IAIN : Institut Agama Islam Negeri KBK : Kurikulum Berbasis Kebutuhan KBQT : Masyarakat Belajar Qaryah Thayyibah K.H : Kiai Haji. Dengan menggunakan konsep sejarah pemikiran, maka skripsi ini berfokus pada tiga permasalahan, yaitu pertama, pemikiran Ahmad Bahruddin mengenai pendidikan luar sekolah; kedua, faktor yang melatarbelakangi Ahmad Bahruddin mendirikan PKBM Qaryah Thayyibah; SPPQT bertekad untuk mendirikan komunitas belajar bagi anak-anak petani yang diberi nama Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah (SAQT) pada tahun 2003.
PKBM Qaryah Thayyibah didirikan oleh Ahmad Bahruddin karena kurikulum nasional pun dinilai semakin tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik Qaryah Thayyibah. Melalui PKBM Qaryah Thayyibah, pendidikan menjadi salah satu alternatif bagi warga yang tidak melanjutkan pendidikan di lembaga formal dan sekolah berkualitas dengan harga terjangkau. Salah satu prinsip pendidikan PKBM Qaryah Thayyibah adalah prinsip pendidikan yang memerdekakan, biayanya cukup dan pembelajaran sesuai kebutuhan masyarakat.
PENDAHULUAN
Latar Belakang dan Permasalahan
Pendidikan yang berkualitas masih menjadi sebuah kemewahan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, hanya segelintir masyarakat yang mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anaknya, selebihnya pendidikan yang diterima anak-anak Indonesia adalah pendidikan yang kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mampu. Permasalahan tersebut mendorong SPPQT untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang dapat menjadi alternatif bagi anak-anak petani, yang biasa disebut Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah (SAQT) di Desa Kalibening. Daripada menggunakan filosofi pedagogi yang menganut sistem perilaku yang diterapkan di lembaga pendidikan formal, siswa menjadi objek pembelajaran yang harus diberi ilmu oleh guru agar guru berpartisipasi penuh dalam proses pembelajaran.
Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang berlangsung di luar sistem pendidikan sekolah dan berorientasi pada pemberian layanan pendidikan kepada sekelompok orang yang karena satu dan lain hal tidak dapat melakukannya. Menurutnya, sistem pendidikan saat ini sama sekali tidak berpihak pada warga belajar, malah mengasingkan dan menjadi alat represi penguasa. Ahmad Bahruddin merupakan sosok tokoh pendidikan yang berkontribusi dalam bidang pendidikan yang mampu membawa angin baru bagi model pendidikan murah dan berkualitas di tengah komersialisasi pendidikan saat ini.
Pada awal terbentuknya SAQT merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh Ahmad Bahruddin dengan menggunakan filosofi konstruktivisme. Adanya semangat di SPPQT untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, terbuka dan terjangkau oleh masyarakat luas, disinilah muncul pendidikan alternatif dan tantangan dalam kehidupan manusia, baik yang disebabkan oleh lingkungan maupun alam yang tidak ramah. Sistem pendidikan yang digunakan mengikuti kurikulum Dinas Pendidikan, sedangkan SAQT merupakan lembaga pendidikan ekstrakurikuler, sehingga sertifikat yang akan diterima siswa SMP QT adalah sertifikat SMPN 10 Salatiga.
Disertasi ini fokus mengkaji pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan nonformal dan kontribusinya terhadap pengembangan PKBM Qaryah Thayyibah di Kota Salatiga. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengungkap pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan luar sekolah dan kontribusinya terhadap pengembangan PKBM Qaryah Thayyibah.
Ruang Lingkup
Pendidikan yang berkualitas tidak boleh mahal, yang hanya bisa dicapai oleh anak-anak orang kaya, namun anak-anak miskin juga bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Tahun 2016 dipilih sebagai batas waktu penelitian karena PKBM Qaryah Thayyibah telah mendapatkan NPSN dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga pada tahun tersebut. PKBM Qaryah Thayyibah tidak mempunyai ruang kelas khusus, tidak memerlukan seragam sekolah dan tidak mempunyai kurikulum tetap seperti sekolah pada umumnya.
Prinsip pembelajaran PKBM Qaryah Thayyibah adalah bebas memilih apa yang ingin dipelajari, belajar berdasarkan konteks kehidupan, belajar dengan nyaman dan bahagia serta adanya peran aktif semua pihak mulai dari siswa, sahabat, orang tua dan masyarakat. manajer. PKBM Qaryah Thayyibah merupakan lembaga pendidikan ekstrakurikuler dengan prinsip bebas biaya, bukan berarti siswanya tidak bisa berprestasi, banyak siswa PKBM Qaryah Thayyibah yang mulai menonjol di lingkungan pendidikan Salatiga bahkan di tingkat nasional. Selain ruang lingkup temporal dan spasial, batasan ruang lingkup yang terakhir adalah ruang lingkup keilmuan.
Permasalahan yang ingin dibahas dalam skripsi ini adalah memusatkan pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan nonformal dan kontribusinya terhadap perkembangan PKBM Qaryah Thayyibah yang dapat dikategorikan dalam lingkup sejarah pemikiran. Sejarah pemikiran adalah studi tentang peran gagasan dalam peristiwa dan proses sejarah 10 Sejarah intelektual atau sejarah pemikiran. Paradigma ini dapat membantu untuk meneliti sejarah gagasan atau gagasan yang berkembang pada periode tertentu di masa lalu.11 Sering berpikir untuk membentuk konsep, menalar dan berpikir kritis, mengambil keputusan, berpikir kreatif dan memecahkan masalah.
Misalnya saja pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan luar sekolah dan kontribusinya dalam pengembangan PKBM Qaryah Thayyibah.
Tujuan Penelitian
Tinjauan Pustaka
Sistem pembelajaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pendorong dan kendala dalam pengelolaan pembelajaran di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah (SAQT). Evaluasi pembelajaran pada program Paket B di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah dilakukan secara informal setiap hari melalui teknik evaluasi diri. 13Ika Rizqi Meilya, “Manajemen Pembelajaran Dialogis Paulo Freire pada Program Paket B di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah Desa Kalibening Salatiga Jawa Tengah” (Skripsi pada Jurusan Pendidikan Ekstrakurikuler Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2013) .
14Sugeng Purwanto, “Manajemen Kurikulum pada SMP Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga” (disertasi Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2006). Pustaka skripsi ini sangat membantu penulis untuk melakukan penelitian terhadap Sekolah Qaryah Thayyibah dari sekolah alternatif menjadi sekolah komunitas. Filosofi pendidikan di KBQT Qaryah Thayyibah menggunakan konsep Paulo Freire baik dalam pembelajaran konstruktivisme maupun rekonstruktivisme.
Pustaka jurnal ini sangat membantu penulis untuk melakukan penelitian tentang Sistem Pembelajaran Masyarakat Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT). Pustaka kelima adalah artikel jurnal berjudul “Pedagogi Kritis Paulo Freire dalam Qaryah Thayyibah” yang ditulis oleh Devi Fitriana pada tahun 2017. Dalam jurnal tersebut ia menjelaskan tentang pembelajaran pedagogi kritis Paulo Freire dalam Qaryah Thayyibah. 17 Artikel ini memberikan kontribusi terhadap penjelasan.
Pustaka jurnal ini sangat membantu penulis dalam melakukan penelitian tentang pedagogi kritis dalam pembelajaran di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT). Pembahasan proses dan hasil pembelajaran di KBQT Qaryah Thayyibah, menerapkan pedagogi kritis Paulo Freire.
Kerangka Pemikiran
Tujuan penerapan pedagogi kritis Paulo Freire adalah untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan alasan KBQT Qaryah Thayyibah menerapkan pedagogi kritis Paulo Freire adalah karena kepedulian pendiri Qaryah Thayyibah yang melihat pendidikan di sekolah lain tidak sebagaimana mestinya. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Qaryah Thayyibah terlihat dari kurikulum yang dilaksanakan dan direncanakan oleh para pendamping dan warga belajar. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara teratur, sadar, namun tidak terlalu ketat menurut aturan yang sudah baku, seperti pada pendidikan formal di sekolah.
Karena pendidikan nonformal biasanya dilaksanakan jauh dari lingkungan fisik sekolah, maka pendidikan nonformal identik dengan pendidikan di luar sekolah. Pendidikan nonformal sangat diperlukan bagi masyarakat yang belum mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan formal karena telah melampaui umurnya atau terpaksa putus sekolah karena satu dan lain hal. Pendidikan nonformal pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kemampuan menerapkan ilmu yang diperoleh peserta didik dalam lingkungan kerja praktek di kalangan masyarakat umum dan di berbagai bidang pekerjaan.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan kelanjutan dari gagasan Community Learning Center (CLC) yang sudah dikenal di Indonesia sejak tahun 1960an. Pendidikan kesetaraan dapat berlangsung pada satuan pendidikan nonformal yang terdiri atas fasilitas kursus, pelatihan, kelompok belajar, community learning center (CLC) dan majelis ta’lim serta satuan pendidikan sejenis. Program Kesetaraan Paket C merupakan program percontohan yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, dan Program Kesetaraan Paket C berada di bawah naungan Direktorat Pendidikan Kesetaraan.
Dengan demikian, konsep sejarah pemikiran, pendidikan ekstrakurikuler, kontribusi, perkembangan dan PKBM dapat dijadikan sebagai kerangka dasar untuk memahami pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan ekstrakurikuler dan kontribusinya terhadap pengembangan PKBM Qaryah. Thayyibah. Tesis ini menyoroti pemikiran Ahmad Bahruddin tentang pendidikan nonformal dan kontribusinya terhadap pengembangan PKBM Qaryah Thayyibah di Kota Salatiga.
Metode Penelitian
Heuristik merupakan tahap mencari dan mengumpulkan sumber tertulis maupun lisan dari peristiwa masa lalu berupa sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah kesaksian seseorang baik yang menggunakan alat mekanis maupun tanpa menggunakan alat mekanis. Sumber utama yang digunakan dalam skripsi ini adalah karya-karya Ahmad Baharuddin berupa buku dan artikel.
Mengenai sumber utama mengenai PKBM Qaryah Thayyibah, surat keputusan izin operasional PKBM Qaryah Thayyibah antara lain. Pencarian sumber dan surat-surat lain yang berkaitan dengan Qaryah Thayyibah tidak mudah diperoleh karena kesulitan komunikasi dengan pengelola Qaryah Thayyibah. Untuk melengkapi sumber primer, penulis juga menggunakan metode sejarah lisan yang dapat membantu melengkapi sumber primer.
Informan yang akan diwawancarai adalah mereka yang merupakan pengurus di PKBM Qaryah Thayyibah antara lain Ahmad Bahruddin sebagai ketua dan pendiri PKBM Qaryah Thayyibah, Nurul Munawaroh sebagai bendahara dan beberapa orang pendamping belajar yaitu Dewi Oktaviani dan Aini Zulfa. Sumber sekunder adalah kesaksian-kesaksian yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa tersebut baik tertulis maupun lisan. 33 Sumber yang diperoleh berupa buku, majalah dan skripsi yang membahas tentang PKBM Qaryah Thayyibah. Penulis menemukan apa yang ditulis oleh Ahmad Bahruddin pendiri PKBM Qaryah Thayyibah dan sumber lain yang penulis temukan di perpustakaan online Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Semarang.
Historiografi merupakan sekumpulan fakta dan informasi yang telah melalui proses heuristik, kritik sumber, dan interpretasi. Penulisan sejarah ditulis dengan bahasa yang komunikatif karena diperlukan bahasa yang komunikatif agar mudah dipahami oleh pembacanya.36 Melalui penulisan pemikiran tentang pendidikan luar sekolah dan kontribusi Ahmad Bahruddin dalam pengembangan PKBM Qaryah Thayyibah diharapkan hal tersebut dapat terwujud. dipahami. dengan mudah dan lengkap.
Sistematika Penulisan
Penulis mencoba membingkai ulang peristiwa sejarah berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan dan telah melalui proses penafsiran makna sehingga dapat tersusun sebuah tulisan sejarah.