• Tidak ada hasil yang ditemukan

pendekatan contextual teaching and learning

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pendekatan contextual teaching and learning"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam upaya mengembangkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMPN 05 Kota Bengkulu. Apakah pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kualitas kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMPN 05 Kota Bengkulu?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, siswa akan lebih mudah memahami dan mampu mengungkapkan pikiran dan perasaannya saat menulis puisi. Penelitian ini merupakan wadah untuk mengimplementasikan keterampilan teori dan praktik dalam pembelajaran alat peraga menulis puisi.

LANDASAN TEORI

Hakikat Belajar Mengajar

Ciri-Ciri Belajar Mengajar

Sebagai suatu proses pengaturan, kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari ciri-ciri tertentu, yang menurut Eda Surada dikutip oleh Nana Sudjana adalah sebagai berikut: 7. Disiplin dalam belajar mengajar diartikan sebagai pola tingkah laku yang diatur. dengan cara menurut ketentuan yang secara sadar dipatuhi oleh guru dan siswa.

Komponen-Komponen Belajar Mengajar

Oleh karena itu, guru yang akan mengajar harus memiliki dan menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan siswa terlibat dalam suatu interaksi dengan materi pelajaran sebagai medianya.

Hakikat Pendekatan Kontekstual

Jadi, pengajaran dan pembelajaran kontekstual (CTL) boleh ditafsirkan sebagai pembelajaran yang berkaitan dengan suasana tertentu.9 Pengajaran kontekstual Pembelajaran ialah satu sistem yang merangsang otak untuk menyusun corak yang mewujudkan makna. Tujuan utama menggunakan pendekatan pengajaran pembelajaran kontekstual adalah untuk membantu pelajar menghubungkan makna dengan betul kepada pembelajaran akademik mereka.

Hakikat Kemampuan Menulis

Dengan demikian, menulis dapat diartikan sebagai suatu cara komunikasi melalui tulisan yang disampaikan oleh seorang penulis kepada pembaca. Pengarang ingin menyenangkan pembaca, mempresentasikan posisi pembaca, membantu pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup pembaca lebih mudah dan.

Hakikat Puisi

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa puisi adalah ungkapan pikiran dan pengalaman yang disampaikan pengarang secara emosional, puitis, dan ritmis. Abrams berpendapat bahwa simile adalah bahasa kiasan yang membandingkan dua hal yang berbeda secara hierarki tetapi menyamakannya dengan kata-kata seperti, seperti, melakukan, dan sejenisnya. Personifikasi adalah jenis bahasa kiasan yang menyamakan benda dengan orang, benda mati dapat bertindak, berpikir seperti orang.

Metonimi adalah bahasa kiasan sebagai pengganti nama, yaitu berupa penggunaan atribut suatu benda atau penggunaan sesuatu yang sangat dekat dengan objek yang disubstitusikan.39 Namun dapat dikatakan bahwa metonimi adalah bahasa kiasan yang menggunakan kata atau kalimat untuk mengungkapkan sesuatu karena memiliki hubungan yang erat dan relasional. Struktur internal puisi merupakan wujud kesatuan makna puisi yang terdiri dari pokok pikiran, tema, perasaan, nada dan pesan yang disampaikan oleh penyair. Pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual menitikberatkan pada keterampilan menulis sebagai suatu proses, dan dalam pembelajaran ini siswa harus mengalaminya sendiri dan menghubungkan pengalaman yang diperoleh sebelumnya dengan bahan ajar keterampilan menulis, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pengembangan kreativitasnya. dari keterampilan siswa. .

Pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan berorientasi proses memiliki langkah-langkah yang disebutkan oleh Brown, H. Douglas, yaitu:44 (1) fokus pada proses pengarang yang berujung pada hasil akhir; (2) membantu siswa memahami proses menulis mereka; (3) membantu mereka membuat judul strategi untuk peresepan, draf, dan penulisan ulang; (4) memberikan waktu kepada siswa untuk menulis puisi (write) dan menulis ulang (rewrite); (5) menempatkan penekanan utama pada proses audit; (6) biarkan siswa menemukan apa yang ingin mereka katakan ketika mereka menulis puisi; (7) memberikan umpan balik kepada siswa sepanjang proses (bukan hanya hasil akhir) saat mereka berusaha mengungkapkan perasaan yang semakin dekat dengan tujuan; (8) mendapatkan umpan balik dari guru dan teman-temannya; (9) mengadakan diskusi individu antara guru dan siswa selama proses penulisan puisi. Secara garis besar, penerapan kelima unsur pembelajaran kontekstual tersebut di atas dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyusun tema pembelajaran menulis puisi sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (2) memberikan pengetahuan baru tentang cara mengembangkan tema untuk sebuah bait atau bait; (3) mengembangkan rasa ingin tahu siswa dengan menulis, berdiskusi dengan teman, dan bertanya kepada teman atau guru; (4) menciptakan suasana dimana siswa dapat belajar dengan mempraktekkan sendiri bagaimana mengembangkan tema dalam menulis puisi;

Kajian Pustaka

Bedanya penelitian Harian berfokus pada kemampuan menulis teks berita, sedangkan penelitian ini berfokus pada kemampuan menulis puisi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi bagi siswa kelas V. Penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh guru sekolah dasar untuk dapat menentukan pendekatan yang tepat dalam melaksanakan pengajaran menulis di sekolah dasar.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dengan berbagai metode dan alat bantu yang tepat dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas V sekolah dasar. Bedanya, penelitian Zule mengkaji tentang kemampuan menulis di sekolah dasar, sedangkan dalam penelitian ini hanya berfokus pada kemampuan menulis puisi. Ni Luh Putu Ayu Ariani, I Wayan Wendra, Made Sri Indriani (2015) dengan judul “Pembelajaran Cerpen Berbasis Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas X Ma Syamsul Huda Tegallinggah”.

Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah, dan subjek penelitiannya adalah pembelajaran cerpen berbasis pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah dikategorikan baik karena sesuai dengan konsep, karakteristik dan strategi CTL; (2) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan guru dalam menggunakan pendekatan kontekstual. Bedanya, Ni Luh Putu Ayu Ariani dkk. difokuskan pada pembelajaran cerpen, dan dalam penelitian ini pada keterampilan menulis puisi.

Kerangka Berpikir

Oleh karena itu, pendekatan kontekstual digunakan agar siswa dapat mempelajari sesuatu yang lebih mudah dipahami, lebih mudah diterapkan, kongkrit, tidak membosankan dan lebih menarik.

METODELOGI PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Sumber Data
  • Fokus Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Penelitian ini hanya akan mengkaji upaya pengembangan kemampuan menulis puisi melalui pendekatan pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam upaya mengembangkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMPN 05 Kota Bengkulu. Hal inilah yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 kota Bengkulu.

Hal ini juga ditemukan peneliti saat mengajarkan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan CTL dapat mengembangkan kemampuan menulis puisi pada siswa VIII. kelas di SMP Negeri 5 Bengkulu. Respon siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu tentu saja berbeda terkait pelaksanaan pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan CTL.

Pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual sangat membantu karena lebih mudah merangkai kata saat membuat puisi. Pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat membuat saya lebih tertarik untuk menulis puisi.” Apakah dengan menerapkan pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual membuat Anda lebih mudah memahami pelajaran?

Tabel 4.4  Keadaan Siswa
Tabel 4.4 Keadaan Siswa

HASIL PENELITIAN

Analisis Data

Mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran kontekstual yang dilakukan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran menulis puisi di . Seorang guru khususnya guru bahasa Indonesia akan menjelaskan tentang pendekatan pembelajaran kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat atau tidak dapat mengembangkan keterampilan menulis siswa.

Untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual mampu atau tidak dalam mengembangkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMA Negeri 5 Nefgeri Kota Bengkulu, peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan dan responden. Penerapan pendekatan kontekstual sangat mampu mengembangkan keterampilan menulis puisi siswa, karena dengan pendekatan kontekstual siswa dapat menyusun puisi dengan lebih mudah.”73. Puas dengan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan kontekstual, karena lebih mudah memahami pembelajaran menulis puisi. 85.

Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. “86. Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual membuat siswa lebih tertarik untuk menulis puisi.” 87. Dengan pembelajaran menulis puisi menggunakan pendekatan SOL atau kontekstual, banyak siswa yang merasa lebih mudah, dan masih ada yang belum memahaminya.

Keterbatasan Penelitian

Cara mengaitkan pembelajaran menulis puisi dengan kehidupan nyata siswa didasarkan pada apa yang dilihat dan dirasakan siswa atau berdasarkan hal-hal yang dialami siswa atau pengalaman pribadi. Hal ini juga yang peneliti temukan dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Dari temuan hasil penelitian di atas melalui proses observasi dan wawancara peneliti dengan responden diketahui bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kemampuan menulis puisi siswa. Namun secara keseluruhan, hasil menulis puisi siswa lebih baik setelah menggunakan pendekatan SOL.

Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, peneliti menemukan manfaat penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam pembelajaran menulis puisi. Keuntungan menggunakan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran menulis puisi menjadi lebih produktif dan bermakna karena siswa mampu mengungkapkan perasaannya dengan membuat puisi atau menulis puisi. Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) juga telah mampu mengembangkan keterampilan menulis puisi pada siswa, karena dengan pendekatan kontekstual siswa dapat mengarang puisi dengan lebih mudah.

Bagaimana proses atau langkah-langkah pembelajaran menulis puisi di kelas dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Apa faktor pendukung dan penghambat penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis puisi. Apakah pendekatan kontekstual yang digunakan guru dalam pembelajaran puisi memudahkan Anda mengembangkan keterampilan menulis puisi?

Pembahasan

PENUTUP

Saran

Guru di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu harus mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru seperti penggunaan pendekatan, metode, strategi dalam melaksanakan proses pembelajaran. Ni Luh Putu Ayu Ariani, dkk, “Pembelajaran dengan Cerita Pendek Berbasis Pendekatan Kontekstual Bagi Siswa Kelas X Ma Syamsul Huda Tegallinggah”, Vol.

Foto  pada  saat  wawancara  bersama  Ibu  Linda  Hismimurti  guru  bahasa  Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 5 kota Bengkulu
Foto pada saat wawancara bersama Ibu Linda Hismimurti guru bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 5 kota Bengkulu

Gambar

Tabel 4.4  Keadaan Siswa
Foto pada saat wawancara bersama Ibu Zaleka guru bahasa Indonesia di SMP  Negeri 5 kota Bengkulu
Foto  pada  saat  wawancara  bersama  Ibu  Linda  Hismimurti  guru  bahasa  Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 5 kota Bengkulu
Foto  pada  saat  wawancara  bersama  siswa  kelas  VIII  di  SMP  Negeri  5  kota  Bengkulu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) disingkat menjadi CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan