Kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda Awal Saman dan Ibu Waljinah sebagai rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga atas kesetiaan pengorbanan untukku yang telah mendidik, membimbing, membesarkan dengan penuh kasih sayang dan doa yang tulus atas keberhasilanku dalam menyelesaikan studiku. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ilmu, kekuatan dan bimbingannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Penerapan Metode Bermain untuk Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini di TK Negeri Way Tuba Kabupaten Way Kanan”. Nirva Diana, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung yang telah memberikan kenyamanan kepada berbagai pihak, sehingga segala permasalahan dan kendala dapat diatasi, sehingga penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan baik.
Agus Jatmiko, M.Pd selaku ketua Jurusan PIAUD Tarbiyah dan Fakultas Keguruan dan Ilmu yang telah memberikan berbagai arahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Nirva Diana, M.Pd selaku pembimbing 1 dan Dr.Sovia Mas Ayu, MA sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan hingga penyelesaian penulisan skripsi ini. Pak. dan Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru yang telah melatih dan memberikan ilmu serta bimbingan kepada penulis selama menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru UIN Raden Intan Lampung.
Kepala Sekolah dan seluruh jajaran guru TK Pembina Way Tuba Kabupaten Way Tuba yang telah memberikan bantuan hingga akhir penelitian untuk mendapatkan data untuk skripsi ini. Penulis berharap semoga apa yang telah diberikan dengan segala kemudahan dan keikhlasan ini akan menjadi ganjaran yang barakah buat mereka dan kepada Allah SWT yang sentiasa memudahkan segala urusan kami dan atas kemudahan yang telah diberikan kepada penulis peribadi, ribuan terima kasih.
PENDAHULUAN
- Penegasan Judul
- Alasan Memilih Judul
- Latar Belakang Masalah
- Fokus Penelitian
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Metode Penelitian
- Jenis Penelitian dan Sifat penelitian a. Jenis Penelitian
- Subjek dan Objek Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Guru sebagai pembimbing dan pemimpin dalam kegiatan pembelajaran berupaya mengembangkan kecerdasan interpersonal anak melalui metode bermain peran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di Taman Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan terdapat beberapa indikator kecerdasan interpersonal anak yang belum berkembang secara maksimal atau dalam perkembangannya belum berkembang pada tahapan yang seharusnya. . Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru kelas B TK Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan mengenai indikator perkembangan kecerdasan interpersonal.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian di TK Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan untuk melihat bagaimana metode role-playing digunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak di TK Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka peneliti menentukan fokus penelitian yaitu penggunaan metode role-playing untuk pengembangan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini di TK Pembina Way Tuba Kabupaten Way Kanan. Cara Penggunaan Metode Role Playing Untuk Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Di TK Negeri Way Tuba Kecamatan Way Kanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai “penggunaan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini di TK Pembina Way Tuba Kecamatan Way Kanan”. Memberikan wawasan dan pengetahuan bahwa metode role play dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini. Penulis mencoba memotret peristiwa atau kejadian yang dibahas yaitu perilaku atau tindakan para pendidik di TK Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini.
Sedangkan tujuan penelitian adalah permasalahan yang diteliti yaitu “Penerapan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini di lingkungan Tuba Pembina Kecamatan Way Kanan”. Dalam penelitian ini peneliti memilih TK Negeri Way Tuba Pembina Kabupaten Way Kanan sebagai objek penelitian, alasannya adalah peneliti ingin mengetahui bagaimana guru menerapkan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini. Observasi dilakukan di kelas-kelas yang dijadikan subjek penelitian untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai implementasi pengembangan kecerdasan interpersonal anak usia dini dengan menggunakan metode role play.
Metode ini diusulkan untuk melakukan wawancara kepada guru untuk memperoleh data mengenai penerapan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak usia dini di TK Pembina Way Tuba Kecamatan Way Kanan. Lembar wawancara guru dalam penerapan metode role play di TK Negeri Way Tuba Kabupaten Way Kanan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang artinya analisis tersebut didasarkan pada data observasi lapangan dan pandangan teoritis untuk menggambarkan secara jelas penerapan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini di TK Negeri Tuba Kecamatan Way Kanan.
LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI
Metode Bermain Peran
- Pengertian Metode Bermain Peran
- Macam-Macam Bentuk Metode Bermain peran
- Tujuan dan Manfaat Bermain Peran
- Langkah-langkah Metode Bermain Peran
- Kelebihan dan Kekurangan Metode Bermain Peran Metode bemain peran selain mempunyai beberapa Metode bemain peran selain mempunyai beberapa
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bermain peran berarti membantu individu untuk memahami perannya sendiri dan peran yang dimainkan orang lain. Bermain peran dengan teman sebaya akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan sosial anak. Kegiatan bermain peran ditandai dengan adanya interaksi dengan orang-orang di sekitar anak, sehingga pada akhirnya anak mampu melakukan permainan kooperatif.
Berperan berarti menjalankan fungsi sebagai orang yang diperankan, misalnya berperan sebagai dokter, guru, nenek tua, dan sebagainya. 5-6 tahun, Jurnal Kajian Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 2013, hal. Dalam kegiatan bermain peran, anak berperan sebagai seseorang dan berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah cerita fantasi.
Melalui permainan peran, anak-anak belajar menggunakan konsep peran, menyadari peran yang berbeda-beda, dan memikirkan perilaku mereka sendiri dan perilaku orang lain. Proses bermain peran ini memberikan contoh kehidupan perilaku manusia yang dapat bermanfaat bagi anak sebagai sumber positif. Menurut Hartely, Frank dan Goldenson dalam Moeslichatoen, manfaat bermain bagi anak yang dapat diterapkan pada role play adalah yaitu.
Agar proses pembelajaran dengan metode role play tidak mengalami kekakuan, maka perlu adanya langkah-langkah yang harus dipahami terlebih dahulu. Langkah-langkah tersebut harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran melalui metode role play ini agar tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat berjalan secara maksimal. Jika baru pertama kali memainkan suatu peran, sebaiknya guru memilih siswa yang dapat memainkan peran tersebut.
Sebaiknya langkah-langkah tersebut dilakukan pada saat melakukan pembelajaran role play agar tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik.
Kecerdasan Interpersonal
- Pengertian Kecerdasan Interpersonal
- Ciri-ciri Kecerdasan Interpersonal
- Karakter Individu Yang Memiliki Kecerdasan Interpersonal Interpersonal
- Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
- Manfaat Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Dengan mengembangkan kecerdasan interpersonal pada
- Dimensi Kecerdasan Interpersonal
Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal merupakan pemahaman yang lebih dalam dalam memahami orang lain, berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi secara efektif yang erat kaitannya dengan emosi. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan orang lain, serta mampu membentuk dan memelihara hubungan serta mengetahui berbagai peran yang ada dalam lingkungan sosial. Igrea Siswanto dan Sri Lestari mengatakan kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami dan bekerja sama dengan orang lain.
52Santa Idayana Sinaga, Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Melalui Bermain Musik, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Caksana, Vol.1, No. 1 Juni 2018, hal.39. Armstrong mendefinisikan kecerdasan interpersonal sebagai kemampuan untuk memahami dan membedakan suasana hati, niat, motivasi, dan perasaan orang lain, serta kemampuan untuk merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal adalah kemampuan berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita, yaitu kemampuan bersimpati dan bertoleransi serta bekerja sama dengan baik terhadap orang lain.
Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang kuat biasanya akan mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut May Lwin, ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi adalah sebagai berikut: 1. 58Nita Priyanti, Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Melalui Metode Role Playing, Jurnal PAUD Cakrawala (Tangerang Selatan: PAUD Medina, 2016) Vol 1 no.
Dalam buku kecerdasan interpersonal, Safaria antara lain menyebutkan ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi. Manfaat mengembangkan kecerdasan interpersonal Dengan mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak Mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak sejak dini akan membawa manfaat yang baik bagi anak. Semua anak dapat memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi, sehingga memerlukan bimbingan orang tua dan pendidik untuk mengembangkan kecerdasan interpersonalnya.
Ada tiga dimensi kecerdasan interpersonal menurut Safaria, yaitu kepekaan sosial, wawasan sosial, dan komunikasi sosial.
Kerangka Berfikir
Penelitian Yang Relevan
Metode pembiasaan bermain peran dalam pengenalan konsep berhitung pada anak usia dini oleh Bambang Sri Anggoro pada tahun 2016. Penelitian ini menemukan hasil bahwa bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar konsep berhitung dibandingkan dengan pembelajaran biasanya. metode. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang metode role play, bedanya penelitian ini membahas tentang konsep berhitung pada anak.
Penerapan Metode Role Playing Untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Dan Interpersonal Anak Pada Anak Prasekolah Di Sukabumi Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil yang diperoleh adalah metode role-playing dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak.68 Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas kecerdasan interpersonal dengan metode role-playing. 68 Rima Gontina, Penerapan metode role play untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak di TK Pratama Kids Sukabumi Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019.
Martinis Yamin en Jamilah Sabri Sanan, Guide to Early Childhood Education, (Jakarta: Gaung Persada Press. 2012), p.3. Nita Priyanti, Verbetering van de interpersoonlijke intelligentie door middel van rollenspelmethoden, Cakrawala PAUD Journal (Zuid-Tangerang: Medina PAUD, 2016) Vol 1 nr. Muhamad Yusri Bachtiar, The Influence of Role Playing on Interpersonal Intelligence in Class A Children at Kindergarten Fruits in Makassar City, Journal of Children's Education (Makassar: Makasar State University, 2017), p.152 Diana Mutiah, Psychology of Early Childhood Play, ( Jakarta: Kencana, 2010), p.115.
Winda Gunarti et al., Behaviour Development Methods and Basic Skills for Early Childhood (Jakarta: Open University, 2010), h.10. Yuliani Nurani Sujiono og Bambang Sujiono, kreativ leg baseret på multiple intelligenser, (Jakarta: PT Index), s.81 Tohirin, Qualitative Research Methods in Education and. Winda Gunarti et al., Behavioural Development Methods and Basic Skills of Early Childhood, (Jakarta: Open University, 2010), s.10.9.
Nur Azizah, Yuli Kurniawati, Tingkat keterampilan berbicara ditinjau dari metode role play pada anak usia 5-6 tahun, Indonesia Journal Of Early Childhood Education Studies, 2013, hal.