• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Manajemen Mutu Terpadu pada PT Mie Aceh Samudra Jaya

N/A
N/A
Reskanessa Salim

Academic year: 2024

Membagikan "Penerapan Manajemen Mutu Terpadu pada PT Mie Aceh Samudra Jaya"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAJEMEN PADA MIE ACEH SAMUDRA JAYA

MAKALAH

Mata Kuliah: Manajemen Operasi Nama Dosen :Dede Hendra S.E. , M.M

Disusun oleh :

Rezqa Nessa Salim (211010502911)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN S-1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG SELATAN

2024

(2)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’

atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Bank dan Lembaga keuangan.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Jakarta, 27 Juni 2024

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

BAB I PENDAHULUAN... 4

1.1 Pengertian Manajemen Operasi... 4

1.2 Tujuan Manajemen Operasi... 5

1.3 Manfaat Manajemen Operasi... 5

BAB II LANDASAN TEORI ...6

2.1 Asal Usul Mie Aceh Samudra Jaya....6

2.2 Tentang Mie Aceh ...6

2.3 Sejarah Mie Aceh... 6

2.4 Prinsip-Prinsip Total Quality Manajemen...7

2.5 Karakteristik Total Quality Managemen (TQM)...7

BAB III HASIL ANALISIS ... 9

3.1 Fokus Pada Pelanggan………9

3.2 Perbaikan Berkelanjutan...9

3.3 Keterlibatan Karyawan...9

3.4 Keterlibatan Karyawan...9

3.5 Manajemen Berdasarkan Fakta...9

3.6 Pendekatan Proses...10

(4)

3.7 Manajemen Hubungan...10 3.8 Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko...10

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan...11

4.2 Saran ………12

Daftar Pustaka………...13

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Manajemen Operasi

Manajemen operasi adalah pemilihan, pengadaan, kontrol sumber daya untuk menciptakan suatu nilai, ini berlaku untuk segala bentuk organisasi yang dijalankan (Cachon et al, 2019). Manajemen Persediaan di dalam manajemen operasional memiliki fungsi untuk Buffer inventory/safety stock jenis persediaan ini digunakan untuk adanya penawaran yang muncul dan permintaan yang tidak pasti. Cycle Inventory untuk saat tahapan dalam proses tidak dapat memasok sesuai dengan permintaan. Decoupling Inventory terjadi ketika tahapan kerja dapat berfungsi secara baik. Anticipation inventory memperhitungkan permintaan dan penawaran serta adanya kendala dari rantai pasokan. Perkembangan industri yang semakin pesat saat ini, membuat persaingan semakin ketat antar perusahaan yang ada di dunia.

Segala upaya dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Manajemen yang baik menjadi kunci kesuksesan dunia industri saat ini baik itu manajemen produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan keuangan. Manajemen operasional merupakan satu fungsi manajemen yang sangat penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan.

Bidang ini berkembang sangat pesat terutama dengan lahirnya inovasi dan teknologi baru yang diterapkan dalam praktik bisnis. Oleh karena itu banyak perusahaan yang sudah melirik dan menjadikan aspek-aspek dalam manajemen operasi sebagai salah satu senjata strategis untuk bersaing dan mengungguli kompetitornya.

Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen operasi merupakan proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga tepat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi atau operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi, atau operasi. Melalui kegiatan produksi atau operasi segala sumber daya masukkan perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang jadi, barang setengah jadi dan jasa.

Oleh karena itu, kegiatan produksi atau operasi menjadi salah satu fungsi utama perusahaan.

(6)

1.2 Tujuan Manajemen Operasi

1. Untuk Mengetahui apa definisi dan istilah dalam manajemen operasional.

2. Untuk Mengetahui fungsi operasi dalam organisasi.

3. Untuk Menegetahui apa ruang lingkup manajemen operasional.

4. Untuk Mengetahui macam-macam organisasi dalam proses produksi.

5. Untuk Mengetahui posisi manajemen dalam operasi.

6. Untuk Mengetahui perbedaan operasi produsen barang dan jasa.

1.3 Manfaat Manajemen Operasi

1. Menambah keterampilan dan kemampuan dalam menyusun makalah dengan baik dan benar.

2. Menjadi sebuah referensi untuk mengkaji lebih dalam mengenai tema yang berkaitan.

(7)

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Mie Aceh Samudra Jaya

Mie aceh merupakan kuliner tradisional khas aceh yang memiliki cita rasa kuliner yang khas. Salah satu kuliner tradisional adalah Mie Aceh. Mie Aceh merupakan kuliner khas dari Aceh. Berbentuk mie dan memiliki cita yang khas dan berbeda dengan mie pada umumnya. Kuliner ini aman untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna atau pun zat kimia lainnya yang sering digunakan pada mie pada umumnya. Selain untuk mendapatkan profit, usaha ini juga turut menjaga dan mengembangkan keberadaan Mie Aceh. Untuk melestarikan kekayaan budaya kuliner Indonesia, pengembangan Mie Aceh mempunyai potensi yang besar dalam dunia usaha. melestarikan budaya kuliner Indonesia. Keberadaan makanan cepat saji membuat persaingan penjual makanan semakin ketat. Usaha ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya makanan yang dihasilkan sangat aman untuk dikonsumsi, tidak menimbulkan efek samping karena dibuat dengan bahan yang alami, yang dihasilkan lumayan besar.

2.2 Tentang Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan mie pedas dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut seperti udang dan cumi. Pada dasarnya Mie Aceh biasa di sajikan dalan sup kari yang gurih dan pedas.Nama Mie Aceh di ambil dari daerah asalnya yaitu Aceh, karena cita rasanya yang khas berbeda dengan masakan mie yang ada di Indonesia.

2.3 Sejarah Mie Aceh

Mie Aceh merupakan salah satu makanan khas di Indonesia tepatnya dari kota Aceh. Mie Aceh yang satu ini merupakan sebuah jenis makanan mie pedas asal daerah aceh. Apabila dilihat dari sisi sejarahnya, jenis kuliner ini tidak terlepas dari budaya lokal masyarakat Aceh serta pengaruh budaya asing yang masuk ke dalam wilayah Aceh pada masa lampau. Sup yang berbasis kuah kari yang cukup kental ini merupakan suatu pengaruh dari masakan India. Mie yang berwarna kuning dengan teksturnya yang tebal serta ditambah dengan irisan daging sapi, daging kambing ataupun makanan laut yang lainnya (udang dan cumi) dapat disajikan dengan sup kari yang kental, gurih dan pedas. Penyajiannya yang ditambahkan potongan daging kambing atau sapi juga dapat menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam di Aceh sangatlah kuat. Mereka membutuhkan bahan-bahan makanan yang halal khususnya daging. Penambahan Seafood yang disaji dalam Mie Aceh dikarenakan letak geografis Aceh sendiri yang dikelilingi oleh Selat Malaka, Laut Andaman dan Samudera Hindia, selain itu juga dilihat dari kehidupan mayoritas masyarakat Aceh yang merupakan petani, pedagang maupun nelayan. Kualitas hasil produk disini merupakan tanggung jawab dari lini total quality management

(TQM) yang bertugas untuk menjaga kualitas serta meningkatkannya secara berkesinambungan serta mampu mengurangi jumlah kerusakan produk yang dihasilkan. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Penerapan Total Quality Management Terhadap Kualitas Hasil Produksi Pada Mie Aceh Samudra Jaya

(8)

2.4 Prinsip-Prinsip Total Quality Manajemen

Program TQM harus didasarkan pada kesadaran akan kualitas dan berorientasi pada kualitas dalam semua kegiatannya sepanjang program, termasuk dalam setiap proses dan produk.

a. Program TQM harus mempunyai sifat kemanusiaan yang kuat dalam memberlakukan karyawan, mengikutsertakannya, dan memberinya inspirasi.

b. Progran TQM harus didasarkan pada pendekatan desentralisasi yang memberikan wewenang disemua tingkat, terutama di garis depan, sehingga antusiasme keterlibatan dan tujuan bersama menjadi kenyataan.

c. Program TQM harus diterapkan secara menyeluruh sehingga semua prinsip, kebijaksanaan, dan kebiasaan mencapai setiap sudut dan celah organisasi.

2.5 Karakteristik Total Quality Managemen (TQM) Fokus kepada konsumen

a. Obsesinya kepada kualitas b. Pendekatan secara ilmiah

c. Berkomitmen dalam waktu yang panjang d. Bekerja sama dengan tim

2.6 Proses pembuatan Mie Aceh Samudra Jaya

Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie yang lainnya, warna Mie Aceh cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang di gunakan adalah bumbu semacam kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam sajian kuliner satu ini.

2.7 Penyajian Mie Aceh Samudra Jaya

Mie Aceh di sajikan dalam tiga macam yaitu mie goreng (kering), mie kuah dan mie goreng basah. Untuk daging yang di gunakan bisa di sesuaikan dengan selera kita, karena tidak mengurangi cita rasa dan kelezatan mie tersebut. Menu pelengkap dalam penyajian Mie Aceh biasanya bisa ditambahkan bawang goreng, kerupuk, mentimun, dan juga jeruk nipis.

(9)

2.8 Keunikan pada Mie Samudra Jaya

Dalam masakan ini adalah bahan tambahan yang digunakan yaitu daging sapi, daging kambing atau masakan laut. Pada umumnya masakan mie yang ada Indonesia banyak menggunakan daging ayam sebagai bahan tambahan dalam penyajian mie nya. Selain itu kuah yang di gunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih. Pada umumnya masakan mie di Indonesia cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Keunikan tersebut

BAB lll HASIL ANALISIS

3.1 Fokus pada Pelanggan:

 Melakukan survei kepuasan pelanggan secara rutin

 Menyediakan kotak saran di setiap gerai

 Merespon cepat keluhan pelanggan

3.2 Perbaikan Berkelanjutan:

(10)

 Menerapkan sistem Kaizen untuk perbaikan proses produksi

 Mengadakan pertemuan mingguan tim untuk membahas area perbaikan

 Mengevaluasi dan memperbarui menu secara berkala

3.3 Keterlibatan Karyawan:

 Membentuk tim kualitas lintas departemen

 Memberikan pelatihan TQM kepada seluruh karyawan

 Menerapkan sistem saran karyawan dengan insentif

3.4 Manajemen Berdasarkan Fakta:

 Menggunakan sistem point-of-sale (POS) untuk menganalisis tren penjualan

 Menerapkan kontrol statistik proses dalam produksi

 Melacak waktu tunggu pelanggan dan kecepatan layanan

3.5 Kepemimpinan:

 Menetapkan visi dan misi yang berfokus pada kualitas

 Manajemen senior terlibat langsung dalam inisiatif kualitas

 Mengkomunikasikan pentingnya kualitas dalam setiap pertemuan

3.6 Pendekatan Proses:

 Memetakan dan mengoptimalkan alur kerja dapur

 Standardisasi resep dan prosedur persiapan makanan

 Menerapkan sistem HACCP untuk keamanan pangan

3.7 Manajemen Hubungan:

 Menjalin kemitraan jangka panjang dengan pemasok bahan baku

(11)

 Berkolaborasi dengan pemasok untuk meningkatkan kualitas bahan

 Melibatkan pemasok dalam inisiatif perbaikan kualitas

3.8 Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko:

 Melakukan analisis FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) untuk proses kritis

 Mengembangkan rencana kontingensi untuk gangguan rantai pasokan

 Menerapkan sistem pemantauan suhu real-time untuk penyimpanan bahan makanan

Dengan menerapkan prinsip-prinsip TQM ini, "Mie Aceh Samudra Jaya" dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan dalam industri makanan yang sangat kompetitif.

BAB IV PENUTUP

(12)

4.1 Kesimpulan

Bedasarkan hasil makalah yang telah dibuat, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :

Mie Aceh telah menerapkan variable-variabel indikator Total Quality Management (TQM) dengan baik, yaitu:

 Fokus pada pelanggan. Berdasarkan hasil pengelolan data kuesioner diperoleh menunjukkan bahwa indaktor fokus pada pelanggan pada Mie Aceh Samudra Jaya dalam upayah penerapan Total Quality Management (TQM).

 Perbaikan berkesinambungan. Berdasarkan hasil pengelolaan data kuesioner menunjukkan bahwa indikator perbaikan berkesinambungan pada Mie Aceh Samudra Jaya telah

mendukung dalam upaya penerapan Total Quality Management (TQM).

 Komitmen manajemen. Berdasarkan hasil pengelolaan data kuesioner menunjukkan bahwa indikator telah mendukung dalam upaya penerapan Total Quality Management (TQM).

 Pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil pengelolaan data kuesioner menunjukkan bahwa indikator pendidikan dan pelatihan pada Mie Aceh Samudra jaya sangat mendukung dalam upaya penerapan Total Quality Management (TQM).

 Pemberdayaan karyawan. Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner menunjukkan bahwa indikator pemberdayaan karyawan pada Mie Aceh Samudra Jaya telah mendukung dalam upaya penerapan Total Quality Management (TQM).

 Membentuk tim perbaikan mutu. Kerjasama tim, kemitraan dan hubungan yang baik antara karyawan perusahaan sangat diutamakan dalam mencapai tujuan organisasi.

4.2 Saran

Berdasarkan hasil makalah yang telah dibuat, maka terdapat beberapa saran berikut:

 Mie Aceh Samudra Jaya, senantiasa memberikan perlakuan positif atas setiap informasi kualitas yang disampaikan oleh karyawan, karena informasi tersebut dapat perusahaan untuk meningkatkan proses produksi dan pelayanan guna mencegah kesalahan serupa.

 Mie Aceh Samudra Jaya sebaiknya terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya kepada pelanggan, dengan mendengarkan keluhan para pelanggan dan

menyelesaikan permasalahan atau keluhankeluhan mereka dengan cepat dan tepat.

 Mie Aceh Samudra Jaya sebaiknya terus mensosialisasikan penerapan Total Quality Management (QM) kepada seluruh karyawan, agar mereka dapat benar-benar mengerti dan memahami seluruh persyaratan Total Quality Management (TQM) dan kemudian

menerapkannya sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab masing-masing.

(13)

2.3 Daftar Pustaka

Ahyari, 1990. Manajemen Produksi. aceh.Edisi keempat. Jilid kedua. BPFE.

Amri. "Analisis Pengendalian Kualitas Produk dengan konsumen ",Seminar Nasional kuliner dan Teknologi. Aceh.2008

Assauri, Sofjan. 1998. Manajemen Operasi Dan Produksi. Jakarta: LP FE UL.

Feigenbaum. Armand V. 2002. Kendali Mutu Terpadu. Jakarta Edisi ketiga. Erlangga.

Gaspersz, Vencent. Pedoman Implementasi Six Sigma. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 2002 Gaspersz. Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta PT. Gramedia. Pustaka Utama.

Gaspersz, Vincent. 2007.

Gaspersz, Vincent. 2012. All-in-one Management

(14)

Heizer. Jay and Barry Render. 2006. Operations Management (Manajemen Operasi). Jakarta: Salemba Empat.

Herjanto Eddy., Manajemen Operasi., Grasindo: Jakarta., 2007

Latief. Y. & R. P. Utami. 2009. Penerapan Pendekatan Metode Six Sigma Dalam Penjagaan Kualitas Pada makasan Konstruksi. Volume 13 No.2 67-72. Universitas Indonesia, Depok.

Nasution, M. N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu. Bogor: Ghalia Indonesia.

Pete & Holpp. 2002. What Is Six Sigma. Yogjakarta: ANDI.

Prawirosentono, Suyadi. 2007. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Abad 21 "Kiat Membangun Bisnis Kompetitif. Jakarta: Bumi Aksara.

Reksohadiprojo, Soekanto & Indriyo Gito Sudarmo. 2000. Manajemen Produksi. Yogjakarta: Edisi keempat. BPFE. Sartin.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan manajemen mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas Pondok Pesantren Salaf Asy-Syadzili 2 Malang, dengan beberapa sub fokus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SMK Negeri 1 Banda Aceh dalam penyusunan program berpedoman pada prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu, (2)

Kriteria masalah mutu memiliki dua subkriteria, yaitu mutu bahan baku (0,574) dan mutu produk (0,144). Mutu bahan baku perlu menjadi perhatian utama perusahaan dibanding mutu

Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Terhadap Manajemen Perpustakaan SMK-SMTI Banda

Sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini yang berjudul “ Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Terhadap Kualitas Pelayanan Di UPT

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Prabumulih sudah baik yang

Di dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 di suatu lembaga, terutama BLK Padang ialah suatu cara agar dapat meningkatkan kualitas-kualitas suatu pembelajaran dan memberikan

4 Jaminan mutu ---> proses mengaudit persyaratan kualitas untuk memastikan bahwa standar kualitas sudah diterapkan pada produk atau jasa yang ditawarkan.. 5 Sistem manajemen mutu --->