• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN SUSU KERBAU RAWA (.Bubalus bubalis) DI PAMPANGAN OKI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN SUSU KERBAU RAWA (.Bubalus bubalis) DI PAMPANGAN OKI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

l"

1 'U s!

I

-V

PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN SUSU KERBAU RAWA (.Bubalus bubalis) DI PAMPANGAN OKI

Oleh

RIO FRANS SIMANGUNSONG

*,

.

.

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

!

/

V

INDRALAYA

.

2011

'

i

(2)

1>

1

PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN SUSU KERBAU RAWA (Bubalus bubalis) DI PAMPANG AN OKI

f>\

s

Oleb

RIO FRANS SIMANGUNSONG

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

1NDRALAYA

2011

(3)

PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN SUSU KERBAU RAWA {Bubalus bubalis) DI PAMPANGAN OKI

Oleh

RIOFRANSSIMANGUNSONG

SKRIPSI

Sebagai salah satusyaratuntukmemperoleh gelar SarjanaTeknologi Pertanian

Pada

PROGRAMSTUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSANTEKNOLOGI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA 2011

(4)

SkripsiBerjudul

PENANGANAN PASCA PANEN DAN HASIL PEMERAHAN

SUSU KERBAU RAWA (Bubalusbubalis) DI PAMPANGAN OKI

Oleh

RIO FRANSSIMANGUNSONG 05043107028

Telah diterimasebagai salahsatusyarat Untukmemperoleh gelar

Sarjana TeknologiPertanian

PembimbingI

Indralaya, Juli 2011 Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Dr.Ir.KikiYuliati,M.Sc. Dekan'

Pembimbing11

/

Merynda IndrivaniS,S.TP.,M.Si. Prof. Dr. lr. Imron Zahri,M.S.

NIP. 195210281975031001

(5)

Skripsi berjudul “Penanganan PascaPanendan Hasil PemerahanSusu Kerbau Rawa (Bubalusbubalis) di Pampangan OKI” oleh Rio Frans telah dipertahankan di depan komisi penguji padatanggal 28 Juni2011.

Komisi Penguji

KetuaPenguji 1. Dr.Ir.Basuni Hamzah, M.Sc.

2. Sugito,S.TP,M.Si. Anggota

3. Ir. EndoArgoKuncoro,M.Agr. Anggota

Mengetahui, KetuaJurusan TeknologiPertanian

Mengesahkan,

KetuaProgram Studi TeknologiHasilPertanian

K

Dr. Ir. Hersvamsi.M.Apr. FriskaSvaiful.S.TP.. M.Si.

NIP.197502062002122002 NIP.196008021987031004

(6)

SUMMARY

RIO FRANS. Post Harvest Handling and Dairy Milking of The Swamp Buffalo (Bubalus bubalis) in Pampangan OKI (guided by KIKI YULIATI and MERYNDAINDRIYANISYAFUTRI).

The research was conducted in the village of Bangsal / District Kuro Pampangan OKI, Laboratory of Chemistry and Laboratory of Microbiology Technology Agriculture, Faculty University ofSriwijaya, in February 2011 to June 2011.

The aims of this study were to determine and to improve post-harvest handling and dairy products ofswamp buffalo in the village of Bangsal / District Kuro Pampangan OKI in South Sumatera.The method used in research was purposive randomsamplinginselectingunitstobestudied.Theparametersobserved weremilkyield, viscosity,color, pH,watercontent,TPC, and sensorytests.

The results indicate that the milk production in the rainy season was higher than the milk production in the dry season. The highest viscosity was found inmilk obtainedfromold swampbuffalos intheamountof1.936 cP,whilethelowestfound inmilk obtainedfrom youngwas about 1.378 cP. The lightnessofmilk ranged from 91.4%to 89.8%, chromarangedfrom6.3%to8.05%,while hueranged from 107.5°

to 122.1°. Swamp buffalomilkwas includedinthe criteriaofyellowcolor (Y ). The pH ofmilkranged from 6.3 to 6.7, while Total Plate Count offresh milk produced from young swamp buffalo approximately 4.45 x 10-5 CFU / ml. Hedonic test on

(7)

swamp buffalomilk young and old among the most preferred panelists found on an oldswampbuffalomilkabout2.76and lowestinyoung buffalomilkofabout2.44.

(8)

RINGKASAN

RIO FRANS. Penanganan Pasca Panen dan Hasil Pemerahan Susu Kerbau Rawa (Bubalus bubalis) di Pampangan OKI (dibimbing oleh KIKI YULIATI dan MERYNDAINDRIYANI SYAFUTRI).

Penelitian dilaksanakan di Desa Bangsal/Kuro Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI dan LaboratoriumKimia Hasil Pertanian dan KimiaHasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Pada bulan Februari 2011 sampai Juni 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki penanganan pasca panen dan hasil pemerahan susu kerbau rawa di DesaBangsal/KuroKecamatanPampanganKabupatenOKI SumateraSelatan.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Purposive Random Sampling dalam memilih unit yang akan diteliti. Parameter yang diamati adalah produksi susu,viskositas,warna,pH,TPC,danujiorganoleptik.

Hasil penelitian menunjukan bahwaproduksi susu kerbau rawa pada musim hujan lebih banyak dibanding produksi susu kerbau rawa pada musim kemarau.

Viskositas tertinggi didapatpadakerbaurawatuayaitu sebesar 1,936 cP danterkecil didapatpadakerbaurawamudayaitusekitar 1,378 cP. Lightnesssusu berkisarantara 91,4% sampai 89,8%, chroma susu berkisar antara 6,3% sampai 8,05%, hue berkisar antara 107,5° sampai 122,1°, susu kerbau rawa termasuk dalam kriteria warnayellow (Y). pH susu berkisar antara 6,3 sampai 6,7. Total Plat Count segar yang dihasilkan dari kerbau rawa muda sekitar 4,45 x 10'5 CFU/ml. Uji hedonik pada susu kerbau rawa muda dan tua yang paling banyak disukai panelis susu

susu

(9)

didapatpada susu kerbau rawatuasekitar2,76 (suka) danterendah pada susukerbau muda sekitar2,44 (tidak suka).

(10)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa seluruh data dan informasi yang disajikan dalam skripsi ini kecuali yang disebut denganjelas sumbernya, adalah hasil penelitian dan investigasi saya sendiri besertapembimbingdan belum pernah atautidak sedangdiajukansebagai salah satu syarat untukmemperolehgelarkesaijanaanlain ataugelaryangsamaditempatini.

Indralaya, Juli 2011 Yangmembuatpemyataa

RioFrans Simangunsong.

(11)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 29 Januari 1986 merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Orang tua J. Simangunsong dan R.

Tobing.

Pendidikansekolahdasardiselesaikan padatahun 1998 di SD Inpres, sekolah menengahpertamadiselesaikan padatahun 2001 di SLTPN2 dan sekolahmenengah atasdiselesaikan pada tahun 2004 di SMU Methodist 1 Medan. PadaAgustus2004, penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, JurusanTeknologi Pertanian, Universitas SriwijayamelaluijalurSeleksi Penerimaan MahasiswaBaru (SPMB).

(12)

KATAPENGANTAR

Puji dansyukurpenulispanjatkankepadaTuhan YangMahaEsa, karenaatas berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penanganan Pasca Panen dan Hasil Pemerahan Susu Kerbau Rawa (Bubalus bubalis) di Pampangan OKI”.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan rencana penelitian ini masih terdapatbanyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan penulis di masa yang akan datang. Pada kesempatanini penulismengucapkanterimakasihkepada:

1. DekanFakultasPertanianUniversitasSriwijaya.

2. KetuaJurusan dan SekretarisJurusanTeknologi PertanianFakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

3. KetuaProgram Studi Teknologi Hasil Pertanian JurusanTeknologi Pertanian FakultasPertanianUniversitas Sriwijaya.

4. Ibu Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc sebagai Pembimbing Akademik dan Pembimbing I serta Ibu Merynda Indriyani Syafutri, S.TP, M.Si sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulissejakawalperencanaansampai selesainyapenulisan laporanini.

5. BapakDr. Ir. Basuni Hamzah,M.Sc, Bapak Sugito, S.TP, M.Sidan BapakIr.

Endo Argo Kuncoro, M. Agrselaku dosenpengujiyang banyakmemberikan masukandalampenulisanskripsiini.

(13)

di Jurusan Teknologi Pertanian yang telah 6. Bapak dan ibu dosen terutama

memberikanilmupengetahuanyang luarbiasatakterhingga.

Jurusan Teknologi Hasil Pertanian mbak telah memberikan ijin untuk 7. Kepada asisten Laboratorium

Hafsah, mbak Lisma dan Tika serta yang

di laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Hasil melaksanakan penelitian

PertanianUniversitasSriwijaya, sertaadministrasiyukAnadankakJon.

telah banyak beijuang dan berdoa untuk 8. Kedua Orang Tuaku yang

keberhasilanku, aku akanselalu ingatakan nasehatkalian,dan taklupauntuk kedua adikku tersayang Fanny Gretta dan Bobby Femando Simangunsong, terimakasihatasdukunganyangtelahdiberikan.

9. Untuk orang spesial di hatiku Fricylia Ananda Simbolon yang banyak memberikan dukungan dan selalu menemaniku dalam berbagai hal, terima kasih.

10. Teman-teman sepeijuanganku 2004 Riki, Joni, Rommer, Advent, Kardi, Usman, Wiliam, Brisman, Caprein, Manti, Sugianto untuk kebersamaannya

selama7 tahunini. Semogakitasukses dalammelangkahkedepannya.

11.Teman-teman sebedeng ginting Edwin, Paet, Mo, Golan, Tuyul, Sumber, serta kedua sekamarku bang Hotben dan bang Teddy. Terima kasih untuk kebersamaannyaselamaini,salam.

Semogalaporanpenelitian inidapatbermanfaatkedepannya.

Juli2011 Indralaya,

Penulis

(14)

DAFTARISI

Halaman

KATAPENGANTAR Vll

DAFTARISI vm

DAFTARTABEL IX

DAFTARGAMBAR x

DAFTARLAMPIRAN XI

I.PENDAHULUAN 1

A. LatarBelakang. 1

B.Tujuan. 3

II.TINJAUAN PUSTAKA 4

A. KerbauRawa. 4

B. SusuKerbauRawa. 7

a.Viskositas. 10

b. Warnaairsusu 11

c. Kadarairpadasusukerbau 12

d.Total PlatCount 12

C.PascaPemerahanSusuKerbauRawa. 13

III. PELAKSANAANPENELITIAN 20

A.Tempatdan Waktu. 20

B. MetodePenelitian. 20

C.AlatdanTeknil PengumpulanDffii 0

UPT PERPUS TAKAAN UNt VSR517 frS Sft JAYA J

Ijon-w*: 1 i 1790 A 0 AUG 201)1

Vtl

(15)

D.AnalisisData. 21 E.CaraKerja. 22 F. Parameter. 22

1. Produksi Susu 22

2. KaraktersistikSusuberdasarkanmetodepemerahan. 23 3. Perbaikanpenangananpascapanensusukerbaurawa.... 26 IV.HASILDANPEMBAHASAN 27

A. ProduksiSusu. 27

a. Produksi SusuRata-rataPerekorPerHari 27 b. LamaLaktasi 31

c. Produksi SusudalamSatuMasaLaktasi 31

B. PerbaikanPenangananPasca PanenSusuKerbauRawa. 33 Pemerahan Susu. 33

C. Karakteristik SusuBerdasrkanMetodePemerahan, 39

a.Viskositas, 39

b. Warna AirSusu. 40

b.1. Lightness, 41

b.2. Chroma. 42

b.3. Hue 43

c. pHAirSusu. 44

d.AnalisaTPC (TotalPlatCount) e. UjiOrganoleptik...

46 47

IX

(16)

V.KESIMPULAN DAN SARAN 51 A. Kesimpulan 51

B. Saran 52 DAFTARPUSTAKA

x

(17)

DAFTARTABEL

Halaman

1.Datapopulasiternakkerbaurawadi Kabupaten 01 5 2. Datapopulasi ternakkerbau rawadan produksi susu. 6

11 3. Penentuanwarna.

4. Komposisigizi susukerbaudansapi 12

5. Produksisusupadamusimhujan. 28

6. Produksisusupadamusimkemarau. 29

7. Viskositas susukerbau. 40

8. pHairsusu. 45

9. JumlahTPCsusu. 46

XI

(18)

DAFTARGAMBAR

Halaman

1. Garfikviskositassusukerbau. 39

2.Grafikrata-ratanilai lightnesssusukerbau. 41 3. Grafikrata-ratanilai chromasusu kerbau 42 4. Grafikrata-ratanilaihue. 43

45 5. Grafikrata-ratapHsusukerbau.

6. Grafikrata-rataaromasusu 48

XII

(19)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1.Jenissusukerbaumudadantua. 57

2.Lokasi peternakankerbau rawadanalatpenampungan susu. 60 3. Datasusupadamusim hujan. 62

4. Datasusupadamusim kemarau. 63

64 5. Dataviskositassusu kerbaurawa.

6. DatapHsusukerbaurawa. 66

7. Datauji hedonik susukerbau, 68

xin

(20)

I. PENDAHULUAN

A.LatarBelakang

Populasi kerbau di Indonesia tersebar di seluruh propinsi, populasi tertinggi dijumpai di NAD, Sumatera Barat, SumateraUtara, dan Sumatera Selatan. Populasi kerbau berkembang jauh lebih lambat di banding sapi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh tingkat reproduksi kerbau yang rendah akibat sulitnya mendeteksi ternakbetinayangsedang mengalami laktasi. Selain itu,masakebuntingannyarelatif lebih lamadenganintervalkelahiranyanglebihpanjangdarisapi(Susanto,2000).

Kerbaudapat dikelompokkan menjadi duajenis, yaitu kerbau lumpur (Swam buffalo) dan kerbau sungai (Riverin buffalo). Kerbau lumpur tersebar di Asia Tenggara, sedangkan kerbausungai terkonsentrasi di sekitar India, Pakistan, Afrika Utara,Italia, danBulgaria(DiijenBinaProduksiTernak, 2004).

Sarana dan prasarana dalam sistem agribisnis kerbau belum berkembang karena pengusahaannya belum komersil. Belum ada pasar hewan kerbau, rumah potongkerbau,dan sebagainyauntuk mendukung agribisniskerbau. Sistemproduksi masihbersifattradisionalyangmengarahkepadabiayaminimal,bukan padaefisiensi usaha. Konsumsi susu kerbau memang masih terbatas, namun peluang pengembangan produk olahan dari susu kerbau memiliki kadar lemak tinggi (Winamo, 1993).

Produksi susu dalam satu masa laktasi yang dihasilkan seekor kerbau berbeda-beda.Beberapa informasimenyebutkan produksi susu kerbaudi Indonesia rata-rata3 sampai 5 literperekorperharidalamsatumasalaktasi (Susanto,2000).

1

(21)

I

2

SumateraSelatanjugaberpotensi sebagai penghasil ternakkerbau yangdapat diperhitungkan seperti di KabupatenOgan Ilir (01), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin. Menurut Dinas Peternakan 01 (2010), pada tahun 2010 data populasi ternak kerbau yang terdapat di Kabupaten 01 berkisar 1734 ekor kerbau rawa, meningkat dari tahun sebelumnya. Dinas Peternakan OKI (2010) menambahkan bahwajumlah ternak kerbau di Kabupaten OKI pada tahun 2010 beijumlah 16.122 ekor mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, sedangkan data produksi kerbau rawayang terdapatdi Kabupaten OKI, padatahun 2009 sekitar 911,06 liter.

Jika dilihat dari data di atas, maka jumlah ternak terbesar berada pada Kabupaten OKI, sehingga perlu dilakukan penelitianterhadap kerbau rawa di Kabupaten OKI, khususnyadi KecamatanPampangan.

Susu kerbau rawa mempunyai aroma yang khas dan merupakan aset yang bernilai ekonomis dan memberikan keuntungan yang cukup bagi masyarakat.

Sehinggaternakkerbau memberikan kontribusiyang cukupbesardalam mendukung ketersediaan daging nasional dan sebagai sumber protein hewani, sehinga ternak kerbau rawa berpotensi untuk meningkatkan gizi masyarakat. Apabila dilihat dari komposisi kandungan gizi yang terdapat di dalamnya, kandungan gizi susu kerbau rawatidak kalah dengan susu hasil ternak lainnya. Bahkan kandungan protein dan lemaknya sangat tinggi, yaitu 5,5 % dan 10,5%, dua kali lipat dari susu lain.

Sehingga susu kerbaurawa sebenarnya mempunyai potensi yangsangat besar untuk dikembangkan(Winamo, 1993).

Selamaini pascapanen susukerbauyangdilakukanolehparapeternaksangat sederhana, setelah susu diperah dengan menggunakan ember-ember kecil tempat susu

(22)

3

yang sangat terbuka tanpa penutup susu. Padahal susu sangat penampungan susu

mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh mikroorganisme apabila susu dibiarkan terbuka terlalu lama. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan penanggulangan pasca panen susu kerbau yang selama ini dilakukan oleh peternak, yaitu mulai dari sebelum melakukan pemerahan sampai pasca panen susu, sehingga

yangdihasilkanakanlebih baikdari yangselamaini dilakukan.

Agar produksi susu dapat lebih optimal harus dilakukan perbaikan sistem pemeliharaan dan pemberian pakan serta dalam hal pemasarannya dan penanganan pasca panen. Sistem pemeliharaan diusahakan dari yang sederhana menjadi intensif dimana hijauan sebagai makanan pokok, diperkuat dengan pemberian pakan tambahan berupa konsentrat sesuai dengan porsi dan kebutuhan ternak dan kebutuhan produksi susu. Seekor kerbau dewasa membutuhkan hijauan sebanyak 10% dariberat badan perhari, danpakan konsentrat dengan bahan kering sebanyak susu

2%dariberatbadanperhari (Sudirmanetal.,2006).

B.Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan solusi perbaikan dalam penanganan pasca panen dan hasil pemerahan susu kerbau rawa di Desa Bangsal/Kuro Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

(23)

I

!

DAFTARPUSTAKA

AOAC.2005. Official MethodsofAnalysisofThe AssociationofOfficial Analytical Chemistry. Ar-lington.Virginia.

Agus, B.M. 1989.MemeliharaKerbau. Kanisius. Yogyakarta.

Ali, S. 1980. Buffalo Production and Development in Malaysia. Dalam Buffalo ProductionforSmall Farms. FFTCSeriesNo. 15,Taipei.

Indonesia. Kondisi, Permasalahan dan Arah Anonymous. 2007. Persusuan

Kebijakan.

Celly, H. Sirait. 1996. PengujianMutuSusu. BalaiPenelitian Ternak. Ciawi.Bogor.

Chantalakhana, C. 1980. Breeding Improvement of Swamp Buffalo for Small Farms. In Southeast Asia. Dalam Buffalo Production forSmallFarms. FFTC SeriesNo. 15,Taipei.

Chutikul, K. 1975. Ruminant{Buffalo) Nutrition. Dalam The Asiatic Water Buffalo.

FFTC,Taipei.

Cockrill,W. R. 1976. TheBuffaloesofChina.FAO. Rome.

Darsi, 2006. Pengaruh Tingkat Keasaman, pH, Total Bakteri Asam Laktat dan Fiskositas. Skipsi tidak diterbitkan. Malang. Jurusan Teknologi Hasil Ternak FTUB.

Daryanto,A.2007PersusuanIndonesiaKondisiPermasalahan dan ArahKebijakan.

Desrosier. N. W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Edisi ke-3. Universitas Indonesia.Jakarta.

Dinas Peternakan Kabupaten Ogan Ilir. 2010. Statistik Peternakan Kabupaten Ogan Ilir. DinasPeternakan. SumateraSelatan.

Dinas Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir. 2010. Statistik Populasi Ternak KerbauRawaKabupatenOgan Komering Ilir.DinasPeternakanOKI.

DirektoratJendral Peternakan.2006. StatistikPeternakan. Ditjenak.Jakarta.

Dirjen Bina Produksi Ternak. 2004. Statistik Peternakan Indonesia. Dirjen Bina ProduksiPeternakan. Jakarta.

)

(24)

Dwiari, S. R. 1995. Pemanfaatan Susu. Perum Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka Diterjemahkandengan PT. MusiPerkasaUtama. Jakarta.

Dwidjoseputra, D. 1990. Dasar-dasarmikrobiologi. PenerbitJambatan. Jakarta.

Eckles, C. H, W. B. Combs, H. Macy. 1980. Milk and Milk Product. 4* Edition, Bombay,NewDelhi.TataMcGrawHillPublisingCompany Ltd.

Hadiwiyoto,S. 1994.TeoridanProsedurPengujianMutu SusudanHasilOlahannya.

PenerbitLiberty. Yogyakarta.

Hidayat, N. M, C. Padaga dan S. Suhartini. 2006. Mikrobiologi Industri. Penerbit Andi.Yogyakarta.

Hamdan,A,E. S.Rohaeni,danA. Subhan.2006 . KarakteristikSistemPemeliharaan KerbauRawa.Hlm. 170-177. PusatPenelitiandanPengembanganPeternakan bekerja sama dengan Direktorat Perbibitan, Direktorat Jendral Peternakan, danPemerintahKabupaten Sumbawa.

Idris, S.1995. PengantarTeknologiPengelohanSusu. Fajar. Malang.

Ilham, N. 2006. Analisa Sosial Ekonomi dalam rangka Pencapaian Swasembada Daging2010. PepardipresentasikanpadaWorkshop.

Kusuma, M. A. W. D. Hermanianto dan N. Andarwulan. 1989. Bahan Pengajaran PrinsipTeknik Pangan. Depdikbud. DiijenPendidikan Tinggi. PAU. Pangan danGizi. IPB. Bogor.

Laksono, S. 2002. Pedoman Pengembangan dan Perbaikan Ternak Kerbau di Indonesia.Jakarta.

Madamba, J. C. dan A. N. Eusebio. 1980. Development in The Strengthening of Buffalo Research. Dalam Buffalo Production for Small Farms. FFTC Series No. 15,Taipei.

Mason, I. L. 1974. The Husbandry and Health ofThe Domestic Buffalo. Food and AgricultureOrganizationofTheUnitedNation,Rome.

Murti,T.W.2002. IlmuTernakKerbau. PenerbitKanisius. Yogyakarta.

Nurhayati,S. 2009. Mengurangi ProblemPersusuanNasional.

Overby, A. J. 1988. Microbial Cultures for Milk Processing. In Meat Science, Milk Sciance and Technology. H. R. Cross and A. J. Overby (Eds). Elsevier SciencePublishersBV,Amsterdam.

Pikiran Rakyat. Oktober2002. Keju Produk Olaha Susu yang Kaya Nutrisi. Dalam ArtikelPikiranRakyatCyberMedia.

(25)

Kanisius.

Puspowardoyo, H. 1997. Mikrobiologi Pangan Hewani-Nabati.

Yogyakarta.

Rahman, A. S. Fardiaz, W. P. Rahayu, Suliantari dan C. C. Nurwitri. 1992.

Teknologi Fermentasi Susu.PAUPangandan Gizi InstitutPertanianBogor.

Robinson, R. K. and A. Y. Tamime. 1990. Microbiology of Fermented Milks. In Dairy Microbiology. The Microbiology of Milk Products. Upplied Science Publishers. London.

Sarwono.2000. DadihProdukOlahanSusu FermentasiTradisionalyangBerpotensi sebagaiPanganProbiotik. ProgramSarjana IPB. Bogor.

Sudarmadji, S. Haryono, B dan Suhardi. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty Yogyakarta berkeijasama dengan Pusat Antar UniversitasPangandanGizi UniversitasGajahMada. Yogyakarta.

Sudarwanto,M. 1998. Pereasksi IPB-1 sebagai Pereaksi AlternatifuntukMendeteksi MastitisSubklinik. MediaVeterinerVol. 5.No. 1.

Sudarwanto, M, H. Latifdan M. Noordin. 2006. The Relationship ofThe Somatic Cell Counting to Sub-clinical Mastitis and to Improve Milk Quality. lst International AAVS ScientificConference.Jakarta,July 12-13,2006.

Suhardidan Y. Marsono. 1982. Penanganan Lepas Panen2. DepartemenPendidikan danKebudayaan.DirektoratPendidikanMenengahKejuruan.Jakarta.

SumudhitaMekir. 1986. AirSusudanPenanganannya. Program StudiIlmuProduksi Ternak Perah.Fak. PertemakanUniversitasUdayana.

Surya dan A. Hamdan. 2006. Potensi Lahan Rawa di Kalimantan Selatan untuk Pengembangan Peternakan Kerbau. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan bekerja sama dengan Direktorat Perbibitan, Direktorat Jendral Peternakan,danPemerintahKabupatenSumbawa.

Susanto,A.2000. SiPutihKayaGizi. KompasCyberMedia. Diakses9mei2003 Tangenjaya, B dan A. Djajanegara. 2002. Peternakan Indonesia. Suara Visi.

AgricultureandRuralDevelopment StrategyStudy.

Toelihere, M. R. 1980. Buffalo Production and Development in Indonesia. Dalam BuffaloProductionforSmallFarms. FFTCSeriesNo. 15, Taipei.

Tunick, M.H.2000. Symposium.DairyProductsRheology.Rheologyofdairyfoods thatgelstretchand fracture.

Wahyudi. M.2006. BugardenganSusuFermentasi. Malang.UMM Press.

(26)

-

Wiesner, H. U. 1985. Anleitung Zur Untersuchung und Beurteilung Von Milch SowieBiotechnik desmaschinellenMilcentzuges.

Willianson, G. dan W. J. A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.

Yogyakarta. UGMPress.

Winamo, F. G. 1993. Pangan, Gizi,Teknologi dan Konsumen. PT GamediaPustaka Utama.Jakarta.

Winamo, F. G. dan Ivone, E. F. 2007. Susunan Produk Fermentasi. Bandung.

MBRIO Press.

Winamo, F. G.vardiaz. 1992. DasarTeknologi Pengolahan. InstitutPertanianBogor.

Bogor.

Yuwono, S. dan T. Susanto. 2001. Pengujian FisikPangan. Unesa University Press.

Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Trong đó, một số chỉ tiêu nhằm đánh giá và mô tả sự phát triển về việc ứng dụng Airbnb trong kinh doanh dịch vụ lưu trú homestay tại thành phố Huế bao gồm: 1 Danh sách hoạt động của các

Sem Course title Author/Editor Title Ed & Year Publisher 1 Nursing Informatics - NNI 9103 McGonigle, Dee; Mastrian, Kathleen Garver & Mastrian, K Nursing Informatics and the