• Tidak ada hasil yang ditemukan

Judul penelitian “ANALISIS PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA DALAM BERPACARAN DIUKUR DARI TINGKAT RELIGIUSITAS DAN KONTROL DIRI DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE” merupakan karya orisinal saya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Judul penelitian “ANALISIS PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA DALAM BERPACARAN DIUKUR DARI TINGKAT RELIGIUSITAS DAN KONTROL DIRI DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE” merupakan karya orisinal saya"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pembatasan

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat dan Kontribusi Penelitian

Sistematika Pembahasan

KAJIAN TEORI

Religiusitas

  • Pengertian Religiusitas
  • Dimensi Religiusitas

Kontrol Diri

  • Pengertian Kontrol Diri
  • Dimensi Kontrol Diri

Perilaku Seksual Pranikah

  • Pengertian Perilaku Seksual Pranikah
  • Dampak Perilaku Seksual Pranikah
  • Dimensi Perilaku Seksual

Hasil Penelitian Yang Relevan

Partial Least Square (PLS)

  • Model Indikator Reflektif
  • Model Indikator Formatif
  • Model Spesifikasi Partial Least Square
  • Estimasi Parameter Partial Least Square
  • Evaluasi Kesesuaian Model Partial Least Square

Uji Validitas dan Reliabilitas Pilot Survei

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Kerangka Konseptual

Hipotesis Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Objek Penelitian

Teknik Sampling dan Ukuran Sampel Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Pilot Survei

Operasionalisasi Variabel

Tahapan Pemodelan Structural Equation Models (SEM)

  • Membangun Model Berbasis Teori
  • Menciptakan Diagram Jalur
  • Konversi Diagram Jalur ke dalam Persamaan
  • Estimasi Parameter
  • Evaluasi Kesesuaian Model Pengukuran (Outer Model)
  • Evaluasi Kesesuaian Model Struktural (Inner Model)

Hipotesis Statistik

  • Sistematika Pemecahan Masalah

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Pilot Survei

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi total item terkoreksi, sedangkan koefisien alpha Cronbach digunakan untuk uji reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas pilot survey dilakukan dengan menggunakan software statistik IBM SPSS 20 versi uji coba sehingga diperoleh output berupa komponen-komponen yang diperlukan untuk pengujian validitas dan reliabilitas. Berdasarkan tabel di atas, hasil uji validitas dengan menggunakan koefisien korelasi total item terkoreksi menunjukkan bahwa untuk variabel Religiusitas dari 20 soal yang diujikan, 17 soal memiliki rhitung > 0,3 sehingga 17 soal valid.

Untuk variabel pengendalian diri, dari delapan butir soal yang diujikan, tujuh butir soal valid dan satu butir yaitu nomor KD4 dinyatakan tidak valid karena mempunyai nilai r<0,3. Sedangkan untuk variabel Perilaku Seksual, dari 10 item yang diujikan diperoleh r-score > 0,3 sehingga seluruh item valid. Untuk pengujian reliabilitas, variabel Religiusitas, Pengendalian Diri dan Perilaku Seksual mempunyai nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,7 sehingga ketiga konstruk tersebut reliabel dan mempunyai konsistensi yang tinggi sehingga layak digunakan dalam proses pengumpulan data.

Karakteristik Demografi Responden

43 dengan jumlah responden terkecil yaitu Fakultas Dirasat Islamiyah sebanyak 9 responden atau 2,4%, kemudian Fakultas Psikologi sebanyak 14 responden (3,7%) dan fakultas dengan responden terkecil ketiga adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. yaitu 5,0% atau 19 responden. Distribusi frekuensi kategori fakultas ini sesuai dengan rasio jumlah responden yang dirumuskan pada bab tiga, yaitu sebanding dengan jumlah mahasiswa per fakultas. Dalam penelitian ini penelitian dilakukan pada semester ganjil, sehingga kategori semester mahasiswa berada pada semester ganjil.

Kategori sampel mahasiswa semester terbesar terdapat pada semester V (lima) yaitu sebanyak 107 responden atau 28,2%. Di peringkat keempat dan kelima adalah siswa kelas VII. (tujuh) dan IX. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dari 380 responden, sebagian besar siswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berasal dari sekolah SMA (negeri) yaitu 145 orang atau 38,2%.

Sedangkan diurutan keempat diisi oleh siswa SMA (swasta) sebanyak 51 orang atau 13,4%. Sedangkan untuk asal siswa sekolah kecil berasal dari SMK dimana untuk SMK (Negeri) sebanyak 15 orang (3,9%) dan SMK (Swasta) sebanyak 5 orang atau 1,3%. Berdasarkan karakteristik tempat tinggal siswa, dari 380 sampel yang diambil, sebagian besar tinggal bersama orang tua yaitu 184 orang atau 48,4%.

Pada baris kedua terdapat mahasiswa yang menginap di asrama mahasiswa yaitu sebanyak 151 orang atau 39,7%, dan pada baris ketiga terdapat 32 orang atau 8,4% di asrama mahasiswa. Mengenai pengalaman pendidikan pesantren, dari 380 sampel yang diambil, sebanyak 155 orang atau 40,8% diantaranya bersekolah di pesantren, dan sisanya sebanyak 225 orang atau 59,2% santri belum pernah bersekolah di pesantren.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Semester
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Semester

Analisis Pemodelan Structural Equation Models (SEM) dengan

  • Hasil Estimasi Parameter dan Path Diagram
  • Evaluasi Kesesuaian Outer Model
  • Analisis Outer Model Pada Variabel Laten Religiusitas
  • Analisis Outer Model Pada Variabel Laten kontrol Diri
  • Analisis Outer Model Pada Variabel Laten Perilaku Seksual
  • Evaluasi Kesesuain Inner Model
  • Pengujian Hipotesis
  • Analisis Inner Model pada Varibael Perilaku Seksual

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Untuk variabel laten Religiusitas diketahui tiga indikator utama yang memberikan kontribusi paling besar adalah indikator RE3 (Iman terhadap Kitab) sebesar 0,8586, kemudian indikator RE4 (Iman kepada Nabi) dengan kontribusi sebesar 0,8488 dan indikator ketiga adalah indikator RE1 (Iman kepada Allah) yaitu sebesar 0,8471. Sedangkan tiga indikator yang memberikan kontribusi terkecil dalam mengukur variabel laten religiusitas adalah indikator RE19 (perasaan bersyukur atas nikmat) sebesar 0,6358, indikator terkecil berikutnya adalah indikator RE17 (perasaan terhadap doa yang dipanjatkan) dengan bobot sebesar 0,6494 . dan yang ketiga adalah indikator RE13 (dimaafkan) sebesar 0,6579. Jika dijumlahkan, total kontribusi 17 indikator dalam mengukur variabel laten religiusitas adalah sebesar 63,36%.

Terhadap variabel laten pengendalian diri diperoleh tiga indikator utama yang memberikan kontribusi paling besar terhadap indikator KD6 (mampu menafsirkan keadaan) yaitu sebesar 0,8606, kemudian indikator KD3 (mampu meramalkan kejadian) dengan kontribusi sebesar 0,8106, dan yang ketiga adalah indikator KD5 (mampu menginterpretasikan peristiwa) yaitu sebesar 0,7973. Sedangkan ketiga indikator yang memberikan kontribusi paling kecil terhadap pengukuran variabel laten pengendalian diri adalah indikator KD1 (mampu mengendalikan perilaku) 0,7418, indikator terkecil kedua adalah indikator KD8 (mampu mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan) dengan besar bobotnya sebesar 0,7751 dan indikator ketiga KD7 (kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan) berdasarkan keyakinan) 0,7866. Jika dijumlahkan maka total kontribusi ketujuh indikator dalam mengukur variabel laten Pengendalian Diri adalah sebesar 69,15%.

Sedangkan pada variabel laten Perilaku Seksual diperoleh hasil bahwa tiga indikator utama yang memberikan kontribusi paling besar adalah indikator PSO5 (ciuman bibir) sebesar 0,8980, kemudian indikator PSO6 (ciuman di leher) dengan kontribusi sebesar 0,8829 dan ketiga. indikatornya adalah indikator PSO7 (menyentuh) yaitu sebesar 0,8705. Sedangkan tiga indikator yang memberikan kontribusi terkecil dalam mengukur variabel laten perilaku seksual adalah indikator PSO1 (berpelukan) sebesar 0,7497, indikator terkecil kedua yaitu indikator PSO2 (berpelukan) dengan bobot besar sebesar 0,7631 dan ketiga adalah indikator PSO2 (berpelukan) dengan bobot besar sebesar 0,7631. indikator PSO10 (hubungan seksual) sebesar 0,8000. Jika dijumlahkan, total kontribusi 10 indikator terhadap pengukuran variabel laten perilaku seksual adalah sebesar 56,67%.

Berdasarkan hasil pengolahan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kedua variabel eksogen Agama dan Kontrol Diri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel endogen perilaku seksual siswa dalam berpacaran. Hal ini terlihat dari nilai thitung (-4,678 dan -14,666) yang lebih kecil dari -1,96 sehingga H0 ditolak dan disimpulkan bahwa variabel laten eksogen berpengaruh signifikan terhadap perubahan variabel endogen. Variabel Religiusitas mempunyai nilai loading faktor sebesar -0,198, tanda negatif pada nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan berbanding terbalik antara agama dengan perilaku seksual.

Begitu pula pada variabel pengendalian diri dengan nilai loading faktor sebesar -0,571, tanda negatif dari nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berbanding terbalik antara pengendalian diri dengan perilaku seksual. Artinya semakin tinggi tingkat kontrol diri siswa maka akan semakin rendah pula perilaku seksualnya dalam berpacaran. Dari hasil perhitungan, total pengaruh yang diterima oleh variabel Perilaku Seksual (Y) adalah sebesar 0,459 atau 45,9%.

Rekomendasi

Kuadrat terkecil parsial untuk LISEREL sebagai Analisis Komponen Utama untuk Analisis Faktor Umum. Korelasi antara tingkat perilaku seksual dan karakteristik remaja, paparan pornografi di media massa, dan frekuensi paparan pornografi. Silakan memberi tanda silang (X) atau tanda (√) pada salah satu kotak yang tersedia sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya.

Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan kemudian Anda dapat memilih jawaban yang paling sesuai dengan Anda. 3 Saya beriman dan saya yakin akan kebenaran mukjizat Al-Qur'an 4 Saya yakin dan yakin bahwa Nabi diutus oleh Allah. 6 Saya beriman dan saya yakin akan adanya kehidupan setelah mati 7 Saya menunaikan shalat lima waktu tepat pada waktunya 8 Saya menunaikan puasa Ramadhan karena semua orang masuk.

9 Membaca Al-Quran adalah rutinitas saya sehari-hari 10 Saya bersedia membantu orang lain. 13 Saya termasuk orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain. 14 Saya mampu membaca Al-Quran sesuai kaidah ilmu. 3 Kadang-kadang saya tidak bisa menahan diri untuk melakukan aktivitas seksual saat sendirian dengan pacar saya.

5 Menurutku, pacaran bisa menghilangkan stres. 6 Aku selalu memikirkan hal-hal negatif (pornografi) saat sendirian. 7 Sebelum melakukan aktivitas seksual dengan pasangan saya, saya akan berpikir matang-matang. 8 Sebelum berkencan, saya akan meminta persetujuan orang lain. 7 Menyentuh bagian pribadi pasangan saat berkencan.

Silakan memberi tanda silang (X) atau tandai (√) pada salah satu kotak yang tersedia sesuai dengan pengalaman Anda dalam berperilaku seksual dalam berpacaran. Bertanggung jawab penuh atas tanggung jawab pengelolaan keuangan kegiatan penelitian bertajuk “Analisis Perilaku Pacaran Seksual Mahasiswa Diukur Berdasarkan Tingkat Religiusitas dan Pengendalian Diri Menggunakan Metode Partial Least Square” senilai dua puluh juta rupee). Judul Penelitian: Analisis Perilaku Seksual Siswa Saat Berkencan, diukur dengan tingkat religiusitas dan pengendalian diri dengan menggunakan metode kuadrat terkecil parsial.

Gambar

Tabel 3.1. Jumlah Strata dan Total Populasi Mahasiswa UIN Jakarta  Fakultas Strata Jumlah Populasi
Tabel 3.2. Ukuran Sampel Setiap Fakultas (Strata) dan Total Sampel  Fakultas  Ukuran Populasi  Ukuran Sampel
Tabel 3.3. Operasionalisasi Variabel
Gambar 3.1 Diagram Jalur
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Analisis yang digunakan untuk melihat potensi tersebut menggunakan analisis deskriptif, sedangkan Partial Least Square (PLS) digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh stress

Data dianalisis menggunakan PLS (Partial Least Square) dengan program smartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) orientasi etika idealisme menunjukkan

Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan strategi

Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan ketidakpastian

Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan ketidakpastian

Pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (Pls-Sem) Analysis&#34;, Jurnal Sekretaris &amp; Administrasi Bisnis (JSAB),

Pengujian hipotesis dilakukan pemodelan persamaan struktural SEM dengan menggunakan partial least square PLS versi 2.0, yang hasilnya menunjukkan bahwa Variabel religiusitas dan Norma

Analisis data Partial Least Square PLS Structural Equation Model SEM bertujuan untuk mengkaji hubungan yang bersifat prediktif antara peubah laten/kontruk dengan melihat hubungan atau