• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR "

Copied!
187
0
0

Teks penuh

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII7 SMPN 1 Punggur dengan menggunakan metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT).

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Diharapkan metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT). Diharapkan metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sesuai dengan Kriteria Pengetahuan Minimal (KKM).

Identifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti merencanakan solusi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan menggunakan metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran dimaksudkan agar guru dan siswa dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Penelitian yang Relevan

  • Pengertian Aktivitas Belajar
  • Jenis-Jenis Aktivitas Belajar
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar

Kegiatan visual yang meliputi misalnya membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, mengamati hasil karya orang lain. Kegiatan lisan (oral) seperti: mengutip, merumuskan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.

Hasil Belajar

  • Pengertian Hasil Belajar
  • Kriteria Hasil Belajar
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
  • Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Menerapkan Metode Cooperative Learning Tipe Numbered Head Togerher (NHT) Cooperative Learning Tipe Numbered Head Togerher (NHT)
  • Kelemahan dan Kelebihan Metode Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) Numbered Head Together (NHT)

Kurniasih dan Berlin Sani, Ragam Pembangunan., h. 2) Guru membagi kelas menjadi 4-6 kelompok dan memberikan nomor kepada setiap siswa dalam kelompok tersebut. Kelemahan dan Kelebihan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT) Numbered Head Together (NHT) Metode Numbered Head Together (NHT).

Hipotesis Penelitian

Untuk mengatasi kelemahan metode kerjasama numbered head together (NHT) guru harus mempersiapkan dengan matang agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar, sebelum proses pembelajaran dimulai guru sudah mengetahui kemampuan masing-masing siswa, dan jika banyak waktu, perlu, maka cara mengatasinya dengan mempercepat waktu pembahasan.

Definisi Operasional Variabel

  • Variabel Bebas
  • Variabel Terikat

Berdasarkan pengertian tersebut maka variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar. Aktivitas siswa dan hasil belajar dapat dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor pendekatan pembelajaran. Salah satu kendala dalam proses pembelajaran adalah faktor sekolah dalam menerapkan pembelajaran. metode. Sedangkan hasil belajar siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dari hasil pertanyaan yang diajukan oleh guru kepada siswa setelah mata pelajaran tersebut diajarkan oleh guru.

Setting Penelitian

Subjek Penelitian

Prosedur Penelitian

  • Tahap Perencanaan
  • Tahap Pelaksanaan
  • Tahap Pengamatan (Observasi)
  • Tahap Refleksi

Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi serta mengidentifikasi perkembangan kemajuan dan kelemahan yang muncul sebagai dasar perbaikan pada II. Oleh karena itu, hasil observasi dijadikan sebagai bahan refleksi, dan hasil refleksi pada siklus I akan dijadikan acuan untuk perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Teknik Pengumpulan Data

Lembar observasi yang disiapkan meliputi lembar observasi pembelajaran guru dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Jika proses pembelajaran pada Siklus I belum memuaskan sedangkan nilai tes hasil belajar siswa masih rendah, maka Siklus II akan dilanjutkan.

Instrumen Penelitian

  • Kisi- Kisi Soal Tes
  • Lembar Observasi

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis dengan tipe objektif untuk menentukan skor guna meningkatkan hasil individu. Instrumen observasi merupakan instrumen observasi dalam penelitian ini yang digunakan untuk mengukur aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

Indikator Keberhasilan

Temuan Umum

  • Profil SMPN 1 Punggur
  • Misi Sekolah
  • Tujuan SMPN 1 Punggur
  • Ruang Kelas
  • Ruang Lainya
  • Deskripsi Data Hasil Penelitian
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Observasi (Pengamatan)
  • Refleksi Siklus I
  • Perencanaan
  • Refleksi Siklus II

Aktivitas belajar siswa pada siklus I diamati dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan dilaksanakan oleh peneliti. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran meningkat ketika guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT). Setelah peneliti melakukan survey hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT), diperoleh data hasil belajar siswa.

Sedangkan pada pertemuan siklus II, data hasil belajar siswa diperoleh melalui penerapan metode Numbered Head Together (NHT). Dari tabel di atas diketahui bahwa hasil belajar siswa siklus I meningkat dari pertemuan I ke pertemuan II. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari siklus II pengamatan aktivitas belajar siswa pada saat guru menerapkan Metode Pembelajaran Kolaboratif Numbered Head Together (NHT) terjadi peningkatan.

Untuk membandingkan ada tidaknya peningkatan antara hasil belajar siswa yang diperoleh dari siklus II pertemuan I dengan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pertemuan siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II (Pertemuan II) menerapkan metode pembelajaran bilangan kepala secara bersama-sama. Berdasarkan hasil belajar siswa pada pertemuan I siklus II terlihat bahwa setelah guru menerapkan metode bilangan kepala (NHT), terlihat bahwa dari 30 siswa, 21 siswa mendapat nilai di atas 75. Artinya, bahwa 70% siswa lulus ujian.

Dari tabel di atas terlihat bahwa ketuntasan hasil belajar siswa tingkat II pada pertemuan pertama sebesar 70%, dan ketuntasan hasil belajar siswa tingkat II pada pertemuan kedua sebesar 90%. Hasil penelitian di II. siklus menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan siklus I.

Temuan Khusus

  • Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menerapakan Metode Pembelajaran Tipe NHT Siklus I dan Siklus II

Aktivitas Mengajar Guru Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Tipe NHT Siklus I dan II

Hasil observasi tentang kegiatan mengajar guru diperoleh data bahwa guru melakukan semua aspek yang diamati Keterampilan mengajar yang seharusnya dilakukan oleh guru tetapi ada beberapa aspek yang belum maksimal, tidak dilakukan, terkait dengan misalnya ketika guru memberikan minuman beralkohol.

Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

Berikut tabel hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 10,5% dan yang tidak tuntas pada siklus I sebesar 19,5%. Kemudian peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II, hasil belajar siswa pada siklus II tidak tuntas, pada siklus II siswa yang tuntas mencapai 24% dan yang tidak tuntas 6%.

Berdasarkan persentase ketuntasan siswa pada siklus II, hasil belajar siswa pada siklus II mencapai target keberhasilan yang telah ditentukan, sehingga peneliti tidak merencanakan tindakan selanjutnya dan dikatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan data aktivitas terlihat bahwa aktivitas belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas sudah baik. Aktivitas yang diamati tidak hanya aktivitas siswa tetapi juga aktivitas mengajar guru, rata-rata aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 75,65%, sedangkan aktivitas mengajar guru pada siklus II sebesar 81,87%.

Meskipun pada siklus I belum optimal menggunakan metode Numbered Head Together (NHT), namun pada siklus II sudah lebih baik sehingga siswa memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru. Rata-rata hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 10,5%, sedangkan pada siklus II sebesar 24%. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar tersebut merupakan hasil dari penggunaan metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT) yang telah peneliti terapkan.

PENUTUP

Saran

Guru diharapkan dapat menerapkan metode Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran di kelas, metode ini dapat digunakan pada mata pelajaran apapun dan dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran salah satunya pada mata pelajaran PAI dengan materi memahami hikmah dari kelelahan bersyukur. kelelahan karena lupa dan kelelahan dari bacaan dan pemahaman hikmah adalah puasa wajib dan puasa sunnah, karena penerapan metode Numbered Head Together (NHT) dapat membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Siswa diharapkan lebih memperhatikan pembelajaran dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran di kelas sehingga lebih percaya diri dan mampu meningkatkan hasil belajarnya, salah satunya pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Bagi sekolah berusaha menerapkan metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT) dalam proses pembelajaran di kelas, selain dapat memberikan metode belajar mengajar yang berbeda di dalam kelas, juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan pembelajaran mata pelajaran apapun, salah satunya adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Candra Kusuma Lestari, Penerapan Model Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Mulok Produktif Membuat Jajanan Tradisional Kelas X TPHP II di SMKN 1 Pandak Tahun Pelajaran 2014/2015. Dimyanti Mudjiono, Belajar-Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2009 Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia, 2011. Husnul Rizqi, Pengaruh Hasil Belajar Kooperatif Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Muhammadiah 12 Pamulang Tahun Pelajaran 2013/2014.

Oemar Hamalik, Kurrikulum en Leer Jakarta: Bumi Aksara, 2011 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005 Sadiman, Interaksi dan Motivasi Mengajar, Raja Grafindo, 2011. KI.2: Nilai jujur ​​dan perilaku nilai, nilai disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam interaksi yang efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaan. AI.3 : Pemahaman pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata AI.4 : Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkrit (menggunakan, menganalisis, menyusun , memodifikasi dan mencipta) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang diajarkan di sekolah dan sumber lain yang sama dari sudut pandang teori.

Kompetensi Dasar

Tujuan pembelajaran

Materi ajar

Metode pembelajaran 1. Ceramah

  • Pendahuluan (pembukaan)
  • Kegiatan Inti a. Mengamati
  • Penutup

Guru menyampaikan materi yang akan kita pelajari pada pertemuan berikutnya dan memberikan tugas mandiri terkait materi tersebut.

Penilain 1. Sikap

Artinya: “Maka, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)ku”. (QS. Al-Baqarah: 152). Sujud dilakukan untuk menyatakan keagungan Allah dan sujud dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat “sajadah” dalam Al-Qur’an, di dalam dan di luar shalat. Pelajar bertanyakan soalan lain yang relevan dan kontekstual tentang hikmah sujud sahwi dan ketentuan melaksanakan sujud tilawah.

Sujud sahwi adalah sujud dua kali setelah membaca tasihud terakhir sebelum melakukan kesalahan ketika ada keraguan dalam melaksanakan shalat. Bacaan sujud adalah sujud yang dilakukan untuk mengungkapkan kebesaran Allah dan sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengarkan ayat-ayat "roda doa" dalam Al-Qur'an, di dalam dan di luar doa. Siswa mengajukan pertanyaan lain yang relevan dan kontekstual dengan makna, hikmah dan ketentuan puasa sunnah dan puasa wajib.

Walaupun janji adalah hutang yang mesti ditepati, namun ada yang berpendapat orang yang suka bernazar adalah orang yang suka berhutang. Puasa wajib adalah puasa yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan membawa kepada dosa. Puasa sunnah ialah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tanpa berdosa.

Orang tua atau lanjut usia mendapat kelegaan malah tidak boleh berpuasa di bulan Ramadhan. Sedangkan orang tua tidak berkewajipan mengqadha baki puasa pada hari lain, tetapi mengqadha puasanya dengan bersedekah. Jadi, bolehlah disimpulkan bahawa orang tua tidak boleh berpuasa dan wajib membayar fidjah.

Penilain 1. Sikap

Hukum melaksanakan sunnah ialah melakukannya dan mendapat pahala, jika tidak melakukannya tidak mengapa dan juga salah satu sebab orang boleh masuk syurga ialah berpuasa. Faedah puasa Ramadhan yang diikuti dengan puasa Syawal adalah seperti orang berpuasa selama setahun (HR. Muslim). Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta mendorong manusia untuk rajin dan bersyukur kepada Allah swt adalah tujuan utama orang yang berpuasa.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian saya, yang berjudul “penerapan strategi numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar akidah akhlak pada siswa MI An Nur hasil