pengangkutan hasil panen, dibangun juga jalan yang merupakan cabang dari jalan pos sebelumnya. Di luar Pulau Jawa, pembangunan jalan hampir tidak ada, kecuali di sekitar kawasan perkebunan paksa di Sumatera Tengah dan Utara.
Jenis Konstruksi Perkerasan
Persetujuan Direktur Teknis terhadap garis dan elevasi ini akan diperoleh sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi, beserta segala perubahan yang mungkin diperlukan oleh Direktur Teknis dan harus dilaksanakan tanpa penundaan. Setiap koreksi atau perubahan pada alinyemen atau ketinggian akan didasarkan pada penyelidikan lebih lanjut dan pengujian lapangan dan akan dilakukan seperlunya di bawah pengawasan Direktur Teknis. Bukti tersebut harus dalam bentuk yang diminta secara tertulis oleh Direktur Teknik dan harus disertai salinan hasil pengujian resmi.
Kontraktor harus menata, menempatkan, memperoleh dan mengolah bahan alam sesuai dengan spesifikasi ini dan harus memberitahukan kepada Direktur Teknis sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelumnya atau jangka waktu lain yang ditentukan oleh Direktur Teknis secara tertulis bahwa bahan tersebut dapat digunakan dalam pekerjaan. Apabila mutu atau mutu bahan tidak sesuai dengan mutu yang telah disetujui oleh Direktur Teknik, Direktur Teknik dapat menolak bahan tersebut dan meminta penggantiannya. Pekerjaan yang harus dilakukan berdasarkan "Pekerjaan Sehari-hari" dapat mencakup segala sesuatu yang diperintahkan atau disahkan oleh Direktur Teknis dan dapat mencakup stabilisasi, pengujian, perbaikan dan pelapisan ulang perkerasan yang ada, pelapisan ulang konstruksi, struktur atau pekerjaan lainnya.
Dalam kedua kasus tersebut, pekerjaan hanya dapat dimulai ketika direktur teknis mengeluarkan izin kerja harian secara tertulis. Luas TPA Perata yang tidak memenuhi persyaratan ini dan dianggap tidak memuaskan Direktur Teknis, diperbaiki dengan cara menghilangkan dan menggantinya, menambah lapisan tambahan dan/atau dengan tindakan lain yang dianggap perlu oleh Pemerintah. Direktur Teknis Direktur yang diperlukan. Semua pekerjaan diatas pengukuran, jarak dan bahan yang digunakan sesuai dengan gambar terlampir dan sesuai dengan petunjuk direktur teknik.
Kriteria Konstruksi Perkerasan Luntur
Jenis dan Fungsi Lapisan Perkerasan
PENGETAHUAN DASAR BANGUNAN AIR
Model gorong-gorong kayu sederhana lainnya dibuat dari tiga batang kayu masing-masing. Kadang-kadang dibuat hanya dari kotak kayu, yang biaya pembuatannya bisa lebih mahal. Pada umumnya gorong-gorong berbahan kayu keras dan tahan lama dapat bertahan 5 – 6 tahun, sedangkan gorong-gorong berbahan kayu dengan bahan pengawet kimia dapat bertahan hingga 10 tahun.
Konstruksi ini digunakan untuk substruktur jembatan yang letaknya pada tanah yang kurang subur, sehingga kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras Kelas I. Catatan: Untuk pondasi langsung, jenis balok kayu yang digunakan sama dengan jarak antar balok yaitu 30 cm.
ANGGARAN DAN PEMBORONGAN
Orang-orang yang mempunyai peranan penting dalam pembuatan atau pekerja
Perencanaan
Jika kendaraan yang lebih ringan akan menyalip truk logging, sebaiknya melalui jalan biasa dan masuk sedikit ke area tanggul, hal ini tidak menjadi masalah jika daya dukung tanggul cukup baik. Sundberg (Logging and Log Transport in Tropical High Forest, FAO, Roma, 1974); mengembangkan formula biaya pembangunan jalan berdasarkan pengalaman di negara-negara berkembang, dengan memasukkan permasalahan lapangan dalam perhitungannya. Jadi dalam hal ini standar jalan ekonomi adalah jalan yang standarnya lebih tinggi (R = Rp hm).
Seharusnya miring ke arah dalam tikungan, semakin kecil radiusnya maka semakin miring tikungannya, terutama di jalan mulus. Lasbutag merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran agregat, asbuton dan bahan pelembut yang diaduk, dihamparkan dan dikompres dingin (20). Kharungla dalam proyek tersebut merupakan jalan permukiman di jalan bawah tanah yang rencananya akan diisi kerikil kasar.
Setelah jalan dibangun, batu-batu tersebut dibuang dengan tangan ke dalam truk sampah dan dikirim ke bagian jalan yang diperlukan untuk permukaannya. Kharungla dalam proyek jalan, satu-satunya perlindungan dan stabilisasi lereng memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan dalam setiap siklus kerja sebagai ciri yang melekat pada teknik konstruksi jalan yang benar oleh penggali. Penghalang air diperlukan terutama pada jalan yang mempunyai kemiringan lebih dari 5% dan pada jalan tanpa kemiringan.
Beberapa peraturan pelaksanaan pekerjaan
MENYUSUN ANGGARAN BIAYA
Setelah kita memahami apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin membangun sebuah gedung, dan siapa saja yang terlibat di dalamnya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mari kita pelajari apa saja yang perlu dilakukan dan apa saja yang perlu diketahui, sehingga kita bisa menyusun anggarannya. budget adalah harga bangunan yang kita buat. Membuat perkiraan biaya berarti memperkirakan atau memperkirakan harga suatu barang, bangunan atau benda yang akan dibuat dengan cermat dan hati-hati. Dalam daftar anggaran disusun jumlahnya untuk setiap bagian pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Spesifikasi, yang dilanjutkan dengan penjelasan bagian-bagian tersebut.
Jika diperoleh jumlah satuan (misalnya isi M3 dan luas M2), maka angka tersebut dikalikan dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan.