• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DISERTASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DISERTASI"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

Disertasi berjudul “Pendidikan Islam Moderat (Studi Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat di Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Latee Guluk-guluk Sumenep)” diuji coba dan dipertahankan pada ujian tertutup pada tanggal 22 Juli 2020. Kajian internalisasi nilai-nilai Islam secara moderat di Pondok Pesantren Annuqayah wilayah Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah wilayah Latee Guluk-guluk Sumenep. Pendidikan Islam Moderat” (Kajian Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat pada Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Latee Guluk-guluk Sumenep) telah selesai.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Nilai-nilai Islam Moderat di Pesantren Federasi

لاقلوسر

مكبردحاو

نإومكابأ

لالاألضف

علىميجعأ

علىرع

ودوسألا

رحمأىوقلتابلاإ

هاور (دحمأ

Dissertation Title: Moderate Islamic Education: A Study of Internalization of Moderate Islamic Values ​​in Annuqayah Pesantren in Lubangsa Region and Annuqayah Pesantren in Latee Guluk-guluk District of Sumenep. The aim of the diploma thesis is to describe and interpret the phenomena of socio-cultural life based on empirical data obtained in the field (idiography) of; 1) moderate Islamic values; 2) the internalization of moderate Islamic values; and 3) Moderate Islamic educational model in Annuqayah pesantren in Lubangsa area and Annuqayah pesantren in Latee area. Thus, the findings of the new model in this study are a model of moderate Islamic education based on a holistic and inclusive spiritual integrative.

ةسارذلا صخلتسم

تٌا حٍطعٛتٌا خافصٌا ) 1

خأاٍثٌا خأاٍثٌا ضشػ ) 2

Konteks Penelitian

Pentingnya penanaman nilai-nilai Islam moderat dalam pola pendidikan di pesantren terlihat dari latar belakang pesantren Annuqayah yang mempunyai wilayah berbeda-beda, namun peneliti dalam disertasi ini hanya fokus pada dua bidang saja, yaitu; Pondok Pesantren Annuqayah di kawasan Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah di kawasan Latee. Latar belakang dipilihnya dua wilayah pesantren Annuqayah sebagai lokasi penelitian adalah sejarah awal terbentuknya sistem pesantren federal.5 Sudut pandang sejarah pesantren Annuqayah wilayah Lubangsa, pendiri utamanya adalah Kyai Moh. Lubang Putra, Lubang Wanita, Lubang Tengah Wanita, Lubang Selatan Putra, Lubang Selatan Wanita, Nirmala Putra, Nirmala Putri dan Nirmala Tahfidz (ketiga Pondok Pesantren Daerah Nirmala ini sejak tahun 2017 berganti nama menjadi Lubang Utara), seluruh area yang ada di Pondok Pesantren Annuqayah di daerah Lubangsa ditinjau dari sistem pengelolaan administrasinya didasarkan pada Pondok Pesantren Annuqayah di daerah Lubangsa Raya yang saat ini berada di bawah asuhan langsung Kyai Ali Fikri yang sebelumnya berada di bawah asuhan Kyai Abdul Waris.

Sedangkan pesantren Annuqayah di daerah Latee yang lahir dan dirintis oleh Kyai Abdullah Sajjad pada tahun 1923 sekitar 250 meter dari Lubangsa, maka daerah Latee merupakan awal terbentuknya federasi yang dimulai di pesantren Annuqayah yang dikenal dengan Kyai yang mempunyai keahlian dalam bidangnya. ilmu alat (Nahhu dan Sharraf), ilmu Hadits dan ilmu tasawwuf, ia juga dikenal sebagai ulama yang membela NU ketika praktek bid'ah dan takfiri terjadi. Oleh karena itu, pesantren Annuqayah dapat dikatakan sebagai pesantren yang menginternalisasikan nilai-nilai karakter moderat pada santri dan masyarakat sekitar pesantren Federasi Annuqayah. Oleh karena itu tampak jelas bahwa Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Annuqayah adalah Islam yang berkarakter baik, toleran, kontekstual, dan terbuka (wasathiyah/moderat).

Model pembelajaran silang ini sudah lama dipraktikkan sehingga sudah menjadi budaya Pondok Pesantren Annuqayah bahwa pembelajaran bersifat inklusif (terbuka) bagi seluruh santri. Menariknya kajian keberagaman dengan karakter Annuqayah yang moderat yaitu secara politis, seperti yang diungkapkan oleh Ziyadul Haq Annajih (santri Pondok Pesantren Annuqayah wilayah Lubangsa Utara) perbedaan afiliasi politik Pondok Pesantren Annuqayah wilayah Lubangsa adalah PPP (Partai Persatuan Pembangunan) maka afiliasi politik Pondok Pesantren Annuqayah di daerah Latee adalah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) sedangkan afiliasi politik Pondok Pesantren Annuqayah di daerah Nirmala atau yang sekarang disebut Asrama Islam Annuqayah di daerah Lubangsa Utara adalah PAN (Partai Amanat Nasional) meski terkadang cenderung netral dalam politik praktis, sedangkan Pondok Pesantren Annuqayah. Jadi meski berbeda afiliasi politik dan organisasi kemasyarakatan (ormas), pesantren Annuqayah tetap eksis dan berkembang.

Dipilihnya Pondok Pesantren Annuqayah sebagai subjek penelitian didasarkan pada beberapa fenomena bahwa pesantren telah menginternalisasikan nilai pendidikan moderat. Oleh karena itu peneliti hanya mengambil dua wilayah yang masing-masing masih mempunyai wilayah yang dikelola oleh pengurus wilayah yang berbeda, yaitu Pondok Pesantren Annuqayah di wilayah Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah di wilayah Latee. Berdasarkan berbagai fenomena yang telah disebutkan di atas, maka peneliti merasa perlu untuk mengonsep dan mengkonstruksi serta memberikan interpretasi melalui penelitian agar dapat ditemukan model pendidikan Islam baru yang dapat ditambahkan dalam khasanah keilmuan pendidikan agama Islam melalui berbagai teori dan pendekatan sebagai pisau analisis yang kemudian diberi judul “Pendidikan Islam Moderat (Studi Internalisasi Nilai-Nilai Islam.. Moderat di Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Lubangsa dan Pondok Pesantren Annuqayah Wilayah Latee).

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Operasional

Kesimpulan

  • Nilai-nilai Islam Moderat di Pesantren Federasi Annuqayah
  • Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat di Pesantren Federasi Annuqayah Proses pendidikan Islam yang didasarkan pada nilai-nilai Islam moderat di Proses pendidikan Islam yang didasarkan pada nilai-nilai Islam moderat di
  • Model Pendidikan Islam Moderat di Pesantren Federasi Annuqayah Konstruksi proses pencarian nilai dan proses internalisasi nilai-nilai Islam

Keempat pendekatan tersebut kemudian dikelompokkan menjadi dua aspek, yaitu: pertama, aspek orientasi, dilaksanakan dengan keteladanan (uswah); kedua, aspek aktualisasi, dilaksanakan melalui pendekatan pembelajaran tradisional atau pembelajaran tradisional berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan keimanan dan spiritualitas serta menciptakan prestasi akademik yang moderat. Model pendidikan Islam moderat di Pondok Pesantren Federasi Annuqayah Konstruksi proses pencarian nilai dan proses internalisasi nilai-nilai Islam Konstruksi proses pencarian nilai dan proses internalisasi nilai-nilai Islam moderat Di atas, perspektif filosofis adalah temuan model baru dalam pengembangan pendidikan Islam multikultural, temuan model tersebut peneliti sebut dengan model spiritual holistik dan model integratif inklusif. Model Spiritual Holistik merupakan proses internalisasi, penanaman, pencelupan dan pemersatu nilai-nilai karakter moderat yang timbul dari nilai-nilai spiritual dalam jiwa peserta didik atau mahasiswa terpelajar.

Sedangkan model inklusif integratif merupakan proses internalisasi nilai-nilai karakter moderat dalam pendidikan atau pengajaran yang memadukan atau mengintegrasikan seluruh aspek dan nilai dalam pendidikan.

Saran Penelitian

Pondok Pesantren Federasi Annuqayah harus secara berkala dan menyeluruh memperbaiki dan mengevaluasi proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam, agar terus memberikan kontribusi positif terhadap lahirnya generasi yang berkarakter moderat, sehingga bertanggung jawab dalam memperjuangkan. melawan berbagai ideologi radikal, liberal dan Takfiris yang menyebar secara masif, muncul dan menyerang keutuhan bangsa. Lahirnya generasi bangsa dari Persatuan Pesantren Annuqayah harus menjadi garda terdepan dalam meredam hadirnya paham-paham baru yang mulai masuk dan melingkupi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketua Yayasan Annuqayah, Kyai/Pembina Federasi Pesantren Annuqayah harus tetap berkomitmen menjaga nilai moderasi yang sudah menjadi ciri dan ciri khas pesantren.

Seluruh elemen di pesantren hendaknya menjadi motor penggerak terselenggaranya pendidikan Islam moderat yang berbasis pada model spiritual yang komprehensif dan inklusif, sehingga lembaga pesantren dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Pengambil kebijakan pendidikan dan penyelenggara pendidikan, serta akademisi pendidikan baik negeri maupun swasta, formal, nonformal dan informal untuk menerapkan model pendidikan Islam yang moderat berdasarkan spiritualitas yang komprehensif dan integrator yang komprehensif, guna mewujudkan generasi bangsa yang optimis. , kuat, maju, adil, sejahtera, inklusif, terbuka, toleran, harmonis, dan sejahtera tanpa memandang perbedaan suku, ras, budaya, bahasa, warna kulit, latar belakang sosial, pilihan politik, keyakinan agama bahkan perbedaan keyakinan (agama). Kementerian Agama RI khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pondok Pesantren bahkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam.

Temuan penelitian tentang model pendidikan Islam moderat berbasis spiritualitas holistik, komprehensif dan integratif diharapkan dapat dijadikan landasan dan acuan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan mengenai penyelenggaraan dan perumusan pendidikan Islam di masa depan. Serta mampu merumuskan proses perolehan nilai-nilai karakter moderat berbasis integrator spiritual holistik dan komprehensif yang ada pada pondok pesantren, karena penelitian ini hanya fokus pada dua lokasi yaitu Pondok Pesantren Annuqayah di kawasan Lubangsa dan Annuqayah. Pesantren di daerah Latee. Kemudian menindaklanjuti temuan penelitian tersebut dengan melakukan kajian internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam moderat berbasis spiritual integratif holistik dan komprehensif dalam setting yang berbeda.

Implikasi Penelitian

  • Implikasi Teoritis
  • Implikasi Praktis

Model pendidikan Islam moderat yang berbasis spiritual holistik dan integratif inklusif ini merupakan pengembangan dari grand theory multikulturalisme yang dicabut dari akar nilai-nilai karakter inklusif yang ditawarkan oleh Tholhach Hasan yaitu; Dengan tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai pendidikan Islam moderat, maka timbullah proses internalisasi model pendidikan Islam yang baru, yaitu model pendidikan (pembelajaran) Islam moderat. Model pendidikan ini menggambarkan konsep dan proses internalisasi pembelajaran agama berdasarkan nilai-nilai pendidikan Islam yang moderat.

Dimensi proses internalisasi nilai pendidikan Islam moderat di atas merupakan pengembangan dan penguatan teori konstruksi sosial yang digagas oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman, yang menawarkan tiga komponen dialektis, dimana momen yang satu tidak dapat diubah dari momen lainnya dapat dipisahkan. . Model pendidikan Islam moderat yang berbasis pada integrasi spiritual holistik dan inklusif yang dijiwai oleh teori multikulturalisme mempunyai keunggulan dalam membentuk karakter bangsa yang moderat, yang di dalamnya spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan menjadi tujuan pendidikan Islam. Sedangkan teladan dan tokoh Kyai, Ustdz dan para gubernur tani moderat mempunyai sikap atau sikap terbuka, inklusif, toleran, rukun, Qana’ah, Istiqamah, danhep asor (tawadhu’), silaturahmi, gotong royong, kasih sayang, kelembutan hati. Kesederhanaan, solidaritas, cinta tanah air, dan cinta ilmu pengetahuan sepertinya kurang mendapat perhatian. Model pendidikan Islam moderat yang holistik, inklusif dan integratif, berbasis spiritual dalam tesis ini juga terinspirasi dari teori model pendidikan multikultural yang ditawarkan McCormic dalam Tholhach Hasan. Setidaknya ada empat model dalam memahami pendidikan Islam, yaitu; 1) model wadah; 2) model asimilasi; 3) model rujak Bowi; dan 4) model negara terbuka.

Kemudian dikembangkan konsep baru yang disebut model spiritual holistik dan model integratif komprehensif, yang merupakan wujud nyata dari kondisi aktual di federasi pesantren Annuqayah dengan memfokuskan kajiannya pada nilai multikulturalisme yaitu nilai-nilai moderat/wasathiyah yang diurutkan dari hasil yang diperoleh. Dari fokus kajian ini lahirlah teori model baru, yang memberi nama pada model pendidikan Islam moderat yang berbasis spiritual integratif, holistik, dan komprehensif. Melalui proses pembelajaran pendidikan Islam, nilai-nilai Islam moderat yang dapat diperoleh pada diri siswa/santri antara lain; Karena model pendidikan Islam moderat yang berlandaskan spiritual holistik integratif dan komprehensif dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme, federasi warga, kebangsaan dan kewarganegaraan, konstruksi pembelajaran dan keteladanan Kyai, maka dapat mempermudah tercapainya tujuan pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap. atau karakter peserta didik/peserta didik yang inklusif, terbuka, toleran, rukun, kana’ah, andhep asor (teuadhu’), kasih sayang, gotong royong, dermawan, terpuji, cinta tanah air dan cinta ilmu.

Hal ini dapat dijadikan contoh atau model bagi madrasah/pondok pesantren yang ingin menyelenggarakan pendidikan Islam moderat spiritual yang holistik, inklusif dan integratif dengan syarat minimal mempunyai karakter yang sama dengan tempat penelitian. Pendidikan Islam Multikultural di Pondok Pesantren “Tinjauan Kurikulum Pondok Pesantren Kontemporer Assalam, “Disertasi”, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. Alam, Mansur, 2017, Kajian Implementasi Pendidikan Islam Moderat Dalam Melawan Ancaman Radikalisme di Sungai BARU, Jambi, Jurnal Islamika, Vol.

Gambar

Grafik 4.1 Data Grafik Perkembangan Santri PFA Lubangsa  .......................  116  Grafik 4.2 Data Grafik Perkembangan Santri PFA Latee  .............................

Referensi

Dokumen terkait

The efficiency of savonius wind turbines From the results of this test, a graph of the effect of the blade radius on the power and efficiency of the savonius wind turbine was