PEMELIHARAAN UNIT SPAM
SUB UNIT AIR BAKU
Pemeliharaan adalah kegiatan perawatan dan perbaikan unsur-unsur sarana secara rutin dan berkala yang bertujuan untuk menjaga agar prasarana dan sarana air minum dapat diandalkan kelangsungannya.
Pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan terencana dan tidak terencana:
1) Pemeliharaan Terencana
Pemeliharaan terencana adalah strategi perawatan dengan tujuan mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut yang dilakukan secara periodik dalam rentang waktu tertentu.
Pemeliharaan terencana a. Perawatan Preventif
Perawatan Preventif adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dalam interval waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan, enam bulanan atau tahunan.
b. Perawatan Berkala
Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dilakukan berdasarkan waktu operasi yang telah ditetapkan untuk menjaga kondisi operasi dari bangunan, peralatan, mesin atau sistem, biasa disebut operation time based maintenance.
c. Perawatan Prediktif
Teknik untuk membantu menentukan kondisi peralatan yang terpasang untuk memperkirakan (memprediksi) kapan pemeliharaan harus dilakukan. Perawatan prediktif dilakukan dengan monitoring visual dan monitoring kinerja
2) Pemeliharaan Tidak Terencana (Breakdown/Corrective Maintenance)
Kegiatan melakukan pemeliharaan yang tidak direncanakan terhadap peralatan ketika mengalami kelainan atau bekerja tidak sempurna pada saat menjalankan fungsinya.
Breakdown/Corrective Maintenance
Merupakan aktivitas pemeliharaan (maintenance) sebagai reaksi atau tindakan yang harus segera dilakukan yang menduduki prioritas utama.
PEMELIHARAAN TAK TERENCANA PEMELIHARAAN
(MAINTENANCE)
PEMELIHARAAN TERENCANA
PERAWATAN PREVENTIF (PREVENTIVE MAINTENANCE)
PERAWATAN PREDIKTIF (PREDICTIVE MAINTENANCE)
PERAWATAN BERKALA (TIME
BASED MAINTENANCE)
MONITORING VISUAL MONITORING KINERJA
PERBAIKAN PERAWATAN
PERBAIKAN KOREKTIF (CORRECTIVE/BREAKDOWN
MAINTENANCE)
Gambar Error! No text of specified style in document.-1. Diagram Strategi Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan jaringan meliputi pemeliharaan unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelayanan.
1. UNIT AIR BAKU
1.1. Pemeliharaan Intake Bebas
Prosedur Operasional Standar pemeliharaan intake bebas ini dipergunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan fluktuasi muka air yang relatif stabil.
Gambar Error! No text of specified style in document.-2 Denah dan Potongan Bangunan Intake Bebas
Gambar Error! No text of specified style in document.-3 Potongan Melintang Bangunan Intake Bebas
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake bebas untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan pemeliharaan intake bebas meliputi:
a. Melakukan Persiapan
b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake bebas dan lingkungan sekitarnya;
c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake bebas;
d. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake bebas; dan
e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan intake bebas meliputi : 1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi :
a. Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;
b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;
c. Mengecek alat ukur aliran;
d. Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
e. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;
f. Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;
g. Menjaga kebersihan papan duga;
h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air; dan
i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi :
a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya;
b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan
d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake bebas
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake bebas meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;
b. Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan intake bebas; dan
b. Menyusun laporan perbaikan kerusakan intake bebas.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake bebas dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;
Membersihkan rumput di sekitar intake;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;
Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;
Menjaga kebersihan papan duga;
Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan; dan
Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.
Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
A
Pemeliharaan Berkala:
Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;
dan
Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;
Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
B
Gambar Error! No text of specified style in document.-4. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Bebas
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesai B
1.2.Pemeliharaan Intake Sumuran
Prosedur pemeliharaan intake sumuran ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan saluran dasar sungai untuk mendapatkan air melalui sumur pengumpul.
Gambar Error! No text of specified style in document.-5. Denah dan Potongan Bangunan Intake Sumuran
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake sumuran untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake sumuran meliputi:
a. Melakukan persiapan
b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake sumuran dan lingkungan sekitarnya;
c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake sumuran;
d. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake sumuran bila ada; dan
e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.
C). Prosedur 1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi :
a. Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;
b. Membersihkan rumput di sekitar intake;
c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;
d. Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;
e. Menjaga kebersihan papan duga;
f. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan;
dan
g. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.
h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air
i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi :
a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya
b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan
d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;
b. Mengidntifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana di intake sumuran;
dan
b. Membuat laporan rencana perbaikan kerusakan.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake sumuran dapat dilihat pada gambar dibawah ini
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;
Mengecek alat ukur aliran;
Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;
Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;
Menjaga kebersihan papan duga;
dan
Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L.
Selesa i
A
Pemeliharaan Berkala:
Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur
bangunan;
Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan
perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari
kerusakan.
Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;
Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya.
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Gambar Error! No text of specified style in document.-6. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Sumuran
1.3. Pemeliharaan Intake Bendung
Prosedur pemeliharaan intake bendung ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan bendung untuk mendapatkan air.
Gambar Error! No text of specified style in document.-7. Denah dan Potongan Bangunan Intake Bendung
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake bendung untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake bendung meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake bendung dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake bendung dengan melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake bending;
c. Mengidentifikasi kerusakan sarana dan prasarana;
d. Memperbaiki kerusakan sarana dan prasarana; dan e. Melakukan kegiatan pelaporan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan intake bendung meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;
b. Membersihkan rumput di sekitar intake;
c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;
d. Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;
e. Menjaga kebersihan papan duga;
f. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan;
g. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.
h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air
i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya
b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan
d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;
b. Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Membuat laporan kerusakan dan rencana perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake bendung dapat dilihat pada gambar dibawah
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;
Mengecek alat ukur aliran;
Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;
Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;
Menjaga kebersihan papan duga;
Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air; dan Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala;
Menyiapkan peralatan K3L.
Identifikasi Kerusakan:Mengidentifikasi kerusakan fisikbangunan utama pendukung danpenunjang;Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake danaksesorisnya.
Pelaporan :Menyusun laporan hasilpemeliharaan sarana dan prasarana; danMenyusun laporan rencana perbaikankerusakan.
Selesai
Gambar Error! No text of specified style in document.-8. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Bendung
1.4. Pemeliharaan Intake Ponton
Prosedur Pemeliharaan intake ponton ini dipergunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan fluktuasi muka air yang relatif tinggi, dengan menggunakan pelampung atau ponton sebagai tempat pompa hisap (pompa mengikuti naik turunnya permukaan air).
Gambar Error! No text of specified style in document.-9. Denah dan Potongan Bangunan Intake Ponton
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake ponton untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan pemeliharaan intake ponton meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake ponton dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake ponton;
c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake pontoon;
d. Melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake ponton; dan e. Menyusun laporan hasil pemeliharaan dan perbaikan kerusakan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan intake ponton meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan sampah di sekitar intake;
b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;
c. Mengecek alat ukur aliran;
d. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, dari kerusakan struktur bangunan;
e. Mengecek dudukan jembatan pipa;
f. Menjaga kebersihan papan duga;
g. Memberi pengaman pada bangunan terhadap arus sungai pada saat pasang;
h. Memelihara pipa transmisi air baku dan pipa hisap;
i. Memelihara rambu peringatan intake ponton.
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Menjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya
b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan
d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
f. Memeriksa kondisi peralatan mekanikal elektrikal dan instrumentasi 4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;
b. Mengidntifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
c. Mengidentifikas kerusakan peralatan mekanikal, elektrikal dan intrumentasi 5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana Intake ponton;
dan
b. Membuat laporan kerusakan dan rencana perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake ponton dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan sampah di sekitar intake;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;
Mengecek alat ukur aliran;
Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, dari kerusakan
struktur bangunan;
Mengecek dudukan jembatan pipa;
Menjaga kebersihan papan duga;
Memberi pengaman pada bangunan terhadap arus sungai pada saat pasang;
Memelihara pipa transmisi air baku dan pipa hisap;
Memelihara rambu peringatan intake ponton.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesa i
A
Pemeliharaan Berkala:
Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;
Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;
dan
Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.
Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.
Memeriksa kondisi mekanikal elektrikal dan instrumen
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;
Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;
Gambar Error! No text of specified style in document.-10. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Ponton
1.5.Pemeliharaan Infiltrasi Galeri
Prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan saluran dasar sungai untuk mengumpulkan air dengan menggunakan pipa berlubang dibawah dasar sungai yang dialirkan ke sumuran.
Gambar Error! No text of specified style in document.-11. Denah dan Potongan Bangunan Infiltrasi Galeri
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake infiltrasi untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake infiltrasi galeri meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana infiltrasi galeri dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana infiltrasi galeri;
c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana infiltrasi galeri;
d. Melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana infiltrasi galeri; dan e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan sampah disekitar bantaran sungai;
b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian infiltrasi galeri, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;
c. Menjaga kebersihan alat monitoring papan duga pada sumur pengumpul;
d. Memeriksa pipa transmisi air baku; dan
e. Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air apabila sistem pengaliran menggunakan pompa.
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Mengecek bangunan sipil umum dari kerusakan struktur bangunan;
b. Melakukan backwash/pembersihan pipa manifold dari penyumbatan kotoran atau pasir.
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
b. Mengidentifikasi kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan sampah disekitar bantaran sungai;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian infiltrasi galeri, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;
Menjaga kebersihan alat monitoring papan duga pada sumur pengumpul;
Memeriksa pipa transmisi air baku;
dan
Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air apabila sistem pengaliran menggunakan pompa.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesa i
A
Pemeliharaan Berkala:
Mengecek bangunan sipil umum dari kerusakan struktur bangunan;
Melakukan
backwash/pembersihan pipa manifold dari penyumbatan kotoran atau pasir.
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
Mengidentifikasi
kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
Gambar Error! No text of specified style in document.-12. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Infiltrasi Galeri
1.6. Pemeliharaan Intake Jembatan
Prosedur pemeliharaan intake jembatan ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan jembatan sebagai tempat pipa transmisi dan pompa hisap.
Gambar Error! No text of specified style in document.-13. Denah dan Potongan Bangunan Intake Jembatan
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake jembatan untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake jembatan meliputi:
a. Persiapan
b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake jembatan dan lingkungan sekitarnya;
c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake jembatan;
d. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake jembatan;
e. Menyusun laporan hasil pemeliharaan dan kerusakan.
C). Prosedur
Prosedur kegiatan pemeliharaan intake jembatan meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan sampah di sekitar screener;
b. Membersihan rumput dan lumpur di sekitar intake;
c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;
d. Mengecek kinerja alat-alat ukur agar debit air baku terukur secara akurat;
e. Memelihara kondisi alat monitoring ketinggian muka air;
f. Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air;
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Mengecat bangunan sipil umum, papan duga, jembatan intake serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
b. Mengidentifikasi kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana di Intake jembatan; dan
b. Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Alur proses prosedur pemeliharaan intake dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan sampah di sekitar screener;
Membersihan rumput dan lumpur di sekitar intake;
Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;
Mengecek kinerja alat-alat ukur agar debit air baku terukur secara akurat;
Memelihara kondisi alat monitoring ketinggian muka air;
Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air;
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesa i
A
Pemeliharaan Berkala:
Mengecat bangunan sipil umum, papan duga, jembatan intake serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari logam agar tidak berkarat.
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
Mengidentifikasi
kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
Gambar Error! No text of specified style in document.-14. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Jembatan
1.7. Pemeliharaan Bangunan Penangkap Mata Air/Broncaptering
Prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air/ Broncaptering ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku dari mata air.
Gambar Error! No text of specified style in document.-15. Denah dan Potongan Bangunan Penangkap Mata Air
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan bangunan penangkap mata air meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air;
c. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana broncaptering bila ada; dan
d. Menyusun laporan perbaikan kerusakan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan bangunan penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;
b. Menguras bak penampung air;
c. Mengoleskan pelumas pada katup;
d. Membersihkan saringan/screen 3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Memeriksa kondisi bangunan penangkap mata air, katup, bak penampung, lubang kontrol/manhole dan pagar dari kebocoran dan kerusakan;
b. Merehabilitasi bangunan penangkap mata air apabila terjadi kerusakan;
c. Melakukan pengecatan rumah katup, bak kontrol dan bak penampung;
d. Mengganti saringan/screen;
e. Memeriksa dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar radius 100 meter dari bangunan penangkap terhadap pencemaran, kotoran dan kerusakan lingkungan;
f. Memelihara pipa transmisi air baku sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Pipa Transmisi Air Baku;
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi keretakan dan kebocoran dinding bak penampung;
b. Mengidentifikasi kerusakan atau kebocoran pada katup, lubang kontrol/manhole, pagar, dan saringan/screen;
c. Menganalisis tingkat kerusakan sarana dan prasarana.
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air.
Alur proses prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan bangunan
penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;
Menguras bak penampung air;
Mengoleskan pelumas pada katup;
Membersihkan saringan/screen.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
Pemeliharaan Berkala:
Memeriksa kondisi bangunan penangkap mata air, katup, bak penampung, lubang kontrol/manhole dan pagar dari kebocoran dan kerusakan;
Merehabilitasi bangunan penangkap mata air apabila terjadi kerusakan;
Melakukan pengecatan rumah katup, bak kontrol dan bak penampung;
Mengganti saringan/screen;
Memeriksa dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar radius 100 meter dari bangunan penangkap terhadap pencemaran, kotoran dan kerusakan lingkungan;
Memelihara pipa transmisi air baku sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Pipa Transmisi Air Baku.
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana broncaptering ; dan Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesa i
A
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
Mengidentifikasi
kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
Gambar Error! No text of specified style in document.-16.
Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Bangunan Penangkap Mata Air
1.8.Pemeliharaan Sumur Dalam
Prosedur pemeliharaan sumur dalam ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku dari air tanah dalam, melalui konstruksi pipa sumur dalam untuk menempatkan pipa hisap.
Gambar Error! No text of specified style in document.-17. Skema Bangunan Sumur Dalam
Keterangan gambar : 1. Valve
2. Engine 3. Pressure gauge 4. Non return valve 5. Drive head 6. Discharge base 7. Column pipe 8. Bowl 9. Suction pipe 10. Footvalve 11. Strainer
Gambar Error! No text of specified style in document.-18.
Pengurasan Sumur Dalam Metode Pengocokan dengan Udara A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasarana bangunan sumur dalam untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan sumur dalam meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana sumur dalam dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala saran adan prasarana sumur dalam;
c. Melakukan identifikasi kerusakan ; dan
d. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.
C). Prosedur
Konfigurasi Perangkat Pencucuian Sumur
Susunan Perangkat Pemeliharaan Dgn Tekanan Udara
Prosedur pemeliharaan sumur dalam meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan lingkungan disekitar sumur dalam;
b. Mengecek kondisi bangunan dan perlengkapan sumur dalam;
c. Memeriksa kondisi pompa, genset, kontrol panel, perpipaan, katup dan aksesorisnya;
d. Mengencangkan gasket, mur atau baut bila diperlukan;
e. Memastikan posisi pompa submersible agar selalu terendam air baku; dan f. Mengecek dan memelihara keakuratan alat ukur (manometer, volt meter,
water meter dan ampermeter dll), agar kinerja pompa dan debit pengambilan air dapat dipantau.
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Mengecek kondisi pompa, pipa, katup, dan aksessoriesnya terhadap adanya kerusakan;
b. Menguras sumur dalam (well development) dengan metode:
Metode pengocokan dengan udara
Metode water jeting
Metode Penyemburan Air Berkecepatan Tinggi
Metode Pemompaan Berlebihan (Over Pumping)
Metode Pencucian Balik
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi terjadinya penyumbatan pada saringan yang mengakibatkan berkurangnya debit pompa;
b. Mengidentifikasi kerusakan bangunan fisik rumah pompa dan genset;
c. Mengidentifikasi kerusakan pipa dan katup.
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana prasarana pada sumur dalam; dan
b. Menyusun laporan kerusakan dan rencana perbaikan.
Alur proses prosedur pemeliharaan sumur dalam dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
A Mulai
Pemeliharaan Rutin:
Membersihkan lingkungan disekitar sumur dalam;
Mengecek kondisi bangunan dan perlengkapan sumur dalam;
Memeriksa kondisi pompa, genset, kontrol panel, perpipaan, katup dan aksesorisnya;
Mengencangkan gasket, mur atau baut bila diperlukan;
Memastikan posisi pompa
submersible agar selalu terendam air baku; dan
Mengecek dan memelihara
keakuratan alat ukur (manometer, volt meter, water meter dan
ampermeter dll), agar kinerja pompa dan debit pengambilan air dapat dipantau.
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
Pelaporan :
Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana sumur dalam; dan Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesa i
A
Identifikasi Kerusakan:
Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);
Mengidentifikasi
kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.
Pemeliharaan Berkala:
Mengecek kondisi pompa, pipa, katup, dan aksessoriesnya terhadap adanya kerusakan;
Menguras sumur dalam (well development) dengan metode:
Metode pengocokan dengan udara
Metode water jeting Metode Penyemburan Air Berkecepatan Tinggi
Metode Pemompaan Berlebihan (Over Pumping)
Metode Pencucian Balik.
Gambar Error! No text of specified style in document.-19. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Sumur Dalam