• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah"

Copied!
208
0
0

Teks penuh

Semua siswa di sekolah negeri mendapat perlakuan yang sama tanpa memandang minat dan bakatnya. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam di SMA Negeri dan SMA Swasta merupakan pelajaran yang paling penting untuk ditanamkan kepada siswa.

Model Classroom Meeting

Strategi pengajaran model ini mendorong siswa untuk belajar aktif 4 Kelemahan model ini terletak pada kedalaman dan keluasan pembahasan materi, karena lebih berorientasi pada proses, sedangkan PAI selain menekankan pada proses juga menekankan penguasaan materi. , sehingga materi tersebut harus dipelajari secara mendalam agar dapat dipahami, diinternalisasikan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Model Cooperative Learning

Model pertemuan tatap muka merupakan pola belajar mengajar yang dirancang untuk mengembangkan pemahaman diri dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan siswa untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghormati hak orang lain dan membentuk kesadaran sosial. Strategi Belajar Mengajar, hal. 76. . keterampilan sosial yang diharapkan dapat dikembangkan dan diperhatikan siswa selama pembelajaran.

Dengan penyajian materi, siswa akan memahami dan memperdalamnya ketika belajar bersama dalam kelompok. Pemahaman dan pandangan guru terhadap individu siswa sangat menentukan kekompakan kelompok yang terbentuk.

Model Integrated Learning

Pembelajaran terpadu akan terjadi apabila peristiwa autentik atau eksplorasi topik/tema menjadi kegiatan pembelajaran yang dominan sambil membahas proses dan isi beberapa disiplin ilmu/mata pelajaran/mata pelajaran secara bersamaan. Konsep ini sesuai dengan beberapa tokoh yang menyajikan model pembelajaran terpadu sebagai berikut :. Salah satu pengertian pembelajaran terpadu adalah perpaduan mata pelajaran atau sub mata pelajaran antar bidang studi, atau disebut juga lintas kurikulum, atau lintas bidang studi atau program interdisipliner. integrasi sebagai hubungan horizontal pengalaman kurikulum” dan “..pembelajaran akan lebih efektif bila fakta dan prinsip dari suatu bidang dapat dikaitkan dengan bidang lain, terutama bila ilmu tersebut diterapkan…”.9 Pembelajaran akan lebih efektif bila guru dapat menghubungkan atau mengintegrasikan 8 Kementerian Pendidikan Nasional, Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran.

Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, yang tidak dapat secara langsung memotivasi siswa untuk belajar. Prinsip eksplorasi tema: pertama, tema tidak boleh terlalu luas, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk menggabungkan banyak bidang studi/mata pelajaran, kedua, tema harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis peserta didik, ketiga, tema dipilih. memperhatikan ketersediaan sumber belajar, keempat, tema harus bermakna, artinya apa yang dipilih untuk dipelajari harus memberi bekal bagi siswa untuk belajar lebih lanjut 10 Kementerian Pendidikan Nasional, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, hal. 4. .. 11Depdiknas, Pendekatan pembelajaran kontekstual, hal. 5.

Model Constructivist Learning

94 Abdullah B. Evaluasi dengan menggunakan tes formal dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hafalan suatu fakta oleh siswa. Konflik kognitif ini terjadi ketika adanya interaksi antara konsepsi awal yang telah dimiliki siswa dengan fenomena baru yang dapat diintegrasikan secara sederhana, sehingga diperlukan perubahan/modifikasi struktur kognitif untuk mencapai keseimbangan. Apabila hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsep awal siswa maka akan terjadi konflik kognitif yang berakibat pada ketidakseimbangan struktur kognitif.

Melalui proses akomodasi dalam kegiatan belajar, siswa dapat memodifikasi struktur kognitifnya menjadi seimbang sehingga terjadi asimilasi. Pada fase ketiga, siswa memberikan penjelasan dan solusi berdasarkan hasil pengamatannya disertai penguatan dari guru, sehingga siswa membangun pemahaman baru terhadap konsep yang dipelajari.

Model Inquiry Learning

Pembelajaran digambarkan sebagai sebuah simfoni yang terdiri dari berbagai alat musik sebagai unsurnya dan guru sebagai konduktor dari sebuah simfoni. Awal dan kertas yang dibagikan kepada siswa setelah RPP dapat digunakan untuk mengirimkan pesan pembelajaran. Dari prinsip tersebut tersirat bahwa keceriaan siswa sejak memasuki kelas dapat mendorong kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan pembelajaran.

Potensi tersebut terdiri dari kecerdasan logis-matematis, kecerdasan linguistik, kecerdasan verbal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan emosional [interpersonal dan intrapersonal], kecerdasan naturalistik, kecerdasan intuitif, kecerdasan moral, kecerdasan eksistensial, kecerdasan spiritual. 34;Pembelajaran kuantum adalah pembelajaran yang menggunakan semua jaringan saraf di otak dan menyatukan segala sesuatunya dengan cara yang unik dan personal untuk menghasilkan makna yang bermakna."18 Bisa dibayangkan betapa besarnya potensi yang ada pada diri siswa, namun betapa sulitnya mengenalinya. , apalagi menggunakannya untuk mengakses keberhasilan mereka di kelas.

Pengertian Kompetensi Guru

Kompetensi guru mencerminkan tugas dan kewajiban guru yang harus dipenuhi sehubungan dengan tugas kerja guru. Secara sederhana, profesional berasal dari kata profesi yang berarti jabatan.5 Orang yang profesional adalah orang yang mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal, baik secara konseptual maupun terapan,6 dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru yang profesional adalah guru. , yang mempunyai kemampuan maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Guru yang profesional mempunyai tingkat berpikir abstrak yang tinggi, yaitu mampu merumuskan konsep, menangkap, mengidentifikasi dan memecahkan berbagai macam permasalahan yang dihadapi dalam tugas, serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas. 8 Dengan kata lain komitmen adalah kemauan yang kuat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya berdasarkan rasa tanggung jawab penuh.

Guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kemampuan dan dedikasi dalam melaksanakan tugas jabatannya. 11 Baca selengkapnya: Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme, yaitu guru yang profesional adalah guru yang berkompeten (berkemampuan). Oleh karena itu, kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan wewenang guru dalam menjalankan profesinya sebagai guru yang berkemampuan tinggi.

Macam-Macam Kompetensi Guru

19 Departemen Agama, Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Indonesia Tentang Pendidikan, Penjelasan Pasal 28 Ayat 3 huruf a h.5) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi; Dalam kehidupan, guru seringkali menjadi teladan dan figur identifikasi bagi siswa dan lingkungannya. Memberikan nasehat kepada peserta didik pada setiap kesempatan, bahkan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menasihati dan membimbingnya.

Berusaha membantu siswa mengembangkan sifat-sifat baik dan menekankan sifat-sifat buruk agar sifat-sifat tersebut tidak berkembang; Untuk itu, guru harus mampu menentukan secara akurat materi yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Pembelajaran

Tanpa kemampuan, motivasi dan kreativitas, guru akan cenderung mengajar secara tradisional yaitu hanya menyampaikan materi dalam buku pelajaran.45 Guru dalam proses pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting. Teknologi yang dapat memudahkan masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi dan pengetahuan tidak mungkin menggantikan peran guru. Keterampilan yang berkaitan dengan menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, seperti menunjukkan sikap tanggap, memperhatikan, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur siswa jika melakukan tindakan menyimpang, memberikan penguatan.

Keterampilan yang berkaitan dengan pemulihan kondisi pembelajaran optimal, yaitu berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berlanjut dengan tujuan agar guru dapat melakukan langkah-langkah perbaikan untuk mengembalikan kondisi pembelajaran optimal. Selain kedua jenis keterampilan di atas, hal lain yang perlu diperhatikan guru dalam pengelolaan kelas adalah menganalisis perilaku siswa yang mengalaminya.

Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Guru PAI Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan

Kepribadian merupakan cerminan citra seorang guru dan akan mempengaruhi interaksi antara guru dan siswa. Danim menyatakan bahwa yang ditekankan kompetensi guru adalah kemampuan guru dalam belajar, untuk itu guru dituntut dapat menciptakan dan memanfaatkan kondisi positif untuk membawanya dalam pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan kompetensinya.56. Oleh karena itu keterampilan mengajar guru sangatlah penting dan menjadi kebutuhan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, tanpa keterampilan mengajar yang baik maka sangat kecil kemungkinan guru mampu melakukan inovasi atau berkreasi dari materi yang ada dalam kurikulum, yang pada akhirnya menimbulkan kebosanan bagi guru dan siswa dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Disiplin guru sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai guru, pendidik dan pembimbing peserta didik. Berkomunikasi secara efektif dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali siswa; Dan.

Gambaran Umum SMA Negeri dan SMA Swasta

Jadi pada dasarnya SMA Negeri adalah sekolah nasional yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan SNP dan standar mutu. Mutu pendidikan di sekolah menengah negeri diukur dengan SNP dan mutu keluaran diukur dengan kriteria pendidikan nasional yang dipelajari secara cermat dengan membandingkan SNP dengan standar/kriteria, mutu nasional2, pertukaran informasi, studi banding dan sebagainya. Jadi mutu pendidikan SMA Negeri di Kabupaten Pinrang khususnya SMAN 1 dan SMAN Unggulan, serta SMA Swasta Al Mazaakirah Baramuli merupakan satuan pendidikan yang ada di Pinrang.

Penyesuaian ditujukan bagi perguruan tinggi negeri di Kabupaten Pinrang sebagai penyesuaian SNP terhadap mutu pendidikan nasional, yang dilakukan dengan cara memperkaya/mendalamkan SNP. Kedua, proses penyelenggaraan sekolah menengah negeri dan swasta di Kabupaten Pinrang mampu membiasakan dan menerapkan nilai-nilai, norma dan standar pendidikan nasional, serta etika global, sehingga meningkatkan kemampuan kerjasama antar budaya bangsa.

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA Negeri

Standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi keterampilan lulusan sekolah menengah negeri yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Bab I, Pasal 1 Ayat 1). Sesuai hasil observasi yang dilakukan peneliti mengenai pelaksanaan pendidikan agama Islam di SMA Negeri dan SMA Islam Swasta di Kabupaten Pinrang terdapat pengurangan mata pelajaran dan penambahan jam belajar. Orientasi pembelajaran dengan kompetensi lulusan SMA Negeri Kabupaten Pinrang dengan harapan adanya peningkatan dan keseimbangan sikap, keterampilan dan pengetahuan.

Hal ini terlihat dari observasi guru SMA Negeri Pinrang yang menyampaikan kepada siswa bagaimana teknis memantapkan suatu mata pelajaran. Setiap guru pendidikan agama Islam di sekolah menengah negeri secara konseptual menyelenggarakan muatan pembelajaran, baik mikro maupun makro.

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Islam pada SMA Swasta Kabupaten Pinrang

Berdasarkan standar kompetensi lulusan, pendidikan agama di sekolah menengah swasta di Kabupaten Pinrang bertujuan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia. Standar kompetensi lulusan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah menengah swasta dijamin dengan memberikan pedoman bahwa agama diajarkan kepada siswa dengan visi untuk menghasilkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Standar kompetensi lulusan dan standar isi pendidikan agama Islam di sekolah menengah swasta merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan.Untuk mencapai tujuan pendidikan, standar kompetensi lulusan dan standar isi harus dikaji secara kritis untuk pengembangan kurikulum Islam. pendidikan agama, sehingga visi, misi dan tujuan lembaga pendidikan akan tercapai.

Standar isi pembelajaran PAI di SMA Swasta merupakan cakupan materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, yang dituangkan dalam kriteria kompetensi lulusan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan rencana pembelajaran. Langkah-langkah penyampaian pembelajaran pada perguruan tinggi swasta mengacu pada urutan kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran.

Perbandingan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam pada SMA Negeri dan SMA Swasta

Dalam Standar Nasional Pendidikan, kompetensi profesional yang harus dimiliki sekolah swasta adalah kemampuan menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam, sehingga mampu membimbing peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru di SMA swasta adalah kemampuan mengelola pembelajaran siswa. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan.

Berkomunikasi secara efektif dengan siswa, rekan pendidik, staf pengajar, orang tua/wali siswa; Dan. Kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai materi, belajar secara luas dan mendalam yang memungkinkan pembinaan peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait