Dalam upaya mengisi kesenjangan tersebut, perlu disiapkan buku ajar yang dapat menunjang kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya buku teks geometri berbasis komputer, diharapkan guru dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada komputer untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh buku ajar geometri sebagai buku penunjang ketika siswa mempelajari konsep-konsep geometri melalui pembelajaran berbasis komputer.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar yang dapat meningkatkan keterampilan geometri mahasiswa PGSD. Pengertian buku ajar pada perguruan tinggi secara garis besar adalah suatu jenis buku yang ditujukan bagi mahasiswa untuk memberikan pengetahuan dasar dan digunakan sebagai alat pengajaran serta digunakan untuk menemani proses pembelajaran. Menurut Kurniawan (2005), buku teks memberikan fasilitas bagi kegiatan belajar mandiri, baik dari segi substansi maupun penyajiannya.
Penggunaan buku pelajaran merupakan bagian dari budaya buku yang merupakan tanda masyarakat maju. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk membekali siswa dengan kompetensi yang berbeda-beda, maka perancangan buku teks hendaknya mencakup sejumlah prinsip yang dapat meningkatkan kompetensi yang ingin dimiliki siswa.
Fungsi Buku Ajar
Bahan ajar yang disusun secara sistematis memudahkan siswa dalam mempelajari materi sehingga menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu bahan ajar harus disusun secara sistematis, menarik, mudah dibaca, mudah dicerna dan mematuhi kaidah penulisan yang berlaku. Alat yang dapat digunakan untuk ini adalah merancang sejumlah soal latihan berdasarkan pencarian informasi terprogram.
Bahan ajar merupakan pedoman bagi guru yang akan memandu seluruh aktivitasnya dalam proses pembelajaran, serta isi kompetensi yang harus diajarkan/dilatih kepada siswanya. Bahan ajar merupakan pedoman bagi peserta didik yang harus mengatur aktivitasnya dalam proses pembelajaran, serta substansi yang harus dipelajari/dikuasai. Di buku teks, Anda juga dapat menyisipkan latihan untuk dikerjakan siswa yang berorientasi pada masalah kontekstual.
Buku teks memungkinkan mahasiswa mempelajari kembali teori-teori yang disampaikan dosen yang tidak dapat dipahami di kelas. Dengan buku pelajaran, jika ada tugas yang harus dikerjakan di rumah, siswa sudah mempunyai acuan untuk mengerjakannya.
Standar Buku Ajar
Pembelajaran Geometri
- Kurangnya kemampuan yang paling dasar dari guru matematika mengenai materi geometri
- Para siswa kurang memiliki dasar dalam matematika, karena itu tidak dapat memecahkan masalah bahkan ketika contoh-contoh serupa
- Mengajar dan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Hal ini sejalan dengan kurangnya prasarana dan sarana dasar untuk mengajar dan belajar
- Kurangnya kemauan siswa terhadap pembelajaran. Mereka kurang kesediaan dan kesiapan untuk belajar
- Para guru kurang komitmen karena kurangnya motivasi
- Jika dibuat ketentuan yang diperlukan dan dilakukan pemantauan yang tepat pada para siswa dan guru, masalah ini tidak akan akan terjadi lagi
Lebih lanjut Bobango menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa (1) menjadi percaya diri terhadap kemampuan matematikanya, (2) menjadi pemecah masalah yang baik, (3) berkomunikasi secara matematis, dan (4) mampu. pembelajaran geometri menurut Bobango (Abdussakir, 2010) bahwa siswa memperoleh kepercayaan diri terhadap kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematis dan bernalar secara matematis. Dari berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa materi geometri yang merupakan bagian dari pendidikan matematika sangat penting untuk dipelajari. Untuk menjamin materi geometri abstrak dapat dipahami siswa, guru harus mempunyai strategi khusus ketika mengajarkan materi tersebut.
Hal ini dikarenakan siswa telah mengetahui ide-ide geometri sejak bersekolah, misalnya garis, bidang, dan ruang. Namun bukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar geometri masih rendah dan perlu ditingkatkan. Bukti empiris di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar geometri, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Siswa tidak memiliki landasan dalam matematika, sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan masalah meskipun diberikan contoh yang serupa. Jika tindakan yang diperlukan diambil dan pengawasan yang tepat terhadap siswa dan guru dilakukan, masalah ini tidak akan terulang kembali.
Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK)
Penemuan konsep yang dilakukan siswa memberikan dampak positif bagi siswa karena mereka merasa memiliki konsep tersebut dan konsep tersebut akan bertahan lama dalam ingatannya. Secara umum fungsi komputer dalam pembelajaran dapat dibedakan menjadi komputer sebagai alat eksplorasi dan komputer sebagai tutor (Glazer, 2001). Penggunaan komputer sebagai pengajar berarti komputer menyajikan materi yang dilanjutkan dengan latihan berupa latihan dan soal yang hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat rendah.
Belajar “dari” teknologi sering kali mengacu pada penyajian materi melalui komputer dan melatih siswa dengan soal-soal (latihan). Belajar “dengan” teknologi berarti menggunakan teknologi yang mengacu pada komputer sebagai alat kognitif dan menunjang pembelajaran. Pendapat Reeves ini sejalan dengan hasil penelitian empiris yang dilakukan Atkins (1993) dengan mengulas hasil penelitian terkait penggunaan media komputer dalam pembelajaran.
Jonassen dan Reeves (Cooper dan Maor, 1998) menggunakan istilah “alat kognitif” untuk menggantikan istilah “belajar dengan teknologi”. Komputer sebagai alat kognitif berperan sebagai alat untuk membantu menghitung, menyimpan informasi dan mengeluarkan kembali informasi sesuai perintah.
KONVENSIONAL
ASPEK PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
- Software GeoGebra
- Landasan Filosofis PBK
- Konstruktivisme
- Kognitivisme
- Tujuan
- Metode
- Responden
- Instrumen
- Prosedur Pengembangan
- Uji coba lapangan awal. Uji coba dilakukan dengan mengedarkan angket kepada 5 orang responden
- Merevisi hasil uji coba. Dalam tahap ini dilakukan perbaikan dan penyempurnaan hasil uji coba
- Penyempurnaan produk hasil uji lapangan
- Uji pelaksanaan lapangan. Pengujian dilakukan melalui angket kepada 30 orang responden
- Penyempurnaan produk akhir berdasarkan masukan uji pelaksanaan lapangan 10. Diseminasi
Dengan GeoGebra, siswa dapat membuat grafik atau bangun geometri berdasarkan persamaan eksak. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi dan investigasi visual untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Pandangan ini didukung oleh penelitian empiris yang dilakukan oleh Mallet (2007) dan Nam (2001) yang menemukan bahwa siswa yang mempunyai pengalaman belajar persamaan linear dengan sistem maple mempunyai fleksibilitas kognitif yang berarti siswa dapat menginterpretasikan grafik dan mengetahui hubungan antara beberapa representasi. . .
Aktivitas mental yang berlangsung selama proses pembelajaran dengan teknologi komputer mengembangkan kemampuan penalaran siswa, meliputi berpikir kritis, analitis, dan sintetik. Selain itu, teknologi komputer sebagai alat pemecahan masalah tidak lepas dari peranan teknologi komputer sebagai alat penalaran karena pemecahan masalah memerlukan kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Fasilitas visual teknologi komputer membantu siswa memahami berbagai representasi matematika, sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menafsirkan ide-ide matematika yang terkandung di dalamnya.
Dewey (dalam Savery dan Duffy, 1994) menggunakan istilah problematis untuk konflik kognitif dan mendefinisikannya sebagai mengindikasikan atau mengarahkan pembelajaran. Bukan hal yang aneh jika siswa mengalami kebuntuan karena kurangnya informasi atau strategi solusi yang salah. Dengan kata lain, penyajian konflik kognitif yang disengaja merupakan upaya untuk membiasakan siswa, atau memberikan pengalaman, bagaimana mengakhiri konflik kognitif.
Hal ini disebabkan ketika siswa mengalami konflik kognitif, maka terjadi ketidaksesuaian antara pengetahuan yang dimilikinya dengan situasi baru. Dalam kelompok, siswa dapat mengklarifikasi, menilai dan mengembangkan pengetahuan mereka sendiri dan orang lain tentang isu atau fenomena tertentu. Setiap orang menerima informasi melalui tiga area memori, yaitu memori sensorik, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang.
Memori jangka pendek merupakan tempat menyimpan informasi yang telah diproses, misalnya siswa melakukan aktivitas yang berhubungan dengan informasi seperti menuliskan nama suatu benda. Informasi dalam memori jangka pendek dapat berpindah ke memori jangka panjang tergantung pada kualitas dan kedalaman pemrosesan informasi. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang penting, maka peluang informasi tersebut tersimpan dalam memori jangka panjang akan lebih besar.
Kemudian siswa mencoba membuat grafik yang sama dengan gambar di GeoGebra, agar informasi tersebut berpindah ke memori jangka pendek. Akhirnya siswa dapat secara mandiri mencari bentuk umum persamaan garis yang sejajar sumbu Y.
SUBKOMPONEN BUTIR
Keakuratan notasi, simbol dan ikon 10. Keakuratan acuan pustaka
Kemutakhiran Materi
- Kesesuaian materi dengan perkembangan TIK 12. Contoh aktual
- Gambar, diagram dan ilustrasi aktual 14. Kemutakhiran pustaka
Mendorong Keingintahuan
- Mendorong rasa ingin tahu
- Mendorong keinginan untuk mencari informasi lebih jauh
Praktek 17. Memberikan tugas praktik
- Meningkatkan ketrampilan teknis
- Kelayakan Penyajian
Pendukung Penyajian
- Penyajian konsep untuk mengantarkan pembaca pada materi
- Terdapat contoh menunjang penguasaan konsep 5. Terdapat latihan pada setiap bab
- Daftar pustaka C. Penyajian
- Keterlibatan peserta didik
- Kesesuaian dengan karakteristik TIK D. Koherensi Dan
- KELAYAKAN BAHASA DAN KETERBACAAN
SUBKOMPONE
Kesesuaian Dengan EYD
- Struktur Kalimat sesuai dengan kaidah bahasa indonesia
- Kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa indonesia
- Memakai ejaan yang benar untuk: tanda baca, huruf kapital, nama orang, notasi, simbul sesuai dengan
- Lambang bilangan dan huruf ditulis mengikuti kaidah yang berlaku
- Simbol dan notasi matematika digunakan dengan tepat
Hasil Penelitian 1. Studi Pendahuluan
- Pengembangan
- Kelayakan isi
- Kelayakan Penyajian
- Kesesuaian dengan
- Penilaian Bahasa
Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa buku ajar yang akan kami kembangkan harus mempertimbangkan segala kelemahan siswa. Untuk itu akan disiapkan buku ajar yang memuat pemahaman konsep geometri dan kegiatan berbasis komputer untuk mendukung pemahaman tersebut. Materi geometri yang dibahas dalam buku ajar merupakan dasar-dasar geometri, yaitu: (a) titik dan garis, (b) garis sejajar dan tegak lurus, (c).
Dari tabel diatas terlihat kelengkapan materi dan keluasan materi berada pada kategori sangat baik. Artinya materi yang disajikan dalam buku tersebut sesuai dengan kebutuhan mahasiswa PGSD, dan perkembangan materinya sangat luas. Materi termasuk dalam kategori baik artinya materi yang diberikan cukup sebagai tawaran bagi guru sekolah dasar.
Pada tabel di atas terlihat keakuratan konsep, definisi, contoh, kasus, gambar, ilustrasi, notasi, simbol dan referensi pustaka berada pada kategori sangat baik. Pada tabel di atas terlihat bahwa peserta menilai komponen tugas praktek dan peningkatan keterampilan teknis berada pada kategori sangat baik. Artinya, buku teks geometri berbasis komputer memberikan tugas-tugas praktis kepada penggunanya dan hal ini akan meningkatkan keterampilan teknis.
Pada tabel di atas terlihat konsistensi sistematik pada bab sebesar 90% termasuk kategori baik, dan koherensi konseptual juga berada pada kategori sangat baik (87%). Berdasarkan tabel di atas, penyajian konsep berada pada kategori sangat baik (86%), terdapat contoh-contoh yang menunjang penguasaan konsep, berada pada kategori sangat baik (87%), terdapat latihan pada masing-masing bab. , berada pada kategori sangat baik (93%) dan daftar pustaka (85%). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa buku teks dapat berfungsi sebagai pedoman belajar yang mandiri.
Karena di dalam buku teks terdapat konsep-konsep yang menjadi pengetahuan dasar dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang penguasaan konsep tersebut. Hal ini terlihat dari keterkaitan antar bab/subbab/paragraf serta keutuhan makna dalam bab/subbab dan paragraf berada pada kategori sangat baik (86%). Menurut responden penilaian kebahasaan buku secara keseluruhan sangat baik yaitu 92% dengan rincian penilaian kesesuaian dengan EYD sebesar 90%. sangat baik) dan notasi matematika 95% (sangat baik) Tabel 4.10.
Pembahasan
- Bahasa dan Keterbacaan
Kelengkapan yang penting adalah setiap bab berisi pengetahuan dasar yang memandu siswa mencapai tujuan yang ingin dicapai. Pengetahuan dasar berupa definisi, ciri-ciri atau pengetahuan tentang konsep-konsep yang dibahas pada bab tersebut. Sedangkan mendalam artinya ilmu yang ditawarkan tidak sebatas definisi dan ciri-ciri saja, namun juga mendalami definisi dan ciri-ciri tersebut.
Kemudian garis bagi tersebut diselidiki kembali kaitannya dengan posisi perpotongan ketiga garis bagi tersebut pada suatu segitiga sama kaki, sama sisi, dan siku-siku (Bab VI, halaman 53). Keakuratan materi buku teks dijaga agar siswa terhindar dari miskonsepsi dan kesalahan matematika, seperti salah memahami konsep, menggunakan notasi yang salah, yang dapat menghambat pemahaman matematika. Namun strategi pengajaran dan media yang digunakan dalam pembelajaran geometri semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.
Setiap bab dari Bab 3 hingga Bab 7 memiliki banyak aktivitas praktis dengan petunjuk langkah demi langkah. Kemudian konsep yang disajikan bersifat sistematis, dimulai dari gagasan besar (gagasan pokok) kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagiannya. Selain itu, latihan pada setiap akhir bab bermanfaat untuk mempertajam pemahaman dan melatih keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Kegiatan disajikan secara sistematis, dimulai dari kegiatan yang mudah dan kemudian berlanjut ke kegiatan yang sulit. Penggunaan bahasa yang meliputi pemilihan bahasa yang berbeda, pemilihan kata, penggunaan kalimat yang efektif dan penyusunan paragraf yang bermakna, sangat mempengaruhi manfaat buku teks. Data penelitian menunjukkan bahwa buku Pembelajaran Geometri Berbasis Komputer menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Karena buku ini digunakan oleh siswa, maka pilihan kata dan istilah yang digunakan bersifat formal. Selanjutnya ejaan bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah Enhanced Language Spelling (EYD). Hal ini sangat diperlukan mengingat hal yang sama juga diperlukan dalam setiap kegiatan membaca dan menulis.
KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Saran
Oleh karena itu, berikanlah kesempatan kepada anak lamban belajar untuk melakukan aktivitas dan latihan yang sesuai dengan kemampuannya. Pengaruh Penggunaan Geometer Sketchpad (GSP) terhadap Pemahaman Siswa Yordania terhadap Beberapa Konsep Geometri, Jurnal Internasional untuk Pengajaran dan Pembelajaran Matematika. Hopson, M., H., Simms, R., Knezek, G.A., Menggunakan Lingkungan yang Diperkaya Teknologi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Jurnal Penelitian Teknologi dalam Pendidikan, Volume 34, Edisi.