Dr. SITI RODHIYAH DWI ISTINAH, S.H., M.H.
FAKULTAS PSIKOLOGI UNISSULA SEMARANG
BAB I
PENDAHULUAN
NASIONALISME DAN GLOBALISASI
A. Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa
I
Faktor Intern : Melemahnya Nilai-nilai Perjuangan Bangsa.
1.
Melemahnya semangat perjuangan dan sikap berani berkorban
2.
Kurangnya sikap mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
3.
Tidak tanggap terhadap lingkungan dimanapun
berada
5
. Dibutuhkan seorang profesional yang jujur dilandasi Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME6. Berkurangnya rasa Cinta tanah air
Semangat Kebangsaan Faham kebangsaan
Nasionalisme
Nasionalisme diartikan sebagai sebuah situasi
kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total
diabdikan langsung kepada negara bangsa atas nama
sebuah bangsa .
II Faktor Ekstern : Proses Globalisasi
• Merupakan proses transformasi berbagai dimensi kehidupan sosial manusia yang mengarah kepada satu pusat kebudayaan kosmopolitan. Arus globalisasi mendesakkan uniformitas secara universal
• Mengikis batas-batas identitas negara dan individu secara hampir bersamaan melalui liberalisasi ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
• Oleh Lembaga-lembaga Internasional maupun negara- negara maju. Menimbulkan konflik kepentingan.
Isu-Isu Global Demokrasi
HAM
Lingkungan
Sospolekbud
Makna Globalisasi
Menurut Anthony Giddens :
globalisasi berhubungan dengan tesis bahwa kita semua tinggal dalam satu dunia. Kondisi global ditandai oleh terjadinya pertumbuhan interdependensi di antara orang-orang, daerah-daerah, dan negara- negara yang berbeda.
Malcolm Waters berpendapat bahwa globalisasi dapat
dikenali melalui tiga dimensi utama, yakni ekonomi,
politik dan kultural.
Lanjut
Globalisasi ekonomi berhubungan dengan timbulnya pasar- pasar keuangan dunia dan zona perdagangan bebas, pertukaran barang dan jasa , dan pertumbuhan yang cepat korporat-korporat transnasional.
Globalisasi politik, tentang cara bahwa negara bangsa sedang digantikan oleh organisasi-organisasi Internasional (mis;PBB, Uni Eropa) dan munculnya politik global.
Globalisasi kultural, adalah tentang arus informasi, tanda-tanda dan simbol-simbol seputar dunia dan reaksi-reaksi terhadap arus tersebut.
Berakibat pada:
1. Struktur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia
2. Dalam berpola pikir, bersikap dan bertindak 3. Kondisi mental spiritual bangsa Indonesia.
Oleh karena itu,
Perlu pembekalan diri, setiap warga negara
yaitu dengan Pendidikan Kewarganegaraan
untuk menjadi warga negara yang baik dan
berguna.
Pembekalan diri berupa : Ipteks yang berlandaskan
• nilai-nilai budaya bangsa dan
• keagamaan
Ipteks pd hakekatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia dan moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia
Yang menjadi panduan dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Memasuki Era Baru bernama Disruptive Innovation.
Era disrupsi bukan sekedar fenomena hari ini, melainkan fenomena hari esok.
Kasus yang populer dengan adanya angkutan umum berbasis daring, yg tanpa diduga mampu menggeser keberadaan angkutan konvensional, selain itu ada e-toll, toko daring, fintech, perhotelan dsb
Pergeseran ini mengubah kondisi sosial dan budaya
masyarakat Indonesia. Era ini akan meluas, mulai dari
pemerintahan, politik, ekonomi, budaya. Hukum
penataan kota, konstruksi, kesehatan, pendidikan dsb.
Era disrupsi ditandai oleh empat indikator, yaitu:
• adanya keuntungan,
• lebih dipermudah,
• lebih murah,
• lebih terjangkau, dan lebih cepat.
Di Bidang Pendidikan munculnya sistem berbasis Massive Open Online Course (MOOCs) atau sistem pembelajaran berupa kursus daring.
Biasanya dilakukan secara terbuka dan besar-besaran.
Tujuannya memberikan ruang partisipasi publik sec. Tdk terbatas melalui akses laman. Metode daring ini memiliki daya jangkau yang luas, melewati batas-batas fisik kampus dan negara.
Lanjut
MOOCs menyediakan pula forum pengguna interaktif yang membantu komunitas antara dosen-mahasiswa atau guru-siswa.
Program ini dirancang agar memungkinkan peminat untuk terus belajar pada era digital saat ini dan pada masa mendatang.
Munculnya perguruan tinggi asing di Indonesia, dengan beberapa syarat tidak bisa dihindari.
Karena sesuai dengan General Agreement on Trade in Servivices (GATS) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Ada beberapa perguruan Tinggi Asing Univ
Cambridge, Univ Melbourne dan Univ
Queensland.
Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Kaum muda muslim antara umur 15-24 tahun cenderung menolak radikalisme dan ekstremisme.
Hasil penelitian ini menerangkan ada fenomena
hibrida identitas
yang relatif dominan sedang terjadi pada kaum muda muslim pada era sekarang ini.Hibrida identitas
merupakan proses persilangan berdasarkan dinamika dan interaksi sosial-politik-keagamaan yang mereka alami dengan lingkungan sosialnya.Lembaga pendidikan dan pemahaman keagamaan baik dari keluarga, lembaga formal maupun informal, internet, media sosial, menunjukkan persilangan nilai-nilai identitas yang saling mempengaruhi.
Diskusi / Tugas Mahasiswa
1. Menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda di era global
2. Tokoh/Pahlawan/Negarawan yang menginspirasi
generasi muda dalam berkarya untuk bangsa, negara dan agama.
3. Ipteks bebas nilai atau tidak bebas nilai
4. Hubungan negara dan agama di Indonesia
B. Istilah Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Kewargaan Negara berasal dari istilah Civic Education / Citizenship Education (bentuk Pendidikan yg ditujukan utk membentuk karakter warga negara), ada yang menyebut sebagai democracy education.
Perkembangan Istilah di tingkat Global Di Amerika Serikat disebut Civics Education Di Inggris disebut Citizenchip Education
Di Australia dikenal dengan Civics Sosial Studies Di Timur Tengah disebut Tarbiyatul watoniyah Di Indonesia disebut Pend. Kewarganegaraan
Beberapa definisi Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan (menurut Cholisin) menyatakan
Pendidikan kewarganegaraan sebagai Pendidikan politik yg focus materinya peranan WN dalam kehidupan berbangsa yg kesemuanya diproses dlm rangka untuk membina peranan tersebut sesuai dg ketentuan Pancasila dan UUD 1945 agar dapat menjadi WN yg dapat diandalkan.
Pendidikan kewarganegaraan (menurut Sapriya) menyatakan Pendd Kewarganegaraan lebih dikenal sebagai program Pendidikan untuk membangun karakter WN dengan tujuan akhir agar menjadi WN yang cerdas dan baik (to be smart and good citizen)
Menurut Zamroni
Pendidikan Kewarganegaraan adalah Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berfikir kritis dan bertindak demokratis melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi muda, kesadaran bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat.
Menurut Mansoer
Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia merupakan pendidikan kebangsaan dan kewarganegaraan yang berhadapan dengan keberadaan NKRI, demokrasi, HAM, dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat madani Indonesia dengan menggunakan filsafat Pancasila sebagai pisau analisisnya.
Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia;
Filsafat Pancasila (1970), Pend. Civic dan Hukum (1973), Pend Moral Pancasila (1975-1984), Pendd. Kewiraan (1989- 1999), Pendidikan kewarganegaraan (2000)
C. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
• Dlm UU No 12 Tahun 2012 tentang System Pendidikan Nasional bahwa Pndd Kewarganegaraan (PKn) untuk membentuk WN yg memiliki rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air.
• PP No. 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan:
menyatakan bahwa PKn dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yg memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila berdasarkan UUD 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen NKRI.
• Berdasarkan Kepts. Dirjen Dikti N0. 43/Dikti/Kep 2006, tujuan Pendd. Kewarganegaraan dirumuskan dalam visi, misi dan kompetensi:
Visi Pendd. Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi, guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya. Sebagai generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual, religius, berkeadaban, berkemanusiaan dan cinta tanah air dan bangsa.
Misi Pendd. Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
D. Kompetensi diartikan
Sebagai seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas.
Kompetensi Dasar terdiri dari 3 jenis
1. Kecakapan dan kemampuan penguasaan pengetahuan yang terkait dengan materi inti.
2. Kecakapan dan kemampuan mengartikulasikan ketrampilan warga negara seperti kemampuan berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan publik.
3. Kecakapan dan kemampuan sikap warga negara antara lain pengakuan kesetaraan, toleransi dan kebersamaan.
Ketiga kompetensi tsb diartikulasikan o/ mhsw
u/mengadakan pembelajaran demokrasi menuju
masy. madani.
Sikap mental dan perilaku peserta didik yang diharapkan ;
1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin
3. Bersikap rasional, dinamis dan sadar hak dan kewajiban
4. Bersikap profesional
5. Aktif memanfaatkan iptek.
Visi Unissula
Melahirkan generasi khaira ummah, mengembangkan
ipteks, membangun kesejahteraan masyarakat dan
mengembangkan peradaban Islam menuju masyarakat
madani yang di ridhoi Allah SWT.
Ciri-ciri “Khaira Ummah”
Dalam Al Qur’an Surat Ali Imron : 110
Artinya : Kamu adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada ALLah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka;
diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik.
Misi Unissula
Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berorientasi pada kualitas dan kesetaraan universal dengan :
1. Merekonstruksi dan mengembangkan Ipteks dilandasi ajaran Islam.
2. Mendidik dan mengembangkan sumber daya insani pada semua strata penddk tinggi.
3. Mengembangkn gagasan, kegiatan dan kelembagaan sesuai dengan pengembangn dan rekonstruksi ilmu.
4. Berperan aktif dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan peradaban Islam menuju masyarakat madani yang diridhoi Allah.
BAB II
IDENTITAS Dan INTEGRASI NASIONAL A. Pengertian Identitas Nasional
• Identitas berarti : Ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain.
• Pengertian antropologis Identitas adalah : sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan, kelompok, komunitas atau negara sendiri.
• Kata “nasional” menunjuk pada kelompok2 yang
lebih besar yang diikat oleh kesamaan, baik fisik
(budaya,agama, bahasa) maupun non fisik
(keinginan, cita-cita dan tujuan).
Identitas nasional adalah :
Manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.
(Kunto Wibisono)
Nasional Konsep
Nasionalisme
Nasionalisme Ideologi Kebangsaan
B. Parameter Identitas Nasional adalah :
Suatu ukuran atau patokan yang dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu adalah menjadi ciri khas suatu bangsa.
Parameter Identitas Nasional :
1. Pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas sehari-hari.
2. Lambang-lambang dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa.
3. Alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan, teknologi dan peralatan manusia.
4. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa.
BAB XV. BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN
ATRIBUT KENEGARAAN
⚫ Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih (Pasal 35)
⚫ Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia (Pasal 36)
⚫ Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Pasal 36A) **
⚫ Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya (Pasal 36B) **
42
C. Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional Berdasarkan parameter sosiologis :
a. Suku bangsa : gol sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir).
b. Kebudayaan : termasuk kesenian, iptek dan adat istiadat.
c. Bahasa : adalah merupakan keistimewaan manusia khususnya dalam kehidupan bersama dalam
masyarakat.
d. Kondisi geografis : merupakan identitas yang
bersifat alamiah. Suatu bangsa akan mendpt
pengaruh dari kedudukan geografis wilayah
negarannya.
D. Pembidangan Identitas Nasional
Pertama, Identitas Fundamental, yakni Pancasila sebagai falsafah bangsa , pandangan hidup dan Sbg etika politik.
Kedua, Identitas Instrumentalia, meliputi UUD 1945 Bahasa Indonesia sbg bhs persatuan, Garuda
Pancasila sbg Lambang Negara, Sang Merah Putih sbg bendera negara, Bhineka Tunggal Ika sbg semboyan negara, Indonesia Raya sbg lagu kebangsaan.
Ketiga, Identitas Alamiah yg meliputi Indonesia
sbg negara kepulauan dan kemajemukan terhdp
Suku, budaya dan agamanya
E. Makna dan Pentingnya Integrasi 1. Pengertia Integrasi
Integrasi memiliki 2 (dua) pengertian:
a. Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan social dlm suatu system social tertentu,
b. Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.
Mengintegrasikan berarti menyatukan unsur-unsur yang ada.
Menurut KBBI kata Integrasi mempunyai arti
• pembaruan atau penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang bulat dan utuh.
• Berintegrasi artinya berpadu (bergabung supaya menjadi kesatuan yang utuh)
• Mengintegrasikan berarti membuat untuk atau menyempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang semula terpisah- pisah.
Menurut Howard Wrigins: integrasi bangsa berarti penyatuan bangsa bangsa yang berbeda dari suatu Masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat2 kecil yang banyak menjadi satu bangsa.
Nazarudin Zamsudin menyatakan integrasi bangsa dapat dilakukan dengan dua strategi kebijakan:
• Policy assimilasions adalah pembaruan dua kebudayaan yg disertai dg hilangnya ciri khas kebudayaan asli shg membentuk kebudayaan baru.
• Policy bhinneka Tunggal ika, dengan cara menciptakan kesetiaan nasional tanpa menghapuskan kebudayaan local.
Pada prinsipnya segala unsur perbedaan yang ada memiliki kesempatan untuk hidup dan berkembang. Jadi integrasi nasional diwujudkan dg tetap menghargai perbedaan dlm Masyarakat.
• Integrasi umumnya menjadi tugas pertama dan utama bagi negara bangsa yg baru Merdeka.
Lanjut
• Integrasi umumnya menjadi tugas pertama dan utama bagi negara bangsa yg baru Merdeka.
• Ditinjau dari keragaman etnik dan ikatan primordial inilah Pembangunan integrasi bangsa menjadi semakin penting
• Membangun integrasi nasional bagi suatu negara mencakup dua masalah pokok:
a. Bagaimana membuat rakyat mengakui dan patuh thp tuntutan2 negara
b. Bagaimana meningkatkan consensus normative yg mampu mengatur perilaku politik setiap anggota Masyarakat.
Lanjut
• Pembentukan dan kesepakatan bangsa Indonesia atas sejumlah identitas nasional sec relative tidak menimbulkan pertentangan yg serius.
• Neg bangsa Indonesia berhasil dlm menentukan beberapa bentuk identitas nasionalnya seperti; Bahasa Indonesia, lambing, semboyan, lagu nasional, bendera nasional yg dituangkan dlm UUD 1945 dan peraturan lainnya.
Contoh: Lambang dan semboyan negara diatur dg PP No 66 Tahun 1951, bendera sang merah putih diatur dlm PP No. 40 Tahun1958, Lagu kebangsaan Indonesia Raya diatur dlm PP No 44 Tahun 1958.
Menurut Eka Darma Putra Identitas yg telah ada dan mampu menciptakan persatuan adalah ideologi Bersama yakni Pancasila, sebagai ideologi Bersama yg mampu menyatukan perbedaan dari berbagai golongan Masyarakat Indonesia.
Cliffort Geertz menyebutkan tentang dilema antara Demokrasi dan Integrasi
Demokrasi diperlukan karena dianggap cara terbaik untuk memberikan hak-hak rakyat sebagai pemilik negara.
Integrasi diperlukan agar eksistensi bangsa sebagai salah satu tujuan mendirikan negara bisa terjamin.
Tetapi antara demokrasi dan integrasi mengandung bibit pertentangan satu sama lain.
Demokrasi menuntut penenggangan terhadap setiap perbedaan yang bersumber pada primordialisme sedang,
Integrasi cenderung mengiliminir berbagai ikatan kelompok primordial dan mengarahkan pada penyatuan yang menuntut otoritarianisme yang merupakan lawan dari demokrasi.
33
BAB III
UUD NKRI Tahun 1945 SEBAGAI KONSTITUSI NEGARA A. Konstitusionalisme.
• Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yg terdiri dari atas unsur rakyat (penduduk), wilayah dan pemerintah.
• Negara yg demokratis suatu pemerintahan yg baik adalah pemerintah yg dpt menjamin sepenuhnya kepentingan rakyat serta hak-hak dasar rakyat.
• Pemerintah dlm menjalankan kekuasaannya perlu dibatasi agar kekuasaan tdk disalah gunakan, tdk sewenang-2 serta benar-2 untuk kepentingan rakyat ( Lord Acton mengatakan
“power tends corrupt and absolutpower corrups absolutely”).
• Untuk mewujudkan neg yg demokratis dituangkanlah aturan tersebut ke dalam konstitusi (hukum dasar atau UUD)
• Gagasan bahwa kekuasaan negara hrs dibatasi serta hak-hak dasar rakyat dalam suatu konstitusi negara dinamakan Konstitusionalisme
Pengaruh Islam terhadap konstitusionalisme
Konstitusionalisme adalah ajaran / paham yang menghendaki adanya pembatasan dan pembedaan kekuasaan
Nabi Muhammad SAW merancang Piagam Madinah (Dustur al-Madaniyah) berdasarkan perjanjian antara kaum Anshar, Muhajirin, dan Yahudi yang memberikan kekuasaan terbatas kepada Nabi sebagai Kepala Negara
Ajaran Islam berpengaruh terhadap perkembangan hukum di Barat melalui Perang Salib di antaranya terhadap Magna Charta 1215
Sistem hukum Islam diadopsi oleh Inggris dan menjadi sistem Anglo Saxon yang berdasarkan prinsip Rule of Law
Konstitusi setiap negara berisi dua hal pokok:
1. Membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa agar tidak bertindak sewenang-wenang terhadap warganya.
2. Menjamin hak-hak dasar dan kebebasan warga negara
Jadi negara konstitusional adalah negara yang menjalankan ke dua hal pokok tersebut.
B Konstitusi Negara
• Konstitusi berasal dari istilah bhs Perancis “Constituer” yg artinya membentuk
• Konstitusi adalah peraturan dasar (awal) mengenai pembentukan negara.
• Pengertian konstitusi dalam praktek dapat bererti lebih luas dari pada pengertian UUD, tetapi ada juga yg menyamakan dengan pengertian UUD, karena pengaruh paham kodifikasi yang menghendaki agar semua peraturan hk tertulis demi mencapai kesatuan hk, kesederhanaan dan kepastian hukum.
Lanjut
Istilah Undang-undang Dasar di Indonesia merupakan terjemahan dari istilah grondwet , yang dalam kepustakaan Belanda selain grondwet juga dipergunakan istilah contitutie . kedua istilah tersebut menurut Sri Sumantri mempunyai arti yang sama.
Konstitusi adalah peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis, sedangkan UUD merupakan bagian tertulis dalam konstitusi.
Walaupun demikian tidak ada konstitusi yang memasukkan semua peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintahan, karena konstitusi hanya memuat prinsip-prinsip pemerintahan yang fundamental saja.
Karakteristik yang demikian agar tidak mudah diubah karena perkembangan zaman dan masyarakat.
Fungsi Konstitusi
1. Fungsi penentu dan pembatas kekuasaan organ negara
2. Fungsi pengatur hubungan antar organ negara
3. Fungsi pengatur hubungan antar organ negara dan warga negara
4. Fungsi pemberi atau sumber legitimasi terhadap kekuasaan negara ataupun penyelenggaraan kekuasaan negara
5. Fungsi penyalur atau pengalih kewenangan dari
sumber-sumber kekuasaan yang asli (rakyat atau
Raja) kepada organ negara
Fungsi Konstitusi
6. Fungsi simbolik sebagai pemersatu (symbol of unity)
7. Fungsi simbolik sebagai rujukan identitas dan keagungan kebangsaan (identity of nation)
8. Fungsi simbolik sebagai pusat upacara (center of ceremony)
9. Fungsi sebagai sarana pengendalian masyarakat (social control)
10. Fungsi sebagai sarana perekayasaan atau
pembaharuan masyarakat (social engineering /
social reform)
lanjut
Dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan bahwa :“Undang Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar negara itu”.
Konstitusi dan konstitusionalisme saat ini merupakan keniscayaan bagi setiap negara modern. Basis pokoknya adalah kesepakatan umum atau consensus diantara mayoritas rakyat mengenai pranata yg ideal dalam suatu negara.
Konsensus yg menjamin tegaknya konstitusionalisme negara modern bersandar pada 3 elemen kesepakatan (consensus)
1. Kesepakatan tentang tujuan dana cita-cita Bersama (the general goal of society or general acceptance of the same philosophy of goferenment)
2. Kesepakatan tentang the rule of law sbg landasan pemerintahan atau penyelenggaraan negara (the basis of government)
3. Kesepakatan tentang bentuk institusi-2 dan prosedur ketatanegaraan (the form of institution and procedure)
C. Konstitusi yang Pernah Berlaku dan Sedang Berlaku di Indonesia.
Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga sekarang Indonesia telah berlaku tiga macam UUD dalam empat periode yaitu sbb:
1. Periode 18 Agustus 1945-27 Desember 1949 menggunakan UUD NRI Tahun 1945 (Asli)
2. Periode 27 Desember 1949-17 Agustus 1950 menggunakan KRIS 1949
3. Periode 17 Agustus 1950- 5 Juli 1959 menggunakan UUDS 1950
4. Periode 5 Juli 1959-1999 Kembali ke UUD NRI Tahun 1945 (sekarang menggunakan UUD NRI Tahun 1945 Hasil Perubahan tahun 1999, th 2000, th 2001, th 2002)
D. PERUBAHAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
Diawali Dengan Adanya Tuntutan Reformasi al;
1. Perubahan UUD 1945
2. Penghapusan Doktrin Dwi Fungsi ABRI
3. Penegakan Supremasi Hk, penghormatan HAM dan pemberantasan KKN
4. Otonomi Daerah, desentralisasi hubungan Pusat dan Daerah 5. Mewujudkan Kebebasan Pers
6. Mewujudkan kehidupan demokrasi.
UUD 1945 Sebelum Perubahan Terdiri atas:
Pembukaan
Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 49 ayat, 4 pasal Aturan Peralihan, 2 ayat Aturan Tambahan dan Penjelasan
Latar Belakang Perubahan UUD 1945
1. Kekuasaan yang tertinggi di tangan MPR 2. Kekuasaan yang sangat besar pada Presiden
3. Pasal-pasal yg terlalu ”luwes” shg dpt menimbulkan multi tafsir
4. Kewenangan pada Presiden mengatur hal2 penting dengan UU
5. Rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara belum cukup di dukung ketentuan konstitusi
Dasar Hukum Perubahan UUD 1945 Pasal 3, Pasal 37 dan
Ketetapan MPR No. IX/MPR/1999
Tujuan Perubahan UUD 1945
Menyempurnakan aturan dasar, mengenai:
1. Tatanan negara dalam mencapai tujuan nasional dan memperkokoh NKRI berdasarkan Pancasila
2. Mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat 3. Perlindungan HAM
4. Penyelenggaraan Negara secara demokratis antara lain mmelalui pembagian kekuasaan secara tegas.
5. Hal-hal lain sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa
Naskah yg menjadi obyek perubahan: Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yg ditetapkan pada tanggal 18 Agustusn1945 dan diberlakukan kembali pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh DPR sebagaimana tercantum dalam Lembaran Negara Nomor 75 Tahun 1959
Proses perubahan diawali dengan adanya:
• Sidang Istimewa MPR RI 1998 : diterbitkan tiga Ketetapan MPR
• Tiga Ketetapan tsb tidak secara langsung merubah UUD 1945 tetapi telah menyentuh materi muatan UUD 1945
• Tiga Ketetapan MPR tsb mendorong kehendak
melakukan perubahan UUD 1945 mulai dari
masyarakat, pemerintah , dan kekuatan sosial politik,
termasuk partai politik.
Tiga Ketetapan MPR Pada Sidang Istimewa MPR RI 1998
1. Ketetapan MPR No. VIII/MPR/1998 tentang Pencabutan TAP MPR No. IV/MPR/1983 tentang Referendum.
2. Ketetapan MPR No. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
3. Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang
HAM, ketetapan ini menyempurnakan ketentuan
HAM yg terdapat dalam UUD 1945, seperti Pasal
27, Pasal 28, Pasal 29 ayat (2)
Kesepakatan Dasar Perubahan UUD 1945
1. Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945 2. Tetap mempertahankan NKRI
3. Mempertegas sistem presidensiil
4. Penjelasan UUD 1945 yg memuat hal-hal normatif, akan dimasukkan dalam pasal-pasal
5. Melakukan perubahan dengan cara adendum
Pembukaan UUD 1945 : Memuat dasar filosofis dan normatif yg mendasari seluruh pasal dlm UUD 1945. Pembukaan mengandung staatsidee berdirinya NKRI, tujuan negara yang harus dipertahankan
Lanjut
Kesepakatan untuk mempertahankan NKRI didasari pertimbangan bahwa negara kesatuan adalah bentuk yg ditetapkan sejak awal berdirinya negara Indonesia dan dipandang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan bangsa yg majemuk ditinjau dari berbagai latar belakangnya.
Kesepakatan mempertegas sistem presidensiil
bertujuan untuk memperkukuh sistem pemerintahan yg
stabil dan demokratis yg dianut oleh Negara Republik
Indonesia dan pada tahun 1945 telah dipilih oleh para
pendiri negara.
Lanjut
Peniadaan Penjelasan dimaksudkan menghindarkan kesulitan dlm menentukan status Penjelasan dari sisi sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang- undangan. Penjelasan bukan produk BPUPK dan PPKI.
Perubahan dg cara adendum artinya perubahan
dilakukan dg tetap mempertahankan naskah asli dan
naskah perubahan-perubahan UUD 1945 diletakkan
melekat pada naskah asli
Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Rangka Disiplin Berkonstitusi
• Nama Resmi Konstitusi adalah : Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pasal II Aturan Tambahan )
• Dengan menggunakan Istilah Perubahan bukan Amandemen, sebagaimana digunakan dalam; BAB XVI PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR (Pasal 37)
• Perubahan dilakukan dengan cara addendum yaitu
naskah asli UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945 dibiarkan utuh sementara naskah perubahan
diletakkan (ditambahkan) setelah naskah asli.
NASKAH RESMI UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah (Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun 2002 Sebagai Naskah Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opini)
Naskah Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Umum MPR Tahun 1999)
Naskah Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2000)
Naskah Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2001)
Naskah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2002)
Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (sebagaimana tercantum dalam Lembaran Negara Nomor 75 Tahun 1959)
2
BAB IV
KONSEPSI WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA
A.Pengertian Warga Negara
• Masyarakat suatu negara dapat dibedakan atas penduduk dan bukan penduduk.
• Penduduk adalah warga negara dan orang asing yang berada dalam wilayah suatu negara.
• Bukan penduduk untuk menunjuk kepada warga negara suatu negara yang berada di luar wilayah negara.
• Orang yang berstatus sebagai warga negara akan memiliki hubungan hukum yang lebih berakses dengan negaranya sendiri dibanding orang asing.
Warga Negara adalah warga atau anggota dari suatu negara.
WN merupakan anggota suatu persekutuan yg didirikan atas kekuatan bersama, dilaksanakan atas tanggungjawab bersama dan ditujukan utk kepentingan bersama.
BAB X. WARGA NEGARA DAN PENDUDUK
Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu
dengan tidak ada kecualinya [Pasal 27 (1)]
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan [Pasal 27 (2)]
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang (Pasal 28)
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara [Pasal 27 (3)**]
36
WARGA
NEGARA DAN PENDUDUK
warga negara ialah orang-orang
bangsa Indonesia asli dan orang- orang bangsa lain yang disahkan dengan undang- undang sebagai warga negara [Pasal 26 (1)]
Penduduk ialah warga negara
Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia
[Pasal 26 (2)**]
B. Asas-asas Kewarganegaraan
Pada dasarnya dapat ditentukan melalui tiga asas, yaitu;
1. Asas keturunan (ius sanguinis) 2. Asas tempat kelahiran (ius soli) 3. Asas Campuran
• Penggunaan asas ius sanguinis adalah cara penentuan kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan, pokok standarnya adalah kewarganegaraan orang tuanya.
• Penggunaan asas ius soli tolok ukurnya terletak pada daerah atau negara tempat seseorang dilahirkan. (di Indonesia diberlakukan terbatas bg anak-anak)
Penentuan kewarganegaraan atas ketiga asas tsb. Akan memunculkan 2 stelsel yaitu :
stelsel aktif dan stelsel pasif.
Stelsel Aktif :
seseorang yang hendak mendapatkan kewarganegaraannya untuk melakukan tindakan aktif dalam bentuk tindakan hukum tertentu.
Stelsel Pasif :
seseorang dengan sendirinya dianggap sbg warga neegara tanpa melakukan suatu tindakan hukum tertentu.
Ada instrumen hukum lain : Hak Opsi dan Hak Repudiasi.
Hak Opsi biasanya muncul pada stelsel aktif untuk memilih kewarganegaraan.
Hak Repudiasi biasanya muncul pada stelsel pasif yaitu hak untuk menolak suatu kewarganegaraan.
Penggunaan asas tsb memunculkan beberapa problem hukum berupa; Apatride, Bipatride dan Multipatride
C. Warga Negara Indonesia
UUD Negara RI Tahun 1945 Pasal 26 ayat (1)
Yang menjadi warga negara ialah orang-orang
bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(Pasal 2 UU No. 12 Tahun 2006)
Warga Negara Indonesia menurut Pasal 2 UU No. 12 Th 2006 sbb;
1. Setiap orang yg berdasarkan perat. perUUan dan/atau
berdasarkan Perjanjian Pemerintah RI dg negara lain sudah menjadi WNI;
2. Anak yg lahir dari perkawinan yg sah dari seorang ayah dan ibu WNI;
3. Anak yg lahir dari perkawinan yg sah dari seorang ayah WNI dg Ibu berkewarganegaraan asing;
4. Anak yang lahir dari perkawinan yg sah dari seorang ayah ber kewarganegaraan asing dan ibu yang WNI;
5. Anak yang lahhir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak mempunyai KeWNan;
6. Anak yang lahir dlm tenggang waktu 300 hr setelah
ayahnya meninggal dunia dari perkawinan sah dan ayahnya WNI;
7. Anak lahir di luar perkawinan yg sah dari ibu WNI;
8. Anak lahir di luar perkawinan yg sah dari ibu WNA yang diakui oleh ayah WNI sbg anaknya dan pengakuan itu dilakukan sblm anak tersebut berusia 18 th atau belum kawin;
9. Anak lahir di wilayah RI yg pada waktu lahir tidak jelas status keWNan ayah dan ibunya.
D.
Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia (UU No. 12 Tahun 2006)
* Kelahiran (Pasal 4 huruf b, c, d, e, f, g, h, l)
* Perkawinan (Pasal 19)
* Pengangkatan (Pasal 21)
* Dikabulkannya Permohonan (Pasal 4 huruf m)
* Pewarganegaraan (Pasal 8 dan Pasal 9)
* Penghargaan (Pasal 20)
Mekanisme Memperoleh KeWNan RI Melalui
Pewarganegaraan hrs memenuhi persyaratan sbb :
a. Telah berusia 18 th atau sudah kawin;
b. Sdh bertempat tinggal di wilayah negara RI paling singkat 5 th berturutan, atau paling sedikit 10 th tidak berturutan;
c. Dapat berbahasa Indonesia, mengakui dasar negara Pancasila, dan UUD negara RI Tahun 1945;
d. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yg diancam pidana penjara 1 tahun atau labih;
e. Tidak menjadikan berkewarganegaraan ganda;
f. Mempunyai pekerjaan tetap;
g. Membayar uang ke kas negara.
E. Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
WNI dapat kehilangan kewarganegaraan Jika;
a. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;
b. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan kesempatan ada;
c. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya atas permohonannya sendiri;
d. Masuk dinas tentara asing tanpa ijin terlebih dahulu dari Presiden;
e. Secara sukarela masuk dinas negara asing;
f. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat kenegaraan untuk suatu keperluan negara asing dsb.
BAB V
DEMOKRASI, NEGARA HUKUM DAN HAM
A. DEMOKRASI
1. Ada 3 konsepsi Dasar Dalam Penyelenggaraan Negara yang saling terkait
• Untuk Melindungi HAM Negara harus dibangun atas prinsip NEGARA HUKUM
• Pemerintah berkuasa atas mandat rakyat untuk melindungi HAM
• Agar Negara Hukum bermakna, maka sistem
politik yang dibangun adalah sistem politik yang
DEMOKRATIS.
Untuk membentuk sebuah pemerintahan yang demokratis diselenggarakannya pemilihan umum.
Pemilu dapat dikatakan aspiratif dan demokratis apabila memenuhi beberapa persyaratan:
1. Pemilu harus bersifat kompetitif artinya peserta pemilu harus bebas dan otonom.
2. Pemilu diselenggarakan secara berkala yaitu harus
diselenggarakan secara teratur dengan jarak waktu yang jelas.
3. Pemilu harus inklusif artinya semua kelompok masyarakat harus memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. Tidak ada satupun yang diperlakukan secara diskriminatif.
4. Pemilu harus diberi keleluasaan untuk mempertimbangkan dan mendiskusikan alternatif pilihannya dalam suasana bebas, tidak dibawah tekanan dan akses informasi yang luas.
2. Hubungan Negara Hukum Dan Demokrasi
a. Tampak dari Munculnya istilah Demokrasi Konstitusional dan Negara Hukum
Demokrasi (Demokratiche Rechtstaat)
b. Demokrasi tanpa Hukum akan kehilangan bentuk dan arah
c. Hukum tanpa Demokrasi akan kehilangan
makna
Membahas konsep Negara Hukum inklusif
didalamnya membahas HAM, karena salah satu
ciri negara hukum adalah perlindungan HAM,
Membahas konsep Demokrasi inklusif di
dalamnya membahas HAM, karena kualitas
demokrasi akan nampak pada pengakuan dan
perlindungan, penegakan, peradilan HAM pada
suatu negara
Jadi Ciri Negara Hukum Yang Demokratis akan nampak pada; Penghormatan, perlindungan, pengakuan, pemajuan, pemenuhan dan penegakan HAM.
3. Pengertian Demokrasi menurut Henry B Mayo :
Demokrasi sebagai sistem politik merupakan suatu
sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum
ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang
diawasi secara efektif oleh rakyat dlm pemilihan2
berkala yg didasarkan atas prinsip kesamaan politik
dan diselenggarakan dlm suasana terjaminnya
kebebasan politik.
4. Jenis Demokrasi dan Nilai Demokrasi a. Jenis Demokrasi
#Demokrasi Langsung (direct democracy), sulit dilaksanakan dan sifatnya menjadi terbatas.
#Demokrasi Tidak Langsung (indirect
democracy) atau demokrasi perwakilan
(representatif democracy)
b. Nilai Demokrasi menurut Henry B Mayo :
1. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga,
2. Menjamin terselenggaranya perub. Secara damai dlm masyarakat yg sedang berubah,
3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara reratur,
4. Membatasi pemakaian kekerasan,
5. Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman,
6. Menjamin tegaknya keadilan.
5. Lembaga-lembaga pelaksana demokrasi
1. Pemerintahan yg bertanggungjawab.
2. Lembaga perwakilan yg mewakili gol dan kepentingan dalam masyarakat.
3. Partai / organisasi politik.
4. Pers yang bertanggungjawab.
5. Sistem peradilan yang bebas.
Lima Karakteristik Warga Negara Yang Demokratis
a.Rasa hormat dan tanggun jawab (dlm masyarakat plural)
b. Bersikap kritis
c. Membuka diskusi dan dialog d. Bersikap terbuka
e. Rasional,adil dan jujur.
Nurcholis Madjid dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2003) menyatakan adanya tujuh norma atau pandangan hidup demokratis, sebagai berikut :
1. Kesadaran akan pluralisme 2. Prinsip musyawarah
3. Adanya pertimbangan moral
4. Permufakatan yang jujur dan adil 5. Pemenuhan segi-segi ekonomi 6. Kerjasama antar warga
7. Pandangan hidup demokrasi sebagai undsur yang menyatu dengan sistem pendidikan
6. Prinsip dan Karakter Tata Pemerintahan yang baik (good governance)
1. Berlandaskan demokrasi,
2. Memiliki orientasi pelayanan publik, 3. Wawasan ke depan,
4. Transparansi dan Akuntabel, 5. Profesional, kompetensi,
6. Mengundang partisipasi masyarakat, 7. Menjunjung tinggi supremasi hukum, 8. Efisien dan efektif,
9. Menekankan desentralisasi wewenang
10. Kemitraan dengan dunia usaha swasta
Demokrasi akan subur bila ditopang oleh tingkah laku demokratik yang meliputi :
•Berbeda pendapat
• Kesiapan untuk kalah
• Kesiapan bersaing secara jujur
•Sikap damai
B.KONSEP NEGARA HUKUM
▪ Terjemahan dari rechtsstaat sering dipersamakan dengan the rule of law
▪ Istilah rechtsstaat banyak dipergunakan di negara-negara Eropa Kontinental (Jerman, Belanda dll)
▪ Istilah the rule of law banyak dipergunakan di negara-negara anglo saxon (AS, Inggris)
▪ Jadi Negara / pemerintah berdasar atas hukum.
Elemen Penting dari negara hukum (rechtsstaat) (FJ. Stahl)
• Mengakui dan melindungi HAM
• Pembagian kekuasaan
• Pemerintah berdasarkan atas UU
• Pengadilan Administrasi Negara
Elemen Penting dari negara hukum (the rule of law) A.V. Dicey
• Supremasi Hukum
• Adanya persamaan di depan hukum
• Mengakui dan melindungi HAM
Konsep Negara Hukum yang dinamis atau konsep Negara Hukum Material sebagaimana dirumuskan International Comission of Jurist pada Konferensi di Bangkok pada tahun 1965 ;
1. Perlindungan konstitusional
2. Adanya badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak
3. Adanya pemilihan umum yang bebas
4. Adanya kebebasan menyatakan pendapat
5. Adanya kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi
6. Adanya pendidikan kewarganegaraan
Konsep Negara Hukum Nomokrasi Islam :
1. Sumbernya Al Qur’an dan Hadits 2. Kekuasaan sebagai amanah
3. Musyawarah 4. Persamaan 5. Keadilan
6. Pengakuan dan Perlindungan HAM 7. Peradilan yang bebas
8. Perdamaian 9. Kesejahteraan
10. Ketaatan rakyat pada sumber tertinggi Al
Qur’an dan Hadits.
Konsep Sosialis Legality
a. sumber pada paham komunis yang menempatkan hak sebagai alat
mewujudkan sosialisme dengan
pengkebirian hak-hak perseorangan.
b. Sifatnya sekuler, kolektivisme, atheis
dan anti nilai-nilai transendental.
Konsep Negara Hukum Pancasila
a) Ada hubungan antara Agama dan negara
b) Bertumpu pada Ketuhanan YME c) Kebebasan beragama dalam arti
positif
d) Menolak atheisme dan komunisme, adanya asas kekeluargaan dan
kerukunan
Ciri-ciri Negara Hukum Pancasila
1. Keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat berdasar asas kerukunan
2. Hubungan fungsional yang proposional antara kekuasaan-kekuasaan negara
3. Prinsip penyelesaian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan sarana yang terakhir
4. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Konsep Negara Hukum Dalam UUD 1945
Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945 : Negara Indonesia adalah negara hukum
Pasal 28I Ayat (5) UUD 1945 : Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi mansia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Maknanya bahwa negara hukum Indonesia menyerap prinsip rechstaat dan the rule of law. Prinsip negara hukum yang demokratis dalam UUD 1945 meliputi:
a. Prinsip kedaulatan rakyat;
b. Prinsip supremasi hukum;
c. Prinsip pemisahan kekuasaan;
d. Prinsip pemerintahan berdasarkan peraturan perundangan;
e. Prinsip kekuasaan kehakiman yang bebas;
f. Prinsip pemilu yang jurdil;
g. Prinsip jaminan HAM;
h. Prinsip jaminan kesejahteraan sosial;
i. Pengakuan dan penghargaan terhadap nilai-nilai agama, budaya, moral, akhlak mulia, dan hukum adat berikut hak-hak tradisionalnya dalam pembentukan hukum, penyelenggaraan hukum dan penegakan hukum.
Demokrasi pancasila dapat diartikan secara luas maupun sempit, sebagai berikut.
1. Secara luas demokrasi pancasila berarti
kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai- nilai Pancasila dalam bidang politik, ekonomi dan sosial.
2. Secara sempit demokrasi Pancasila berarti
kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakialan.
C. Hak Asasi Manusia
a. Definisi HAM
Hak asasi diartikan sebagai : hak dasar atau hak pokok. HAM sering juga disebut sebagai hak kodrat, hak dasar manusia dan hak kodrat.
Kuncoro Purbopranoto mengartikan HAM sebagai hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya, yang tidak dapat dipisahkan dari harkatnya dan karena itu bersifat suci.
Dalam UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM, menyatakan bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabatnya.
HAM dalam pandangan Islam,
Hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia, Oleh al-Syatibi dalam al-Munafaqot yaitu:
Hak dasar tentang: agama (din), jiwa (nafs),
kehormatan (‘irdh), keturunan (nasl) dan harta (mal).
Oleh Ali Yafie konsep tersebut ditambah dengan konsep
menjaga lingkungan (hifz al-biah). Dengan ditambahnya hak dasar menjadi enam, maka kemudian disebut al-daruriyyatal- sitt.
Prinsip HAM tersebut oleh individu maupun negara wajib menghormatinya.
b. Lahirnya HAM
• Dalam sejarahnya manusia mengalami pertentangan, sengketa dan konflik yang memperebutkan sumber-sumber ekonomi, sosial dan politik.
• Muncul kesepakatan untuk mengatur masyarakat agar tidak menindas, memperbudak dan sewenang-wenang terhadap individu dan kelompok masyarakat.
• Aturan kesepakatan tersebut dirumuskan dalam banyak bentuk sesuai dengan konteks yang melingkupi aturan bersama tersebut yaitu;.
1. Piagam Madinah pada abad ke-7, merupakan dokumen tertulis pertama dalam sejarah yang memuat prinsip dasar HAM.
Piagam Madinah dalam teks aslinya disebut dengan kata al- shahifah. Muatan utamanya adalah, pembinaan persatuan dan kesamaan, keamanan dan perluasan wilayah, hukum dan kebebasan beragama, damai, sanksi dan perang.
2. Magna Charta Tahun 1215 di Inggris ditanda tangani oleh raja John Lackland dengan sejumlah bangsawan. Magna Charta
berisi pembatasan kekuasaan absolut dari raja dan mulai dapat dipertanggungjawabkan di muka umum.
3. Bill of Rights 1689, yang berisi bahwa manusia sama di muka hukum (equality before law). Piagam ini melahirkan asas
persamaan.
4. The French Declaration 1789, melahirkan dasar The Rule of Law, yang antara lain berisi larangan penangkapan dan
penahanan yang semena-mena.
5. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) Tahun 1948 oleh PBB. Deklarasi ini sebagai manifesto moral, yang memiliki pengaruh luas, memberi inspirasi, menjadi bahan pertimbangan dan menjadi bahan pendidikan
c. Instrumen HAM
Para ahli biasa membagi tahap perkembangan hak asasi manusia dalam tiga generasi, sesuai dengan pengelompokan menurut
bidang-bidang yang dianggap memiliki kesamaan;
HAM generasi pertama mencakup hak-hak sipil dan politik.
HAM generasi kedua mencakup hak-hak di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
HAM generasi ketiga, mencakup hak-hak yang bersifat individual dan kolektif, termasuk di dalamnya konsep tentang hak atas pembangunan (right to development)
Jimly Asshiddiqie menambahkan HAM generasi keempat yang berkaitan dengan keseimbangan yang diidealkan antara negara (state), pasar (market) atau para pengusaha atau business
institution dan para aktor di kalangan masyarakat sipil.
Ketiganya harus sama-sama diperkuat secara seimbang, dan harus secara tegas dilarang untuk saling menindas satu sama lain.
Pengertian HAM generasi keempat yang dikonsepsikan Jimly sebagai konsepsi HAM yang dilihat dalam perspektif yang bersifat horizontal.
Hal ini berbeda dengan tiga generasi sebelumnya yang melihat HAM dalam perspektif hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal antara rakyat versus penguasa.
Meskipun negara tetap merupakan aktor yang bertanggungjawab, tetapi kelompok dominan dalam masyarakat juga harus dilihat sebagai aktor yang harus menjamin penghormatan dan perlindungan HAM.
Jaminan konstitusional dan legal HAM di Indonesia:
• UUD 1945 (Pasal 28A s/d Pasal 28J)
• UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM
• UU No 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM
Dan beberapa UU yang merupakan hasil dari ratifikasi terhadap sejumlah konvensi internasional dan deklarasi universal tentang HAM serta berbagai instrumen hukum internasional lainnya,
seperti:
• UU No. 29 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi.
• UU No. 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International
Covenant on Economic, Social, and cultural Rights (ICESCR)
• UU No. 12 Tahun 2005 tentang International Covenant Civil and Political Rights (ICCPR)
HAK ASASI MANUSIA
BAB XA. HAK ASASI MANUSIA
membentuk keluargadan
melanjutkan keturunan, hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
(Pasal 28B) **
mengembangkan diri, mendapat pendidikan, memperoleh manfaat dari IPTEK, seni dan budaya, memajukan diri secara kolektif (Pasal 28C) **
kebebasan memeluk agama, meyakini kepercayaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal, kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat (Pasal 28E) **
berkomunikasi,
memperoleh, mencari, memiliki, menyimpan, mengolah dan
menyampaikan informasi, (Pasal 28F) **
pengakuan yang sama di hadapan hukum, hak untuk
bekerja dan kesempatan yg sama dalam pemerintahan, berhak atas status kewarganegaraan
(Pasal 28D) **
hidup sejahtera lahir dan batin, memperoleh pelayanan kesehatan, mendapat kemudahan dan
perlakuan khusus untuk
memperoleh kesempatan dan manfaat guna mencapai
persamaan dan keadilan (Pasal 28H) **
perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah (Pasal 28I) **
berkewajiban menghargai hak orang dan pihak lain serta tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan UU (Pasal 28J) **
untuk hidupserta mempertahankan hidup dan kehidupan
(Pasal 28A) **
perlindungan diri pribadi,
keluarga, kehormatan, martabat, harta benda, dan rasa aman serta untuk bebas dari penyiksaan
(Pasal 28G) **
37
d. Hak Sipil dan Politik
Hak sipil dan politik dituangkan dalam UUD 1945 dan ada pula yang telah diatur dan diratifikasi dalam UU No 12 Tahun 2005 tentang Hak-hak sipil dan politik.
UU ini mengatur al;
Hak menentukan nasib sendiri, hak untuk hidup, hak untuk tidak diperbudak dan kerja paksa, hak atas kebebasan dan keamanan pribadi, hak atas kebebasan untuk memilih tempat tinggal dalam wilayah, hak yang sama di hadapan hukum, kebebasan berpikir, kebebasan berkeyakinan dan beragama, hak ikit serta dalam pemerintahan, hak berserikat dan berkumpul, hak memilih dan dipilih dalam pemilihan umum dsb.
e. Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (dan Pendidikan )
Diatur dalam UUD 1945 terutama dalam Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33 dan Pasal 34. Hak ekonomi, sosial, dan budaya diatur pula dalam Konvensi Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya ditetapkan Oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tanggal 16 Desember 1966 diratifikasi ke dalam UU No. 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic Social and Cultral Rights ( Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya) Hak tersebut antara lain;
Hak mendapatkan pendidikan, Hak menentukan dirinya untuk kemajuan ekonomi, sosial dan budaya, hak atas pekerjaan, hak atas jaminan sosial dan hak atas standar kehidupan yang layak, hak atas kesehatan, hak atas partisipasi budaya.
Teori tentang HAM
1. Natural Right Theory ; Menekankan hak-hak alamiah. HAM ada bukan karena diakui oleh Negara atau dicantumkan dalam aturan-aturan, tetapi karena keberadaan manusia itu sendiri. Karena itu HAM bersifat universal, sehingga setiap jenis HAM akan menjadi hak-hak warga negara (Citizen Right).
2. Cultural Relativist Theory; Menyatakan bahwa setiap manusia selalu merupakan produk dari lingkungan sosial dan budayanya masing-masing.
Karena itu, menurut teori ini tidak ada HAM yang bersifat universal. Teori hak alamiah telah mengesampingkan basis identitas individu sebagai manusia.
3. Positivist Theory; yang menyatakan bahwa hak apapun namanya selalu harus dirumuskan dan dilindungi oleh konstitusi, hukum, maupun perjanjian.
Perdebatan Implementasi HAM karena beberapa faktor penyebab;
1.Terdapat cara pandang yang berbeda tentang nilai-nilai HAM,
Negara-negara maju (Barat) menganut pendirian bahwa HAM bersifat universal. Karena itu standar, pemenuhan dan perlindungan harus sama di semua negara (Theory Natural Right).
Negara dunia ketiga lebih menganut pendirian
relativisme kultural, bahwa HAM harus dilihat
dalam konteks kebudayaan masing-masing
negara, karena itu menyebabkan perbedaan
dalam pelaksanaan HAM itu.
II. Perbedaan sifat antara hak sipil dan politik dengan hak-hak sosial ekonomi dan budaya
* Hak sipil dan politik perumusannya tidak begitu bermasalah.
* Hak sosial, ekonomi (hak atas pekerjaan,
hak atas perlindungan yang layak), lebih su- kar untuk dirinci dan ditentukan tolok ukur- nya yang dapat di terima oleh semua
negara.
III. Adanya politisasi HAM dengan memberlaku- kan standar ganda pelaksanaan.
* HAM oleh negara adidaya dalam persoalan HAM Internasional (hanya untuk memperta- hankan hegemoni kekuasaan dunia).
* Negara dunia ketiga sering kali mengguna- kan alasan relativisme kultural untuk menia- dakan pemenuhan, bahkan pelanggaran
HAM di negaranya.
Perjalanan HAM dalam sejarah ketatanegaraan
Indonesia, tak ubahnya seperti perkembangan tiga generasi HAM.
*Era Orde Lama ; Politik menjadi panglima.
*Era Orde Baru ; Memprioritaskan pembangunan
ekonomi guna memerangi kemiskinan untuk me- wujudkan kesejahteraan. Banyaknya pelanggar- an HAM pada era ini, akibatnya mendapat tekan- an internasional. Presiden membentuk Komnas HAM dengan Keppres No. 50 Tahun 1993.
•Era Reformasi
Penghormataan dan perlindungan HAM warga ne- gara mengalami kemajuan.
1. Dirumuskannya ketentuan mengenai HAM secara rinci dan lengkap dalam bab tersendiri dalam UUD 1945 Bab X A dan dibentuknya peraturan perundangan sebagai dasar hukum perlindungan HAM.
2. Pembentukan kelembagaan yang mendorong peningkatan, penghormatan, pemenuhan dan perlindungan HAM (Komnas HAM, Pengadilan HAM)
BAB VI
WAWASAN NUSANTARA Pengertian
Kata wawasan mengandung arti pandangan, tinjauan, penglihatan atau tanggapan inderawi.
Hal ini Menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi serta pengaruh-pengaruhnya dalam kehidupan berbangsa juga melukiskan cara pandang , cara melihat
Istilah Nusantara dipergunakan untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau- pulau Indonesia yang terletak diantara dua samudera dan dua benua.
Lanjut
Dengan demikian cara pandang tsb, harus berorientasi ke depan dan mendasarkan pada keadaan diri (yang meliputi sejarah, falsafah, geografi, serta kepentingan nasional)
Dengan pemahaman terhadap tanah air, kondisi dan keadaan geografinya serta hubungan kehidupan nasional dan internasionalnya, maka:
akan menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap tanah airnya, bangsa dan rakyatnya, serta rela berkorban untuk mewujudkan nilai- nilai Pancasila dan UUD 1945.
Untuk dapat mempertahankan negara, kita sebagai bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yg dikenal sebagai Wawasan Nasional.