• Tidak ada hasil yang ditemukan

penanganan wilayah perbatasan maritim RI RDTL

N/A
N/A
Yuhibbul Muhsinin

Academic year: 2024

Membagikan "penanganan wilayah perbatasan maritim RI RDTL"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Keputusan Direktorat Pertahanan Daerah Departemen Pertahanan Nomor: Sprin/1157/IX/2007 tanggal 3 September 2007 tentang Susunan Kelompok Kerja Penyiapan Kajian Penanganan Wilayah Perbatasan Laut RI – RDTL. Di sisi lain, dalam menangani wilayah perbatasan laut antar negara, konsep perdamaian, perang, dan pertahanan negara harus diterapkan.

Wawasan Nusantara sebagai Landasan Visional

Pengelolaan perbatasan harus berorientasi pada konsep negara nasional, artinya pengelolaan perbatasan harus mengutamakan prinsip satu kesatuan wilayah. Pengelolaan perbatasan harus memperhatikan geopolitik, artinya pengelolaan perbatasan harus memperhatikan tiga unsur Geopolitik Indonesia yaitu.

Ketahanan Nasional sebagai Landasan Konsepsional

Konstelasi ini juga menjadi kendala atau tantangan yang harus diperhatikan dalam pengembangan konsep pengelolaan perbatasan. Pengelolaan perbatasan tidak hanya menjadi tanggung jawab dan wewenang pemerintah pusat, namun juga menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah.

Perundang-undangan

Melindungi, melestarikan, merehabilitasi, mengeksploitasi dan memperkaya sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil serta sistem ekologinya secara berkelanjutan; Menciptakan keselarasan dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil;

BAB III

Umum

Pemberian pinjaman perahu kepada nelayan Timor Timur juga merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan taraf perekonomian para nelayan. Banyak komponen masyarakat, terutama yang tergabung dalam Partai Fretilin, melakukan berbagai kerusuhan dan masalah keamanan sehingga membuat pembangunan di wilayah Timor Timur menjadi terganggu, tidak menentu, dan tidak menguntungkan.

Dari hasil penentuan garis pangkal tersebut dibuatlah garis pangkal yang kemudian digunakan untuk menggambar batas wilayah landas kontinen di Laut Timor yang bertumpang tindih dengan landas kontinen Australia. Wilayah B yang merupakan landas kontinen milik Indonesia maka dalam pembagian hasil pengolahannya Indonesia mendapat 80% dan Australia 20. Wilayah C yaitu landas kontinen milik Australia sehingga dalam pembagian hasil pengolahannya , Australia. akan mendapat 80% dan Indonesia 20.

Kehadiran aparat keamanan di wilayah perbatasan yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI - RDTL dapat memberikan pengamanan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang timbul demi menjaga kedaulatan kedua negara dengan bekerjasama dengan aparat keamanan RDTL di wilayah masing-masing.

Kondisi ALKI III Di Selat Ombai

Alur laut dan jalur udara tersebut harus melintasi perairan kepulauan dan laut teritorial yang berdekatan serta mencakup semua jalur lintas normal yang digunakan sebagai jalur atau saluran angkutan atau penerbangan internasional yang melalui atau melintasi perairan kepulauan dan dalam jalur tersebut, bagi kapal, semua navigasi normal. jalur dengan ketentuan bahwa duplikasi rute dengan kemudahan yang sama melalui titik masuk dan keluar yang sama tidak diperlukan. Alur laut dan jalur penerbangan tersebut harus ditetapkan dengan serangkaian jalur akses yang bersangkutan, dimulai dari titik masuk alur sampai dengan titik keluar, kapal dan pesawat udara yang melakukan lintasan lintas kepulauan tidak boleh menyimpang lebih dari 25 mil laut pada kedua sisinya. Oleh karena itu, dengan ketentuan bahwa kapal dan pesawat udara tidak berlayar atau terbang mendekati pantai kurang dari 10% jarak antara titik-titik terdekat pada pulau-pulau yang berbatasan dengan jalur laut. Negara kepulauan yang menetapkan jalur laut berdasarkan ketentuan pasal ini juga dapat menetapkan skema pemisahan yang aman bagi lalu lintas kapal melalui alur sempit pada jalur laut tersebut.

Suatu Negara kepulauan, apabila keadaan menghendaki, setelah pengumuman yang tepat telah dibuat, dapat mengganti alur laut atau skema pemisah lalu lintas yang telah ditetapkan atau ditentukan sebelumnya dengan alur laut atau skema pemisah lalu lintas lainnya.

Permasalahan Perbatasan Maritim RI - RDTL

Pos Imigrasi Motamasin/Metamauk merupakan pos perbatasan paling selatan di wilayah Kabupaten Belu dengan laju lintas batas kurang dari 10 orang per hari. Rencana penggunaan Kartu Lintas Batas belum bisa dilaksanakan karena masih dalam tahap pembahasan. Pelintas batas di wilayah ini, selain warga negara Indonesia, RDTL juga berasal dari Malaysia, Filipina, Korea, Perancis, yang sebagian besar merupakan pasukan penjaga perdamaian yang melakukan perjalanan ke Atambua, NTT.

Untuk mengakomodir peningkatan perdagangan dan lintas batas RDTL ke depan, maka Pos Lintas Batas Terpadu tidak hanya akan dibangun di Pulau Timor, namun juga di Pulau Alor dan Pulau Wetar.

Umum

Lingkungan Global

Globalisasi ekonomi yang berkembang saat ini diimbangi dengan regionalisasi ekonomi yang diskriminatif dan blok perdagangan yang cenderung tertutup. Dalam pergerakannya, LSM tampil sebagai badan resmi, namun LSM juga merupakan kelompok penekan yang dapat mempengaruhi proses pengambilan kebijakan badan resmi.

Lingkungan Regional

Namun penyebaran informasi yang didominasi oleh negara-negara Barat telah menyebabkan pergeseran sistem nilai tradisional, terutama di masyarakat berkembang. Secara umum stabilitas kawasan di Asia Tenggara relatif terkendali sehingga negara-negara di kawasan ini mampu meningkatkan pembangunan ekonominya masing-masing. Di sisi lain, sengketa Kepulauan Spratly yang diklaim oleh 6 negara (RRC, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei) merupakan potensi konflik di kawasan Laut Cina Selatan yang sewaktu-waktu bisa timbul. konflik bersenjata bisa meningkat, bahkan bukan tidak mungkin bisa menjadi perang terbatas, apalagi jika ada kesalahan yang tidak bisa ditolong.

Potensi konflik meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunan militer oleh beberapa negara pengklaim.

Lingkungan Nasional a. Aspek Politis

Akibat negatif tersebut dapat mendorong munculnya berbagai kejahatan dan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban sosial yang penanggulangannya memerlukan upaya yang memadai. Selain itu, meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban sosial akibat dampak globalisasi, seperti kejahatan terorganisir, kejahatan kerah putih, sadisme dan sejenisnya, perlu mendapat perhatian. Ke depan, konflik di masyarakat yang berujung pada Sara diperkirakan akan semakin meningkat.

Konflik komunal di tengah masyarakat yang disebabkan oleh akar konflik etno-agama, seperti yang terjadi di sejumlah daerah permasalahan di Indonesia, seperti Aceh, Maluku (Ambon), Maluku Utara, Papua (Abepura, Wamena, Timika Wasior), Poso, Sampit, Sambas dan Polewali Mamasa.

Peluang dan Kendala

Sumber daya manusia yang antara lain diwujudkan dalam rendahnya jumlah dan kualitas kesejahteraan penduduk dengan sebaran tata ruang yang tidak merata dan garis batas yang panjang turut mempengaruhi terjadinya penyeberangan perbatasan secara ilegal. Sumber daya buatan (infrastruktur) yang tingkat pelayanannya masih sangat terbatas, seperti sistem transportasi dan telekomunikasi, pelayanan listrik dan air bersih, serta fasilitas lainnya seperti kesehatan, pendidikan dan pasar, sehingga penduduk di daerah perbatasan masih cenderung kurang mampu. diarahkan ke negara-negara tetangga dengan tingkat aksesibilitas fisik dan informasi yang lebih tinggi. Terbatasnya sumber pembiayaan, dimana pembangunan di wilayah perbatasan kurang mendapat prioritas dibandingkan wilayah lain, sehingga meningkatkan tingkat ketimpangan antar wilayah.

Daerah perbatasan mempunyai institusi dan pejabat yang jumlahnya terbatas dan kapasitasnya tidak memadai, sehingga fungsi pelayanan terhadap masyarakat lokal relatif tidak memadai.

Umum

“Menjadikan kawasan perbatasan antar negara sebagai kawasan yang aman dan tertib sebagai pintu gerbang negara dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan menjamin terpeliharanya negara kesatuan Republik Indonesia.” Olah raga negara, artinya kawasan perbatasan sebagai halaman depan negara harus tetap dijaga aman, bersih, dan tertib. Pusat pertumbuhan artinya kawasan perbatasan dapat dikembangkan sebagai kawasan ekonomi dan komersial melalui kerja sama dengan investor dalam dan luar negeri.

Pemeliharaan Negara Kesatuan Republik Indonesia berarti bahwa segala kegiatan pembangunan kawasan perbatasan, baik di darat maupun di laut, tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan tetap menjaga kelestarian negara kesatuan Republik Indonesia.

Kondisi Perbatasan Maritim RI – RDTL Yang Diharapkan

Dalam menyikapi batas laut RI - RDTL, diharapkan ada beberapa hal yang dapat menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI. Terdapat kerja sama dan koordinasi antar lembaga perbatasan mengenai opsi-opsi yang muncul dalam negosiasi perbatasan maritim. Dapat mengerahkan satuan angkatan laut sebagai pasukan keamanan perbatasan di pulau-pulau sekitar perbatasan laut RI - RDTL, seperti di Pulau P.

Pemerintah pusat dan daerah dapat meningkatkan perhatiannya terhadap warga sekitar perbatasan dengan melakukan pembangunan di segala bidang untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan warga sekitar perbatasan laut RI – RDTL.

Indikator Keberhasilan Penanganan Perbatasan Maritim

Pengelolaan perbatasan laut berhasil apabila pembangunan dan pengelolaannya dapat menumbuhkan dan mengembangkan potensi komponen pertahanan negara, baik komponen utama, cadangan, maupun pendukung, serta dapat mengembangkan potensi perekonomian masyarakat sekitar. Pengelolaan perbatasan laut dapat berhasil jika pemanfaatan laut untuk tujuan pertahanan dan kesejahteraan masyarakat lokal tidak menimbulkan konflik dalam hubungan antar berbagai elemen masyarakat lokal atau dengan negara lain, namun dapat menjadi acuan yang masuk akal. kesatuan dan integritas nasional. Pengelolaan perbatasan laut berhasil jika permasalahan perbatasan laut antar negara dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik antar negara, bahkan hubungan kedua negara akan menjadi lebih erat dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara.

Pengelolaan perbatasan laut berhasil apabila tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar perbatasan laut, baik pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian meningkat, tidak ada lagi kelaparan dan pengangguran.

Implikasi Terhadap Pertahanan dan Keamanan

Mendukung pelaksanaan sosialisasi penanda batas antarnegara khususnya yang berada di pesisir pantai kepada masyarakat di wilayah perbatasan dan pemantauan wilayah yang masih bermasalah (status quo). Membantu instansi terkait (TNI AL, Polri, Bea Cukai dan Imigrasi) dalam menegakkan kedaulatan hukum di wilayah perbatasan RI – RDTL (khususnya di laut). Koordinasi keamanan wilayah secara terpadu (Sinkronisasi dan sinergi pola operasi/kegiatan, pertukaran informasi dan penggunaan sarana komunikasi dengan Polri, Koramil, Kecamatan dan masyarakat setempat) untuk solidaritas antar petugas di wilayah perbatasan. B.

Memantau dan memantau aktivitas personel PBB dan organisasi internasional di wilayah perbatasan Indonesia berkoordinasi dengan UNDSS (United Nation Department of Safety and Security).

Umum

Dengan demikian, perlakuan terhadap pengembangan kawasan perbatasan dapat lebih holistik (baik perbatasan laut maupun darat) dan berbasis pada konsep penataan ruang kawasan perbatasan (strategi pembangunan daerah), didukung dengan database yang akurat mengenai potensi lokal dan sekitarnya. daerah. termasuk pasar di negara tetangga sehingga dapat dirancang program pembangunan di wilayah perbatasan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan, dan kemajuan daerah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Melibatkan beberapa pemangku kepentingan dalam pengembangan kawasan perbatasan merupakan hal yang menarik dan kompleks.

Penegasan Batas Maritim

Segmen tengah RDTL Oecussi yang merupakan enclave di wilayah NTT merupakan segmen berisiko dimana masih terdapat perbedaan pendapat karena belum adanya landasan hukum mengenai luas laut yang dimilikinya.

Pelintas Batas

Kondisi fisik geografis wilayah perbatasan yang 20% ​​berupa dataran dan 80% perbukitan dengan bebatuan tandus dan pantai terjal membuat perekonomian penduduk cukup mengganggu. Dari data di atas terlihat bahwa pertanian merupakan penopang utama kehidupan sehari-hari dan hanya ditopang oleh lahan pertanian yang sangat sempit. Pembangunan sarana dan prasarana pertanian membutuhkan biaya yang besar, akibatnya wilayah perbatasan umumnya merupakan wilayah terisolir, kecuali di sekitar Atambua Kabupaten Belu.

Demografi

Hankam

Penangkapan ikan ilegal yang ditangkap oleh TNI Angkatan Laut di perairan Indonesia sekitar batas laut RI – RDTL selalu diselesaikan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dan kemudian diserahkan kepada pihak yang berwenang. Persoalan penembakan 2 WNI oleh Polisi RDTL di Turiscan pada tahun 2006, akibat dugaan pelanggaran perbatasan dan pencurian jagung di ladang milik warga RDTL, telah diselesaikan secara diplomatis. Namun berdasarkan laporan warga dan aparat, disebutkan jika WNI RDTL masuk tanpa izin di wilayah Indonesia maka akan ditindak sesuai hukum, namun jika WNI masuk tanpa izin di wilayah RDTL maka pihak keamanan RDTL akan menindaknya dengan kekerasan.

Hal inilah yang menjadi dasar untuk melakukan pelatihan dan pendampingan permasalahan batas laut bagi nelayan Indonesia agar hal serupa tidak terjadi.

U mum

Kebijakan pembangunan kawasan perbatasan dirumuskan dengan visi dan misi yang sama dengan kawasan perbatasan yang merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga daerah dan masyarakatnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menerima manfaat. layanan dari pemerintah. dalam arti luas, melalui upaya pemerataan pembangunan. Untuk mendukung optimalisasi penanganan wilayah perbatasan laut yang menghadapi permasalahan, peluang dan kendala yang ada, diperlukan kebijakan-kebijakan sebagai berikut. “Mengoptimalkan penanganan perbatasan laut RI – RDTL melalui penyediaan sarana dan prasarana dasar di kawasan perbatasan, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan potensi daerah untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman. "

Strategi Penanganan Kawasan Perbatasan Maritim

Upaya

Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia di bidang pertahanan dan keamanan untuk melindungi kedaulatan maritim di sekitar perbatasan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

  • Strategi Penanganan Kawasan Perbatasan Maritim
  • Kesimpulan
  • Saran
  • H. SOESETYO LAKSAMANA PERTAMA TNI

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa yang merdeka, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan laut RI-RDTL bertekad untuk mendukung terwujudnya cita-cita dan pencapaian tujuan Nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, -Kawasan perbatasan laut RDTL dengan menyediakan sarana dan prasarana dasar secara optimal dengan memanfaatkan potensi daerah, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menciptakan sabuk keamanan di sepanjang wilayah perbatasan sebagai pencegah kemungkinan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara, keamanan, dan ketertiban umum.” Arah penanganan perbatasan laut sejalan dengan tujuan pembangunan kawasan perbatasan secara umum, yaitu.

Peningkatan taraf kehidupan sosial ekonomi Masyarakat Dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat perbatasan maritim diperlukan keterpaduan kerja antar departemen yang terkait dengan keuangan, pendidikan, pekerjaan umum dan sumber daya alam.

Referensi

Dokumen terkait