PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan alternatif bagi guru dalam menulis puisi anak dengan menggunakan pembelajaran di luar kelas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi anak dengan memanfaatkan pembelajaran di luar kelas.
TINJAUAN PUSTAKA
Puisi anak
Menurut Nurgiyantoro, pengertian puisi anak cara yang lebih aman yang banyak dilakukan orang adalah dengan menunjukkan ciri-ciri puisi yang dapat memberikan gambaran tentang puisi itu sendiri. Menurut Norton, ada empat unsur yang membedakan puisi anak-anak dengan puisi dewasa, yaitu ritme, rima dan pola bunyi, repetisi dan citraan. Kriteria pemahaman contoh puisi anak Norton (323-324) juga mendefinisikan puisi anak dengan kriteria sebagai berikut.
Dalam puisi anak, pemilihan bahasa dan pemberdayaan berbagai macam ekspresi, gambar dan berbagai penggambaran masih terbatas pada jangkauan anak.
Keterampilan Menulis
Itu harus mencoba untuk meningkatkan ketajaman imajinasi visual dan kata-kata yang digunakan mengembangkan imajinasi dan melihat dan mendengar kata-kata dengan cara baru. Subjek puisi harus menarik bagi anak, menceritakan sesuatu kepada anak, menggelitik egonya, mengingatkan akan kebahagiaan, menyentuh trik dan membangkitkan semangat pribadi anak. Baik puisi anak-anak maupun puisi dewasa berbicara tentang masalah kehidupan, namun berbeda dalam hal melihat dan menyikapi kehidupan karena memiliki sudut pandang yang berbeda.Dalam puisi anak-anak aspek emosional selalu sejalan dengan persepsi indra.
Selanjutnya menurut Tarigan, menulis adalah penggambaran atau penggambaran simbol-simbol grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis tersebut. Akhadiyah dalam Ahmad Rofi'udin mengatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan gagasan, gagasan, pikiran atau perasaan dalam lambang kebahasaan (bahasa tulis).Selain itu menurut pendapat Kelly dalam Ahmad Rofi'udin kegiatan menulis adalah upaya. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kemampuan mengungkapkan ide, gagasan, dan pemikiran dalam bentuk lambang bahasa tulis, yang meliputi penggunaan tanda baca, ejaan, kosa kata, dan pengelolaan gagasan. mereka dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
Selain itu, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain.Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif. Henry Guntur Tarigan (2008:22) mengungkapkan bahwa pada prinsipnya fungsi utama tulisan adalah sebagai sarana komunikasi tidak langsung, sedangkan menurut Akharga et al. dalam Wicaksono menyebutkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari proses kegiatan menulis, yaitu: (1) mengenal kemampuan dan potensi diri, (2) mengembangkan berbagai gagasan, (3) memperluas wawasan, (4) ) mengatur ide. sistematis dan eksplisit, (5) mampu meninjau dan menilai ide sendiri secara lebih objektif, (6) memecahkan masalah dengan lebih mudah, (7) mendorong diri sendiri untuk belajar, dan (8) terbiasa berpikir dan berbicara dengan tertib. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi utama tulisan adalah sebagai alat komunikasi tidak langsung.
Sedangkan tujuan menulis memiliki banyak tujuan antara lain: (1) agar dapat mengenali kemampuan dan potensi diri, (2) mengembangkan gagasan lebih banyak, (3) memperluas wawasan, (4) menyusun gagasan secara sistematis dan mengungkapkannya. Menurut Darmadi, kemampuan menulis merupakan bagian dari keterampilan berbahasa, selain itu kemampuan menulis juga dianggap sebagai kemampuan yang paling sulit dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya seperti keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. 3), mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan pentingnya keterampilan menulis, antara lain (1) Kegiatan menulis merupakan sarana untuk menemukan sesuatu, (2) Kegiatan menulis dapat membangkitkan ide-ide baru, (3) Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan berorganisasi. dan memperjelas berbagai konsep atau gagasan yang dimiliki, (4) Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang, (5) Kegiatan menulis dapat membuat kita menyerap dan memperoleh informasi, (6) Kegiatan menulis akan memudahkan kita berlatih dalam memecahkan beberapa masalah sekaligus, (7) Kegiatan Menulis dalam suatu bidang ilmu akan membuat kita aktif dan tidak hanya sekedar penerima informasi. Selain itu, menurut Saleh Abbas, kemampuan atau keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis.
Keterampilan Puisi
Dengan menggunakan pembelajaran di luar kelas dalam pembelajaran menulis puisi di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada anak kelas V SD Inpres Tamajene Makassar. Dalam penelitian ini kemampuan menulis puisi untuk anak akan ditemukan dengan menggunakan pembelajaran di luar kelas. Peneliti menggunakan petunjuk menulis puisi untuk anak dengan menggunakan buku referensi Assessment in Language Teaching (Burhan Nurgiyantoro 2010:58) yang telah dimodifikasi.
Menurut pengamatan peneliti dalam menulis puisi anak, ditemukan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Inpres Tamajena Makassar masih sangat rendah. Pada awal penelitian, peneliti menjelaskan tentang penulisan puisi anak kepada siswa dengan mengamati langsung mata pelajaran di dalam kelas. Sebelum meminta siswa menulis puisi, peneliti menjelaskan pengertian puisi dan langkah-langkah menulis puisi untuk anak.
Selanjutnya berdasarkan hasil kemampuan menulis puisi bebas pada pertemuan pertama dan pertemuan terakhir dapat disusun tabel untuk mengetahui tingkat ketuntasan kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas V SD Inpres Tamajene Makassar sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa proses dan hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Inpres Tamajene Makassar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran di luar kelas. Penerapan metode outdoor study menunjukkan bahwa hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Inpres Tamajene adalah tuntas.
Penelitian ini dapat membantu siswa mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis puisi anak. Selain itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan siswa mampu memberikan wawasan yang cukup dalam penulisan puisi anak.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Jenis Penelitian
- Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
- Prosedur Penelitian
- Tahap Penelitian
- Tahap Pelaksanaan
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Instruksi observasi, yaitu instruksi yang digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa, selama proses pembelajaran menulis puisi bebas dikembangkan. Jenis tes yang peneliti gunakan adalah tes tertulis yaitu tes menulis puisi, tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis puisi anak pada siswa. Diadaptasi dari Nurgiantoro (2011) Lembar Penilaian Keterampilan Menulis Puisi dikembangkan dari blok bangunan puisi.
Setelah peneliti mendapat izin dari pihak sekolah untuk melakukan penelitian terhadap siswa kelas V khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi puisi anak, pada tanggal 9 April 2017 peneliti melakukan observasi awal terhadap siswa untuk mengetahui tingkatan siswa tersebut. menulis puisi anak. Sebelumnya, guru menjelaskan kepada siswa bahwa pembelajaran menulis puisi nanti akan dilakukan di luar kelas dengan didampingi oleh siswa dari UNIBOS sebagai peneliti. Jadi guru membantu siswa menulis puisi dengan membantu memberikan contoh benda apa saja yang bisa dipilih siswa.
Anak-anak, siapa yang dapat menyimpulkan apa yang kita miliki hari ini?” Setelah siswa melakukan refleksi terhadap pelajaran yang telah dipelajari, guru memberikan pesan moral kepada siswa: puisi bebas. Ayo anak-anak, hari ini kita akan belajar menulis puisi anak, sekarang tolong keluarkan tulisan kalian." Hari ini kita masih belajar menulis puisi anak, tapi dengan cara yang berbeda dari kemarin."
Daftar hasil kemampuan menulis puisi siswa sebelum tindakan (pre-test) dan sesudah tindakan (post-test) NO. Dilihat pada kondisi awal terlihat siswa masih kurang semangat dalam menulis puisi, siswa masih kurang memperhatikan penjelasan guru, bahkan ada siswa yang mengeluh ketika diminta menulis puisi. Namun pada sesi pertama dan kedua, siswa terlihat lebih antusias dalam menulis puisi anak.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Proses Penelitian
Setelah bel tanda istirahat selesai dibunyikan, para siswa masuk ke kelasnya masing-masing termasuk siswa kelas 5. Usai salam, guru mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Pada awalnya siswa merasa bingung dan kesulitan memilih objek untuk menulis puisi. Tidak sedikit siswa yang bertanya kepada peneliti saat memilih.
Ketika siswa selesai menulis sajak anak-anak, guru meminta mereka untuk mengumpulkan skor puisi mereka. Selanjutnya guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa. Setelah menyelesaikan penelitian pada pertemuan pertama, guru dan peneliti melakukan percakapan tentang proses pembelajaran pada pertemuan pertama ini. Guru dan peneliti mengadakan percakapan untuk menghilangkan kemungkinan hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. Pada pertemuan kedua ini, siswa seharusnya menulis puisi anak di halaman sekolah, namun karena kondisi cuaca yang kurang mendukung karena hujan deras, guru meminta siswa membuat puisi di dalam kelas.
Setelah waktu pelajaran Bahasa Indonesia selesai, dan puisi siswa selesai, siswa mempresentasikan puisi mereka kepada peneliti. Setelah bel istirahat berbunyi, para siswa masuk ke kelasnya masing-masing, termasuk siswa kelas V. Pada pertemuan ketiga ini, jumlah siswa kelas V yang tidak mendaftar sebanyak 4 siswa, sehingga jumlah siswa kelas V yang hari ada total 16 siswa. .
Setelah itu, peneliti menggiring siswa keluar kelas dengan tertib dan meminta siswa untuk menulis puisi tema. Dari pelaksanaan pertemuan ketiga dan keempat diperoleh 36 makalah yang terdiri dari 16 makalah mahasiswa pada pertemuan ketiga dan 20 makalah mahasiswa pada pertemuan keempat.
Keterbatasan Penelitian
Selain itu, tema yang digunakan pada pertemuan kedua ini adalah tema halaman sekolah, sehingga judul puisi yang digunakan siswa berkaitan dengan halaman sekolah. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata pada keadaan awal kurang, pertemuan pertama cukup, dan pertemuan terakhir baik. Sedangkan persentase ketuntasan siswa pada kondisi awal sangat buruk, pada sesi kedua menurun dan sangat baik pada sesi keempat.
Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini dihentikan pada pertemuan ketiga yaitu pertemuan terakhir karena kriteria keberhasilan penelitian telah tercapai. Guru diharapkan lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan mengikuti perkembangan zaman dan menyadari kebutuhan, keinginan dan kemampuan siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran