• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMEKARAN NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA KECAMATAN AIRPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PEMEKARAN NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA KECAMATAN AIRPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMEKARAN NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA KECAMATAN AIRPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2011-2016

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syrat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)

MARJA OKDISON 12020065

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2017

(2)

r

HAI,AMAN

reTUfiIAN fi'NNAL

PEMEI(ANAN NAGABI DAIIAX I.T,,}Tfi *TT*IITTG IITNNAPUNA KECAMATAN AINPUNA

KAff}?Affi ffiilSIN

SELATATI

TArn N

#r-il15

Narna NPM

Program Srudi

Insitrxi

MujaOkdisor

12020065

Pendidikan e#Edh

Se&oldr TiEggi

K6rnu

Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI SumatpraBarrt

Jumal ini telah diseh{ui oloh

&t pdilnbing

skipst urtuk diseral*an keProgram

Stdi P€ndidikan Seiaratt

Padang Mar€t 2017

Dis€edui g6h

Julirndty Kurnfumu Junaidi, ltfl.Pd

(3)

REDISTRICTING NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA SUBDISTRICT AIRPURA DISTRICT PESISIR SELATAN

IN 2011-2016 YEAR

Marja Okdison1Zulfa2Juliandry Kurniawan Junaidi3 Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat

Email:

ABSTRACT

Pokok persoalan yang ditulis dalam skripsi ini adalah pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011-2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan Nagari Damar Lapan Batang Indrapura setelah terjadi pemekaran terhadap otonomi daereh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik (pencarian dan pengumpulan data), kritiksumber, interpretasi, danhistoriografi (penulisan).Hasil dari penelitian ini perkembangan ekonomi masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang baru setelah Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Suda dimekarkan. Perkembangan Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura sebagai Nagari baru dapat dilihat dari tahun ketahun telah mengalami kemajuan diberbagai bidang, seperti sarana dan prasarana fisik di bidang pendidikan, kesehatan, jalan dan pertanian, yang semua itu berdampak positif terhadap kehidupan sosial ekonomi dan kesejah teraan hidup masyarakat Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura. Adapun Faktor faktor yang mempengaruhi proses pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura yaitu Faktor Pendukung dan faktor Penghambat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura memberikan perkembangan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dengan bantuan dari pemerintah dalam sarana dan prasarana.

Kata Kunci: Pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura

1Marja Okdison mahasiswa STKIP PGRI Sumatra Barat

2Zulfa, M.Pd, M.Hum dosen pendidikan sejarah STKIP PGRI Sumatra Barat

3Juliandry Kurniawan Junaidi, M.Pd dosen pendidikan sejarah STKIP PGRI Sumatra Barat

(4)

PEMEKARAN NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA KECAMATAN AIRPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2011-2016

Marja Okdison1Zulfa2Juliandry Kurniawan Junaidi3 Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat

Email: [email protected] ABSTRACT

The problems that were written in this reseach is the expansion of Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan in 2011-2016 year. The purpose of this research was to determine the development of Nagari Damar Lapan Batang Indrapura after the creation of the regional autonomy. This research used historical research that consists of four stages, namely heuristic (search and data collection), Source criticism, interpretation, and historiography (writing). The result of this research is socio-economic development through new policies after Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan has been bloomed. The developments of Nagari dammar Lapan batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan as a new country can be seen from year to year has made progress in various fields, such as physical infrastructure in education, health, roads and agriculture, all of which have a positive impact on the socio-economic life and well-being life of Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan. The Factors that influence the process of expansion of Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan are namely supporting and inhibiting factors.The conclusion of this research is the expansion of Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan provide socio-economic development of the society to be better with the helping of government facilities and infrastructure

Keywords: Redistricting Nagari Damar Lapan Batang Indrapura

1Marja Okdison mahasiswa STKIP PGRI Sumatra Barat

2Zulfa, M.Pd, M.Hum dosen pendidikan sejarah STKIP PGRI Sumatra Barat

3Juliandry Kurniawan Junaidi, M.Pd dosen pendidikan sejarah STKIP PGRI Sumatra Barat

(5)

PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik yang dalam pelaksanaan pemerintahannya dibagi atas daerah-daerah propinsi dan daerah propinsi dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap propinsi, kabupatan dan kota mempunyai pemerintahan daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah berhak menetapkan Peraturan Daerah dan peraturan peraturan lain untuk melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan.

Pemekaran daerah dalam tatanan filosofis dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.4 Hal inipun secara tegas diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Alasan lainnya yang juga dikemukakan adalah bahwa pemekaran akan mengembangkan demokrasi lokal melalui pembagian kekuasaan pada tingkat yang lebih kecil. Uraian tersebut mencerminkan bahwa alasan utama yang menuntut daerah untuk dimekarkan secara umum berkaitan dengan alasan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Nagari merupakan suatu komunitas kecil yang terikat oleh lokalitas tertentu baik sebagai tempat menetap, maupun sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.5Nagari adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan berada di daerah kabupaten serta dihormati dalam sistem pemerintahan negara kesatuan Republik Indonesia. Demikian ciri utama Nagari adalah fungsinya sebagai tempat tinggal dari suatu kelompok masyarakat, ditandai oleh keterikatan warganya terhadap suatu wilayah tertentu.

Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan sarana untuk meningkatkan perekonomiannya, karena mayoritas masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dengan bertani, berkebun. Nagari Damar Lapan Batang Indrapura merupakan salah satu Nagari di Kabupaten Pesisir Selatan yang melakukan pemekaran Pemerintahan Nagari Indrapura Utara. Pemekaran Pemerintahan Nagari dilakukan pada Tahun 2011. Setelah di

4Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 129/2000.

5Bahrein T. Sugihen, Sosiologi Pedesaan Suatu Pengantar,(Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 49

adakan pemekaran pada tanggal 11 Mei 2011 dengan Surat Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor: 140 Tahun 2011 lahirlah Nagari Damar Lapan Batang Inderapura, Kecamatan Airpura yang terdiri dari 2 (dua) Kampung yaitu Kampung Pematang Tangah dan Kampung Tanah Bajak.6

Pemekaran daerah telah membawa implikasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah, karena dengan adanya pemekaran daerah telah menimbulkan berbagai perubahan, baik perubahan kearah positif maupun negatif. Baik dalam pemerintahan maupuan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu peneliti ini diberi judul.”Pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011-2016

Batasan temporal dalam (waktu) penulisan ini adalah dari tahun 2011 sampai 2016, tahun 2011 diambil sebagai batasan awalnya karena pada tahun 2011telah terjadi pemekaran nagari.

Tahun 2016 dijadikan sebagai batasan akhir penulisan ini karena untuk melihat dinamika perubahan yang terjadi di Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura.

Melihat persoalan yang sesuai dengan topik penulisan, ada beberapa persoalan yang perlu dibahas. Persoalan tersebut diajukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yaitu:

Bagaimana perkembangan Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura setelah terjadi pemekaran terhadap otonomi daerah?

Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui perkembangan Nagari Damar Lapan Batang Indrapura setelah terjadi pemekaran terhadap otonomi daerah tahun 2011-2016.

Mamfaat Penelitian

Mamfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, secara teoritis maupun secara praktis.

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam menganalisis kelayakan suatu daerah untuk dapat menjadi daerah otonom yang baru terkait aspirasi masyarakat.

2. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan bagi masyarakat yang peduli terhadap

6Profil Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Tahun 2016

(6)

pemekaran dan instansi pemerintah untuk memahami terbentuknya suatu daerah dengan indikator-indikator yang ada, dan mengatasi berbagai hambatan dan persoalan dalam pemekaran suatu daerah.

Tinjaun Pustaka

Pemekaran Secara umum, pemekaran wilayah/daerah dapat diartikan sebagai pemisahan diri suatu daerah dari induknya dengan tujuan mendapatkan status yang lebih tinggi dan meningkatkan pembangunan daerah, Pemekaran yang dilandasi oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

pasal 5 ayat 2 dinyatakan daerah dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah, namun setelah Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka materi pemekaran wilayah tercantum pada pasal 4 ayat (3) dan (4), namun istilah yang dipakai adalah Pemekaran Daerah berarti pengembangan dari satu daerah otonom menjadi dua atau lebih daerah otonom.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tersebut pada pasal 4 ayat 3 dinyatakan:

Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih.

Sedangkan dalam pasal 4 ayat 4 dalam Undang- Undang tersebut dinyatakan: Pemekaaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dapat dilakukan setelah mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan.7 Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 dikatakan bahwa dimaksud dengan pemekaran daerah adalah pemecahan provinsi atau kabupaten/kota menjadi dua ataupun lebih.

Istilah “pemekaran” dan “pembentukan daerah” bisa juga secara berbeda dipakai tergantung sudut pandang mana melihatnhya.

Misalnya, kalau dilihat dari daerah induk yang wilayahnya akan dipilah untuk kepentingan membentuk satu unit administrasi baru, maka akan lebih pasdisebut sebagai proses pemekaran, sedang sebaliknya kalau dipandang dari sudut daerah mekaran baru, lebih cocok dipilih istilah “pembentukan daerah.

Tujuan Pemekaran

Daerah Secara umum pemekaran daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

7Undang Undang No 32 Tahun 2004

masyarakat dan mendekatkan rentang kendali antara masyarakat dengan pemerintahan.

Menurut Ryaas Rasyid, tujuan pemekaran adalah percepatan pembangunan daerah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mendekatkan rentang kendali pelayanan terhadap masyarakat sekaligus percepatan pembangunan fisik.8 Dengan demikian tujuan pemekaran daerah adalah untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konsep Otonomi Daerah Pengertian secara teoritis, otonomi daerah adalah sesuatu yang memberi wujud khas pada kelompok masyarakat tertentu, menjadi bagian integral dari organisasi negara yang berada di bawah hukum pemerintah daerah dengan batas-batas geografis tertentu. Namun dalam dimensi politik, otonomi daerah mencakup aspek-aspek geografis, sosial, dan demografi yang membedakan suatu komunitas secara konkrit atau abstrak yang membentuk identitas dan landasan bersama sebagai suatu kesatuan atau entitas politik. Dan dalam kacamata ekonomi, Faisal H. Basri menambahkan, bahwa otonomi yang hakiki adalah berpijak pada landasan kerangka negara federal, yang memungkinkan daerah mampu memanfaatkan segenap keunikan dan keunggulan semaksimal mungkin, sehingga daerah tersebut mampu menghadapi persaingan global, mengingat otonomi yang hakiki niscaya akan memberikan peluang bagi daerah untuk memiliki tempat dalam pasar bebas. Semakin mampu suatu daerah menopang terbentuknya kompetensi yyang semakin kuat di bidang harga dan kualitas pada kalangan pengusahanya, semakin mampu daerah tersebut menyejah terakan rakyatnya melalui potensi keunikan dan keunggulan yang dimiliki daerahnya.9

Studi Relevan

Skripsi Sehili Asih Dengan judul

“Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Solok:

Lahirnya Kecamatan Sangir Jujuan (2001-

8Ryaas Rasyid, Usulkan Otonomi Daerah Pindak ke Provinsi, Harian Ekonomi Neraca Nasional, Jakarta, 2011, hal. 1 dan lihat juga Harian Kompas, Pemerintah Daerah Otonomi Daerah Perlu Ditata Ulang, Jakarta, 2011, 11 Nopember 2011, hal.3

9Indra J. Piliang, Dendi Ramdani. Dkk, Otonomi Daerah Evaluasi dan Proyeksi, (Jakarta: Yayasan Harkat Bangsa, 2003

(7)

2007)”. Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah Stkip Pgri Sumatra Barat 2011. Skripsi ini menjelaskan tentang perkembangan kecamatan Sangir jujuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, kesehatan dan budaya. Setelah pemisahan diri dari Kecamatan Sangir.10

Skripsi Fitri Dewi dengan judul

“Perkembangan Solok Selatan (1969-2003)

Skripsi UNP 2005. Skripsi ini menjelaskan tentang perubahan status pemerintahan menjadi suatu Kabupaten baru, skripsi ini mengkaji proses perubahan status Solok Selatan menjadi sebuah Kabupaten dan lebih difokuskan pada perkembangan fisik dan ekonomi penduduk.11

skripsi Dini Qadrinal yang berjudul

Dampak pemekaran Kota Madya Padang terhadap pembangunan pertanian di Kecamatan Koto Tanggah (1967-1994)”

Skripsi, UNAND, 1996. Skripsi ini menjelaskan tentang sosial ekonomi setelah pemekaran terhadap kehidupan pertanian di Kecamatan KotoTanggah.12

Jurnal Winda Rizanti “Perkembangan pendidikan di kecamatan pinggir Kabupaten bengkalis pasca pemekaran kecamatan Tahun(

2003-2011)” Jurnal UNRI, 2012. Jurnal ini menjelaskan tentang Perkembangan Pendidikan di Kecamatan Pinggir Pasca Pemekaran Kecamatan Tahun 2003-2011 (Tinjauan Sejarah Pendidikan)”,

Metode Penelitian

Tulisan ini di susun berdasarkan tahapan- tahapan yang terdapat dalam metode sejarah.

Adapun tahapan yang dilalui adalah Pertama heuristik yaitu proses mencari dan mengumpulkan data dan hasil wawancara dari sumber yang relevan, baik itu primer maupun sekunder.

Sumber primer terdapat dari arsip Badan Pusat Statisitik Kabupaten Pesisir Selatan (BPS) dan Propil Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura dan dokumen, disamping itu, informasi diperoleh dari hasil

10Sehili Asih, “Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Solok: Lahirnya Kecamatan Sangir Jujuan ( 2001-2007)” , Skripsi,( Padang : STKIP, 2011)

11Fitri Dewi, “Perkembangan Solok Selatan Tahun 1969-2003”, Skripsi,(Padang UNP,2005)

12Dino Qadrinal.“Dampak

pemekaranKota Madya Padang terhadap pembangunan pertanian di Kecamatan Koto Tanggah(1967-1994)”,Skripsi,( UNAND,1996.)

wawancara dengan beberapa informan yaitu pemuka adat yang berada di Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura, ruang dinas dan lingkungan masyarakat sekitar.

Sumber Sekunder yaitu data yang menunjang penelitian ini, diperoleh dari riset buku, skripsi, makalah, dan hasil penelitian yang diteliti.

Langkah kedua kritik sumber atau tahap pengujian data. Pada tahap ini telah ditentukan apakah data tersebut asli atau tidak (kritik ekstern dan kritik intern) dan data yang sudah dapat keabsahannya akan dijadikan sebagai fakta sejarah.

Langkah ketiga adalah interpretasi data dimana penulis menggabungkan data dan sumber yang telah diperoleh sesuai dengan fakta dan kenyataan yang ada sebelum di lanjutkan ke tahap penulisan.

Sedangkan langkah keempat adalah tahap penulisan sejarah13, dimana penulis melakukan penulisan temuan penelitian dalam bentuk data, fakta dan sumber yang telah diperoleh ke dalam bentuk tulisan Ilmiah yang sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian sejarah.

HASIL PENLITIAN DAN PEMBAHASAN Letak Kabupaten Pesisir Selatan terletak pada 0’59 LU – 2’29 LS dan 100’19 – 101’18 BT. Ketika masih bergabung dengan Pancung Soal, dua Kecamatan ini terletak pada 100°

51_101° 17 BT,1° 49

53_2°29,00 LS, Dan luas wilayah kecamata Aipura adalah 314,00 Km2.14

Nagari Damar Lapan Batang Inderapura sebelumnya merupakan Nagari Inderapura Utara yang dilikuidasi menjadi Nagari Inderapura. Setelah di adakan pemekaran pada tanggal 11 Mei 2011 dengan Surat Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor: 140 Tahun 2011 lahirlah Nagari Damar Lapan Batang Inderapura, yang terdiri dari 2 (dua) Kampung yaitu Kampung Pematang Tangah dan Kampung Tanah Bajak.15

Batas batas Nagari Damar Lapan Batang Indrapura sebelum pemekaran

 Sebelah Utara berbatasan dengan Linggo Sari Baganti

13Helius Syamsudin Metodologi Sejarah (Yogyakarta: 0mbak Duo 2007) hlm 121

14Badan Pusat Statistik, Kecamatan Airpura ( Pesisir Selatan : Kantor Statistik Kabupaten Pesisir Selatan 2014)

15Frofil Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Tahun 2016

(8)

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan pancungsoal

 Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Solok

 Sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Indonesia16.

Sebelum terjadinya pemekaran, Nagari Damar Lapan Batang Inderapura merupakan bagian dari Nagari Indrapura Utara Kecamatan Pancung Soal. Pada Tahun 2010, jumlah penduduk Nagari Indrapura Utara Kecamatan Pancung Soal sebanyak 39.603 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 19.017 dan perempuan sebanyak 18.426, sedangkan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 8.386 KK. Jumlah penduduk yang ada, sangat memungkinkan untuk membentuk Nagari baru melaui pemekaran.17

Penduduk merupakan unsur terpenting bagi nagari yang meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk nagari setempat. Jumlah penduduk di Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura sebelum terjadinya pemekaran sampai dengan akhir tahun 2010 berjumlah 37.002 jiwa dengan 8.111 KK.18

Nagari Damar Lapan Batang Inderapura sebelumnya merupakan Nagari Inderapura Utara Kecamatan Pancung Soal. Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya mempunyai daratan tinggi dan dataran rendah. Dapat di lihat dari letak, Kabupaten Pesisir Selatan terletak pada 0’59 LU– 2’29 LS dan 100’19 – 101’18 BT. Ketika masih bergabung dengan Pancung Soal, dua Kecamatan ini terletak pada 100° 51_101° 17 BT,1° 49, 53_2°29,00 LS. Dan luas wilayah kecamata Aipura adalah 314,00 Km2.

Kondisi sosial suatu wilayah menunjukkan keberadaan fungsi kesejahteraan masyarakatnya dan juga menjadi indikator atas kualitas masyarakatnya. Kondisi seperti itu dapat dilihat dari aspek pendidikan dan kesehatannya. Aspek pendidikan dan kesehatan

16Badan Pusat Statistik, Kecamatan Pancung Soal Dalam Angka ( Pesisir Selatan : Kantor Statistik Kabupaten Pesisir Selatan 2010)

17Badan Pusat Statistik, Kecamatan Pancung Soal Dalam Angka ( Pesisir Selatan : Kantor Statistik Kabupaten Pesisir Selatan 2010) Hlm 101-110

18Badan Pusat Statistik, Kecamatan Airpura Dalam Angka ( Pesisir Selatan : Kantor Statistik Kabupaten Pesisir Selatan 2010) Hlm 60-74

tersebut dapat dijelaskan dalam kuantitas dan kualitasnya.

PEMEKARAN NAGARI DAMAR LAPAN BATANG INDRAPURA KECAMATAN AIRPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2011-2016

Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor. 8 Tahun 2007 yang di Painan Pada Tanggal 26 April Tahun 2007 oleh Bupati Kepala Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Drs.

Nasrul Abbid, yang dijadikan landasan penting dalam upaya Nagari-nagari di Kabupaten Pesisir Selatan guna penataan Nagari baru dengan pelaksanaan upaya pemekaran Nagari dari satu dijadikan dua atau lebih, pelaksanakan pemekaran dimaksud di Peraturan Daerah bukanlah Pemekaran Nagari secara adat namun disegi Pemerintahannya saja, maksudnya Nagari baru dimekarkan tidak boleh mendirikan Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) baru lantaran lembaga adat tersebut suda ada dan di warisi secara turun temurun sepanjang adat dan berfungsi memeliahara kelestarian adat serta menyelesaikan perselisian sako dan pusako berada di Nagari adatnya, hal tersebut diperjelas di isian Bab. I Ketentuan Umum, terdapat pada Pasal. 1 (11), dimana Kerapatan Adat Nagari (KAN) adalah Lembaga Kerapatan Adat yang telah ada dan diwarisi secara turun temurun sepanjang adat dan berpungsi memelihara kelestarian adat serta menyelesaikan perselisihan sako dan pusako di Nagari juga merupakan tempat berkumpul para Penghulu adat bergelar Angku Datuk.19

Kelanjutan Pelaksanan kerja tahap ke dua dalam pelaksanan pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura mulai dilaksanakan oleh Pejabat Sementara Wali Nagari baru di setiap Nagari hasil pemekaran, semenjak masa itu tugas Pantia Pemekaran Nagari dinyatakan telah selesai, dilanjutkan oleh Pjs Wali Nagari selain menyusun stuktur Aparatur Pemerintahan Nagari baru sebagai Kepala Urusan dan Kepala- Kepala Kampung guna membantu tugas berjalan roda Pemerintahan Nagari baru dan dalam upaya pelaksanaaan pembentukan Badan muswarah Nagari (BAMUS NAGARI) terdapat dalam isian Pasal. 67 sampai Pasal. 76 menyangkut kedudukan, fungsi dan jumlah Keanggotaan Badan Permusyawaratan Nagari ditentukan sesuai jumlah penduduk ditetapakan hitungan ganjil, Badan Musyawarah Nagari

19Peraturan Daerah Pesisir Selatan Tahun 2007 hlm 3

(9)

berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Nagari bersama Wali Nagari berpungsi menetapkan Peraturan Nagari berserta menapung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Nagari guna dijadikan bahan pembahasaan.

Pembentukan Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura yang terjadi melalui proses pemekaran wilayah memiliki dampak positif, seperti halnya untuk pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yakni dalam bidang ekonomi, keuangan, pelayanan publik dan aparatur pemerintah Nagari, termasuk juga mencakup aspek sosial, politik, batas wilayah maupun keamanan serta menjadi pilar utama pembangunan pada jangka panjang.20

Meratakan pembangunan keseluruh wilayah Indonesia, maka perlu dilanjutkan dan ditingkatkan pembangunan daerah serta pembangunan Pernagarian yang lebih diarahkan kepada pembimbingan dan pengembangan lingkungan peNagarian.21

Pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura dasarnya merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan daya dukung wilayah, baik dari aspek pelayanan masyarakat, aspek pemerintahan, aspek sosial ekonomi, dan aspek potensi wilayah yang ada.

Pemekaran Nagari adalah pembentukan Nagari baru dengan cara mengembangkannya dari Nagari yang telah ada. Pemekaran Nagari Nagari Damar Lapan Batang Indrapura ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan guna mempercepat terwujudnya kesejah teraan masyarakat Nagari.

Luas wilayah dan jumlah penduduk, pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura ini telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2006 tentang Pedoman Pemekaran Nagari, yang isinya antara lain berpenduduk paling sedikit 1000 jiwa atau 200 KK.

Salah satu tujuan pemekaran wilayah, diharapkan pelayanan terhadap masyarakat akan menjadi lebih baik. Sebab dalam suatu pemekaran wilayah, masyarakat yang tinggal di wilayah hasil pemecahan berharap ada

20Phill. Astrid S. Susanto,Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial,(Jakarta: Putra ABardian, 1999), hlm. 251

21Ibid

perubahan yang cukup berarti bagi kehidupannya.

Perubahan tersebut dampak yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan adanya pemekaran Nagari adalah masyarakat dapat lebih cepat dalam mendapatkan pelayanan dan lebih efisien dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lembaga pemerintah.

Perubahan merupakan proses yang berlaku, suatu proses yang telah tercapai.

Menurut pudjiwati sajoyo perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, organisasi/komunikasi, dapat menyangkut struktur sosial, pola dan nilai serta norma.22

Pemekaran Nagari, pemerintah daerah diharapkan mampu untuk membangun, meningkatkan dan mendayagunakan kelembagaan daerah yang kondusif, sehingga dapat memberikan suatu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang mudah, cepat dan murah.

Upaya peningkatan mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar penduduk usia sekolah yang setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk, dan diharapkan agar dapat memperoleh kesempatan pendidikan seluas-luasnya.

Pembangunan di Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura mulai dilakukan setelah Nagari ini diresmikan oleh Bupati Pesisir Selatan menjadi Nagari definitif, baik mulai membangun infrastruktur baru maupun memperbaiki berbagai infrastruktur yang sudah ada dan perlu untuk dibenahi agar dapat digunakan untuk menunjang kegiatan bagi masyarakat Nagari Damar Lapan Batang Indrapura.

Penduduk Nagari Damar Lapan Batang Inderapura pada umumnya bertani sebagian kecilnya pedagang kecil. Pada saat ini peningkatan perekonomian terjadi di sektor pertanian dan perkebunan yang mana masyarakat menanam Kelap, Sawit, padi, Karet, Palawija di kampung Pematang Tangah dan Kampung Tanah Bajak, semenjak mengikuti Program dari Pemerintah dan Program dari PNPM-MP beransur-ansur tingkat perekonomian masyarakat di Nagari Damar Lapan Batang Inderapura mulai terangkat, untuk

22Pujiwati sajoyo, Sosiologi

Pembangunan, (Jakarta Pasca Sarjana IKIP, Jakarta 1985) Hlm 119

(10)

kedepannya Kami dari Nagari Damar Lapan Batang Inderapura meminta kepada Pemerintah, Instansi Perbankan untuk memberikan kemudahan masyarakat Kami untuk mendapatkan pinjaman baik dari Progaram Pemerintah, atau BANK yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan ini demi mensejahterahkan masyarakat miskin dan mendukung dengan penuh Program dari Pemerintah yaitu,

Kabupaten Pesisir selatan keluar dari angka kemiskinan”

Meningkatkan sarana kesehatan merupakan salah satu pewujudan usaha mencapai keadilan sosial dengan mengusahakan kesempatan yang lebih luas bagi setiap warganya untuk mendapatkan derajat kesehatan yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada. Perbaikan pemeliharaan kesehatan rakyat di laksanakan dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kerja bagi keperluan pembangunan, serta untuk meningkatkan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Sarana jalan juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur kesejahteraan masyarakat, karena selain akses jalan digunakan sebagai transportasi untuk menghubungkan satu nagari dan nagari lainnya, juga untuk mendukung aktivitas manusia terutama dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya yaitu dengan cara membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah antar di wilayah tersebut. Sehingga jalan dapat dikatakan sebagai akses penting untuk menentukan kesejahteraan masyarakat, sebab apabila sarana jalan yang tidak memadai menyebabkan kegiatan transportasi masyarakat terhambat.

Bagi masyarakat Nagari sistem pertanian adalah identik kaitannya dengan sistem perekonomian. Hal ini disebabkan karena tujuan akhir dari pembangunan yang dilaksanakan di suatu wilayah tidak lepas dari upaya peningkatan taraf hidup penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

Selain sebagai sarana, penduduk juga diposisikan sebagai pelaksana pembangunan di wilayahnya. Ini berarti bahwa penduduk juga merupakan modal dasar untuk melakukan suatu pembangunan.

Kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Kecamatan Airpura beraneka ragam, dimana mata pencaharian penduduknya sebagian besar bekerja sebagai petani, dan hanya sebagian kecil menekuni bidang bisnis jual beli dan Pegawai

Negeri Maka pencaharian penduduk secara umum petani.

KESIMPULAN

Pemekaran Nagari Damar Lapan Batang Indrapura Di Kecamatan Airpura pada dasarnya merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan daya dukung wilayah, baik dari segi aspek pelayanan masyarakat, aspek pemerintahan, aspek sosial ekonomi, dan aspek potensi wilayah yang ada. Dengan adanya pemekaran diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat. Dampak dari pemecahan Nagari, pasti menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk Nagari, karena harus dibagi menjadi dua untuk mengisi Nagari yang baru. Berbagai sarana penunjang dan fasilitas untuk masyarakat juga dibagi menjadi dua, seperti pada bidang pendidikan sebelum Nagari dipecah jumlah sekolah dan murid yang dimiliki cukup banyak, namun setelah Nagari dipecah jumlah sekolah dan murid di kedua Nagari mejadi berkurang. Pembagian yang dilakukan setelah adanya pemekaran Nagari dapat terlihat dalam bidang pendidikan yaitu pada bangunan gedung sekolah, Sebelum diadakan pemekaran Nagari terdapat 1sekolah.

(11)

DAFTAR PUSTAKA ARSIP

Peraturan daerah pesisir selatan no 08 tahun 2007 tentang pemerintahan nagari Peraturan pemerintah republik indonesia Nomor 78 tahun 2007 Tentang Tata cara pembentukan, penghapusan,

danPenggabungan daerah

ProfilNagari Damar Lapan Batang Indrapura Tahun 2016.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Jakarta, 2004

.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2010

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2012

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2013

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2014

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015

Profil nagari damar lapan batang indarapura tahun 2016

BUKU

Bahren. T.

Sugihen.1997.SosiologiPedesaan :SuatuPengantar. Jakarta: PT Raja GrapindoPersada

Pujiwati, Sajogyo.1985. Sosiologi Pembangunan, jakarta: pasca sarjana IKIP

Pujiwati, Sajogyo.1981. Sosiologi pedesaan, yogyakarta: Gadjah Mada Unifersity Pres

Ryaas Rasyid. 2011. Usulkan Otonomi Daerah Pindak ke Provinsi, , Jakarta: Harian Kompas.

Luis, Gotschak.(1985) Mengerti Sejarah.

UI Press

H. Siswanto Sunarno.2008. Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Purwadarminto, WJS.1984, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:

Balai Pustaka

Phill, Astrid S.1999, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial,Jakarta:

Putra Abardian SKRIPSI

Fitri,Dewi. Perkembangan Solok Selatan tahun (1969-2003). Skripsi UNP(Padang:2005).

Sehili, Asih, Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Solok: Lahirnya Kecamatan Sangir Jujuan (2001- 2007). Skripsi STKIP PGRI (Padang. 2011)

skripsi Dini Qadrinal, Dampak pemekaran KotaMadya Padang terhadap pembangunanpertanian

di Kecamatan

KotoTanggah(1967-

1994)”Skripsi,( UNAND,1996)

JURNAL

Jurnal Winda Rizanti “Perkembangan pendidikan di kecamatan pinggir Kabupaten bengkalis pasca pemekaran kecamatan Tahun(

2003-2011)” Jurnal (UNRI, 2012)

Referensi

Dokumen terkait

terselenggaranya Otonomi Daerah (pasal 5 (4), pembentukan daerah ), termasuk dalam hal ini Pemekaran Wilayah di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk 1.

Dampak yang akan timbul dalam masyarakat dan yang menjadi keluhan masyarakat akan jauh lebih penting karena dengan adanya pemekaran Desa diharapkan agar menghasilkan

Terdapat pengaruh yang positif antara variael gaya kepemimpinan dan kedisiplinan terhadap kinerja aparatur nagari di Kecamtan Air Pura Kabupaten Pesisir Selatan, artinya

Pembentukan atau pemekaran daerah/kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan harus dinilai kelayakan pembangunan kecamatan yang baru secara obyektif dan memuat

Dan Proses Pemekaran Kecamatan adalah urutan pembagian wilayah administratif di Indonesia dibawah Kabupaten atau Kota yang semakin lama semakin meningkat mengembangkan diri

bahwa dalam rangka tertib administrasi pemerintahan dan kepastian hukum di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terhadap batas wilayah suatu nagari, telah

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemekaran Kelurahan memberikan dampak positif terhadap Pelayanan publik, Program pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan

Keputusan Bupati Solok Selatan Nomor 141.18 Tahun 2021 Tentang Pemberhentian Wali Nagari dan Pengangkatan Pejabat Wali Nagari Lubuk Gadang Selatan dan Nagari Lubuk Gadang Utara