• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Ibu Sri selaku pemilik sekaligus produsen keripik sukun Bayu Indah merupakan seseorang yang sangat ulet, tekun dan sangat berpengalaman dalam bidang usaha terutama dalam usaha keripik, terbukti dengan berbagai macam jenis keripik yang sudah dibuatnya, seperti keripik singkong, keripik ubi ungu dan keripik talas. Tidak hanya itu, Ibu Sri juga berperan penting dalam perekonomian keluarga. Disamping kesibukannya dalam mengurus kebutuhan rumah tangga, Ibu Sri juga membuat dan memproduksi keripik sukun sebagai tambahan pemasukan sehari-hari, Ibu Sri bukanlah seorang sarjana atau dalam kata lain belum pernah menempuh pendidikan sampai ke bangku perkuliahan, hanya sampai pada jenjang sekolah menengah atas atau SMA. Namun sudah mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Inisiatif usaha sendiri bermula dari sebuah hobby/kegemaran Ibu Sri dalam mengkonsumsi keripik sukun dan berfikir bagaimana memanfaatkaan pohon sukun yang berada tepat di halaman rumah Ibu Sri. Karena masyarakat pada umumnya, khususnya di daerah kembang sari hanya memanfaatkan sukun sebagai lauk pauk yang diolah dengan cara direbus, dan jarang sekali yang mengolahnya sebagai cemilan atau keripik. Seiring berjalannya waktu, Ibu Sri

mulai berfikir untuk membuat lapangan kerja sendiri, rasa akan keinginan membantu perekonomian keluarga adalah alasan utama Ibu Sri untuk membuka usaha keripik tersebut.

Ibu Sri mulai merintis usaha dengan modal awal sebesar Rp.500.000 sebagai modal pembelian bahan dasar pembuatan keripik sukun dan sebagai pembelian minyak goreng, kemudian sisanya untuk keperluan peralatan lainnya. Sebagai seorang pengusaha yang tergolong baru, Ibu Sri memiliki beberapa kendala, salah satunya semua pekerjaan dalam memproduksi keripik dilakukan dengan dibantu oleh ketiga anak dan suaminya. Dari mulai membeli bahan dasar sukun, hingga memotong buah sukun masih dilakukannya secara manual. Belum lagi untuk pemasaran keripiknya dilakukan dari warung satu ke warung lainnya, dan dari toko satu ke toko lainnya, serta belum adanya pelanggan tetap dan belum dikenalnya produk keripik Ibu Sri ini menjadi hambatan utama pengembangan produk dan pemasaran keripik pada usaha Ibu Sri ini.

Namun demikian, lambat laun usaha keripik Ibu Sri mulai dikenal oleh konsumen berkat kualitas dan usaha keripik Ibu Sri yang enak dan gurih, keripik Ibu Sri ini mulai diminati oleh banyak orang, bertahun-tahun berlalu ahirnya keripik Ibu Sri ini mulai menambahkan inovasi yaitu menggunakan label kemasan yang dinamakan keripik Bayu Indah. Nama Bayu Indah sendiri diambil dari nama anak pertama dan kedua Ibu Sri, yaitu Bayu dan Indah dengan keyakinan bahwa nantinya dapat memberikan keberkahan dalam usaha yang digeluti Ibu Sri. Masalah produksi kini Ibu Sri sudah ada tempat tetap

untuk seminggu sekali mengantar produknya, untuk dilakukan pemasaran di area Kota Selong dan sekitarnya.51

2. Karakteristik Industri Pengolahan Keripik Sukun

Industri pengolahan dalam penelitian ini merupakan industri kecil yang menggunakan bahan baku utama berupa buah sukun serta bahan penunjang lainnya untuk mengolahnya menjadi “keripik sukun” penelitian dilakukan pada “IRT Bayu Indah” yang terletak di Desa/Kelurahan Kembang Sari.

3. Profil IRT (Industri Rumah Tangga) Bayu Indah

Nama Perusahaan : IRT Bayu Indah

Alamat Perusahaan : Jln. Teuku Umar, No. 32 B, Karang Anyar

Nama Pemilik Perusahaan : Sri Warni Asri

Alamat (owner) : Jln. Teuku Umar, No. 32 B, Karang Anyar

Jenis Usaha : Industri Rumah Tangga (Industri Kecil)

Tahun Berdirinya Usaha : 2007

Nama Produk : Bayu Indah

Bahan Baku Produksi : Buah Sukun

Status kepemilikan modal berupa modal sendiri sejak awal didirikannya usaha tersebuit. Alasan utama produsen tidak menjadi distributor atau tidak

51 Sri Warni Asri, Wawancara, Selong, 16 April 2020.

menggunakan jasa promosi atau perantara disebabkan karena biaya promosi iklan visual maupaun non visual yang relatif tinggi, serta harus membayar uang jalan atau semacamnya saat memasarkan keluar dan memasukkannya ke mini market atau toko makanan ke Kota Selong dan sekitarnya, keuntungan terkadang tidak sepadan dengan biaya operasional.

4. Awal Usaha Keripik Sukun Bayu Indah

Ada beragam model bisnis yang mudah dilakukan dan hanya mengeluarkan modal kecil akan tetapi cukup menguntungkan, terdapat bisnis makanan dan sebagainya termasuk bisnis keripik sukun. Untuk menambah pendapatan keluarga, para ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kembang Sari menggeluti berbagai macam model usaha salah satunya ialah Ibu Sri Warni Asri yang menekuni usaha rumah tangga keripik sukun sejak 13 tahun lalu.

Demikian yang disampaikan langsung oleh Ibu Sri Warni Asri selaku pemilik sekaligus produsen dari keripik sukun dari hasil wawancara yang peneliti peroleh.

“Awalnya kan saya buat keripik sukun buat diri saya sendiri dan keluarga sebagai cemilan, tapi lama kelamaan banyak orang yang suka sama keripik sukun ini terus mesan keripik di tempat saya, selanjutnya usaha keripik sukun ini saya tekuni kemudian berlanjut sampai sekarang”52

Dari hanya memasak 1-2 buah kini Ibu Sri harus mengumpulkan puluhan buah sukun untuk diolah dan dijadikan keripik.

52 Sri Warni Asri, (Pelaku usaha), Wawancara, Pada tanggal 12 Februari 2020

5. Modal Awal Produksi

Dalam kegiatan usaha, apapun jenis usahanya tentu sangat wajib sekali memiliki modal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai usaha, begitupun pada usaha keripik sukun ini dibutuhkan untuk menunjang aktifitas produksi. Ibu Sri selaku pemilik usaha keripik sukun mulai merintis usaha dengan modal awal sebesar Rp. 500.000 yang diperoleh dari hasil tabungan pribadi.

Modal yang dibutuhkan untuk memproduksi keripik sukun menggunakan uang dari hasil penjualan kemarin, sistem yang digunakan ialah sistem memutar atau biasa dikenal dengan sistem rolling.

6. Kualitas dan Keunikan Produk

Keunikan daripada keripik sukun Bayu Indah sendiri ialah sangat tidak asing dan bersahabat ketika dimakan, rasanya yang begitu gurih dan renyah membuat orang ingin terus mencobanya kembali. Makanan ringan yang higienis serta harganya murah membuat konsumen selalu menjadikannya pendamping kopi atau sekedar camilan ketika bersantai atau bisa juga dijadikan oleh-oleh untuk keluarga.

Untuk kualitas daripada keripik sukun Bayu Indah sendiri sangat tergantung pada bahan baku sukun yang digunakan. Oleh karenanya dalam memilih bahan baku Ibu Sri sangat teliti dan berhati-hati, hanya sukun yang benar-benar sudah matang dan menguninglah yang bisa dipetik dan bisa diolah, untuk menciptakan cita rasa dan kualitas yang bagus terhadap

kerenyahan dan citarasa keripik sukun nantinya. Sukun yang baru dipetik dari pohonnya atau baru dibeli dari pasar oleh Ibu Sri langsung diolah menjadi keripik untuk menciptakan cita rasa yang gurih dan fresh. Karena rendahnya kualitas bahan baku yang digunakan dapat mengakibatkan kerugian pada kualitas keripik sukun, pengangkutan, penyimpanan dan pada akhirnya dibuang dan menjadi sia-sia. Dalam memproduksi keripik sukun, Ibu Sri memperhatikan beberapa kriteria sukun yang digunakan, seperti buah sukun yang masih terlihat fresh atau segar, buah sukun yang sudah matang dari pohonnya, bebas dari serangan penyakit dan hama, dan tentunya tidak mengalami kerusakan pada buah sukun.

7. Implementasi Proses Produksi Usaha Keripik Sukun

Dalam memproduksi keripik sukun dibutuhkan 4 orang tenaga kerja yang terdiri dari anggota keluarga produsen sendiri, kemudian untuk sekali produksi membutuhkan bahan baku sebanyak 50 buah sukun atau setara dengan 2-3 karung buah sukun. Industri ini berproduksi bergantung kepada pelanggan keripik atau kapan habisnya keripik sukun, atau sekitar 1-2 minggu sekali.

Dalam sekali produksi menghasilkan 100 pcs keripik sukun. Harga keripik sukun sendiri cukup terjangkau yaitu Rp. 9.000 per pcs yang dijual ke pengecer, kemudian pengecer menjualnya ke konsumen seharga Rp. 10.000 per bungkusnya.

Sumber bahan baku pada pembuatan keripik sukun diperoleh dari daerah sendiri, yaitu dengan berkeliling membeli sukun milik warga sekitar yang

masih segar dari pohonnya dan juga sesekali membeli dipasar Pancor untuk mendapatkan kualitas bahan baku yang baik untuk diolah menjadi keripik.

Menurut Ibu Sri, untuk memperoleh bahan baku dalam pembuatan keripik sukun sangatlah tidak mudah, hal ini disebabkan karena pohon sukun sendiri sangat langka serta mengandalkan musim.

8. Pelanggan Keripik Sukun Bayu Indah

Pelanggan dari keripik sukun Bayu Indah sendiri ialah pelanggan tetap yang sudah lama menjalin kerjasama dengan Ibu Sri, yaitu pelanggan yang berada di koperasi rumah sakit Kota Selong.

Hal ini dibenarkan oleh Ibu Julaeha selaku kasir di RS Kota Selong berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan.

“Iya, Ibu Sri biasanya mengantarkan keripik sukunnya kesini ke koperasi rumah sakit, biasanya sekali sampai dua kali seminggu, tergantung kapan habis keripiknya”.53

Oleh Ibu Sri Keripik sukun diantar langsung ke pelanggan kantin rumah sakit Kota Selong setiap kali keripik sukun habis terjual, untuk mengetahui keripik sukun sudah habis terjual atau tidaknya, Ibu Sri langsung mengecek ke lokasi untuk memastikan produknya sudah habis, kemudian memasukkan produk kembali di hari berikutnya, begitupun seterusnya.

53 Julaeha, (Kasir Koperasi RS Kota Selong), Wawancara, 03 Maret 2020.

B. Pemasaran Keripik Sukun Bayu Indah

Bentuk pemasaran yang dilakukan oleh pemilik usaha keripik sukun Bayu Indah berupa pemasaran secara pribadi ke tempat pengecer yang berlokasi di RS Kota Selong, hal ini disebabkan karena kerjasama yang terjalin antara pelaku usaha dengan pengecer sudah sangat lama dan terjalin dengan sangat baik, serta sasaran pasarpun sangat pas jika ditempatkan di RS tersebut.

Dari hasil wawancara dengan Ibu Sri , Ibu Sri mengutarakan alasan mengapa ia memilih RS Kota Selong sebagai tempat pemasarannya:

“Karena kan kalo rumah sakit itu banyak yang beli, orang-orang banyak yang dateng, bukan cuma dari lombok timur aja, tapi banyak juga yang dari lombok tengah dan lombok barat buat jenguk keluarganya yang sakit, jadi selain lokasinya yang strategis juga banyak orang yang lalu lalang dan banyak pembeli, jadi cepet dia habis keripiknya”.

Dalam memasarkan produk, tentu produsen memiliki banyak sekali kendala, apalagi pada musim pandemi seperti sekarang ini. Salah satu kendala yang dihadapi produsen keripik sukun sekarang ini ialah adanya anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah serta tempat memasarkan produkpun tidak lagi menerima keripik dalam skala besar karena mengaku sepi pembeli.

Dokumen terkait