• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMELIHARAAN UNIT SPAM PDF

N/A
N/A
M. Yusuf Fahmi

Academic year: 2024

Membagikan "PEMELIHARAAN UNIT SPAM PDF"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

(1)

PEMELIHARAAN UNIT SPAM

(2)

Pemeliharaan adalah kegiatan perawatan dan perbaikan unsur-unsur sarana secara rutin dan berkala yang bertujuan untuk menjaga agar prasarana dan sarana air minum dapat diandalkan kelangsungannya.

Pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan terencana dan tidak terencana:

1) Pemeliharaan Terencana

Pemeliharaan terencana adalah strategi perawatan dengan tujuan mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut yang dilakukan secara periodik dalam rentang waktu tertentu.

Pemeliharaan terencana a. Perawatan Preventif

Perawatan Preventif adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dalam interval waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan, enam bulanan atau tahunan.

b. Perawatan Berkala

Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dilakukan berdasarkan waktu operasi yang telah ditetapkan untuk menjaga kondisi operasi dari bangunan, peralatan, mesin atau sistem, biasa disebut operation time based maintenance.

c. Perawatan Prediktif

Teknik untuk membantu menentukan kondisi peralatan yang terpasang untuk memperkirakan (memprediksi) kapan pemeliharaan harus dilakukan. Perawatan prediktif dilakukan dengan monitoring visual dan monitoring kinerja

2) Pemeliharaan Tidak Terencana (Breakdown/Corrective Maintenance)

Kegiatan melakukan pemeliharaan yang tidak direncanakan terhadap peralatan ketika mengalami kelainan atau bekerja tidak sempurna pada saat menjalankan fungsinya.

Breakdown/Corrective Maintenance

Merupakan aktivitas pemeliharaan (maintenance) sebagai reaksi atau tindakan yang harus segera dilakukan yang menduduki prioritas utama.

(3)

PEMELIHARAAN TAK TERENCANA PEMELIHARAAN

(MAINTENANCE)

PEMELIHARAAN TERENCANA

PERAWATAN PREVENTIF (PREVENTIVE MAINTENANCE)

PERAWATAN PREDIKTIF (PREDICTIVE MAINTENANCE)

PERAWATAN BERKALA (TIME

BASED MAINTENANCE)

MONITORING VISUAL MONITORING KINERJA

PERBAIKAN PERAWATAN

PERBAIKAN KOREKTIF (CORRECTIVE/BREAKDOWN

MAINTENANCE)

Gambar 1-1. Diagram Strategi Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan jaringan meliputi pemeliharaan unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelayanan.

1. UNIT AIR BAKU

1.1. Pemeliharaan Intake Bebas

Prosedur Operasional Standar pemeliharaan intake bebas ini dipergunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan fluktuasi muka air yang relatif stabil.

(4)
(5)

Gambar 1-2 Denah dan Potongan Bangunan Intake Bebas

Gambar 1-3 Potongan Melintang Bangunan Intake Bebas A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake bebas untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan pemeliharaan intake bebas meliputi:

a. Melakukan Persiapan

b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake bebas dan lingkungan sekitarnya;

c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake bebas;

d. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake bebas; dan

e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan intake bebas meliputi : 1) Persiapan

(6)

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;

b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;

c. Mengecek alat ukur aliran;

d. Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

e. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;

f. Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;

g. Menjaga kebersihan papan duga;

h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air; dan

i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi :

a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya;

b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan

d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake bebas

(7)

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake bebas meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;

b. Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan intake bebas; dan

b. Menyusun laporan perbaikan kerusakan intake bebas.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake bebas dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(8)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;

Membersihkan rumput di sekitar intake;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;

Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;

Menjaga kebersihan papan duga;

Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan; dan

Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.

Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

A

Pemeliharaan Berkala:

Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;

dan

Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;

Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

B

(9)

Gambar 1-4. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Bebas 1.2.Pemeliharaan Intake Sumuran

Prosedur pemeliharaan intake sumuran ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan saluran dasar sungai untuk mendapatkan air melalui sumur pengumpul.

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesai B

(10)

Gambar 1-5. Denah dan Potongan Bangunan Intake Sumuran A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake sumuran untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake sumuran meliputi:

a. Melakukan persiapan

b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake sumuran dan lingkungan sekitarnya;

c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake sumuran;

(11)

d. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake sumuran bila ada; dan

e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.

C). Prosedur 1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;

b. Membersihkan rumput di sekitar intake;

c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;

d. Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;

e. Menjaga kebersihan papan duga;

f. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan; dan

g. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.

h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air

i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi :

a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya

b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar

(12)

d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;

b. Mengidntifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana di intake sumuran; dan

b. Membuat laporan rencana perbaikan kerusakan.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake sumuran dapat dilihat pada gambar dibawah ini

(13)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;

Mengecek alat ukur aliran;

Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;

Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;

Menjaga kebersihan papan duga;

dan

Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L.

Selesa i

A

Pemeliharaan Berkala:

Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur

bangunan;

Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan

perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari

kerusakan.

Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;

Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya.

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

(14)

Gambar 1-6. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Sumuran 1.3. Pemeliharaan Intake Bendung

Prosedur pemeliharaan intake bendung ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan bendung untuk mendapatkan air.

(15)

Gambar 1-7. Denah dan Potongan Bangunan Intake Bendung A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake bendung untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake bendung meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake bendung dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake bendung dengan melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake bending;

c. Mengidentifikasi kerusakan sarana dan prasarana;

d. Memperbaiki kerusakan sarana dan prasarana; dan e. Melakukan kegiatan pelaporan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan intake bendung meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk

(16)

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan sampah disekitar di sekitar bar screen;

b. Membersihkan rumput di sekitar intake;

c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;

d. Melakukan pengurasan lumpur di saluran pipa masuk ke intake dan sumurannya;

e. Menjaga kebersihan papan duga;

f. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, bar screen dari kerusakan;

g. Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake.

h. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air

i. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya

b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan

d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

(17)

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;

b. Mengidntifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Membuat laporan kerusakan dan rencana perbaikannya.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake bendung dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(18)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan lingkungan bangunan muka air sampah di sekitar bar screen;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessorisnya dari kebocoran;

Mengecek alat ukur aliran;

Mengecek bangunan sipil umum, papan duga, bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

Melakukan pengerukan lumpur di sekitar sungai dekat intake;

Melakukan pengurasan lumpur di saluran masuk ke intake dan bak penampungnya;

Menjaga kebersihan papan duga;

Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel jangan sampai tergenang air; dan Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala;

Menyiapkan peralatan K3L.

Identifikasi Kerusakan:Mengidentifikasi kerusakan fisikbangunan utama pendukung danpenunjang;Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake danaksesorisnya.

Pelaporan :Menyusun laporan hasilpemeliharaan sarana dan prasarana; danMenyusun laporan rencana perbaikankerusakan.

Selesai

(19)

Gambar 1-8. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Bendung 1.4. Pemeliharaan Intake Ponton

Prosedur Pemeliharaan intake ponton ini dipergunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan fluktuasi muka air yang relatif tinggi, dengan menggunakan pelampung atau ponton sebagai tempat pompa hisap (pompa mengikuti naik turunnya permukaan air).

(20)

Gambar 1-9. Denah dan Potongan Bangunan Intake Ponton A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake ponton untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

(21)

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan pemeliharaan intake ponton meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake ponton dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake ponton;

c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake pontoon;

d. Melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana intake ponton; dan e. Menyusun laporan hasil pemeliharaan dan perbaikan kerusakan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan intake ponton meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan sampah di sekitar intake;

b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;

c. Mengecek alat ukur aliran;

d. Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, dari kerusakan struktur bangunan;

e. Mengecek dudukan jembatan pipa;

f. Menjaga kebersihan papan duga;

g. Memberi pengaman pada bangunan terhadap arus sungai pada saat pasang;

h. Memelihara pipa transmisi air baku dan pipa hisap;

i. Memelihara rambu peringatan intake ponton.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

(22)

a. Menjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya

b. Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

c. Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan

d. Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

e. Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

f. Memeriksa kondisi peralatan mekanikal elektrikal dan instrumentasi 4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;

b. Mengidntifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

c. Mengidentifikas kerusakan peralatan mekanikal, elektrikal dan intrumentasi 5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana Intake ponton;

dan

b. Membuat laporan kerusakan dan rencana perbaikannya.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake ponton dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(23)
(24)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan sampah di sekitar intake;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;

Mengecek alat ukur aliran;

Mengecek bangunan rumah pompa, papan duga, dari kerusakan

struktur bangunan;

Mengecek dudukan jembatan pipa;

Menjaga kebersihan papan duga;

Memberi pengaman pada bangunan terhadap arus sungai pada saat pasang;

Memelihara pipa transmisi air baku dan pipa hisap;

Memelihara rambu peringatan intake ponton.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Pemeliharaan Berkala:

Manjaga kebersihan daerah bangunan intake dari sampah, tanaman air, gulma air, eceng gondok, batang pohon dan lainnya Mengecek bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dari kerusakan struktur bangunan;

Mengecat bangunan sipil umum, bangunan papan duga, bangunan bar screen dan peralatan dan perlengkapan lain yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;

dan

Memeriksa kondisi bangunan rumah pompa dan rumah panel dari kerusakan.

Memeriksa kondisi bangunan pelengkap yaitu jalan lingkungan, sistem drainase dan penerangan dari kerusakan.

Memeriksa kondisi mekanikal elektrikal dan instrumen

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama pendukung dan penunjang;

Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa intake dan aksesorisnya;

(25)

Gambar 1-10. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Ponton 1.5.Pemeliharaan Infiltrasi Galeri

Prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan saluran dasar sungai untuk mengumpulkan air dengan menggunakan pipa berlubang dibawah dasar sungai yang dialirkan ke sumuran.

(26)

Gambar 1-11. Denah dan Potongan Bangunan Infiltrasi Galeri A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake infiltrasi untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake infiltrasi galeri meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana infiltrasi galeri dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana infiltrasi galeri;

c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana infiltrasi galeri;

d. Melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana infiltrasi galeri; dan e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L

(27)

2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan sampah disekitar bantaran sungai;

b. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian infiltrasi galeri, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;

c. Menjaga kebersihan alat monitoring papan duga pada sumur pengumpul;

d. Memeriksa pipa transmisi air baku; dan

e. Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air apabila sistem pengaliran menggunakan pompa.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Mengecek bangunan sipil umum dari kerusakan struktur bangunan;

b. Melakukan backwash/pembersihan pipa manifold dari penyumbatan kotoran atau pasir.

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

b. Mengidentifikasi kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake infiltrasi galeri dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(28)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan sampah disekitar bantaran sungai;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian infiltrasi galeri, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran;

Menjaga kebersihan alat monitoring papan duga pada sumur pengumpul;

Memeriksa pipa transmisi air baku;

dan

Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air apabila sistem pengaliran menggunakan pompa.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Pemeliharaan Berkala:

Mengecek bangunan sipil umum dari kerusakan struktur bangunan;

Melakukan

backwash/pembersihan pipa manifold dari penyumbatan kotoran atau pasir.

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

Mengidentifikasi

kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

(29)

Gambar 1-12. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Infiltrasi Galeri 1.6. Pemeliharaan Intake Jembatan

Prosedur pemeliharaan intake jembatan ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku air permukaan dengan menggunakan jembatan sebagai tempat pipa transmisi dan pompa hisap.

(30)

Gambar 1-13. Denah dan Potongan Bangunan Intake Jembatan A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan intake jembatan untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan intake jembatan meliputi:

a. Persiapan

b. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana intake jembatan dan lingkungan sekitarnya;

c. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana intake jembatan;

d. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana intake jembatan;

e. Menyusun laporan hasil pemeliharaan dan kerusakan.

C). Prosedur

Prosedur kegiatan pemeliharaan intake jembatan meliputi:

1) Persiapan

(31)

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan sampah di sekitar screener;

b. Membersihan rumput dan lumpur di sekitar intake;

c. Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;

d. Mengecek kinerja alat-alat ukur agar debit air baku terukur secara akurat;

e. Memelihara kondisi alat monitoring ketinggian muka air;

f. Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air;

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Mengecat bangunan sipil umum, papan duga, jembatan intake serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari logam agar tidak berkarat;

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

b. Mengidentifikasi kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana di Intake jembatan; dan

b. Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Alur proses prosedur pemeliharaan intake dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(32)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan sampah di sekitar screener;

Membersihan rumput dan lumpur di sekitar intake;

Mengontrol sistem perpipaan diseluruh bagian intake dan aksessoriesnya dari kebocoran;

Mengecek kinerja alat-alat ukur agar debit air baku terukur secara akurat;

Memelihara kondisi alat monitoring ketinggian muka air;

Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air;

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Pemeliharaan Berkala:

Mengecat bangunan sipil umum, papan duga, jembatan intake serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari logam agar tidak berkarat.

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

Mengidentifikasi

kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

(33)

Gambar 1-14. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Jembatan 1.7. Pemeliharaan Bangunan Penangkap Mata Air/Broncaptering

Prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air/ Broncaptering ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku dari mata air.

(34)
(35)

Gambar 1-15. Denah dan Potongan Bangunan Penangkap Mata Air A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan bangunan penangkap mata air meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana bangunan penangkap mata

(36)

c. Melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana broncaptering bila ada; dan

d. Menyusun laporan perbaikan kerusakan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan bangunan penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;

b. Menguras bak penampung air;

c. Mengoleskan pelumas pada katup;

d. Membersihkan saringan/screen 3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Memeriksa kondisi bangunan penangkap mata air, katup, bak penampung, lubang kontrol/manhole dan pagar dari kebocoran dan kerusakan;

b. Merehabilitasi bangunan penangkap mata air apabila terjadi kerusakan;

c. Melakukan pengecatan rumah katup, bak kontrol dan bak penampung;

d. Mengganti saringan/screen;

e. Memeriksa dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar radius 100 meter dari bangunan penangkap terhadap pencemaran, kotoran dan kerusakan lingkungan;

f. Memelihara pipa transmisi air baku sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Pipa Transmisi Air Baku;

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi keretakan dan kebocoran dinding bak penampung;

(37)

b. Mengidentifikasi kerusakan atau kebocoran pada katup, lubang kontrol/manhole, pagar, dan saringan/screen;

c. Menganalisis tingkat kerusakan sarana dan prasarana.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan penangkap mata air.

Alur proses prosedur pemeliharaan bangunan penangkap mata air dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(38)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan bangunan

penangkap mata air dan lingkungan sekitarnya;

Menguras bak penampung air;

Mengoleskan pelumas pada katup;

Membersihkan saringan/screen.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pemeliharaan Berkala:

Memeriksa kondisi bangunan penangkap mata air, katup, bak penampung, lubang kontrol/manhole dan pagar dari kebocoran dan kerusakan;

Merehabilitasi bangunan penangkap mata air apabila terjadi kerusakan;

Melakukan pengecatan rumah katup, bak kontrol dan bak penampung;

Mengganti saringan/screen;

Memeriksa dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar radius 100 meter dari bangunan penangkap terhadap pencemaran, kotoran dan kerusakan lingkungan;

Memelihara pipa transmisi air baku sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Pipa Transmisi Air Baku.

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana broncaptering ; dan Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

Mengidentifikasi

kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

(39)

Gambar 1-16.

Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Bangunan Penangkap Mata Air 1.8.Pemeliharaan Sumur Dalam

Prosedur pemeliharaan sumur dalam ini digunakan untuk memelihara bangunan pengambilan air baku dari air tanah dalam, melalui konstruksi pipa sumur dalam untuk menempatkan pipa hisap.

Gambar 1-17. Skema Bangunan Sumur Dalam

Keterangan gambar : 1. Valve

2. Engine 3. Pressure gauge 4. Non return valve 5. Drive head 6. Discharge base 7. Column pipe 8. Bowl 9. Suction pipe 10. Footvalve 11. Strainer

(40)

Gambar 1-18.

Pengurasan Sumur Dalam Metode Pengocokan dengan Udara A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana bangunan sumur dalam untuk kelancaran selama beroperasi dan menjamin ketersediaan air baku yang akan dialirkan ke unit produksi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan sumur dalam meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana sumur dalam dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala saran adan prasarana sumur dalam;

c. Melakukan identifikasi kerusakan ; dan

d. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.

C). Prosedur

Konfigurasi Perangkat Pencucuian Sumur

Susunan Perangkat Pemeliharaan Dgn Tekanan Udara

(41)

Prosedur pemeliharaan sumur dalam meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan lingkungan disekitar sumur dalam;

b. Mengecek kondisi bangunan dan perlengkapan sumur dalam;

c. Memeriksa kondisi pompa, genset, kontrol panel, perpipaan, katup dan aksesorisnya;

d. Mengencangkan gasket, mur atau baut bila diperlukan;

e. Memastikan posisi pompa submersible agar selalu terendam air baku; dan f. Mengecek dan memelihara keakuratan alat ukur (manometer, volt meter, water meter dan ampermeter dll), agar kinerja pompa dan debit pengambilan air dapat dipantau.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Mengecek kondisi pompa, pipa, katup, dan aksessoriesnya terhadap adanya kerusakan;

b. Menguras sumur dalam (well development) dengan metode:

 Metode pengocokan dengan udara

 Metode water jeting

 Metode Penyemburan Air Berkecepatan Tinggi

 Metode Pemompaan Berlebihan (Over Pumping)

 Metode Pencucian Balik

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi terjadinya penyumbatan pada saringan yang mengakibatkan berkurangnya debit pompa;

b. Mengidentifikasi kerusakan bangunan fisik rumah pompa dan genset;

(42)

c. Mengidentifikasi kerusakan pipa dan katup.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana prasarana pada sumur dalam; dan

b. Menyusun laporan kerusakan dan rencana perbaikan.

Alur proses prosedur pemeliharaan sumur dalam dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

(43)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Membersihkan lingkungan disekitar sumur dalam;

Mengecek kondisi bangunan dan perlengkapan sumur dalam;

Memeriksa kondisi pompa, genset, kontrol panel, perpipaan, katup dan aksesorisnya;

Mengencangkan gasket, mur atau baut bila diperlukan;

Memastikan posisi pompa

submersible agar selalu terendam air baku; dan

Mengecek dan memelihara

keakuratan alat ukur (manometer, volt meter, water meter dan

ampermeter dll), agar kinerja pompa dan debit pengambilan air dapat dipantau.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana sumur dalam; dan Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang (bangunan sipil);

Mengidentifikasi

kerusakan/kebocoran pipa dan aksesorisnya.

Pemeliharaan Berkala:

Mengecek kondisi pompa, pipa, katup, dan aksessoriesnya terhadap adanya kerusakan;

Menguras sumur dalam (well development) dengan metode:

Metode pengocokan dengan udara

Metode water jeting Metode Penyemburan Air Berkecepatan Tinggi

Metode Pemompaan Berlebihan (Over Pumping)

Metode Pencucian Balik.

(44)

Gambar 1-19. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Sumur Dalam

(45)

Gambar 1-20. Skema Sistem Pipa Transmisi Air Baku A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana pada sistem pipa transmisi air baku untuk tetap beroperasi sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan sehingga kinerja operasi pipa transmisi air baku berjalan sebagaimana mestinya.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan pipa transmisi air baku meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana pipa transmisi air baku dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana pipa transmisi air baku;

c. Mengidentifikasi adanya kerusakan serta membuat rekomendasi dan rencana tindak atas kerusakan yang terjadi, bila ada kerusakan; dan

d. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan pipa transmisi air baku meliputi:

1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L

2) Pemeliharaan rutin

(46)

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Memeriksa kondisi fisik dan alat ukur tekanan air (manometer) yang terpasang pada pipa transmisi air baku;

b. Memeriksa kondisi fisik dan operasi alat ukur aliran air (water meter/ flow meter) yang terpasang pada pipa transmisi air baku;

c. Memeriksa kondisi perpipaan dan aksesorisnya dari kerusakan;

d. Memeriksa jalur transmisi air baku, termasuk jembatan pipa serta bangunan dan sarana penunjangnya (bak, katup, trust block dan lain- lain);

e. Membersihkan bak katup/stratpot, trust block/serta abutmen jembatan pipa dari kotoran dan timbunan sampah serta akar tumbuh-tumbuhan;

f. Memeriksa kondisi katup pelepas udara, gate valve dan katup penguras yang ada pada jalur pipa transmisi air baku termasuk yang ada pada jembatan pipa; dan

g. Memeriksa kondisi fisik bangunan jembatan pipa dan bangunan penunjang lainnya.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Mengganti gasket, mur atau baut pada sistem perpipaan yang rusak/

bocor;

b. Memperbaiki kebocoran pada bangunan air;

c. Mengecat bangunan dan sarana penunjang lainnya yang ada pada sistem pipa transmisi air baku;

d. Mengecat pipa besi/baja (logam) dan struktur besi/baja lainnya yang tidak tertanam untuk menghindari korosi seperti pada jembatan pipa; dan e. Memperbaiki atau mengganti komponen jembatan pipa dan katup-

katup yang sudah rusak;

f. Memeriksa fungsi Bak Pelepas Tekan (BPT) jika menggunakan intake bronscaptering

4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana

Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pada pipa transmisi air baku beserta fitting, aksessoris dan bangunan penunjangnya; dan

(47)

b. Mengidentifikasi kerusakan pada jembatan pipa dan bangunan penunjang lainnya.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana pada pipa transmisi air baku

b. Menyusun laporan kerusakan dan rencana perbaikan.

Alur proses prosedur pemeliharaan pipa transmisi air baku dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(48)

A Mulai

Pemeliharaan Rutin:

Memeriksa kondisi fisik dan alat ukur tekanan air (manometer) yang terpasang pada pipa transmisi air baku;

Memeriksa kondisi fisik dan operasi alat ukur aliran air (water meter/

flow meter) yang terpasang pada pipa transmisi air baku;

Memeriksa kondisi perpipaan dan aksesorisnya dari kerusakan;

Memeriksa jalur transmisi air baku, termasuk jembatan pipa serta bangunan dan sarana

penunjangnya (bak, katup, trust block dan lain- lain);

Membersihkan bak katup/

stratpot, trust block/serta abutmen jembatan pipa dari kotoran dan timbunan sampah serta akar tumbuh-tumbuhan;

Memeriksa kondisi katup

pelepas udara, gate valve dan katup penguras yang ada pada jalur pipa transmisi air baku

termasuk yang ada pada jembatan pipa; dan

Memeriksa kondisi fisik bangunan jembatan pipa dan bangunan penunjang lainnya.

Persiapan :

Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L

Pelaporan :

Menyusun laporan hasil

pemeliharaan sarana prasarana jaringan pipa transmisi; dan Menyusun laporan rencana perbaikan kerusakan.

Selesa i

A

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pada pipa transmisi air baku beserta fitting,

aksessoris dan bangunan penunjangnya; dan

Mengidentifikasi kerusakan pada jembatan pipa dan bangunan penunjang lainnya.

Pemeliharaan Berkala:

Mengganti gasket, mur atau baut pada sistem perpipaan yang rusak/

bocor;

Memperbaiki kebocoran pada bangunan air;

Mengecat bangunan dan sarana penunjang lainnya yang ada pada sistem pipa transmisi air baku;

Mengecat pipa besi/baja (logam) dan struktur besi/baja lainnya yang tidak tertanam untuk menghindari korosi seperti pada jembatan pipa;

dan

Memperbaiki atau mengganti komponen jembatan pipa dan katup- katup yang sudah rusak;

Memeriksa fungsi Bak Pelepas Tekan (BPT) jika menggunakan intake bronscaptering.

(49)

Gambar 1-21. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Pipa Transmisi Air Baku

(50)

1. UNIT PRODUKSI 1.7.1.1.1. Pemeliharaan Prasedimentasi;

Prosedur pemeliharaan prasedimentasi ini digunakan sebagai panduan dalam memelihara sarana dan prasarana bangunan prasedimentasi, sehingga bangunan ini dapat diandalkan kelangsungannya.

Gambar 1-22. Denah dan Potongan Bangunan Prasedimentasi

(51)

Gambar 1-23. Skema Instalasi Prasedimentasi A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana instalasi prasedimentasi untuk kelancaran selama beroperasi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan Prasedimentasi meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana prasedimentasi dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana prasedimentasi;

c. Melakukan identifikasi kerusakan; dan

d. Menyusun laporan kerusakan dan rencana perbaikan.

Prasedimentasi Sistem Perpompaan ke IPA

Prasedimentasi Sistem Gravitasi ke IPA

(52)

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan prasedimentasi meliputi : 1) Persiapan

a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala

b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin

Pemeliharaan rutin meliputi kegiatan-kegiatan pemeliharaan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika tidak dilakukan akan mengakibatkan lumpur akan mengeras

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Membersihkan rumput dan kotoran lainnya di lingkungan sekitar area bak pra sedimentasi;

b. Membersihkan bak penampung dan pengendapan dari benda-benda yang terapung;

c. Memeriksa kondisi perpipaan, katup dan aksesorisnya dari kebocoran dan karat; dan

d. Memeriksa unit prasedimentasi dan perlengkapannya dari kerusakan.

3) Pemeliharaan berkala

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Membuang lumpur pada bagian dasar prasedimentasi secara teratur yaitu melakukan pengerukan satu tahun dua kali dengan tahapannya sebagai berikut :

 Mengeringkan bak prased;

 Membersihkan lumpur dengan cara manual (cangkul) atau dengan cara disemprot dengan kompresor bertekanan tinggi (4 – 6 bar) agar lumpur hancur dan mencair;

 Membuang lumpur ke tempat pembuangan lumpur.

 Membersihkan dinding bagian dalam prased dengan cara disemprot atau disikat.

b. Untuk bangunan prasedimentasi yang terekspose, perlu melakukan pengecatan dinding luar bangunan prasedimentasi serta bahan yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan

(53)

c. Memeriksa konstruksi instalasi bak penampungan dan bak pengendapan prasedimentasi dari kebocoran akibat retak-retak. Apabila terdapat kebocoran dan kerusakan perlu dilaporkan kepada bagian yang terkait untuk dilakukan perbaikan.

4) Identifikasi kerusakan

Tahap identifikasi kerusakan meliputi:

a. Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan prasedimentasi; dan

b. Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan, katup dan aksesoris lainnya.

5) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.

Alur proses prosedur pemeliharaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(54)

Mulai

Pemeliharaan rutin :

membersihkan rumput dan kotoran lainnya di lingkungan sekitar area bak pra sedimentasi;

membersihkan bak penampung dan pengendapan dari benda-benda yang terapung;

memeriksa kondisi perpipaan, katup dan aksesorisnya dari kebocoran dan karat; dan

memeriksa unit prasedimentasi dan perlengkapannya dari kerusakan.

Pemeliharaan berkala :

Membuang lumpur pada bagian dasar prasedimentasi secara teratur

dengan melakukan tahapan sebagai berikut :

Mengeringkan bak prased;

Membersihkan lumpur dengan cara manual (cangkul) atau dengan cara disemprot dengan kompresor bertekanan tinggi (4 – 6 bar) agar lumpur hancur dan mencair;

Membuang lumpur ke tempat pembuangan lumpur.

Membersihkan dinding bagian dalam prased dengan cara disemprot atau disikat

Untuk bangunan prasedimentasi yang terekspose, perlu melakukan

pengecatan dinding luar bangunan prasedimentasi serta bahan yang terbuat dari logam agar tidak berkarat; dan

Memeriksa konstruksi instalasi bak penampungan dan ak pengendapan prasedimentasi dari kebocoran akibat retak-retak. Apabila terdapat

kebocoran dan kerusakan perlu dilaporkan kepada bagian yang terkait untuk dilakukan perbaikan.

A

A

Identifikasi Kerusakan:

Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan prasedimentasi; dan Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan, katup dan aksesoris lainnya.

Pelaporan:

Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana;

Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.

Selesai

(55)

Gambar 1-24. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Prasedimentasi 1.7.1.1.2. Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air

Prosedur Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini digunakan untuk memelihara instalasi pengolahan air, baik untuk pemeliharaan IPA Paket Baja dan IPA Beton dalam rangka mempertahankan kinerja Instalasi Pengolahan Air agar menjamin Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas (K3).

IPA Beton IPA Paket Baja

(56)

Gambar 1-25. Profil Hidrolis Instalasi Pengolahan Air

IPA adalah suatu unit yang dapat mengolah air baku melalui proses fisika, dan/atau kimia, dan /atau biologi tertentu sehingga menghasilkan air minum

IPA Beton adalah Instalasi pengolahan air secara lengkap dengan bahan yang terbuat dari struktur beton

IPA Paket Baja adalah Instalasi pengolahan air secara lengkap dengan bahan yang terbuat dari plat baja atau fiberglass reinforced plastics (FPR).

A). Tujuan

Memelihara sarana dan prasarana instalasi IPA untuk kelancaran selama beroperasi.

B). Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air meliputi:

a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan lingkungan sekitarnya;

b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana Instalasi Pengolahan Air (IPA), melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana Instalasi Pengolahan Air (IPA); dan

c. Menyusun kerusakan dan hasil pemeliharaan.

(57)

C). Prosedur

Prosedur pemeliharaan IPA meliputi : 1) Sarana pencampuran kimia

Sarana pencampuran kimia terdiri dari bak pencampur bahan kimia (yang dapat berupa tangki fiber, bak beton, tangki stainless), mixer, pipa penghantar, motor valve, yang berfungsi untuk menyiapkan larutan bahan kimia.

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Membersihkan bak pecampur bahan kimia dan endapan b. Membersihkan area di sekitarnya dari kotoran dan sampah Tahap pemeliharaan berkala, meliputi :

a. Memelihara mixer yang terdiri dari mengencangkat baut-baut, mengencangkang dan mengecek poros pengaduk dan blade pengaduk secara berkala

b. Membersihkan pipa penghantar dari endapan bahan kimia c. Membersihkan valve secara berkala

d. Mengencangkan baut pada sistem pengaduk (baling-baling, poros, motor listrik, penahan dudukan motor)

e. Membersihkan karat dan pengecatan

Tahapan perbaikan dan penggantian (predictive maintenance), perbaikan atau penggantian perlu dilakukan apabila terjadi permasalahan/gejala diantaranya :

a. Suara keras (contok pada mixer sebelum melebihi jam operasi)

b. Terjadi Getaran (getaran pada peralatan ssangat menggangu kinerja alat)

c. Mesin panas sehingga dapat mengakibatkan mesin rusak dan terbakar 2) Pompa Pembubuh Kimia

Tahap p emeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan pompa pembubuh kimia;

b. Membersihkan lingkungan ruang pompa;

c. Membersihkan saringan pompa;

(58)

d. Membilas saluran pembubuh dengan air bersih, bila pompa akan dihentikan; dan

e. Memeriksa kebocoran pompa, saluran pembubuh kimia dan memperbaiki bila terjadi kebocoran.

Tahap p emeliharaan berkala meliputi:

a. Memeriksa tingkat akurasi (kalibrasi) pompa; dan

b. Memeriksa kebocoran/penyumbatan pompa, saluran pembubuh kimia dan melakukan perbaikan bila terjadi kebocoran/penyumbatan.

3) Koagulasi

Tahap pemeliharaan rutin dan berkala meliputi:

a. Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.

b. Saluran air minum dan aksesorisnya selalu dipelihara kebersihan, kelancaran, dan kebocoran.

c. Periksa dan bersihkan titik pembubuhan larutan bahan kimia.

d. Bersihkan kotoran-kotoran dan buih yang mengapung diatas permukaan air.

e. Bersihkan sampah dan lumut jika ada.

f. Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup untuk menghindari lumut.

g. Periksa fungsi alat pengaduk (jika ada), bila perlu lakukan 4) Flokulasi

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.

b. Saluran air minum dan aksesorisnya selalu dipeliharakebersihan, kelancaran, dan kebocoran.

c. Periksa dan bersihkan pintu-pintu serta sisi ruang alat pengaduk lambat.

d. Bersihkan busa dan kotoran-kotoran yang mengapung diatas permukaan air.

e. Buka katup-katup penguras beberapa detik untuk membuang lumpur yang mungkin mengendap.

f. Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

(59)

g. Periksa pertumbuhan lumut pada dinding bak pengaduk lambat Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup.

h. Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.

i. Apabila pengaduk lambat dilengkapi alat pengaduk, periksa fungsi dari peralatan tersebut dan bila perlu lakukan perbaikan atau penggantian bagian-bagian yang tidak berfungsi.

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Memberi Pelumas Pada Katup-Katup Pembuangan Lumpur Dan Melakukan Perbaikan Apabila Diperlukan;

b. Memperbaiki/Mengganti Peralatan Sesuai Keperluan;

c. Memperbaiki Kerusakan Pintu Dan Melakukan Pengecatan; Dan d. Memperbaiki/Mengganti Peralatan Sesuai Keperluan.

5) Sedimentasi

Sedimentasi terdiri dari Plate Settler/Tube Setller dan sistem Pembuangan Lumpur dan Hopper

Tahap pemeliharaan rutin meliputi :

a. Periksa dan bersihkan plat pengendap dengan menyemprotkan air.

b. Periksa bocoran dan fungsi dari pipa dan katup penguras lumpur.

c. Periksa dan bersihkan kotoran serta busa yang mengapung diatas permukaan air.

d. Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

e. Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.

f. Amati pertumbuhan lumut pada dinding bak Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Memberi pelumas pada katup;

b. Membersihkan plat settler;

c. Menata kembali peletakan plat settler;

d. Mengecat bak pengendap; dan e. Membersihkan ruang lumpur.

(60)

6) Filtrasi

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Periksa dan bersihkan sisi ruang alat penyaring.

b. Bersihkan buih dan kotoran-kotoran yang mengapung.

c. Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

d. Periksa ketebalan media penyaringan dan tambah kekurangannya, bila perlu.

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Memberikan pelumas pada katup;

b. Memelihara komisi dan kondisi media filter sesuai ketentuan;

c. Memeriksa dan memperbaiki kinerja under drain melalui pengamatan aliran; dan

d. Melakukan pengecatan bak dan peralatan filtrasi.

7) Bak penampungan air

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Memeriksa dan memperbaiki bak penampung; dan b. Menjaga kebocoran bak.

8) Proses netralisasi

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Membersihkan peralatan netralisasi; dan

b. Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Membersihkan endapan zat kimia; dan

b. Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.

9) Desinfeksi

Tahap pemeliharaan rutin meliputi:

a. Memeriksa kondisi peralatan pembubuhan desinfektan;

b. Membersihkan peralatan pembubuhan desinfektan; dan

(61)

c. Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.

Tahap pemeliharaan berkala meliputi:

a. Membersihkan endapan zat kimia; dan

b. Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.

10) Pompa dan genset

(sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal) 11) Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.

Alur proses prosedur pemeliharaan IPA dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(62)

Mulai

Sarana pencampuran kimia : Pemeliharaan rutin

Membersihkan bak pecampur bahan kimia dan endapan

Membersihkan area di sekitarnya dari kotoran dan sampah

Pemeliharaan berkala

Memelihara mixer yang terdiri dari mengencangkat baut-baut,

mengencangkang dan mengecek poros pengaduk dan blade pengaduk secara berkala

Membersihkan pipa penghantar dari endapan bahan kimia

Membersihkan valve secara berkala Mengencangkan baut pada sistem pengaduk (baling-baling, poros, motor listrik, penahan dudukan motor) Membersihkan karat dan pengecatan

Pompa pembubuh kimia : Pemeliharaan rutin

Membersihkan pompa pembubuh kimia;

Membersihkan lingkungan ruang pompa;

Membersihkan saringan pompa;

Membilas saluran pembubuh dengan air bersih, bila pompa akan dihentikan; dan

Memeriksa kebocoran pompa, saluran pembubuh kimia dan memperbaiki bila terjadi kebocoran Pemeliharaan berkala

Memeriksa tingkat akurasi (kalibrasi) pompa; dan

Memeriksa kebocoran/penyumbatan pompa, saluran pembubuh kimia dan memperbaiki bila terjadi

kebocoran/penyumbatan.

A B

Pemeliharaan rutin dan berkala pada unit koagulasi:

Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.

Saluran air minum dan

aksesorisnya selalu dipelihara kebersihan, kelancaran, dan kebocoran.

Periksa dan bersihkan titik

pembubuhan larutan bahan kimia.

Bersihkan kotoran-kotoran dan buih yang mengapung diatas permukaan air.

Bersihkan sampah dan lumut jika ada.

Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup untuk

menghindari lumut.

Periksa fungsi alat pengaduk (jika ada), bila perlu lakukan.

Pemeliharaan Tahunan, meliputi : Penggantian sambungan-

sambungan lentur (fleksibel) Pengecatan kembali bagian dalam dan luar

Pemeriksaan kebocoran katup pada sarana penyalur dalam tanah dengan air bertekanan

Aliran listrik dan minyak pelumas bagi peralatan pengaduk mekanik Inspeksi dan reparasi bak

pengaduk

Penggantian minyak pelumas peralatan pengaduk mekanik Pemeriksaan dan penggantian minyak pelumas bagi peralatan pengangkut mekanik

A

(63)

Flokulasi

Pemeliharaan rutin:

Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.

Saluran air minum dan aksesorisnya selalu dipeliharakebersihan,

kelancaran, dan kebocoran.

Periksa dan bersihkan pintu-pintu serta sisi ruang alat pengaduk lambat.

Bersihkan busa dan kotoran-kotoran yang mengapung diatas permukaan air.

Buka katup-katup penguras beberapa detik untuk membuang lumpur yang mungkin mengendap.

Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

Periksa pertumbuhan lumut pada dinding bak pengaduk lambat Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup.

Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.

Apabila pengaduk lambat dilengkapi alat pengaduk, periksa fungsi dari peralatan tersebut dan bila perlu lakukan perbaikan atau penggantian bagian-bagian yang tidak berfungsi.

Pemeliharaan berkala :

Memberi pelumas pada katup- katup pembuangan lumpur dan melakukan perbaikan apabila diperlukan;

Memperbaiki/mengganti peralatan sesuai keperluan;

Memperbaiki kerusakan pintu dan melakukan pengecatan; dan

Memperbaiki/mengganti peralatan sesuai keperluan

B

C

C

D Sedimentasi :

Pemeliharaan rutin:

Periksa dan bersihkan plat

pengendap dengan menyemprotkan air.

Periksa bocoran dan fungsi dari pipa dan katup penguras lumpur.

Periksa dan bersihkan kotoran serta busa yang mengapung diatas permukaan air.

Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.

Amati pertumbuhan lumut pada dinding bak

Pemeliharaan berkala:

Memberi pelumas pada katup;

Membersihkan plat settler;

Menata kembali peletakan plat settler;

Mengecat bak pengendap; dan Membersihkan ruang lumpur.

(64)

Filtrasi

Pemeliharaan rutin:

Periksa dan bersihkan sisi ruang alat penyaring.

Bersihkan buih dan kotoran-kotoran yang mengapung.

Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.

Periksa ketebalan media penyaringan dan tambah kekurangannya, bila perlu.

Pemeliharaan berkala:

memberikan pelumas pada katup;

memelihara kondisi dan kondisi media filter sesuai ketentuan;

memeriksa dan memperbaiki kinerja under drain melalui pengamatan aliran; dan

melakukan pengecatan bak dan peralatan filtrasii.

Bak Penampung air Pemeliharaan rutin:

Memeriksa dan memperbaiki bak penampung

Menjaga agar bak tidak mengalamim kebocoran.

Proses netralisasi Pemeliharaan rutin:

Membersihkan peralatan netralisasi;

dan

Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.

Pemeliharaan berkala:

Membersihkan endapan zat kimia;

dan

Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.

D

E

E

Proses desinfeksi Pemeliharaan rutin:

Memeriksa kondisi peralatan pembubuhan desinfektan;

Membersihkan peralatan pembubuhan desinfektan; dan Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.

Pemeliharaan berkala:

Membersihkan endapan zat kimia;

dan

Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.

Pemeliharaan pompa dan genset (sesuai prosedur ME)

Identifikasi Kerusakan : Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;

Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa, aksesoris dan alat ukur

Tahap Pelaporan

Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan

Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.

Selesai

Gambar

Gambar 1-4. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Bebas 1.2.Pemeliharaan Intake Sumuran
Gambar 1-5. Denah dan Potongan Bangunan Intake Sumuran A). Tujuan
Gambar 1-6. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Intake Sumuran 1.3. Pemeliharaan Intake Bendung
Gambar 1-7. Denah dan Potongan Bangunan Intake Bendung A). Tujuan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Street inlet adalah bangunan pelengkap pada sistem drainase yang merupakan lubang atau bukaan pada sisi – sisi jalan yang berfungsi untuk menampung dan

Street inlet adalah bangunan pelengkap pada sistem drainase yang merupakan lubang atau bukaan pada sisi – sisi jalan yang berfungsi untuk menampung dan

Street inlet adalah bangunan pelengkap pada sistem drainase yang merupakan lubang atau bukaan pada sisi–sisi jalan yang berfungsi untuk menampung dan

strategi pencegahan kecelakaan lalu lintas dengan suatu penekatan perbaikan terhadap kondisi desain geometrik, bangunan pelengkap jalan, fasilitas pendukung jalan, yang berpotensi

Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis skoring dengan 7 indikator yaitu kondisi bangunan, kondisi jalan, kondisi air minum, kondisi drainase,

Untuk mengevaluasi kondisi ruas jalan Magelang – Keprekan dari segi pelayanan jalan, geometri, struktur perkerasan jalan dan bangunan pelengkap yang dibutuhkan

Untuk mendukung kondisi mantap jalan di perkotaan diperlukan bangunan pelengkap jalan yang dapat difungsikan sebagai perletakan utilitas (pipa

Air mengalir dan tergenang di perkerasan jalan serta air men- galir dengan cepat pada drainase yang disebabkan oleh slope yang besar sehingga terjadi geru- san pada drainase,