A). Tujuan
10) Pompa dan genset
(sesuai dengan Prosedur Pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal) 11) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan b. Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan IPA dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Mulai
Sarana pencampuran kimia : Pemeliharaan rutin
Membersihkan bak pecampur bahan kimia dan endapan
Membersihkan area di sekitarnya dari kotoran dan sampah
Pemeliharaan berkala
Memelihara mixer yang terdiri dari mengencangkat baut-baut,
mengencangkang dan mengecek poros pengaduk dan blade pengaduk secara berkala
Membersihkan pipa penghantar dari endapan bahan kimia
Membersihkan valve secara berkala Mengencangkan baut pada sistem pengaduk (baling-baling, poros, motor listrik, penahan dudukan motor) Membersihkan karat dan pengecatan
Pompa pembubuh kimia : Pemeliharaan rutin
Membersihkan pompa pembubuh kimia;
Membersihkan lingkungan ruang pompa;
Membersihkan saringan pompa;
Membilas saluran pembubuh dengan air bersih, bila pompa akan dihentikan; dan
Memeriksa kebocoran pompa, saluran pembubuh kimia dan memperbaiki bila terjadi kebocoran Pemeliharaan berkala
Memeriksa tingkat akurasi (kalibrasi) pompa; dan
Memeriksa kebocoran/penyumbatan pompa, saluran pembubuh kimia dan memperbaiki bila terjadi
kebocoran/penyumbatan.
A B
Pemeliharaan rutin dan berkala pada unit koagulasi:
Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.
Saluran air minum dan
aksesorisnya selalu dipelihara kebersihan, kelancaran, dan kebocoran.
Periksa dan bersihkan titik
pembubuhan larutan bahan kimia.
Bersihkan kotoran-kotoran dan buih yang mengapung diatas permukaan air.
Bersihkan sampah dan lumut jika ada.
Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup untuk
menghindari lumut.
Periksa fungsi alat pengaduk (jika ada), bila perlu lakukan.
Pemeliharaan Tahunan, meliputi : Penggantian sambungan-
sambungan lentur (fleksibel) Pengecatan kembali bagian dalam dan luar
Pemeriksaan kebocoran katup pada sarana penyalur dalam tanah dengan air bertekanan
Aliran listrik dan minyak pelumas bagi peralatan pengaduk mekanik Inspeksi dan reparasi bak
pengaduk
Penggantian minyak pelumas peralatan pengaduk mekanik Pemeriksaan dan penggantian minyak pelumas bagi peralatan pengangkut mekanik
A
Flokulasi
Pemeliharaan rutin:
Konsentrasi bahan kimia selalu diperiksa kadarnya.
Saluran air minum dan aksesorisnya selalu dipeliharakebersihan,
kelancaran, dan kebocoran.
Periksa dan bersihkan pintu-pintu serta sisi ruang alat pengaduk lambat.
Bersihkan busa dan kotoran-kotoran yang mengapung diatas permukaan air.
Buka katup-katup penguras beberapa detik untuk membuang lumpur yang mungkin mengendap.
Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.
Periksa pertumbuhan lumut pada dinding bak pengaduk lambat Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup.
Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.
Apabila pengaduk lambat dilengkapi alat pengaduk, periksa fungsi dari peralatan tersebut dan bila perlu lakukan perbaikan atau penggantian bagian-bagian yang tidak berfungsi.
Pemeliharaan berkala :
Memberi pelumas pada katup- katup pembuangan lumpur dan melakukan perbaikan apabila diperlukan;
Memperbaiki/mengganti peralatan sesuai keperluan;
Memperbaiki kerusakan pintu dan melakukan pengecatan; dan
Memperbaiki/mengganti peralatan sesuai keperluan
B
C
C
D Sedimentasi :
Pemeliharaan rutin:
Periksa dan bersihkan plat
pengendap dengan menyemprotkan air.
Periksa bocoran dan fungsi dari pipa dan katup penguras lumpur.
Periksa dan bersihkan kotoran serta busa yang mengapung diatas permukaan air.
Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.
Periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bila perlu lakukan perbaikan.
Amati pertumbuhan lumut pada dinding bak
Pemeliharaan berkala:
Memberi pelumas pada katup;
Membersihkan plat settler;
Menata kembali peletakan plat settler;
Mengecat bak pengendap; dan Membersihkan ruang lumpur.
Filtrasi
Pemeliharaan rutin:
Periksa dan bersihkan sisi ruang alat penyaring.
Bersihkan buih dan kotoran-kotoran yang mengapung.
Periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan.
Periksa ketebalan media penyaringan dan tambah kekurangannya, bila perlu.
Pemeliharaan berkala:
memberikan pelumas pada katup;
memelihara kondisi dan kondisi media filter sesuai ketentuan;
memeriksa dan memperbaiki kinerja under drain melalui pengamatan aliran; dan
melakukan pengecatan bak dan peralatan filtrasii.
Bak Penampung air Pemeliharaan rutin:
Memeriksa dan memperbaiki bak penampung
Menjaga agar bak tidak mengalamim kebocoran.
Proses netralisasi Pemeliharaan rutin:
Membersihkan peralatan netralisasi;
dan
Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.
Pemeliharaan berkala:
Membersihkan endapan zat kimia;
dan
Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.
D
E
E
Proses desinfeksi Pemeliharaan rutin:
Memeriksa kondisi peralatan pembubuhan desinfektan;
Membersihkan peralatan pembubuhan desinfektan; dan Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan.
Pemeliharaan berkala:
Membersihkan endapan zat kimia;
dan
Memeriksa dan memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah rusak sesuai dengan kebutuhan.
Pemeliharaan pompa dan genset (sesuai prosedur ME)
Identifikasi Kerusakan : Mengidentifikasi kerusakan fisik bangunan utama dan penunjang;
Mengidentifikasi kerusakan dan kebocoran pipa, aksesoris dan alat ukur
Tahap Pelaporan
Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Selesai
Gambar 1-26. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air 1.7.1.1.3. Pemeliharaan Pengolahan dan Penanganan Lumpur
Prosedur pemeliharaan bangunan pengolahan lumpur ini digunakan untuk memelihara bangunan pengolahan lumpur dalam rangka mempertahankan kinerja bangunan pengolahan lumpur.
Dalam pengolahan dan penanganan lumpur harus disediakan lahan sesuai dengan kapasitas lumpur yang dihasilkan, dan pertimbangan jarak lokasi pembuangan lumpur hasil olahan. Untuk pembuangan lumpur setelah diolah kemudian ditampung dalam penampungan lumpur dan apabila sudah penuh perlu dilakukan pengosongan. Air buangan (efluen) yang dibuang ke badan sungai harus sesuai dengan standar baku mutu yang diatur dalam Permen LHK No.P.68 Lampiran 1 tentang standar baku mutu air buangan.
Gambar 1-27. Skema Sistem Pengolahan dan Penanganan Lumpur
Gambar 1-28. Denah dan Potongan Bangunan Pengolahan Lumpur A). Tujuan
Memelihara bangunan dan peralatan instalasi pengolahan lumpur untuk kelancaran selama beroperasi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan Bangunan Pengolahan Lumpur meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana unit pengolahan lumpur dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana unit pengolahan lumpur;
c. Melakukan identifikasi kerusakan ; dan
d. Menyusun laporan kerusakan dan rencana pemeliharaan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan bangunan pengolahan lumpur meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan Saluran Pipa
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan kotoran disaluran pembuangan lumpur dan lingkungan sekitarnya.
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Memeriksa dan memperbaiki kerusakan peralatan, perpipaan dan mekanikal dan elektrikal;
b. Membersihkan bak lumpur; dan
c. Membersihkan pompa mekanikal dan elektrikal.
3) Pemeliharaan unit proses thickening (pemekatan) Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan bak pemekatan.
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Membersihkan saluran pipa lumpur pekat yang menuju bak pengeringan (bak dewatering);
b. Memeriksa dan memperbaiki fisik bangunan bila terjadi kerusakan;
dan
c. Melakukan pengecatan bak pemekatan.
4) Pemeliharaan unit proses dewatering (penghilangan air) Tahap pemeliharaan rutin:
a. Membersihkan bak dewatering.
Tahap pemeliharaan berkala:
a. Mengangkat lumpur kering setiap kompartemen;
b. Melakukan pengangkatan lumpur sesuai dengan tingkat kematangan atau kekeringan lumpur (10-20% di dalam lumpur) untuk menghindari terjadinya abu lumpur bila terlalu kering;
c. Melakukan penggantian atau penambahan pasir sebagai media pengeringan;
d. Memeriksa dan memperbaiki fisik bangunan bila terjadi kerusakan; dan e. Melakukan pengecatan bak pemekatan.
5) Pemeliharaan sistem pompa penyedot lumpur
Tahap Pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan pompa dari pengendapan lumpur; dan
b. Membersihkan pipa dan peralatannya dari pengendapan lumpur.
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Memberi pelumas pada sistem mekanikal pompa.
6) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan pengolahan lumpur; dan
b. Membuat laporan kerusakan sarana dan prasarana bangunan Pengolahan lumpur untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan bangunan pengolahan lumpur dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Tahap pemeliharaan saluran terbuka dan tertutup
Pemeliharaan rutin :
Membersihkan kotoran disaluran pembuangan lumpur dan
lingkungan sekitarnya.
Pemeliharaan berkala meliputi:
Memeriksa dan memperbaiki kerusakan peralatan, perpipaan dan mekanikal dan elektrikal;
Membersihkan bak lumpur Mulai
Proses Pemekatan Lumpur (Thickening) :
Pemeliharaan Rutin, meliputi:
Membersihkan bak pemekatan.
Pemeliharaan Berkala, meliputi:
Membersihkan saluran pipa lumpur pekat yang menuju bak pengeringan (bak dewatering);
Memeriksa dan memperbaiki fisik bangunan bila terjadi kerusakan; dan Melakukan pengecatan bak pemekatan.
A
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
A
Pelaporan:
Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan pengolahan lumpur
Membuat laporan kerusakan sarana dan prasarana bangunan pengolahan lumpur untuk ditindaklanjuti
perbaikannya
Selesai
Pemeliharaan pompa penyedot lumpur :
Tahap Pemeliharaan rutin meliputi:
Membersihkan pompa dari pengendapan lumpur; dan
Membersihkan pipa dan peralatannya dari pengendapan lumpur.
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
Memberi pelumas pada sistem mekanikal pompa
Proses Penghilangan Air (Dewatering) :
Pemeliharaan Rutin, meliputi : Membersihkan bak dewatering.
Pemeliharaan Berkala, meliputi : Mengangkat lumpur kering setiap kompartemen;
Melakukan pengangkatan lumpur sesuai dengan tingkat kematangan atau kekeringan lumpur (10-20% di dalam lumpur) untuk menghindari terjadinya abu lumpur bila terlalu kering;
Melakukan penggantian atau penambahan pasir sebagai media pengeringan; dan
Memeriksa dan memperbaiki fisik bangunan bila terjadi kerusakan.
Melakukan pengecatan bak pemekatan.
Gambar 1-29. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Bangunan Pengolahan Lumpur 1.7.1.1.4. Pemeliharaan Reservoir
Prosedur pemeliharaan reservoir ini digunakan sebagai panduan dalam pemeliaharaan sarana dan prasarana reservoir, sehingga intalasi pengolahan ini dapat diandalkan kelangsungannya.
Gambar 1-30. Denah dan Potongan Bangunan Reservoir A). Tujuan
Memelihara reservoir dan bangunan penunjang lainnya untuk menjaga agar dapat beroperasi sesuai ketentuannya dalam periode waktu yang lebih lama.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan pemeliharaan reservoir meliputi :
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana reservoir dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana reservoir;
c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana reservoir; dan d. Menyusun laporan kerusakan
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan reservoir meliputi : a. Persiapan
1) Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala;
2) Menyiapkan peralatan K3.
b. Pemeliharaan Rutin Lingkungan
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
1) Membersihkan lingkungan di sekitar reservoir dari tanaman liar, sampah, dan kotoran/material-material lainnya.
Reservoir dan Bangunan Penunjang Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
1) Memeriksa kondisi kimia air seperti pH, sisa chlor, kesadahan, Fc, Turbidity (NTU);
2) Memeriksa kondisi fisik bangunan reservoir, rumah pompa dan genset terhadap rembesan air (bocor) dan keretakan bangunan;
3) Membersihkan ruang operator dan rumah jaga;
4) Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan genangan air; dan
5) Membersihkan gudang penyimpanan bahan kimia.
Bangunan Pelengkap
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
1) Menjaga kebersihan lantai bangunan laboratorium/ruang kimia, tidak boleh tergenang;
2) Memantau sistem penerangan bangunan laboratorium/ruang kimia dan kantor/rumah jaga;
3) Memantau gudang bahan kimia dari kelembaban, suhu ruang, dan ventilasi; dan
4) Memantau stok bahan kimia di gudang bahan kimia.
c. Pemeliharaan berkala
Reservoir dan Bangunan Penunjang
1) Memeriksa dan memperbaiki konstruksi reservoir, bangunan rumah pompa, dan sumber daya listrik dari kerusakan fisik seperti retak/bocor;
2) Melakukan tera ulang alat ukur yang terpasang pada reservoir;
3) Mengecat reservoir, bangunan rumah pompa, dan sumber daya listrik berikut sarana penunjang dan akessorisnya;
4) Memeriksa kondisi fisik bak katup, tutup manhole/bak, trust block, dan bangunan penunjang lainnya; dan
5) Menguras reservoir dan membersihkan screener serta melakukan sterilisasi setelah pengurasan.
d. Identifikasi gejala kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
1) Mengidentifikasi kerusakan pada reservoir, bangunan penunjang dan bangunan pelengkapnya seperti rumah jaga, bangunan instalasi chlorinasi, rumah pompa dan rumah genset, ruang laboratorium, dan lain-lain dari kerusakan karena ketidakstabilan konstruksi dan akibat gempa, tanah longsor, banjir dan daya dukung tanah yang kurang baik, bila terjadi kerusakan demikian maka dilaporkan ke bagian terkait untuk dilakukan perbaikan;
2) Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan dan aksesoriesnya seperti katup, meter induk, saluran inlet dan outlet, pipa overflow, pipa drainase untuk pembuangan lumpur karena rusak dan bocor; dan
3) Mengidentifikasi kerusakan pada sistem mekanikal dan elektrikalnya serta instrumentasinya dari kinerja fungsinya.
e. Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
1) Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana reservoir; dan 2) Membuat laporan rencana perbaikan kerusakan..
Alur proses prosedur pemeliharaan reservoir dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Pemeliharaan Rutin Lingkungan membersihkan lingkungan di sekitar reservoir dari tanaman liar, sampah, sisa bahan kimia dan
kotoran/material-material lainnya.
A
Mulai
Persiapan
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala;
Menyiapkan peralatan K3.
Pemeliharaan Rutin Reservoir dan Bangunan Penunjang
Memeriksa kondisi kimia air seperti pH, sisa chlor, kesadahan, Fc, Turbidity (NTU);
Memeriksa kondisi fisik bangunan reservoir, rumah pompa dan genset terhadap rembesan air (bocor) dan keretakan bangunan;
Membersihkan ruang operator dan rumah jaga;
Membersihkan dan mengeringkan bangunan/rumah pompa/genset dari sampah, tumbuhan liar, dan
genangan air; dan
Membersihkan gudang penyimpanan bahan kimia.
Pemeliharaan Rutin Bangunan pelengkap
Menjaga kebersihan lantai bangunan laboratorium/ruang kimia, tidak boleh tergenang;
Memantau sistem penerangan bangunan laboratorium/ruang kimia dan kantor/rumah jaga;
Memantau gudang bahan kimia dari kelembaban, suhu ruang, dan ventilasi; dan
Memantau stok bahan kimia di gudang bahan kimia.
Pemeliharaan berkala Reservoir dan Bangunan Penunjang Memeriksa dan memperbaiki
konstruksi reservoir, bangunan rumah pompa, dan sumber daya listrik dari kerusakan fisik seperti retak/bocor;
Melakukan tera ulang alat ukur yang terpasang pada reservoir;
Mengecat reservoir, bangunan rumah pompa, dan sumber daya listrik berikut sarana penunjang dan akessorisnya;
Memeriksa kondisi fisik bak katup, tutup manhole/bak, trust block, dan bangunan penunjang lainnya; dan Menguras reservoir dan
membersihkan screener serta melakukan sterilisasi setelah pengurasan.
A
Identifikasi Gejala Kerusakan Sarana dan Prasarana
Mengidentifikasi kerusakan pada reservoir, bangunan penunjang dan bangunan pelengkapnya seperti rumah jaga, bangunan instalasi chlorinasi, rumah pompa dan rumah genset, ruang
laboratorium, dan lain-lain dari kerusakan karena ketidakstabilan konstruksi dan akibat gempa, tanah longsor, banjir dan daya dukung tanah yang kurang baik, bila terjadi kerusakan demikian maka
dilaporkan ke bagian terkait untuk dilakukan perbaikan;
Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan dan aksesoriesnya seperti katup, meter induk, saluran inlet dan outlet, pipa overflow, pipa drainase untuk pembuangan lumpur karena rusak dan bocor; dan
Mengidentifikasi kerusakan pada sistem mekanikal dan elektrikalnya serta instrumentasinya dari kinerja fungsinya.
Pelaporan:
Membuat laporan hasil pemeliharaan sarana dan prasarana reservoir; dan Membuat laporan rencana perbaikan kerusakan.
Selesai
Gambar 1-31. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Reservoir 1.7.1.1.5. Pemeliharaan Instalasi Desinfeksi
Prosedur pemeliharaan instalasi desinfeksi ini digunakan sebagai panduan dalam memelihara sarana dan prasarana bangunan instalasi desinfeksi, sehingga bangunan ini dapat diandalkan kelangsungannya
Tangki Pelarut Desinfektan Tangki Gas Chlor
Sistem Injeksi
Gambar 1-32. Skema Proses Instalasi Desinfeksi A). Tujuan
Memelihara bangunan dan peralatan instalasi desinfeksi untuk kelancaran selama produksi air minum.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan Instalasi desinfeksi meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana unit instalasi desinfeksi dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana unit instalasi desinfeksi;
c. Melakukan identifikasi kerusakan sarana dan prasarana unit instalasi desinfeksi;
d. Melakukan kegiatan pelaporan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan instalasi desinfeksi meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Membersihkan bangunan bak/tangki pelarut desinfektan atau tabung gas chlor dan perlengkapannya;
b. Memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada tabung gas chlor dengan mendeteksi adanya bau chlor yang menyebar luas;
c. Melakukan pembersihan besi dudukan pompa dosing dan bangunan ruangan pompa dosing;
d. Melakukan pengecatan pada bangunan serta peralatan dan perlengkapan yang terbuat dari logam agar tidak berkarat
e. Membersihkan lingkungan disekitar lokasi instalasi desinfektan;
f. Mengecek katup-katup pipa dari kebocoran dan rusak;
g. Mengecek pompa dosing, motor pengaduk dan agitator, kontrol panel dan perlengkapan lainnya (mengacu pada pemeliharaan me).
3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Melakukan kalibrasi pompa dosing sesuai prosedur pemeliharaan ME;
b. Memeriks saluran pipa larutan chlor atau pipa saluran gas chlor dari kebocoran dan kerusakan;
c. Memberi pelumas, air radiator, solar, dan filter oli pada genset ssuai dengan pemeliharaan ME
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan fisik unit instalasi desinfeksi;
b. Mengidentifikasi kebocoran pada pipa, katup, dan aksesoris lainnya; dan 5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana instalasi desinfeksi; dan
b. Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan instalasi desinfeksi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Pemeliharaan Rutin :
Membersihkan bangunan bak/tangki pelarut desinfektan atau tabung gas chlor dan perlengkapannya;
Memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada tabung gas chlor dengan mendeteksi adanya bau chlor yang menyebar luas;
Melakukan pembersihan besi dudukan pompa dosing dan bangunan ruangan pompa dosing;
Melakukan pengecatan pada bangunan serta peralatan dan
perlengkapan yang terbuat dari logam agar tidak berkarat
Membersihkan lingkungan disekitar lokasi instalasi desinfektan;
Mengecek katup-katup pipa dari kebocoran dan rusak;
Mengecek pompa dosing, motor pengaduk dan agitator, kontrol panel dan perlengkapan lainnya (mengacu pada pemeliharaan ME).
Mulai
Pemeliharaan Berkala:
Melakukan kalibrasi pompa dosing sesuai prosedur pemeliharaan ME;
Memeriks saluran pipa larutan chlor atau pipa saluran gas chlor dari kebocoran dan kerusakan;
memberi pelumas, air radiator, solar, dan filter oli pada genset sesuai dengan pemeliharaan ME dan instrumentasi.
A
Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
A
Pelaporan:
Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana instalasi desinfeksi; dan
Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Selesai
Identifikasi Kerusakan Sarana dan Prasarana:
Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan fisik unit instalasi desinfeksi;
Mengidentifikasi kebocoran pada pipa, katup, dan aksesoris lainnya.
Gambar 1-33. Alur Proses Prosedur Pemeliharaan Instalasi Desinfeksi 1.7.1.1.6. Pemeliharaan Saringan Pasir Lambat (SPL)
Prosedur pemeliharaan saringan pasir lambat digunakan untuk memelihara sarana dan prasarana instalasi saringan pasir lambat, sehingga bangunan ini dapat diandalkan kelangsungannya.
Gambar 1-34. Skema Pengolahan Air Minum Menggunakan SPL
Gambar 1-35. Denah dan Potongan Banguanan Instalasi Saringan Pasir Lambat
Keterangan:
1. Saluran masukan (inlet).
2. Penguras.
3. Pelimpah
4. Katup keluran (outlet).
5. Katup keluran (outlet).
6. Katup pengatur untuk pengisian bak dari bawah.
7. Pintu untuk memeriksa debit pada alat ukur efluen.
8. Pipa filtrate ke reservoar.
9. Alat ukur debit filtrate
10. Saluran pengumpul bawah (underdrain)
Media Pasir Penyaring Media Kerikil Penahan Saluran Pengumpul Bawah
A). Tujuan
Memelihara sarana dan prasana instalasi saringan pasir lambat untuk kelancaran selama beroperasi.
B). Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan Pemeliharaan Saringan Pasir Lambat meliputi:
a. Memelihara secara rutin sarana dan prasarana Saringan Pasil Lambat (SPL) dan lingkungan sekitarnya;
b. Memelihara secara berkala sarana dan prasarana Saringan Pasir Lambat (SPL), melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana Saringan Pasir Lambat (SPL);
c. Mengidentifikasi tingkat kerusakan;
d. Memperbaiki kerusakan; dan
e. Menyusun laporan kerusakan dan hasil pemeliharaan.
C). Prosedur
Prosedur pemeliharaan saringan pasir lambat meliputi:
1) Persiapan
a. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala
b. Menyiapkan peralatan K3L 2) Pemeliharaan rutin
Tahap pemeliharaan rutin meliputi:
a. Mengecek bangunan dan perlengkapan SPL dari kerusakan;
b. Memeriksa dan membersihkan dinding bangunan SPL;
c. Memeriksa ketebalan media penyaringan; dan
d. Memeriksa kondisi perpipaan, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran 3) Pemeliharaan berkala
Tahap pemeliharaan berkala meliputi:
a. Menggangkat pasir jika ketinggian air sudah pada angka tertinggi (over flow)
b. Mengeruk pasir secara rutin (3-5 cm) untuk dicuci dan digunakan kembali untuk menambah meia pasir
c. Apabila tebal pasir yang dikupas telah mencapai 40% dari tebal media pasir total, maka harus ditambahkan media pasir hingga mencapai ketebalan semula
d. Memeriksa sistem under drain dari kebocoran dan penyumbatan, dan segera memperbaikinya;
e. Memperbaiki atau mengganti pipa, katup, dan aksessoriesnya yang mengalami kerusakan;
f. Melakukan pengecatan agar unit yang terbuat dari logam tidak berkarat;
dan
g. Memperbaiki konstruksi unit saringan pasir lambat dari kerusakan.
4) Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana
Tahap identifikasi kerusakan sarana dan prasarana meliputi:
a. Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan saringan pasir lambat;
b. Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan, katup dan aksesoris lainnya;
dan
c. Memeriksa adanya penyumbatan lapisan penyaring yang terlalu cepat.
5) Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana saringan pasir lambat; dan
b. Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Alur proses prosedur pemeliharaan saringan pasir lambat dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Mulai
Pemeliharaan rutin:
Mengecek bangunan dan perlengkapan SPL dari kerusakan;
Memeriksa dan membersihkan dinding bangunan SPL;
Memeriksa ketebalan media penyaringan; dan
Memeriksa kondisi perpipaan, katup dan aksessoriesnya dari kebocoran
Pemeliharaan berkala:
menggangkat pasir jika ketinggian air sudah pada angka tertinggi (over flow) mengeruk pasir secara rutin (3-5 cm) untuk dicuci dan digunakan kembali untuk menambah meia pasir
apabila tebal pasir yang dikupas telah mencapai 40% dari tebal media pasir total, maka harus ditambahkan media pasir hingga mencapai ketebalan semula
memeriksa sistem under drain dari kebocoran dan penyumbatan, dan segera memperbaikinya;
memperbaiki atau mengganti pipa, katup, dan aksessoriesnya yang mengalami kerusakan;
melakukan pengecatan agar unit yang terbuat dari logam tidak berkarat; dan
memperbaiki konstruksi unit saringan pasir lambat dari kerusakan
A Persiapan :
Menyiapkan peralatan dan perlengkapan serta bahan untuk pemeliharaan rutin dan berkala Menyiapkan peralatan K3L
A
Identifikasi kerusakan sarana dan prasarana SPL:
Mengidentifikasi kerusakan pada bangunan saringan pasir lambat;
Mengidentifikasi kerusakan pada perpipaan, katup dan aksesoris lainnya; dan
Memeriksa adanya penyumbatan lapisan penyaring yang terlalu cepat.
Pelaporan :
Membuat laporan pemeliharaan sarana dan prasarana saringan pasir lambat (SPL); dan
Membuat laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti perbaikannya.
Selesai