• Tidak ada hasil yang ditemukan

penanganan nyeri pinggang dengan ilmu akupunktur

N/A
N/A
Cynthia Ayu

Academic year: 2024

Membagikan "penanganan nyeri pinggang dengan ilmu akupunktur "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Penelitian mengenai penanganan nyeri pinggang dengan ilmu akupunktur sudah banyak dilakukan. Ada beberapa diantaranya yaitu:

1. “Efektivitas terapi akupunktur titik jin’s 3 needle terhadap penurunan skala nyeri pada kasus nyeri pinggang” oleh Dimas (2020). Penelitian ini dilakukan selama dua bulan di RW 04, Desa Segaran, Delanggu dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur Jin’s 3 Needle terhadap penurunan skala nyeri pada kasus nyeri pinggang.

Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest and posttest design dengan jumlah subjek penelitian 36 sampel. Analisis data menggunakan uji Wilcoxson dan diperoleh p = 0.000, jika ρ <0,05. Hasil penelitian menunjukkan terapi akupunktur titik Jin’s 3 Needle efektif terhadap penurunan skala nyeri pada kasus nyeri pinggang sebelum dan sesudah dilakukan terapi secara signifikan.

2. “Pengaruh Akupunktur Metode Jin’s 3-Needles Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Penderita Nyeri Punggung Bawah” oleh Agustijaya dkk (2015). Penelitian ini dilakukan selama dua bulan di Laboratorium Akupunktur Terpadu Prodi Akupunktur Poltekkes RS dr.

Soepraoen Malang dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Akupunktur Metode Jin’s 3- Needles Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Penderita LBP. Desain Penelitian ini mengunakan pre-experimental design dengan pretest-posttest design dengan sampel 10 responden melalui teknik Purposive Sampling. Responden mendapat perlakuan terapi akupunktur sebanyak 12 kali. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Ukur Nyeri Bourbanis dan Lembar Status Pasien. Data yang terkumpul diuji menggunakan Wilcoxon’s Signed Ranks Test. Hasilnya adalah intensitas nyeri sebelum dilakukan terapi akupunktur masuk pada skala Nyeri Sedang 8 responden dan 2 responden berskala Nyeri Berat. Setelah diterapi akupunktur menjadi 6 responden pada skala Tidak Nyeri dan 4 responden berskala Nyeri Ringan. Uji hipotesis dengan α 0,05 menghasilkan t hitung = 0, sehingga nilai t hitung (0) < t tabel (11) yang berarti ada penurunan intensitas nyeri pada penderita LBP.

Kesimpulan dari penelitian ini Akupunktur Metode Jin’s 3-Needles (Shenshu, Dachangshu, Weizhong) dapat menurunkan intensitas nyeri pada penderita Nyeri Punggung Bawah.

(2)

3. “Pengaruh Terapi Akupunktur Titik Shenshu (BL23) dan Chengsan (BL57) Kombinasi dengan Infrared” oleh Rizqy (2019). Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan di Desa Sidoharjo Pacitan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Akupunktur Titik Shenshu (BL23) dan Chengsan (BL57) Kombinasi dengan Infrared terhadap perubahan skala nyeri pinggang. Desain penelitian yang digunakan yaitu metode pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Analisis data menggunakan uji statistic Paired t-test dan uji alternatif Wilcoxon dan didapatkan nilai signifikasi ρ sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata skala nyeri sebelum dilakukan terapi akupunktur ± 6,41 dan nilai skala nyeri sesudah dilakukan terapi akupunktur ± 3,77.

Hasil tersebut menunjukan bahwa ada perbedaan nilai derajat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan terapi akupunktur. Hal ini berarti terdapat pengaruh terapi akupunktur titik Shenshu (BL23) dan Chengsan (BL57) kombinasi dengan Infrared terhadap perubahan skala nyeri pinggang.

4. “Efektivitas Terapi Akupunktur dan Inframerah Dalam Menurunkan Nyeri Muskuloskeletal pada Lanjut Usia” oleh Risna (2017). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di Posyandu Lanjut usia Klodran di bawah wilayah kerja Puskesmas Colomadu II Karanganyar dengan tujuan untuk menganalisis efek terapi akupunktur dan inframerah dalam menurunkan nyeri muskuloskeletal pada lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain RCT (Randomised Controlled Trials).

Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling.Besar sampel penelitian yang diambil peneliti adalah sebanyak 60 lanjut usia.Subjek penelitian yang berjumlah 60 orang akan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompokterapi akupunktur, terapi inframerah, akupresur,terapi akupunktur dan terapi sinar inframerah masing-masing berjumlah 15 orang.Variabel dependen adalah nyeri muskuloskeletal.Variabel independen adalah terapi penghilang nyeri. Analisis data menggunakan uji Kruskall Wallis dan dilanjutkan dengan post-hoc test dengan uji Mann- Whitney. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan penurunan nyeri muskuloskeletal sebelum dan sesudah terapi akupresur, terapi akupunktur, terapi inframerah dan terapi kombinasi akupunktur dengan inframerah. Maka, kesimpulan dari

(3)

penelitian ini ialah terapi kombinasi akupunktur dan inframerah paling efektif dalam menurunkan nyeri muskuloskeletal pada lanjut usia.

5. “Pengaruh Terapi Akupunktur dan Moksibasi Terhadap Penurunan Derajat Nyeri pada Kasus Nyeri Punggung Bawah” oleh Justisia (2018). Penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan di Desa Mrisen Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur dan moksibasi terhadap penurunan derajat nyeri pada kasus nyeri punggung bawah. Desain penelitian yang digunakan yaitu Pre- Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Uji statistik menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan derajat nyeri pada kasus nyeri punggung bawah dengan rata-rata derajat nyeri sebelum intervensi 5.43 dan derajat nyeri setelah intervensi 2.32.

Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z hitung - 4.810 dan nilai signifikan p = 0.000.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi akupunktur dan moksibasi berpengaruh terhadap penurunan derajat nyeri pada kasus nyeri punggung bawah,

6. Terapi Nyeri Punggung Bawah Dengan Akupunktur Dan Herbal Kunyit” oleh Farah dkk (2018). Penelitian dilakukan selama satu bulan dengan satu orang responden. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek terapi akupunktur dengan titik Pishu (BL 20), Shenshu (BL 23), Dachangshu (BL 25), Waiguan (TE 5) serta terapi herbal kunyit (Curcuma domestica) terhadap penderita nyeri punggung bawah. Metode yang digunakan yaitu terapi akupunktur pada titik Pishu (BL 20), Shenshu (BL 23), Dachangshu (BL 25), Waiguan (TE 5) diberikan sebanyak 12 kali, 3 kali dalam seminggu. Terapi herbal diberikan selama 30 hari, diminum 3 kali sehari dengan dosis kunyit 1 gram. Hasil yang didapat, terapi ini dapat menurunkan skala nyeri punggung bawah dari skala 8 menjadi 0 dan kekakuan dari skala 3 menjadi 0, selain itu mengurangi frekuensi timbulnya nyeri punggung bawah. Kesimpulan dari penelitian ini ialah terapi akupunktur pada titik Pishu (BL 20), Shenshu (BL 23), Dachangshu (BL 25), Waiguan (TE 5) serta terapi herbal rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) dengan dosis 3 g dapat menanggulangi nyeri punggung bawah.

(4)

7. “Terapi Nyeri Punggung Bawah Dengan Pijat Swedish, Akupresur dan Herbal Kunyit”

oleh Dyah dkk (2020). Penelitian dilakukan selama 42 hari dengan seorang responden.

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membuktikan pengaruh terapi kombinasi pijat Swedish area punggung dan pinggang, akupresur pada titik Shenshu (BL23), Dachangshu (BL25), Taixi (KI3), Taibai (SP3), Fenglong (ST40) serta herbal kunyit (Curcuma longa Linn) pada penderita nyeri punggung bawah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode pijat Swedish, akupresur serta herbal. Terapi pijat Swedish dilakukan pada area punggung dan pinggang. Akupresur pada titik Shenshu (BL23), Dachangshu (BL25), Taixi (KI3), Taibai (SP3), Fenglong (ST40). Terapi herbal yang dierikan pada pasien yaitu herbal kunyit (Curcuma longa Linn). Hasil yang didapat ialah senyawa kurkumin dalam kunyit dapat menghambat lipoksigenase, fosfolipase A2 dan COX-2 sehingga dapat mengurangi nyeri punggung bawah. Maka, dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi pijat Swedish dan akupresur dengan teknik tonifikasi pada titik Shenshu (BL23), Dachangshu (BL25), Taixi (KI3), Taibai (SP3), dan teknik sedasi pada titik Fenglong (ST40) dan Waiguan (TE5) selama 12 kali serta pemberian herbal kunyit (Curcuma longa Linn) selama 42 hari diminum 1 kali sehari dengan dosis 9 gram simplisia kunyit dapat mengurangi nyeri punggung bawah.

Referensi

Dokumen terkait