Karakteristik Industri Pengolahan Keripik Sukun 51 3. Profil Industri Rumah Tangga Bayu Indah 51 4. Startup Usaha Keripik Sukun Bayu Indah 52. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang digunakan produsen dalam menentukan segmentasi pasar dan upaya pengembangan usaha Keripik Sukun.
Rumusan Masalah
Dari usaha mikro banyak yang menjual berbagai jenis keripik salah satunya produksi keripik pohon roti. Keripik roti di kawasan Mekarsari menghadapi beberapa kendala yaitu menentukan target pasar, atau segmentasi pasar.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang penentuan segmentasi pasar. Ruang lingkup penelitian ini adalah penentuan segmentasi pasar dalam pengembangan usaha keripik sukun di Desa Kembang Sari Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur.
Telaah Pustaka
Roy Romadhon, mengangkat judul, Strategi Segmentasi Pasar dan Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan (Studi Kasus Toko Getuk Goreng Eka Sari Sokaraja, Banyumas).8. 8 Roy Romadhon, Segmentasi Pasar dan Strategi Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan (Studi Kasus Toko Getuk Goreng Eka Sari Sokaraja Banyumas), (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, 2018).
Kerangka Teori 1. Pasar
Pemasaran
Segmentasi pasar adalah strategi yang didasarkan pada filosofi manajemen pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. Konsentrasi melibatkan perusahaan yang memilih untuk menargetkan hanya satu segmen pasar dengan menggunakan metode segmentasi pasar konsentrasi. Ada beberapa variabel yang harus diperhatikan dalam melakukan segmentasi pasar agar segmentasi yang dilakukan tepat sasaran.
Karena segmentasi pasar pada dasarnya menunjukkan berbagai peluang dalam segmen pasar yang dihadapi setiap perusahaan. Tujuan segmentasi pasar adalah untuk mengarahkan kegiatan pemasaran berdasarkan kebutuhan dan karakteristik spesifik dari segmen yang dipilih. Kegiatan pemasar dalam melakukan segmentasi pasar adalah strategi yang dirancang untuk mengalokasikan sumber daya pemasaran ke segmen yang telah ditentukan.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Kesahihan Data
Tahap pelaksanaan yaitu tahap dimana peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian dan melakukan wawancara dengan informan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data primer merupakan data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data.44 Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan produsen keripik roti. Informan dalam penelitian ini adalah para produsen sebagai pemilik usaha roti itu sendiri, tujuannya untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat.
Dengan demikian, data yang terkumpul diinterpretasikan dan didiskusikan sehingga diperoleh gambaran yang akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan berbagai teori yang berkaitan dengan pokok bahasan penelitian ini.
Sistematika Pembahasan
Peneliti mencoba menggunakan teknik ini dengan kemampuan peneliti, yaitu dengan membandingkan satu catatan dengan catatan lain tentang data yang sama. Selanjutnya pada bab II yang berisi pemaparan data dan temuan yang ditemukan di lapangan. Dalam hal ini, peneliti mencoba memaparkan secara singkat gambaran lokasi penelitian dan temuan-temuan dalam penelitian, beserta jawaban dari berbagai responden terkait pembahasan penelitian ini.
Pada bab III berisi tentang pembahasan penelitian ini yang meliputi proses analisis peneliti dalam melakukan penelitian lapangan berdasarkan temuan penelitian yang telah diuraikan pada bab II.
Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan
- Karakteristik Industri Pengolahan Keripik Sukun
- Profil IRT (Industri Rumah Tangga) Bayu Indah
- Awal Usaha Keripik Sukun Bayu Indah
- Kualitas dan Keunikan Produk
- Implementasi Proses Produksi Usaha Keripik Sukun
- Pelanggan Keripik Sukun Bayu Indah
Itu langsung oleh mrs. Sri Warni Asri selaku pemilik dan pembuat roti kripik pohon menyampaikan dari hasil wawancara yang diperoleh peneliti. Nyonya. Sri selaku pemilik usaha keripik sukun memulai usahanya dengan modal awal Rp. Kualitas keripik sukun Bayu Indah sendiri sangat bergantung pada bahan baku sukun yang digunakan.
Pelanggan keripik sukun Bayu Indah ini sendiri merupakan pelanggan tetap yang sudah pernah bersama mrs. Sri bekerjasama yaitu pelanggan yang berada di Koperasi RS Kota Selong.
Segmentasi Pasar Keripik Sukun Bayu Indah
Segmentasi Demografis
Selanjutnya dalam segmentasi demografis, segmen pasar yang terdapat pada usaha keripik roti adalah berbeda atau berbeda, baik dari segi usia, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama dan ras. Kalau semua suka keripik roti ini banyak anak kecil yang suka, apalagi kalau kita jual ribuan, maka yang beli bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah, tapi juga banyak yang berpenghasilan menengah ke atas seperti karyawan, perawat bahkan dokter di rumah sakit yang juga ikut membelinya”, tutupnya. Dari pernyataan Ibu Sri di atas, terlihat bahwa semua umur bisa menikmati kentang goreng, karena kentang goreng bergizi dan sehat. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan roti sebagai bahan utama tanpa bahan berbahaya seperti bahan pengawet dan sebagainya. Tak heran, respon masyarakat dan pembeli mencakup semua segmen pasar.
Meningkatnya permintaan keripik sukun juga ditopang oleh harga keripik sukun yang cukup terjangkau bagi lapisan masyarakat baik masyarakat kelas bawah maupun kelas atas.
Segmentasi Psikografis
Dari hasil penelitian pada tahap penargetan, segmen pasar pada usaha keripik roti didominasi oleh kriteria sebagai berikut: wanita dewasa, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki riwayat pendidikan menengah, memiliki pendapatan lebih dari Rp. 1.000.000, Muslim, ras pribumi, bertempat tinggal dan berasal dari kota Selong, kalangan menengah ke atas hingga menengah ke bawah, menjadikan keripik roti untuk konsumsi pribadi, dengan varian rasa original dan kemasan besar sebagai favorit konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, produk keripik roti memiliki keunggulan dari segi harga, rasa dan kemasan yang terjangkau.
Dari hasil perbandingan atau perbandingan yang dilakukan peneliti untuk produk keripik sukun dengan beberapa pesaing sejenis, harga keripik sukun cenderung standar, karena ternyata masih ada pesaing yang memiliki harga di atas atau di bawah harga keripik sukun.
Upaya Pengembangan Usaha Keripik Sukun Bayu Indah
- Meningkatkan Jumlah Produksi
- Mengembangkan Pasar dari Sistem Penjualannya
- Mengembangkan Pasar dengan Sinergisme
- Memperkuat Promosi
Karena ada produsen nakal yang curang menjual keripik sukun dan menggunakan pohon sukun yang belum benar-benar matang dan terpaksa langsung mengolahnya dengan menambahkan pewarna buatan agar keripiknya berwarna kuning keemasan. Dalam upaya pengembangan usaha melalui sistem penjualan, Ibu Sri mengembangkannya dengan mengembangkan sistem jaringan pemasaran dengan pihak lain melalui kerjasama operasional atau outsourcing dengan koperasi rumah sakit sebagai bagian dari upaya pengembangan produk, sehingga diharapkan produk dapat lebih dikenal konsumen. Produsen memasarkan produknya ke koperasi rumah sakit, begitu juga dengan koperasi rumah sakit diuntungkan dengan menambah calon konsumen dan dari penjualan keripik sukun.
Menentukan segmentasi pasar dalam pengembangan usaha keripik Bayu Indah di desa Kembang Sari kota Selong.
Penentuan Segmentasi Pasar dalam Mengembangkan Usaha Keripik Sukun Bayu Indah di Kelurahan Kembang Sari Kota Selong
Analisis Penentuan Segmentasi Pasar
Segmen pasar berdasarkan kelas sosial adalah kelas menengah ke atas hingga menengah ke bawah untuk produk keripik roti ini karena profil segmen ini sangat mudah digarap dan daya belinya cukup tinggi. Namun Ibu Sri menghindari pemasaran keripik sukun di pasar tradisional karena menghindari kecurangan yang terjadi di pasar tradisional. Ada tiga tahapan proses yaitu tahap penelitian, tahap analisis dan terakhir tahap desain.58 Hal inilah yang dilakukan Ibu Sri sebagai produsen keripik sukun dalam segmentasi produksi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilik keripik sukun tidak mendesain produknya untuk segmen tertentu, namun keripik sukun dapat dikonsumsi oleh semua jenis segmen pasar.
Analisis Penentuan Target Pasar (Targeting)
Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa konsumen mempercayai keripik roti sebagai oleh-oleh dengan kemasan menarik dan pilihan rasa bagi penikmat makanan ringan. Menurut Wijaya dan Sirine dalam penelitiannya tentang strategi penargetan, ada lima faktor yang harus diperhatikan sebelum menetapkan pasar sasaran, yaitu melihat pertumbuhan segmen, mengukur segmen, kemudian menyiapkan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menjangkau segmen tersebut, kemudian mencocokkannya dengan kemampuan dan posisi kompetitif perusahaan yang bertujuan agar pasar sasaran mengarah pada tujuan dan mengalokasikan sumber daya yang efektif. Produsen keripik roti telah menggunakan salah satu dari lima model cakupan pasar di atas untuk menentukan target pasarnya, yaitu model konsentrasi pasar tunggal.
Dimana produsen keripik sukun all out dengan berfokus pada satu segmen saja yaitu kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas.
Analisis Penentuan Posisi Produk (Positioning)
Strategi yang diterapkan produsen adalah dengan memposisikan produk keripik sukun berdasarkan atribut kelas sosial yaitu kelas sosial menengah ke atas, serta menonjolkan keunggulan produknya sebagai positioning untuk memperkuat kesan produk keripik sukun di benak konsumen bahwa keunggulan keripik sukun luar biasa. Untuk menciptakan posisi produk di benak calon pelanggan dan konsumen dengan membangun citra produk. Menciptakan citra yang kuat tentunya membutuhkan kerja keras dan kreatifitas yang tinggi, promosi dilakukan secara terus menerus dan melalui sarana komunikasi yang tersedia.63 Untuk mengembangkan citra produk, produsen breadcrumbs sudah melakukan hal tersebut, dan salah satu alat komunikasi yang digunakan oleh produsen breadcrumbs adalah dengan memberikan tester kepada konsumen dan calon pembeli.
Berdasarkan image atau citra produk yang melekat dibenak konsumen pada produk keripik sukun maka positioning produk keripik sukun ini didasarkan pada keunggulan dan karakteristik kelas sosial, dimana produk ini ditujukan untuk kelas sosial menengah ke atas hingga kelas sosial menengah ke bawah.
Analisis Upaya Pengembangan Keripik Sukun Bayu Indah
Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi tentang keunggulan produk yang ditawarkan dan kemudian mendistribusikan produk secara efektif ke pasar sasaran sehingga mudah dijangkau. Berdasarkan penjelasan di atas, maka positioning dapat dinilai dengan mengukur persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk dan pesaing. Menurut Muhammad Afridal, untuk pengembangan perusahaan tentunya diperlukan beberapa strategi agar perusahaan dapat lebih fokus dan mampu berkembang, salah satunya menjaga kualitas, kontinuitas, potensi sumber daya alam, stabilitas ekonomi dan meningkatkan jumlah produksi.
Kesimpulan
Saran
Penambahan produksi keripik sukun khususnya pada musim perayaan dengan variasi rasa yang lebih banyak dan dapat menyesuaikan dengan selera konsumen. Oleh karena itu, penulis berharap suatu saat nanti penelitian ini dapat dikembangkan dengan ruang lingkup yang lebih spesifik dan detail. Segmentasi Pasar dan Strategi Promosi Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Studi Kasus Toko Getuk Goreng Eka Sari Sokaraja Banyumas.
Analisis Segmentasi Pasar Berdasarkan Karakteristik Perilaku Nasabah Peminjam Kredit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Citra Abadi Lamongan.