• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemerintahan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pemerintahan"

Copied!
195
0
0

Teks penuh

Studi Organisasi Dalam Administrasi & Manajemen

Organisasi

Lembaga pemerintahan daerah merupakan hasil rangkaian proses pembentukan dan pembentukan struktur organisasi perangkat daerah. Pengelompokan organisasi perangkat daerah didasarkan pada rancangan organisasi yang terdiri dari 5 (lima) unsur yaitu pimpinan daerah (puncak strategis), sekretaris daerah (garis tengah), dinas daerah (inti operasional), lembaga pendukung/ fungsi. (technostructure), dan personel pendukung (support staff).

Pendekatan Dalam Organisasi Pemerintahan

Organisasi Pemerintahan

Manajemen

Hal itu juga sesuai dengan prinsip pengelolaan organisasi Perangkat Daerah yang rasional, proporsional, efektif dan efisien. Oleh karena itu, Perangkat Daerah yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan harus dikaitkan dengan pelayanan dasar yang diakomodir dalam bentuk pelayanan primer minimal tipe C.

Gambar 13-2 Proses Manajemen
Gambar 13-2 Proses Manajemen

Organisasi Sebagai Input dan Output

Anggapan Dasar Teori Organisasi

Dalam organisasi, afiliasi atau pemisahan diidentifikasi berdasarkan asumsi bahwa organisasi yang tumbuh sehat menarik perhatian atau dibenci oleh organisasi lain, sehingga terjadi kemitraan, penggabungan, pengelompokan, atau sebaliknya. Ada juga organisasi yang ditutup karena menentang lingkungan, seperti perusahaan yang dilikuidasi karena salah urus, dibubarkan karena tindakan subversif atau kejahatan, atau dianeksasi oleh perusahaan lain.

Tabel 13-1 Perbandingan Antara Manusia dengan Organisasi
Tabel 13-1 Perbandingan Antara Manusia dengan Organisasi

Penyakit Organisasi

Kesebelas, Perpecahan atau pemisahan (skisma) sebagai akibat atau sebab permusuhan, perlawanan atau pertentangan, merupakan gejala organisasi yang disebabkan oleh pertentangan kepentingan antara pihak-pihak yang berkepentingan. Ketigabelas, Withdrawal merupakan gejala organisasi yang dialami oleh organisasi yang sakit dan mati rasa. Dia tidak mau belajar dari pengalaman organisasi lain, dia bahkan tidak mau belajar dari kesalahan masa lalunya sendiri. Dia jatuh ke jurang yang sama, lalu menyalahkan orang lain. Dia membenarkan dirinya sendiri dengan mencari-cari kesalahan orang lain: dia memaafkan kebodohannya dengan mengatakan bahwa orang lain melakukan hal yang sama) ").

Penataan Organisasi

Siklus Organisasi

Struktur Organisasi Pemerintahan

Desain Struktur Organisasi

Jenis satuan perangkat daerah berdasarkan kebijakan ini meliputi satuan perangkat daerah kabupaten dan satuan daerah kabupaten/kota. Apabila jenis satuan daerah sesuai dengan hasil pemetaan, maka diajukan usulan untuk memetakan ulang urusan pemerintahan/urusan pemerintahan pendukung yang bersangkutan.

Tabel 13-2 Dimensi dan Determinan Struktur (menurut Robbins) STRUKTUR
Tabel 13-2 Dimensi dan Determinan Struktur (menurut Robbins) STRUKTUR

Dimensi dan Determinasi Struktur

Perkembangan Struktur Organisasi

Desain Organisasi

Komponen Struktur Organisasi

Manajer memperoleh wewenang untuk memerintah dari tingkat yang lebih tinggi (pemegang saham), dan karyawan memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas mereka. Pendekatan klasik mencari rentang kendali yang ideal, sedangkan pendekatan modern memandang rentang kendali yang efektif bergantung pada situasi.

Empat Pilar Pengorganisasian

Pengelompokan pekerjaan atau departementalisasi pada dasarnya adalah proses pengelompokan dan penamaan bagian atau kelompok kerja berdasarkan kriteria tertentu. Hirarki adalah proses penentuan hubungan antara bagian-bagian dari suatu organisasi, baik secara vertikal maupun horizontal. Koordinasi adalah proses menyatukan semua kegiatan dari departemen atau bagian yang berbeda dari suatu organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif.

Pendekatan situasional dipengaruhi oleh lingkungan mekanis, di mana ia sejalan dengan pendekatan klasik dan sesuai dengan lingkungan yang stabil.

Analisis Organisasi

  • Siklus Produk
  • Organisasi Cerdas
  • Organisasi Sakit
  • Pengembangan Organisasi
  • Metodologi Penelitian Organisasi

Setelah menggambarkan naik turunnya birokrasi dalam The End of Bureaucracy and the Rise of the Intelligent Organization (1993), Gifford Pinchot dan Elizabeth Pinchot menjelaskan dalam buku yang sama tujuh inti organisasi cerdas. Kebebasan memilih adalah syarat yang diperlukan untuk membangun rasa tanggung jawab dan dedikasi diri setiap orang. Teori Scott juga dapat dijelaskan dengan teori sistem, salah satu teori dasar untuk teori organisasi.

Gary Dessler dalam Organizational Theory berpendapat bahwa pada hakekatnya pengembangan organisasi dilakukan dengan cara mengubah orang (change people).

Tabel 13-5 Tujuh Inti Organisasi Cerdas
Tabel 13-5 Tujuh Inti Organisasi Cerdas

Konsep Lembaga Negara

Menurut Jimly Asshidiqie, konsep organ negara dan lembaga negara memiliki makna yang sangat luas, sehingga tidak bisa dibatasi hanya pada tiga cabang legislatif, eksekutif, dan yudikatif saja. Keempat, dalam pengertian keempat, lebih sempit, organ atau lembaga negara dibatasi hanya pada pengertian lembaga negara yang dibentuk berdasarkan konstitusi, undang-undang atau peraturan perundang-undangan di bawahnya. Di sisi lain, Sri Soemantri menyatakan bahwa lembaga negara adalah lembaga yang diabadikan dalam konstitusi.

Badan lapis kedua hanya disebut sebagai lembaga negara yaitu: perdana menteri, TNI, Polri, Komisi Yudisial, KPU dan BI.

Teknik Menentukan Fungsi dan Wewenang

Tugas kepala daerah jauh lebih luas karena kedudukan dan peranannya sebagai wakil kewenangan pusat di daerah. Bantuan adalah alokasi oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan pemerintahan tertentu yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Hal ini juga dapat terjadi dari pemerintah daerah provinsi kepada daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah provinsi.

Tujuan dari tugas pembantuan adalah agar keterbatasan jangkauan aparatur pemerintah pusat dapat diatasi melalui kewenangan aparatur daerah.

Organisasi Pemerintahan Sebagai Produk Lembaga Negara

Berdasarkan visi dan misi serta dukungan sumber daya yang memadai, maka disusunlah rancangan struktur, rancangan kerja dan tata kelola organisasi yang kemudian menjadi masukan bagi penyusunan landasan hukum pendirian organisasi tersebut. Melalui landasan hukum tersebut, tercapai kepastian dan jaminan hukum tentang struktur, kewenangan mengelola sumber daya dan bentuk-bentuk pengelolaan organisasi serta aktualisasi visi dan misi dalam budaya organisasi. Konsep sederhana yang dibangun Robbins untuk menciptakan organisasi yang efektif berfokus pada pentingnya struktur organisasi yang tepat.

Dalam birokrasi yang sering diidentikkan dengan sudut pandang Weber, organisasi selalu diukur dari perspektif efisiensi, meskipun diwujudkan dengan struktur organisasi yang besar.

Gambar 2. 1 the Five Basic Parts of The Organization  Sumber: Mintzberg 1993: 11
Gambar 2. 1 the Five Basic Parts of The Organization Sumber: Mintzberg 1993: 11

Konsep Restrukturisasi Organisasi

Disebutkan pula bahwa pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah menetapkan perangkat daerah dalam 3 (tiga) jenis, yaitu sekretariat daerah, sekretariat DZHRB, dan inspektorat tipe A; sekretariat daerah, sekretariat DZHRB dan inspektorat tipe B; dan Sekretariat Daerah, Sekretariat DZHRB dan inspektorat tipe C; tipe layanan A, tipe layanan B dan tipe layanan C; tipe tubuh A, tipe tubuh B dan tipe tubuh C; serta kecamatan dalam 2 (dua) tipe yaitu kecamatan tipe A dan kecamatan tipe B. Hasil evaluasi disampaikan oleh menteri kepada gubernur untuk dijadikan bahan peraturan daerah provinsi. Aparat.

Untuk kategori daerah kabupaten, diberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) daerah kabupaten yang mencapai peringkat kematangan organisasi daerah tertinggi.

Gambar 2.2 Interaksi Antar Dimensi Organisasi  Sumber: Ndraha (2011)
Gambar 2.2 Interaksi Antar Dimensi Organisasi Sumber: Ndraha (2011)

Jenis Organisasi dan Lembaga Negara

Penataan Lembaga Negara

Dalam mengkaji berbagai aspek penataan organisasi perangkat daerah, ada dua ciri yang harus diperhatikan dalam penataan perangkat daerah. Sedangkan perangkat daerah kabupaten/kota dibentuk untuk menangani urusan pemerintahan yang ditugaskan kepada daerah kabupaten/kota dan melaksanakan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah kabupaten/kota.

Penataan Organisasi Pemerintahan

Konsep Penataan Organisasi

Jika mencermati semangat restrukturisasi organisasi perangkat daerah sejak reformasi, terlihat bahwa semangat efisiensi merupakan pilar utama restrukturisasi. Manajemen organisasi merupakan suatu bentuk perubahan organisasi dengan cara menata ulang organisasi, baik dari segi sumber daya manusia maupun strukturnya, baik secara vertikal maupun horizontal. Menurut French dan Bell, manajemen organisasi adalah “suatu proses terencana yang sistematis di mana prinsip dan praktik ilmu perilaku terapan diperkenalkan ke dalam organisasi yang sedang berlangsung untuk menghindari pengaruh tujuan.

Menurut French dan Bell, manajemen organisasi adalah proses sistematis yang mencakup banyak faktor, termasuk perilaku dan praktik organisasi, yang tujuannya untuk mempengaruhi munculnya peningkatan kompetensi organisasi yang lebih baik.

Karakter Organisasi Pemerintahan Daerah

Dana perimbangan akan memungkinkan pemerintah daerah untuk melakukan kegiatan yang lebih beragam, sehingga menghasilkan informasi tambahan yang dapat diungkapkan dalam laporan keuangan pemerintah daerah, termasuk informasi modal intelektual. Sebagai sebuah konsep, modal intelektual mengacu pada aset yang tidak berwujud atau tidak terlihat, yang terkait dengan pengetahuan dan pengalaman manusia serta teknologi yang digunakan (Rupidara 2008). Aset modal intelektual dikembangkan dengan (a) menciptakan pengetahuan dan inovasi baru; (b) menerapkan pengetahuan terkini untuk menyajikan masalah dan kekhawatiran yang menimbulkan karyawan dan pelanggan; (c) pengemasan.

Sifat sukarela pengungkapan modal intelektual memastikan bahwa organisasi memiliki kebebasan untuk mengungkapkan karena tidak ada kewajiban hukum untuk melakukannya.

Penataan Organisasi Pemerintahan Daerah

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah juga wajib menyelenggarakan lembaga kemasyarakatan, lembaga kemasyarakatan atau organisasi kemasyarakatan (Ormas). Berdasarkan fakta tersebut, maka dapat diidentifikasi bentuk organisasi masyarakat dengan 5 aspek yang berbeda di antara LSM sebagai berikut. Dari 11 jenis organisasi non-pemerintah atau organisasi non-pemerintah atau organisasi massa di atas, hubungan antara organisasi pemerintah dan organisasi sosial terlihat jelas.

Untuk mewujudkan kemitraan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kepentingan orang banyak, bagi kepentingan bangsa dan negara serta bagi kepentingan yang lebih luas, maka pengelolaan organisasi pemerintahan harus memperhatikan kecenderungan pendulum organisasi kemasyarakatan yang lebih dominan. menuju kutub konflik atau menuju kutub kerjasama, mitra kerja sama.

Kriteria Penataan Organisasi Pemerintahan Daerah

Oleh karena itu, dalam rangka melaksanakan penataan kelembagaan daerah, PP baru ini harus diperhatikan hubungannya dengan pemahaman tentang kekuasaan yang dimiliki daerah. Oleh karena itu, dalam rangka melaksanakan penataan kelembagaan daerah, ketersediaan sumber daya manusia dan sistem pengelolaannya harus diperhatikan terkait dengan kesiapan daerah dalam menjalankan berbagai kewenangan yang dimilikinya. Selain aspek kewenangan dan kepegawaian, aspek keuangan juga harus diperhatikan dalam penataan kelembagaan, artinya kemampuan daerah dalam membiayai lembaga yang dihasilkannya juga harus diperhitungkan.

Menyadari adanya perbedaan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah, pengaturan kelembagaan daerah harus disesuaikan dengan intensitas beban kerja daerah yang terukur. beban pekerjaan dan potensi yang dimiliki juga harus diperhitungkan.

Penggabungan dan Perumpunan Organisasi

Oleh karena itu pembentukan perangkat daerah dimungkinkan dengan menggabungkan beberapa urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3) tentang peleburan urusan pemerintahan. Penggabungan Urusan Pemerintahan ke dalam 1 (satu) dinas daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada pengelompokan Urusan Pemerintahan dengan kriteria sebagai berikut: a) kedekatan karakteristik Urusan Pemerintahan; dan/atau b) keterkaitan antara penyelenggaraan Urusan Pemerintahan. Penggabungan Urusan Pemerintahan yang dilakukan dalam susunan kelembagaan OPD paling banyak meliputi 3 (tiga) Urusan Pemerintahan, sebagaimana tercantum dalam PP No.

Dengan demikian, jelas bahwa peleburan urusan pemerintahan dalam OPD sangat dimungkinkan dengan memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan.

Praktik Pembentukan Organisasi Pemerintahan Daerah

Mekanisme Pembentukan Organisasi Pemerintahan Daerah

Fungsi penunjang unsur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah provinsi” adalah satuan kerja perangkat daerah yang memberikan pelayanan kepada organisasi perangkat daerah lainnya, termasuk pelaksanaan fungsi perencanaan, keuangan, kepegawaian, penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, serta fungsi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan , Urusan pemerintahan tersebut dipadukan dengan perangkat daerah yang mempunyai ciri yang erat dengan fungsi penunjang urusan pemerintahan atau mempunyai keterkaitan fungsional dengan penyelenggaraan pemerintahan. mendukung fungsi urusan pemerintahan tersebut Setiap urusan pemerintahan pada prinsipnya bertempat pada 1 (satu) satuan kerja perangkat daerah agar dapat ditangani secara optimal dengan didukung oleh sumber daya manusia yang cukup dengan kompetensi yang sesuai berdasarkan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan urusan pemerintahan tersebut , namun apabila intensitas urusan pemerintahan tersebut sangat kecil (perhitungan nilai variabelnya di bawah 400 (empat ratus)), pelaksanaan fungsi tersebut digabungkan dengan perangkat daerah yang memiliki kedekatan dengan karakteristik urusan pemerintahan atau mempunyai hubungan fungsional dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan tersebut.

Dalam menyelenggarakan Urusan Pemerintahan dan Tugas Pemerintahan Bersama tersebut, hubungan antara Perangkat Daerah Provinsi dan Perangkat Daerah kabupaten/kota bersifat koordinatif dan fungsional untuk menyelaraskan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah.

Pembinaan Penataan Organisasi Pemerintahan Daerah

Sedangkan pemberian penghargaan dilakukan dalam bentuk petunjuk teknis yang meliputi kontak, workshop dan seminar cara kerja baru Penataan Perangkat Daerah dan/atau pendistribusian peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Penataan Perangkat Daerah. Selain bimbingan teknis dapat dilakukan dalam bentuk rapat kerja penyesuaian perangkat daerah dan penyediaan perangkat lunak dan/atau perangkat keras penyesuaian perangkat daerah. Hasil evaluasi dievaluasi dalam bentuk penghargaan yang diberikan kepada daerah yang memperoleh nilai tertinggi dari hasil evaluasi Peraturan Perangkat Daerah dan penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri pada Hari Otonomi Daerah.

Pemantauan dilakukan pada saat Penataan Perangkat Daerah atau melalui kunjungan langsung ke daerah atau mengundang daerah dengan tujuan untuk memperoleh data dan informasi perkembangan proses pelaksanaan Penataan Perangkat Daerah.

Analisis Tingkat Kematangan Organisasi

Nilai kematangan organisasi bagi pemerintah daerah diukur dengan menggabungkan skor seluruh perangkat daerah yang ada di daerah tersebut kemudian dibagi dengan jumlah perangkat daerah. Tidak ada perangkat daerah atau satuan kerja di lingkungan perangkat daerah yang susunan, besaran, klasifikasi serta tugas dan fungsinya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Apabila terdapat susunan dan jenis perangkat daerah yang menyimpang dari ketentuan butir 1) sampai dengan angka 5) di atas, maka pemerintah daerah wajib menyesuaikan perangkat daerahnya sesuai dengan ketentuan tersebut di atas. c. Wadah dan koleksi.

Dalam hal pembagian tugas dan fungsi perangkat daerah menyimpang dari ketentuan angka 1) sampai dengan angka 3), pemerintah daerah wajib melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan tersebut di atas. . e.

Penutup

Terbentuknya organisasi pemerintahan berbasis kinerja akan mempercepat pemenuhan kebutuhan penyelenggara negara dan pihak yang dilayani atas barang dan jasa publik serta pelayanan sipil secara cepat, tepat dan tersedia pada saat dibutuhkan. Demikianlah seharusnya tujuan eksistensial penataan organisasi pemerintahan baik di pusat maupun di daerah dan desa. Lerner, Daniel 1978 "Teknologi, Komunikasi dan Pembangunan", dalam Edward dan Colin MacAndrews (eds.) Peran Komunikasi Massa dalam Pembangunan.

Meier, Kenneth J. 1980 "Measuring Organizational Power", from Administration and Society Volume 12 No. Structure and Process of Organizations.

Gambar

Gambar 13-1 Kerangka Pemikiran Manajemen
Gambar 13-2 Proses Manajemen
Tabel 13-1 Perbandingan Antara Manusia dengan Organisasi
Gambar 13-6 Siklus Spiral Positif-Negatif,
+7

Referensi

Dokumen terkait

JANNATUL FERDOUS Gen Merit 203 One Morning Bangla NGCRWFIMOH PRADIPTA SEN GUPTA Gen Merit 204 One Morning Bangla NGFFQCEMKO ARIBA BINTE ISLAM Gen Merit 205 One Morning Bangla