• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENAFSIRAN MUHĀSABAH DALAM AL-QUR'AN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENAFSIRAN MUHĀSABAH DALAM AL-QUR'AN"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

Orang yang pintar ialah orang yang mempersiapkan dirinya dan bekerja untuk hari selepas kematian, manakala orang yang bodoh ialah orang yang jiwanya mengikut hawa nafsu dan keinginannya.

Huruf besar

Penulisan kata-kata

Muḥāsabah merupakan suatu cara bagi manusia untuk menguji dirinya sendiri dalam segala perbuatan yang telah dilakukannya. Muḥāsabah merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi didengar, namun tidak jarang masyarakat khususnya umat Islam belum mengetahui tentang hakikat muḥāsabah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an. Apakah muḥāsabah dapat membantu di akhirat, ataukah muḥāsabah hanya berupa ketenangan di dunia saja, penulis tertarik membahas permasalahan muḥāsabah dengan menghadirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengannya.

Teknik pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan ayat-ayat tentang muḥāsabah dalam Al-Qur'an serta data-data yang berkaitan dengan topik tersebut untuk diolah dan dianalisis lebih lanjut. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi muḥāsabah yang dijelaskan dalam Al-Qur'an adalah: pertama muḥāsabah sebagai bagian dari akhlak yang mulia, karena merupakan jalan terbaik sebelum menghadapi kematian. Akuntansi yang kedua adalah akuntabilitas, karena dengan demikian manusia akan siap mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dilakukannya selama berada di dunia.

Terima kasih telah menjadi orang tua penulis di bidang akademik yang dengan sabar mendampingi, memberi nasehat dan memberikan motivasi. Seluruh dosen di Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu. Tn. Rafiq, Pak. Suryadi, Bpk. Mahfudz, Bpk. Dadi dan seluruh dosen Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang memberikan “jiwa keilmuan”.

Latar Belakang Masalah

Artinya: “Kalau begitu, apakah menurutmu sesungguhnya Kami menciptakan kamu untuk hiburan (hanya) dan kamu tidak akan kembali kepada Kami?” Kemudian Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memeriksa diri mereka sendiri sebelum orang-orang dihitung di masa depan untuk mempertimbangkan apa yang telah mereka investasikan. Ayat Larangan dan Perintah dalam Al-Qur'an “Pedoman Akhlak Umat Islam”, (Bandung: Diponegoro, 2002), hal.

5 Syeikh Muhammad Abdul Athi Buhairi, Tafsir Ayat-ayat: Ya Ayyuhal-Ladzina Amanu, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005), hlm. 839. Sufyan bin Waki ​​​​menceritakan kepada kami 'Isa bin Yunus dari Abu Bakar bin Abu. Maryam, dan berdakwah kepada mereka. Dan diriwayatkan dari Umar bin Al Khottob bahawa dia berkata: Hitunglah dirimu sebelum kamu dihisab dan bersiap-siaplah untuk hari di mana segalanya dihadapkan (kepada Tuhan Yang Maha Tinggi), akan mudah hisab bagi mereka pada hari kiamat. yang sentiasa menganggap dirinya ketika berada di dunia." Dan diriwayatkan daripada Maimun bin Mihran bahawa dia berkata: Tidak akan bertaqwa seorang hamba sehinggalah dia menganggap dirinya sebagaimana dia memandang kepada temannya yang daripadanya dia mendapat makanan dan pakaiannya."

Muḥāsabah8 adalah salah satu cara yang terbaik bagi seorang hamba untuk meningkatkan darjat penyuciannya.9 Muḥāsabah boleh diertikan sebagai muhasabah diri untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan sebelum Allah menghitung amalan pada hari azab. 8 Muḥāsabah adalah bahasa Arab yang telah memasuki perbendaharaan kata bahasa Indonesia sebagai sinonim bagi perkataan "muhasabah diri". Oleh itu, tidaklah baik manusia memerintah melainkan mereka yang suci jiwanya, yang telah menghilangkan segala noda dan kotoran.

Rumusan Masalah

Kegunaan Penelitian

Dari segi akademis, penelitian ini merupakan sumbangsih sederhana bagi perkembangan kajian Al-Qur’an dan untuk keperluan kajian selanjutnya, yang nantinya dapat dijadikan bahan referensi, referensi dan lain sebagainya bagi penulis lain yang menginginkannya. untuk memperdalam kajian tokoh dan pemikirannya. Selain itu, kami juga berharap penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada para mahasiswa khususnya dalam bidang kajian Al-Qur’an.

Kajian Pustaka

Ada lagi tesis yang ditulis Dede Kuswanto berjudul Muḥāsabah sebagai Terapi Kesehatan Jiwa Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Penulis Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bagaimana muḥāsabah bekerja sebagai media terapi kesehatan mental.17. 16 Ni'matul Khairah, “Muḥāsabah sebagai Upaya Mencapai Kesehatan Jiwa”, Skripsi Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005.

17 Dede Kuswanto, “Muḥāsabah sebagai Terapi Kesehatan Jiwa Menurut Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah”, Skripsi Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005. Selanjutnya skripsi berjudul Urgensi Muḥāsabah (Introspeksi Diri) ) muncul di Era Kontemporer (Kajian Hadits Ma'anil), ikhlas ditulis oleh Siti Shahilatul Arasy. 18 M. Khaerul Anam, “Konsep muḥāsabah Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah”, Fakultas Skripsi Ushuluddin, Studi Keagamaan dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2008.

Dalam kitab bertajuk Akhlak Rasul menurut Bukhari dan Muslim, karya Abdul Mun'im al-Hasyimi. Karya bertajuk Tafsir Ayat-Ayat Yā Ayyuha al-Lażīna Āmanū, yang ditulis oleh Shaykh Muhammad Abdul Athi Buhairi, menyatakan bahawa tidak ada jalan untuk keselamatan kecuali takut kepada Tuhan semata-mata. Terdapat satu lagi karya bertajuk Latihan Lengkap Tazkiyatun Nafs "Bimbinglah kamu untuk membersihkan hati dan menumbuhkan jiwa yang mulia untuk kehidupan yang lebih berjaya dan bahagia" yang ditulis oleh Syeikh Yahya ibn Hamzah al-Yamani.

Metode Penelitian

Oleh karena itu penelitian ini akan membahas muḥāsabah secara menyeluruh dan sesuai dengan ayat Al-Qur'an. Dalam hal ini dengan mengumpulkan dan menganalisis konten terkait ayat-ayat tentang muḥāsabah menurut Al-Qur'an. Selanjutnya semua ayat tersebut dijelaskan secara rinci dan didukung oleh dalil-dalil Al-Quran dan hadis.

Dalam penelitian ini penulis tidak memasukkan ayat yang menggunakan kata muḥāsabah, karena di dalam Al-Qur'an tidak ada kata yang langsung menyebutkan kata muḥāsabah, oleh karena itu penulis hanya memasukkan ayat yang maknanya mengandung makna muḥāsabah. Dan dalam penulisan ayat Alquran serta terjemahannya, 27 penulis menggunakan software Al-Kalam terbitan Diponegoro versi 1.0.1.0. 27.

Quraish Shuhab, Mu'jam Mufradat li Alfaz al-Qur'an karya Al-Ragib al-Asfahani, hadis Nabi, buku risalah, internet, jurnal dan data lain yang berkaitan dengan Muhasabah. Dalam penelitian ini proses pengumpulan data yang dilakukan menggunakan dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan seluruh data yang berkaitan dengan muḥāsabah menurut Al-Qur'an. Untuk ayat-ayat yang dapat peneliti peroleh yaitu dengan cara mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan judul yang diteliti.

Sistematika pembahasan

Teknik pengolahan data yang akan digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu penyelidikan yang menggambarkan dan mengklasifikasikan data yang ada. Kemudian tujuan dan kegunaan penelitian adalah tujuan yang ingin dicapai dari pertanyaan penelitian dan sumbangan praktis dari penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka dilakukan untuk mengetahui posisi penulis dalam wacana yang diteliti. 29 Selanjutnya adalah metode penelitian yang memuat tentang jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan analisis data yang merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam hal ini. riset.

Selanjutnya, sistematika pembahasan menguraikan pengorganisasian bab-bab yang akan dimasukkan dalam penelitian. Bab ini menjelaskan pengertian muḥāsabah secara umum, dilanjutkan dengan membahas aspek-aspek yang harus menjadi muḥāsabah, pentingnya muḥāsabah, dan terakhir urgensi muḥāsabah. Pada bab ketiga akan kami jelaskan muḥāsabah sebagai bagian dari akhlak mulia, sebagai tanggung jawab, muḥāsabah dalam menghadapi persoalan, muḥāsabah dilakukan untuk memudahkan penyelesaian di akhirat, keutamaan dan pentingnya muḥāsabah, fungsinya untuk memperbaiki segala rasa malu sebelum terlampaui. terlambat.

Sementara itu, terdapat masukan yang dapat mendorong ulama lain untuk menjelaskan muḥāsabah secara lebih luas.

KESIMPULAN

Dengan berhentinya kehidupan di dunia, maka dimulailah masa hisab atau tanggung jawab atas apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia, cara mempergunakan pendengaran, penglihatan, hati, tangan, kaki, mulut, cara mengambil rezeki, apa yang dipergunakan. rizki, gunakan zaman yang Tuhan berikan, apa tujuan ibadahnya dan masih banyak lagi. Perhitungannya tidak sebatas pada apa yang dilakukan kepada-Nya saja, namun juga pada perbuatan yang dilakukan terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Hikmah yang terjadi di akhirat tidak hanya berkaitan dengan Allah saja, seperti urusan ibadah, tetapi juga dengan manusia, seperti menyakiti hati orang dengan mengatakan hal-hal yang buruk, atau menyakiti orang lain dengan menggunakan tangan, kaki, dan bagian tubuhnya. .mereka yang lain. .

Muhasabah diperlukan untuk mengingatkan manusia akan kedudukannya di dunia, yaitu sebagai hamba Allah yang harus selalu memperbaiki amalnya dalam kehidupan di dunia untuk menjamin bekal di akhirat. Muhasabah diperlukan untuk meningkatkan amal ibadah dari yang masih sesekali dan halus menjadi 5 waktu dalam sehari. Karena dengan muhasaba setiap manusia akan menyadari kesalahan yang diperbuatnya, sehingga apabila apa yang telah dilakukannya, ia belum melakukan sesuatu maka ia akan memperbaikinya.

Kerana akhlak adalah sifat yang selalu dipandang oleh setiap orang, jika akhlaknya baik, maka baiklah kehidupannya. Mempunyai akhlak yang terpuji, setiap orang akan sentiasa berusaha melakukan kebaikan, supaya semuanya baik.

SARAN

Tazkiyatun Nafs : gelombang energi yang mensucikan jiwa menurut Al-Qur'an dan Sunnah pada Manhaj Aalafus Shaalih. Aida, “Kehidupan Sosial di Pondok Pesantren Al-Husain Krakitan Salam Magelang Jawa Tengah”, Tesis Pascasarjana Fakultas Dakwah Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2004. Ibnu Qayyim al- Konsep Muhasabah Jauziyah”, Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2008.

Urgensi Muhasabah (Introspeksi Diri) di Era Kekinian (Kajian Hadits Ma'anil)", Skripsi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Latihan Tazkiyatun Nafs Lengkap: Membimbing Mensucikan Hati dan Jiwa Mulia Agar Tumbuh Jadi agar hidupmu lebih sukses dan bahagia Buku Pintar di hari-hari terakhir : Segala sesuatu yang ingin kamu ketahui tentang kehidupan setelah mati dan seluk beluk akhirat berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist.

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang mengetahui apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maka demi Tuhanmu, sesungguhnya kami akan menyoal mereka semuanya tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. Maka sesungguhnya Kami akan menanyai orang-orang yang telah diutus kepada mereka rasul-rasul, dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul itu.

Referensi

Dokumen terkait

Sumber penafsiran yang digunakan dalam Kitab Al-Qur´an dan Tafsirnya (Edisi yang Disempurnakan) adalah: bi al- ma’tsur , baik menafsirkan al-Qur’an dengan al-.. 15