• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian kerusakan jalan

N/A
N/A
Astuti Umasugi

Academic year: 2023

Membagikan "Penelitian kerusakan jalan"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

2015) melakukan penelitian menganalisis kondisi kerusakan lapisan permukaan jalan (studi kasus: Jalan Adi Sucipto Sungai Raya Kubu Raya). 2014) melakukan penelitian mengenai analisis faktor penyebab kerusakan jalan (studi kasus jalan W.J. Lalamentik dan jalan Gor Flobamora). Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang sangat penting dalam memperlancar hubungan perekonomian dan kegiatan sosial lainnya. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survei kerusakan jalan pada jalan W. Lalamentik dan jalan Gor Flobamora.

Hasil survei jenis kerusakan jalan pada jalan W. Lalamentik dan jalan Gor Flobamora adalah retakan memanjang, retakan melintang, retakan kulit buaya, retakan tepi, retakan berkelok-kelok, retakan balok, bergelombang, kelebihan beban, pelebaran, berlubang, bintik-bintik, butiran lepas. , dan jatuh. Evaluasi terhadap kondisi kerusakan jalan sangat diperlukan untuk memantau tingkat kerusakan yang terjadi pada suatu ruas jalan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei visual, pengukuran kerusakan permukaan perkerasan dan survei LHR (rata-rata harian lalu lintas) selama satu hari pada ruas jalan tersebut.

Abidin (2014) menulis untuk Dr. Radjiman Solo dengan panjang ruas jalan 2 km bertujuan untuk menilai kondisi jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan membagi jalan menjadi beberapa segmen yaitu setiap 50 meter. Arizona dan Mulyono (2015) menyelidiki biaya pemeliharaan jalan nasional berdasarkan kerusakan jalan dan modulus efektif permukaan jalan pada jalan nasional di Demak.

Selain itu juga dapat menentukan prioritas penanganan kerusakan jalan pada setiap ruas jalan yang dinilai.

Jenis Perkerasan

Lapisan pondasi atas merupakan bagian tekanan yang terletak antara lapisan permukaan dan lapisan pondasi bawah. Lapisan dasar bawah adalah bagian perkerasan yang terletak di antara lapisan dasar atas dan lapisan bantalan. Lapisan tanah di bawahnya adalah tanah asli, tanah galian atau tanah timbunan yang menjadi dasar peletakan bagian-bagian jalan.

Kekuatan dan ketahanan konstruksi perkerasan jalan sangat bergantung pada sifat dan daya dukung tanah dasar. Daya dukung tanah dasar tidak merata dan sulit ditentukan secara pasti pada areal dan jenis tanah yang berbeda-beda sifat dan kedudukannya atau akibat pelaksanaannya. Perbedaan penurunan akibat adanya lapisan tanah lunak di bawah substrat akan mengakibatkan perubahan bentuk secara permanen.

Rongga udara setelah pemadatan tidak boleh melebihi 10% untuk lapisan dasar tanah dan tidak boleh melebihi 5% untuk lapisan atas 60 cm. Konstruksi pengerasan jalan yang kaku. Paving kaku (rigid paving) adalah suatu lapisan perkerasan jalan yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat antar materialnya.

Gambar 2.2. Lapis rigid pavement  Sumber : Google
Gambar 2.2. Lapis rigid pavement Sumber : Google

Faktor Penyebab Kerusakan

Dalam hal ini bisa disebabkan oleh sifat dari bahan itu sendiri atau bisa juga disebabkan oleh sistem pengolahan bahan yang kurang baik. Iklim Indonesia yang tropis dimana suhu udara dan curah hujan yang umumnya tinggi dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Hal ini bisa disebabkan oleh sistem pelaksanaan yang buruk atau bisa juga disebabkan oleh sifat tanah di bawahnya yang memang kurang baik.

Proses pemadatan lapisan pada tanah dasar yang kurang baik, umumnya kerusakan yang terjadi tidak disebabkan oleh satu faktor saja, namun dapat merupakan kombinasi dari beberapa penyebab yang saling berhubungan. Secara umum kerusakan yang terjadi tidak disebabkan oleh satu faktor saja, namun mungkin merupakan kombinasi dari beberapa penyebab yang saling berkaitan.

Jenis-Jenis kerusakan Perkerasan Jalan

Retakan pada paving lama tidak diperbaiki dengan baik sebelum pemasangan. Tingkat Kerusakan Perkerasan untuk Perhitungan PCI Pavement Condition Index (PCI) dan Identifikasi Kerusakan pada Tabel 2.4. Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.5.

Tingkat kerusakan perkerasan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.6. Tingkat kerusakan perkerasan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.7. Retakan tepi merupakan retakan yang sejajar dengan jalur lalu lintas dan biasanya berjarak 1 sampai 2 kaki dari tepi perkerasan.

Tingkat kerusakan perkerasan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel.2.8. Kerusakan ini biasanya terjadi pada perkerasan aspal yang tersebar di atas perkerasan beton semen Portland. Retakan terjadi pada lapisan tambahan (overlay) aspal yang mencerminkan pola retakan yang berbeda pada perkerasan beton lama yang mendasarinya. Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Perhitungan dan Identifikasi Kerusakan pada Tabel 2.9.

Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.10. Tingkat kerusakan perkerasan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada tabel 2.11. Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada tabel 2.12.

Tingkat kerusakan pada perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada tabel 2.13. Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.14. Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dan identifikasi kerusakan pada Tabel 2.16.

Derajat kerusakan perkerasan untuk perhitungan metode PCI (Pavement Condition Index) dan identifikasi kerusakan pada tabel 2.17. Tingkat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode PCI (Pavement Condition Index) dan identifikasi kerusakan terdapat pada tabel 3.18. Derajat kerusakan perkerasan jalan untuk perhitungan metode PCI (Pavement Condition Index) dan identifikasi kerusakan pada tabel 2.19.

Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Perhitungan dan Identifikasi Kerusakan pada Tabel 2.20.

Tabel 2.2 Tingkat kerusakan perkerasan aspal, identifikasi kerusakan Retak Kulit  Buaya (Alligator Cracking)
Tabel 2.2 Tingkat kerusakan perkerasan aspal, identifikasi kerusakan Retak Kulit Buaya (Alligator Cracking)

Kecepatan Kendaraan

Metode Pavement Condition Index (PCI)

Nilai Total Pengurangan (TDV) adalah total nilai pengurangan individu untuk setiap jenis kerusakan dan tingkat kerusakan pada unit penelitian. Apabila nilai CDV yang diperoleh lebih kecil dari Nilai Pengurangan Tertinggi (HDV), maka CDV yang diterapkan merupakan nilai pengurangan tunggal tertinggi.

Gambar 2.42 Corrected Deduct value, CDV  Sumber : ASTM (2007)
Gambar 2.42 Corrected Deduct value, CDV Sumber : ASTM (2007)

Gambar

Tabel 2.1 Perbedaan antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku  No  Penyebab  Perkerasan Lentur  Perkerasan Kaku
Tabel 2.2 Tingkat kerusakan perkerasan aspal, identifikasi kerusakan Retak Kulit  Buaya (Alligator Cracking)
Gambar 2.4 Deduct value retak kulit buaya  Sumber : ASTM (2007)
Gambar 2.7 Kegemukan (Bleeding)  Sumber : Bina Marga (1983)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Analisa kerusakan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI), Peningkatan Jalan dengan Metode Analisa Komponen dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Ruas Jalan Pungkruk

Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan Judul : "Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Sebagai Dasar Penentuan

Idrus, M, 2011, Evaluasi Kerusakan Permukaan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Pada Ruas Jalan Isimu-Paguyaman, Universitas Negeri

Metode yang digunakan untuk penilaian adalah Pavement Condition Index (PCI). Berdasarkan hasil studi, diketahui kondisi perkerasan jalan pada ruas Soekarno-Hatta Bandar Lampung

Menurut ASTM D6433 (2007) dalam perhitungan nilai kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), jenis-jenis kerusakan pada perkerasan

Setelah melakukan analisa kondisi permukaan perkerasan jalan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index), maka didapat nilai PCI tiap-tiap unit sampel yang menunjukkan

No.. Kendal) dengan metode Pavement Condition Index (PCI) diperoleh hasil rata-rata nilai PCI 49,7 termasuk dalam kondisi jalan Sedang. Menurut IRI kondisi jalan sedang ini

Studi ini mengevaluasi tingkat kerusakan Jalan KRT. Kertodiningrat di Kulonprogo menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) untuk menentukan alternatif perawatan dan perbaikan yang