• Tidak ada hasil yang ditemukan

penentuan pisuke dalam tradisi pernikahan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penentuan pisuke dalam tradisi pernikahan"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

Penelitian ini mendeskripsikan penentuan pisuke dalam tradisi masyarakat Lombok Barat dengan pengambilan sampel di Kabupaten Narmada. Kepada kedua orang tua saya atas didikan, cinta dan kasih sayang kepada istri dan anak-anak saya atas kasih sayang, inspirasi dan motivasinya. Alhamdulillahirobbil Alamin, segala puji bagi Allah SWT atas rahmat Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang sederhana ini.

Baiq Ratna Mulhimah, M.H yang dengan sabar membimbing penulisan skripsi ini, berkat masukan dan koreksinya, skripsi ini dapat hadir di hadapan para pembaca. Kemudian Supriadi Bin Mujib, Lc., MA, selaku Ketua Program Studi dan Dosen Penguji, serta seluruh civitas akademika Program Pascasarjana UIN Mataram. Kedua orang tua, ayah dan ibu tercinta yang telah mendahului hadirat Allah SWT, semoga mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

Istriku tercinta dan anak-anakku tercinta yang telah dengan penuh kasih sayang mendukungku dalam studi dan penulisan skripsi ini. Dan semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam penulisan skripsi ini tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga jasa dan peran mereka dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah swt.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Mamfaat Penelitian

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Telaah Pustaka

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses negosiasi yang diakomodir dalam hukum perkawinan suku Sasak di Kabupaten Luwu Timur dilakukan setelah proses pemakiye dan dilanjutkan dengan proses selbar dimana dirundingkan masalah pemberian dan mahar. . Proses negosiasi yang sesuai dengan perkawinan Merariq suku Sasak hanyalah bagian dari tradisi adat perkawinan Sasak, tidak ada faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya. Dalam penelitian yang peneliti lakukan fokus pada pola penentuan pisuke dalam tradisi perkawinan masyarakat.

Jadi persamaannya sama dengan mempelajari tata cara perkawinan dalam tradisi masyarakat Lombok, bedanya penelitian ini lebih spesifik tentang penentuan pisuke. Sorotan utama kajian ini adalah kasus kabur dengan istilah merariq pada masyarakat Sasak. Mahyuddin Lukman menulis tentang adanya perkawinan pada masyarakat suku Sasak Lombok (Merariq) di muara pluralisme hukum.

Penelitian Bustami Saladin lebih fokus pada tradisi pernikahan suku Sasak, sedangkan penelitian ini lebih fokus pada fisuke yang merupakan salah satu bagian dalam tradisi pernikahan suku Sasak, sehingga penelitian ini lebih khusus mengkaji objek pernikahan yang spesifik dalam tradisi Sasak. Terdapat relevansi yang signifikan antara penelitian Atun Wardatun dengan penelitian ini, yaitu berkaitan dengan biaya/pembayaran untuk pernikahan dalam tradisi Lombok.

Landasan Teori

  • Konsep Pisuke
  • Konsep Al-urf

Al'Al-urf adalah sesuatu yang sudah populer di kalangan masyarakat dan telah menjadi tradisi turun-temurun baik berupa perkataan maupun perbuatan atau hal lain yang disebut adat. Menurut pengertian lain yang lebih rinci, al-urf adalah kegiatan yang telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat/kelompok komunal dalam hubungan antar manusia (muamalat), yang telah menetap menjadi tradisi yang terjadi secara teratur. ف لا لا ﻪيف ﻪ ي غ لا ف او ﻪيف ﻪل تب ظ او ﻄم ع ل ﻬب درو م لك Artinya : “Maka segala sesuatu yang berasal dari bahasa tidak terdapat dalam agama, dan itu bukanlah sesuatu yang berasal dari bahasa dan tidak ada dalam bahasa. to al-urf'.”.

Al-'al-urf adalah bagian dari 'al-urf yang baik dalam artian al-urf tidak bertentangan dengan syariat Islam, yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Al-urf ada ketika terjadi suatu peristiwa yang akan didasarkan pada al-urf itu. Al-urf yang shahih atau al-'adah ashahihah adalah sesuatu yang diketahui satu sama lain oleh orang-orang dan tidak bertentangan dengan usul syariat, juga tidak menghalalkan yang haram atau membatalkan yang wajib, misalnya. : bertunangan sebelum mengadakan akad nikah.

Al-urf hash (khusus), yaitu hanya berlaku di tempat tertentu atau di tempat tertentu. Al-urf dalam bentuk perbuatan (al-urf al-amali) adalah kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan perbuatan biasa atau mu'amalah perdata.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data
  • Tehnik Pengumpulan Data a. Observasi
  • Uji Keabsahan Data
  • Sistematika Penulisan

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian, sedangkan data sekunder merupakan data pendukung yang diperoleh di luar lokasi penelitian, seperti data penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen, hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan objek penelitian terhadap informan yang memiliki kapasitas dalam hal ini adalah tokoh adat Sasak, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelaku perkawinan, yang merupakan dianggap penting dalam memperoleh data yang memadai. Selain itu, sumber data juga diperoleh melalui pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap objek penelitian.

Pentingnya penggunaan metode observasi dalam penelitian ini adalah untuk melihat/mengamati pelaksanaan penetapan pisuke dalam tradisi pernikahan di Lombok Barat. Dengan menggunakan observasi partisipan, peneliti dapat langsung mengakses sumber data sehingga mendapatkan data yang sebenarnya di lapangan. Model data Data display, data yang telah direduksi selanjutnya ditampilkan dalam bentuk deskripsi, peta hubungan antar kategori dan membangun struktur data.

Untuk menarik/memverifikasi kesimpulan; menarik kesimpulan dengan melakukan verifikasi berdasarkan data yang ada untuk mendukung hipotesis dalam penelitian ini.43. Peneliti menerapkan perpanjangan waktu penelitian untuk mendapatkan data yang benar-benar valid dan kredibel. Triangulasi Denkin dibagi menjadi empat, yaitu: triangulasi metode, triangulasi antar peneliti (bila penelitian dilakukan secara berkelompok), triangulasi sumber data dan triangulasi teori 45 Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber data dan triangulasi teori.

44 Triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu selain data itu untuk keperluan pengecekan atau pembandingan data. Bagian awal dari skripsi ini adalah halaman sampul, halaman judul, halaman pernyataan keaslian, halaman pengesahan, halaman persetujuan tim peninjau, catatan pengawas resmi, halaman moto, halaman pendahuluan, abstrak, halaman transliterasi dan daftar isi. . Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Lembar di sebelah utara, Kabupaten Lombok Tengah di sebelah timur, Laut Indonesia di sebelah selatan dan Selat Lombok di sebelah barat.

Kecamatan Narmada berbatasan langsung dengan Kecamatan Lembar di utara, Lombok Tengah di timur, Laut Indonesia di selatan, dan Selat Lombok di barat. Jumlah tempat ibadah di kecamatan Narmada sebanyak 303 tempat ibadah yang terdiri dari 91 masjid, 170 mushola, 22 langgar dan 20 pura yang tersebar masing-masing. Mayoritas masyarakat kecamatan Narmada adalah suku Sasak, dimana bahasa sehari-hari umumnya Sasak dan adat perkawinan merupakan bahasa asli daerah Sasak.

  • Penerapan Pisuke Dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Narmada
  • Negosiasi Pisuke Dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Narmada Pada umumnya pisuke mulai dibicarakan pada saat sejati/selabar
  • Dampak Pisuke Dalam Tradisi Pernikahan di Masyarakat Kecamatan Narmada
    • Respon Masyarakat Terhadap Pisuke Sebagai Bagian dari Tradisi Pernikahan Masyarakat Sasak
    • Dampak Penerapan Pisuke
    • Terpenuhinya Rasa Keadilan
    • Terciptanya Saling Ridha Antar Keluarga
    • Terjaganya Pernikahan
  • Pisuke dalam Pandangan Al-Urf
    • Al-Urf Sebagai Metode Istimbath Hukum
    • Pisuke Dalam Tinjauan Al-Urf

Pelaksanaan pisuka dilakukan setelah prosedur Mbait Wali biasa dilakukan, di mana klien laki-laki meminta wali perempuan untuk dinikahkan. Proses pisuke adat dimusyawarahkan melalui kepala dusun dari tempat tinggal laki-laki ke tempat tinggal perempuan. Proses pisuka biasa diawali dengan pertemuan antara pihak laki-laki dan kepala dusun, dimana sang suami membahas tentang ukuran pisuka.

Secara prosedural, setelah pertemuan antara laki-laki dan kepala desa di kediamannya, kepala desa mendatangi kepala desa di kediaman perempuan. Pasalnya, keluarga laki-laki dan keluarga perempuan tidak boleh bertemu sampai iuran pisuke lunas. Kepala Dusun dari pihak laki-laki akan terus melakukan penawaran sampai tercapai kesepakatan mengenai ukuran pisuke.

Kesannya, perempuan menyerahkan begitu saja anak perempuannya kepada laki-laki dan ini merupakan gambaran yang tidak populer di masyarakat Lombok, khususnya di Kabupaten Narmada. Alasan ini kemudian digunakan oleh para pria untuk sesedikit mungkin mengurangi jumlah pissuke yang diberikan kepada wanita. Namun, banyak juga wanita yang tidak terlalu mempedulikan pisuke, yang artinya pisuke secara nominal akan diserahkan kepada kemampuan pria.

Dalam hal ini istri memiliki nilai tawar yang rendah karena anak perempuannya “dalam kuasa” suami. Namun, banyak juga pria yang mengerti, sehingga mereka mencoba jumlah pisuke sesuai dengan permintaan wanita tersebut. Kemudian Suherman, salah satu laki-laki, juga menganggap penerapan pisuke penting dalam pernikahan.

Saling menghormati, laki-laki menghormati perempuan dengan cara membayar pisuke, perempuan juga harus memahami kondisi keuangan laki-laki. Biaya pelaksanaan yongkolah ditanggung oleh pihak laki-laki, sedangkan pihak perempuan hanya mengadakan pesta kecil-kecilan tergantung jumlah pisuke yang diterima. Pemberian pisuke dari laki-laki dan perempuan bisa menjadi penangkal/penutup ketidakadilan ini.

Laki-laki sering dianggap cuek dengan adat istiadat yang berlaku di masyarakat setempat. Di sini perempuan justru berkorban untuk menyelenggarakan acara yang seharusnya menjadi tanggung jawab laki-laki. Mahar adalah pemberian wajib dari suami kepada istrinya secara sukarela dan sesuai dengan kemampuannya.

Sedangkan secara istilah, pisuke adalah sejumlah uang atau barang yang harus dibayarkan oleh suami kepada istri di luar pembayaran mahar.

Referensi

Dokumen terkait

The article analyzed pre-service teachers’ experiences in designing and implementing instructional videos based on the TPACK framework in their microteaching course..