• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI PROGRAM PASCASARJANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI PROGRAM PASCASARJANA "

Copied!
168
0
0

Teks penuh

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya, Taufik dan Hidayah, sehingga penulis menulis disertasi yang berjudul “Media Wayang APE dari Bahan Bekas yang Layak Digunakan Untuk Merangsang Peningkatan Kecerdasan Linguistik Verbal Pada Anak Usia Dini” dapat lengkap". Seluruh guru dan tenaga administrasi Program Pascasarjana UINFAS Bengkulu yang menawarkan berbagai disiplin ilmu, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Latar Belakang

Bagaimana cara mengembangkan media Wayang dari kaos kaki yang digunakan untuk menstimulasi kecerdasan bahasa verbal pada anak TK IT UMMI? Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media boneka tangan berpengaruh terhadap kemampuan berkomunikasi pada anak usia dini. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah alat edukasi wayang (APE) dari kaos kaki bekas yang digunakan sebagai bahan ajar dalam menstimulasi kecerdasan verbal-linguistik pada anak usia dini.

Produk pengembangan yang dihasilkan berupa Instrumen Permainan Edukasi (APE) Boneka Tangan berbahan kaos kaki bekas yang digunakan sebagai bahan ajar untuk menstimulasi kecerdasan verbal-linguistik pada anak usia dini. Dari potensi dan permasalahan yang ada, peneliti ingin mengembangkan Alat Permainan Edukasi Boneka Tangan (APE) dari kaos kaki bekas sebagai bahan ajar untuk menstimulasi perkembangan linguistik verbal pada anak usia dini. Alat edukasi boneka tangan (APE) dikembangkan sebagai bahan ajar yang merangsang peningkatan kecerdasan linguistik verbal pada anak usia dini.

Dokumentasi pembelajaran hari pertama berupa bercerita tanpa menggunakan media boneka tangan dari kaos kaki wearable. Dokumentasi pembelajaran hari kedua bercerita tanpa menggunakan boneka tangan kaos kaki.

Tabel 3.12  Katagori Kepraktisan
Tabel 3.12 Katagori Kepraktisan

Identitas Masalah

Batasan Masalah

Boneka tangan merupakan media berupa boneka binatang yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk merangsang kecerdasan verbal linguistik anak. Harus ada media pembelajaran yang menarik bagi siswa agar kecerdasan linguistiknya berkembang dan meningkat.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengembangan media Boneka Tangan untuk menstimulasi kecerdasan verbal-linguistik pada anak PAUD di TK IT UMMI. Untuk mengetahui kelayakan, kegunaan dan keefektifan media boneka tangan dari kaos kaki bekas untuk menstimulasi kecerdasan linguistik anak usia dini di TK IT UMMI.

Manfaat Penelitian

Menerjemahkan kepada anak dan memperbanyak kosa kata pada anak usia dini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti : Pengembangan media boneka sarung APE dari bahan daur ulang yang layak digunakan dalam pembelajaran dapat menambah wawasan dan pengetahuan lebih luas.

LANDASAN TEORETIS

Pengertian Media

Sedangkan Gagne dan Briggs secara tersirat mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan pembelajaran, yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, kamera video, VCR, film, slide. Selain itu, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kesanggupan atau keterampilan peserta didik sehingga dapat melancarkan proses belajar.

Pentingnya Media

Sumber belajar sebagai salah satu komponen atau unsur pembelajaran anak PAUD memegang peranan penting dalam terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak. Perlunya sumber belajar yang konkrit dan bila mungkin aktual disesuaikan dengan tahap perkembangan berpikir anak PAUD yang masih dalam tahap operasional konkrit.

Alat Permaianan Edukatif (APE)

Mayke Sugianto menyatakan bahwa konsep Alat Permainan Edukasi (APE) adalah suatu alat permainan yang sengaja dirancang khusus untuk tujuan pendidikan. Alat Permainan Edukasi (APE) untuk anak PAUD selalu dirancang dengan pemikiran yang mendalam disesuaikan dengan kelompok umur anak PAUD.

Alat Permainan Edukatif Dengan Barang Bekas

Alat permainan edukasi boneka tangan ini digunakan dalam metode bercerita untuk merangsang kecerdasan verbal linguistik pada anak usia dini. Dalam validasinya dilakukan oleh validator ahli materi mengenai kelayakan materi dalam pengembangan media boneka tangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media boneka tangan dari kaos kaki bekas dalam stimulasi kecerdasan linguistik verbal pada anak usia dini layak untuk diuji di lapangan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media boneka tangan berpengaruh terhadap kemampuan berkomunikasi pada anak usia dini.

Media-Media Yang Dapat Mengembangkan Kecerdasan Lingustik

Hand Puppet

  • Pengertian Media Hand Puppet
  • Tujuan Pengembangan Media Hand Puppet Dalam Pembelajaran34
  • Kelebihan dan Kekurangan Media Hand Puppet
  • Langkah-Langkah Pembelajaran Dengan Media Hand Puppet 3939
  • Pengertian Kecerdasan Linguistik Verbal
  • Ciri-ciri Kecerdasan Linguistik Verbal
  • Komponen Kecerdasan Linguistik Verbal
  • Indikator Kecerdasan Linguistik Verbal Anak Usia Dini
  • Cara Mengembangkan Kecerdasan Linguistik Untuk Anak Usia

Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat media boneka tangan edukasi dari kaos kaki bekas yang digunakan untuk proses pembelajaran anak usia dini guna merangsang kecerdasan verbal linguistik anak melalui metode bercerita. Oleh karena itu peneliti mengambil media Handpuppet dari bahan-bahan bekas yang cocok digunakan sebagai salah satu media untuk merangsang peningkatan kecerdasan linguistik verbal pada anak usia dini.

Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

91 Dwi Renny Hidayatia, Ervin Nurul Affrida, “Perkembangan kemampuan komunikasi anak melalui metode bercerita media boneka tangan,” (Inkrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini), Vol. 92 Annisa Amalia Rahmah, “Perkembangan Bahasa Anak Melalui Metode Narasi dengan Media Panggung Wayang pada Anak Kelas A PAUD Al Farabi Cabean Mangunsari Salatiga”, (Salatiga: IAIN Salatiga, 2019), halaman 4. Penelitian Dwi Renny Hidayatia dan Ervin Nurul Affrida yang menggunakan metode bercerita media boneka tangan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak, dan yang dilakukan penulis lebih dari itu.

Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Annisa Amalia Rahmah adalah menerapkan metode bercerita dengan menggunakan media panggung wayang untuk mengembangkan bahasa anak sedangkan penulis menerapkan pengembangan media boneka tangan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan linguistik verbal pada anak usia dini dapat merangsang

METODE PENELITIAN

Subjek Penelitian dan Pengembangan

Subyek penelitian adalah orang, tempat atau benda yang diamati dalam konteks sasarannya.97 Subyek penelitian yang saya maksud adalah anak-anak usia 5-6 tahun.

Prosedur Penelitian dan Pengembangan

  • Potensi dan Masalah
  • Pengumpulan Data
  • Desain Produk Awal
  • Validasi Desain
  • Revisi Desain
  • Uji Coba Produk

Melalui fase ini diperoleh data kelayakan produk dan saran ahli mengenai produk yang akan dikembangkan. Mengacu pada model penelitian dan pengembangan R&D menurut Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah penelitian, maka peneliti melakukan 6 langkah dalam penelitian ini karena keterbatasan waktu dan keadaan yang tidak memungkinkan. Tahapan ini meliputi pendefinisian desain awal produk yang akan dikembangkan, pendefinisian sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan, pendefinisian tahapan pelaksanaan uji desain, dan pendefinisian uraian tugas pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian.

Pada tahap ini terdapat dua orang ahli yaitu ahli materi dan ahli media yang akan melakukan evaluasi, memberikan masukan dan saran terhadap produk yang dikembangkan.

Instrumen Pengumpulan Produk

Dokumentasi dalam penelitian ini berupa gambar atau foto produk media boneka tangan yang dikembangkan sehubungan dengan penelitian ini, akan menjadi salah satu bukti bahwa pengembangan media yang direncanakan memang terlaksana dengan baik. Lembar validasi ini akan diberikan kepada tiga orang validator ahli dengan cara mencentang kolom angka yang dianggap sesuai dengan produk dan memberikan kolom komentar pada lembar validasi yang berguna untuk memberikan saran perbaikan media boneka tangan APE dalam mendorong peningkatan kemampuan bicara. kecerdasan berbahasa anak usia dini. 7 Penggunaan boneka tangan dapat mempermudah waktu pembelajaran. 8 Menggunakan boneka tangan bisa.

Lembar validasi ini akan diberikan kepada tiga orang validator ahli dengan cara mencentang kolom nomor yang dianggap sesuai dengan produk dan juga memberikan kolom komentar pada lembar validasi yang berguna untuk memberikan saran perbaikan media boneka tangan APE untuk merangsang peningkatan kecerdasan linguistik tutur anak usia dini. .

Teknik Analisis Data

Dalam pengembangan alat permainan edukasi boneka tangan ini diujicobakan di TK Islam Terpadu UMMI Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Pada tahap ini peneliti membuat produk media pembelajaran berupa alat permainan edukasi Boneka Tangan yang terbuat dari kaos kaki bekas berbentuk binatang. Pertumbuhan yang terjadi juga menunjukkan bahwa produk Media Boneka Tangan APE efektif dalam merangsang peningkatan kecerdasan bahasa verbal anak usia dini.

Penggunaan media boneka tangan dari kaos kaki wearable menjadikan siswa lebih tertarik dan fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik verbal anak.

HASIL PENELITIAN

Penyajian Data Hasil Penelitian

Setelah dibuat produk awal alat bermain edukatif boneka tangan sebagai bahan ajar merangsang kecerdasan bahasa verbal pada anak usia dini, produk ini kemudian divalidasi oleh beberapa ahli yaitu: ahli media, ahli materi dan ahli bahasa. Dari proses pengujian efektivitas produk boneka tangan Media APE secara keseluruhan dalam merangsang peningkatan kecerdasan bahasa verbal anak usia 5-6 tahun, diperoleh data total skor rata-rata pada pre-test sebesar 39,5%. Dari proses pengujian keefektifan keseluruhan produk Media Boneka Tangan APE berbahan kaos kaki yang digunakan untuk menstimulasi kecerdasan bahasa verbal pada anak usia 5-6 tahun diperoleh rata-rata skor total anak pada post-test sebesar 73,51.

Berdasarkan tabel diatas terlihat adanya peningkatan persentase poin, apabila menggunakan media tangan APE dari kaos kaki bekas nilai keseluruhannya hanya sebesar 39,5%.

Tabel 4.3  Hasil Data Pre-Test
Tabel 4.3 Hasil Data Pre-Test

Pembahasan

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa media boneka tangan yang dikembangkan dari kaos kaki wearable lebih menarik dan mempunyai bentuk serta karakter yang lebih jelas. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan mainan edukasi Boneka Tangan ini adalah kaos kaki, karton, kain flanel, lem panas, gunting, rumah mesin, benang wool, styrofoam, kapas, bola tenis meja. Dalam hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 34,01% pada media boneka tangan APE dengan metode dongeng yang diujikan.

109 Dwi Renny Hidayatia, Ervin Nurul Affrida, “Mengembangkan kemampuan komunikasi anak melalui metode bercerita dengan media boneka tangan”, (Inkrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini), Vol. Pengembangan media boneka tangan dari kaos kaki wearable dilakukan dengan merancang produk awal media boneka tangan dari kaos kaki yang bentuk awal, bahan dan warnanya belum sempurna, setelah melalui tahap pengembangan media boneka tangan dari kaos kaki layak pakai. agar bentuk, warna dan karakter hewannya jelas membuat anak lebih fokus dan tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran serta dapat merangsang peningkatan kecerdasan linguistik verbal pada anak usia 5-6 tahun. Alat permainan edukasi boneka tangan ini dibuat dengan menggunakan kaos kaki bekas yang sengaja dikumpulkan untuk didaur ulang menjadi sebuah alat permainan edukasi boneka tangan (APE) sebagai media pembelajaran dalam metode bercerita.

Gambar

Tabel 3.12  Katagori Kepraktisan
Tabel 4.3  Hasil Data Pre-Test
Tabel 4.4  Hasil Data Post-Test

Referensi

Dokumen terkait

Bagi bidang keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat memberikan sumbangan ilmiah untuk pengembangan pembelajaran dalam upaya meningkatkan imajinasi anak, serta