• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Metode RAD Pada Perancangan Sistem Informasi Permohonan Data Aduan Smartmaps Berbasis Web

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Penerapan Metode RAD Pada Perancangan Sistem Informasi Permohonan Data Aduan Smartmaps Berbasis Web"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Metode RAD Pada Perancangan Sistem Informasi Permohonan Data Aduan Smartmaps Berbasis Web

Lala Nilawati1,*, Martin2

1 Fakultas Teknik dan Informatika, Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, Indonesia

2 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Indonesia Email: 1*[email protected], 2[email protected]

Email Penulis Korespondensi: [email protected]

Submitted 30-03-2023; Accepted 30-04-2023; Published 30-04-2023 Abstrak

Kemajuan saat ini dalam perkembangan teknologi informasi, menjadikan setiap instansi pemerintah atau organisasi swasta, harus mampu mengimbangi dan mengembangkan kemampuan sisi pengelolaan data dan informasi. Komnas HAM merupakan salah satu lembaga instansi pemerintah, yang berhubungan langsung dengan pemberian informasi publik kepada masyarakat membutuhkan sebuah sistem informasi untuk proses pemberian alur informasi tersebut. Masyarakat diperbolehkan mengajuan permohonan data, seperti data aduan kasus yang terjadi yang memang dibutuhkan informasinya. Saat ini proses permohonan data tersebut masih dilakukan dengan cara masyarakat datang langsung mengisi formulir permohonan data, kemudian akan diproses oleh bagian terkait di Komnas HAM, setelah permohonan data di setujui maka dokumen data aduan yang diminta akan dikirim lewat POS. Sistem ini masih mempunyai kelemahan, karena disisi pemohon tidak dapat memantau perkembangan proses permohonan data disetujui atau tidak, pemohon hanya diminta menunggu dan jika dokumen terkirim lewat pos maka ajuan tersebut disetujui. Sistem Informasi Permohonan Data Aduan Smartmaps Berbasis Web ini dapat menjadi solusi, untuk dapat memudahkan proses permohonan data yang diminta oleh masyarakat. Sistem ini dirancang dengan menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) dalam tahapan perancangan sistemnya, dan sistem akan dibangun menggunakanbahasa pemrograman PHP 7.3, MySQL 5.7, Nginx dan PHP-FPM 7.4, Framework Laravel 7 dan Bootstrap Tamplate Design 4.0. Sistem ini setelah adanya pengujian menggunakan blackbox testing pada penerapannya, terbukti telah memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik, kepada masyarakat yang memiliki kepentingan mengenai data aduan.

Kata Kunci: Sistem Informasi; Permohonan Data; Komnas HAM; Rapid Application Development (RAD); Sistem Berbasis Web Abstract

Current progress in the development of information technology, makes every government agency or private organization, must be able to balance and develop capabilities in terms of data and information management. Komnas HAM is one of the government agencies , which is directly related to the provision of public information to the public, requiring an information system for the process of providing this information flow. The public is allowed to submit requests for data, such as data on complaints of cases that have occurred, for which information is needed. Currently the process of requesting data is still being carried out by the public coming directly to fill out the data request form, then it will be processed by the relevant section at Komnas HAM, after the data request is approved, the requested complaint data document will be sent via POS. This system still has weaknesses, because the applicant's side cannot monitor the progress of the data application process whether it is approved or not, the applicant is only asked to wait and if the document is sent by post, the application is approved. This Web-Based Smartmaps Complaint Data Application Information System can be a solution, to facilitate the process of requesting data requested by the public. This system was designed by applying the Rapid Application Development (RAD) method in the system design stage, and the system will be built using the programming language PHP 7.3, MySQL 5.7, Nginx and PHP-FPM 7.4, Laravel 7 Framework and Bootstrap Template Design 4.0. This system, after testing using blackbox testing in its application, is proven to have provided convenience and the best service to people who have an interest in complaint data.

Keywords: Information Systems; Data Requests; Komnas HAM; Rapid Application Development (RAD); Web Based System

1. PENDAHULUAN

Sistem informasi dapat diartikan berupa kumpulan berbagai komponen yang saling bekerjasama untuk mengelola informasi kedalam bentuk sebuah data, sehingga hasil yang didapatkan dapat diproses menjadi lebih mudah, dan memberikan kontribusi bagi organisasi dalam pengambilan keputusan. Penerimaan informasi dapat menjadi semakin mudah dan cepat, karena tidak terlepas dari adanya perkembangan teknologi seperti internet [1]. Adanya kemajuan dari perkembangan teknologi membuat sebaran informasi menjadi semakin mudah dan cepat, serta menjadikan berbagai instansi pemerintah atau organisasi harus mengikuti dan meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaan data dan informasi. Adanya penerapan sistem informasi pada lembaga pemerintahan, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dari segi pelayanan [2], sehingga bisa dikatakan sebuah sistem informasi dapat menjadi jalan keluar dalam menghadapi permasalahan yang dialami para penggunanya [3]. Desa sebagai salah satu bagian dari pemerintahan juga sangat memerlukan sebuah sistem informasi, sehingga pelayanan informasi kepada masyarakat bisa berjalan denan baik [4]. Saat ini permohonan data pada sebuah instansi pemerintahan atau organisasi sudah banyak diterapkan, dan beberapa penelitian sudah banyak dilakukan dalam perancangan sistem informasi permohonan data tersebut seperti berikut: Adanya sistem informasi berbasis web mengenai permohonan data berbagai dokumen seperti permohonan surat, terbukti memberikan kemudahan pada masyarakat yang tadinya hanya bisa dilakukan dirumah [5]. Pada tingkat kelurahan, adanya sistem informasi memudahkan dalam manajemen data karena didukung adanya basis data [6]. Sistem informasi permohonan surat berbasis online yang diterapkan di kantor kecamatan, menunjukan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan [7]. Sistem informasi berbasis web pada dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah, dapat

(2)

membantu memudahkan pelayanan pemohon data dalam mengajukan permintaan data kesehatan [8]. Berdasarkan beberapa penelitian yang diuraikan diatas yang berkaitan dengan permohonan data, menunjukan pentingnya sebuah sistem informasi tidak terlepas juga beberapa lembaga atau instansi pemerintah pun sangat membutuhkannya. Masih banyaknya lembaga pemerintahan yang belum menerapkan penggunaan sistem khususnya dalam pemberian pelayanan permohonan data, merupakan tujuan dari dilakukannya penelitian ini. Pada penelitian ini, sistem informasi permohonan data yang dibangun adalah sistem permohonan data aduan Smartmaps berbasis web pada lembaga Komisi Nasional HAM RI (Komnas HAM RI). Sistem informasi ini selain memudahkan masyarakat dalam proses pengajuan permohonan data aduan, akan menyajikan juga berupa tampilan data grafis berupa peta yang menunjukan sebaran wilayah data aduan diseluruh Indonesia. Selain itu akan disajikan juga mengenai statistik data aduan dalam periode 3 tahun terakhir dan statistik data aduan bulan berjalan. Komnas HAM sebagai lembaga instansi pemerintah, memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan dengan informasi publik berupa data aduan, maka pemohon data dapat melakukan pengajuan permohonan data tersebut. Saat ini proses permohonan data masih dilakukan dengan cara masyarakat datang langsung mengisi formulir permohonan data, kemudian akan diproses oleh bagian terkait di Komnas HAM, setelah permohonan data di setujui maka dokumen data aduan yang diminta akan dikirim lewat POS. Sistem ini masih mempunyai kelemahan, karena disisi pemohon tidak dapat memantau apakah proses permohonan data disetujui atau tidak, pemohon data hanya diminta menunggu dan jika dokumen terkirim lewat pos maka ajuan tersebut disetujui. Maka, dalam memudahkan ajuan dari masyarakat yang membutuhkan data aduan, diperlukan sebuah sistem informasi yang memudahkan para pengguna yang terlibat dalam proses permohonan data ini.

Pada penelitian ini akan dibuat sebuah adalah sebuah aplikasi permohonan data aduan smartmaps Komnas HAM berbasis web, dimana website mempunyai kegunaan dalam pemberian informasi [9], serta akan menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) dalam tahapan perancangan sistemnya. Sistem informasi yang akan dibuat ini menggunakan bahasa pemrograman PHP 7.3, MySQL 5.7, Nginx dan PHP-FPM 7.4 serta menggunakan Framework Laravel 7 dan Bootstrap Tamplate Design 4.0. Laravel merupakan framework yang memiliki banyak fitur yang sangat membantu dalam membangun sebuah rancangan sistem yang terlihat elegan dan dinamis [10] dan menjadi lebih fokus dalam memikirkan logic bisnis untuk sebuah aplikasi yang akan dirancang [11]. Para pengguna aplikasi ini adalah pemohon data, admin dan para user yang memberikan persetujuan permohonan data, yaitu Kepala Biro, Kepala Dukungan Bagian Pelayanan, Kassubag dan PIC. Sebuah sistem informasi yang baik dapat ditunjang dengan menghasilkan sebuah sistem perangkat lunak yang dapat memberikan berbagai manfaat dan kemudahan [12]. Metode Rapid Application Development (RAD) dapat efektif dalam segi waktu dan sistem yang dirancang dapat sesuai dengan keinginan penggunanya [13], sehingga bisa dikatakan juga bahwa metode Rapid Application Development (RAD) dianggap sebagai metode yang mengutamakan waktu [14], dan dapat melakukan pembaruan sistem secara berulang yang menekankan pada feedback penggunanya [15]. Metode Rapid Application Development bisa mempercepat dalam proses perancangan sistem [16]. Rapid Application Development terbukti dapat membuat aplikasi yang terbentuk bisa lebih tepat, cepat, akurat dan transparan [17]. Metode Rapid Application Development (RAD) terbukti juga cocok jika digunakan pada sistem yang tidak begitu besar tapi bisa dipakai untuk sistem yang tergolong komplek [18]. Metode Rapid Application Development (RAD), menunjukan bahwa penggunanya merasa mudah dan desain yang terbentuk memiliki ketepatan yang diinginkan oleh pengguna [19]. Selain itu, penerapan metode Rapid Application Development (RAD) juga dapat menyajikan Informasi yang dihasilkan terbukti tersampaikan dengan baik dan cepat [20].

2. METODOLOGI PENELITIAN

Pada penelitian ini akan dibangun sistem informasi permohonan data aduan smartmaps Komnas HAM berbasis web, dan berikut adalah bagan tahapan-tahapan penelitian:

(3)

Pengumpulan Data Pengumpulan Data

Observasi

Observasi WawancaraWawancara Studi PustakaStudi Pustaka

Perencanaan Kebutuhan Perencanaan

Kebutuhan

Proses Desain Sistem Proses Desain

Sistem

Refine

Prototype

Test

Pengembangan Pengembangan

Implementasi Sistem Implementasi

Sistem

Gambar 1. Bagan Tahapan Penelitian

Pada bagan tahapan penelitian diatas, langkah pertama yang dilakukan untuk memulai penelitian yang dilakukan adalah proses pengumpulan data. Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Berikutnya adalah penerapan metode Rapid Application Development (RAD), mulai dari perencanaan kebutuhan, proses desain sistem, pengembangan dan implementasi sistem. Rapid Application Development (RAD) adalah suatu metode pendekatan yang berorientasi objek terhadap pengembangan sistem yang memiliki cakupan suatu metode pengembangan serta perangkat-perangkat lunak [21]. Metode ini juga merupakan model proses dalam perkembangan software sekuensial linier dimana menekankan terhadap siklus perkembangan sistem yang sangat pendek.

Tahapan Rapid Application Development (RAD) dalam merancang sistem informasi permohonan data aduan smartmaps Komnas HAM berbasis web yaitu sebagai berikut:

a. Perencanaan Kebutuhan

Pada tahapan ini dilakukan dengan mengidentifikasi apa saja yang menjadi kebutuhan sistem, mulai dari mengidentifikasi masalah dan kebutuhan informasi yang ada sebagai acuan dalam menentukan tujuan, batasan sistem serta solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Kegiatan identifikasi ini bertujuan juga untuk bisa mengetahui kegiatan apa saja yang terjadi dalam sistem.

b. Proses Desain Sistem

Pada tahapan ini akan dilakukan desain proses bisnis dan desain pemrograman terhadap sistem yang akan dibangun.

Berbagai data yang telah diperoleh akan dimodelkan kedalam sebuah arsitektur sistem informasi. Alat bantu dalam permodelan sistem akan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Didalam tahapan ini juga para pengguna yang terlibat diharapkan dapat aktif dalam pembuatan proses desain dan proses perbaikannya yang akan dilakukan secara berulang-ulang sehingga sesuai dengan harapan para pengguna sistem sesuai hasil identifikasi pada tahapan perencanaan kebutuhan. Hasil yang diharapan dari tahapan ini bisa mengetahui spesifikasi perangkat lunak dalam desain permorgraman seperti struktur data dan lain-lain.

c. Tahapan Pengembangan

Pada tahapan ini akan dibuat aplikasi untuk sistem informasi permohonan data aduan smartmaps Komnas HAM berbasis web dengan menerapkan desain yang telah disepakati pada tahapan proses desain sistem. Sistem informasi yang akan dibuat ini menggunakan bahasa pemrograman PHP 7.3, MySQL 5.7, Nginx dan PHP-FPM 7.4 serta menggunakan Framework Laravel 7 dan Bootstrap Tamplate Design 4.0. Setelah aplikasi yang dibuat sudah jadi, maka akan dilakukan uji coba sebelum implementasi sistem, dan akan mempertimbangkan feedback dari para pengguna sistem, jika masih ada yang harus ditambahkan atau diubah terhadap sistem yang dibuat.

d. Tahapan Implementasi Sistem

Pada tahapan ini sistem akan diimplemetasikan untuk bisa dioperasikan sesuai kesepakatan para pengguna sistem.

(4)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

Berdasarkan hasil penggambaran sistem berjalan permohonan data aduan, maka akan dirancang sistem informasi permohonan data aduan berbasis web yang berdasarkan analisa kebutuhan perangkat lunak bagi para pemakai sistem.

Berikut ini adalah spesifikasi rancangan analisa kebutuhan perangkat lunak sistem informasi permohonan data aduan berbasis web, yaitu sebagai berikut:

a. Kebutuhan Pemohon Data Aduan

1. Pemohon dapat melakukan login sistem.

2. Pemohon dapat mengisi survey terhadap penggunaan aplikasi.

3. Pemohon dapat melihat halaman Public Site, yaitu menampilkan halaman data aduan berdasarkan wilayah peristiwa yang bisa di pilih berdasarkan data bulanan atau tahunan.

4. Pemohon dapat melihat halaman Private Site, yaitu menampilkan data aduan berdasarkan wilayah peristiwa yang bisa di pilih, berdasarkan data bulanan atau tahunan serta dapat di filter sesuai dengan data yang kita butuhkan.Pada halaman private site juga disediakan download dashboard berbentuk raw data setelah kita filter sesuai kebutuhan.

5. Pemohon dapat melihat halaman statistik data aduan yang di compile berdasarkan 3 tahun terakhir dan disediakan juga fungsi download data statistic dengan format SVG, PNG dan CSV. Disediakan juga statistik data aduan yang di compile berdasarkan bulan berjalan.

6. Pemohon dapat melihat halaman informasi klasifikasi hak yang di compile berdasarkan hak yang dilanggar.

7. Pemohon dapat melihat halaman informasi jumlah data aduan yang di compile berdasarkan isu kasus.

8. Pemohon dapat melihat halaman informasi jumlah data aduan yang di compile berdasarkan klasifikasi pengadu.

9. Pemohon dapat melihat halaman informasi jumlah data aduan yang di compile berdasarkan klasifikasi korban.

10. Pemohon dapat melihat halaman informasi jumlah data aduan yang di compile berdasarkan klasifikasi pihak yang diadukan.

11. Pemohon dapat melihat halaman informasi klasifikasi korban.

12. Pemohon dapat melakukan permohonan data aduan yang ingin dimohonkan dengan mengisi halaman Formulir Permohonan Data Aduan.

13. Pemohon dapat melihat riwayat akses data terhadap permohonan data aduan yang telah diajukan.

14. Pemohon dapat melihat dan mengunduh publikasi data periodik, seperti data HAM aktual dan data penerimaan aduan dalam bentuk grafis.

b. Kebutuhan Admin

1. Admin dapat melakukan login sistem.

2. Admin dapat mengelola Menu landingpage yang digunakan untuk mengatur data yang ingin ditampilkan di menu landingpage web dataaduan.komnasham.go.id

3. Admin dapat mengelola Menu Panduan Pengguna.

4. Admin dapat mengelola Menu Survey.

5. Admin dapat mengelola Menu Penyataan Sanggahan.

6. Admin dapat mengelola Menu Data HAM Aktual.

7. Admin dapat mengelola Menu Data Grafis.

8. Admin dapat mengelola Menu Definisi Umum.

9. Admin dapat mengelola Menu User Smartmap.

c. Kebutuhan User Approval Permohonan Data Aduan

User Approval permohonan data aduan mengikuti arus sistem seperti sistem berjalan yang melibatkan beberapa otorisasi akun yaitu:Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM, Kepala Dukungan Bagian Pelayanan (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi), Kassubag (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi) dan PIC (Analis Pengaduan, Pemantau Aktivitas HAM, Komediator)

1. Kabiro dukungan penegakan dapat menerima list permohonan data aduan dan memvalidasi permohonan data aduan yang masuk.

2. Kabiro dapat melakukan pengisian Kabag/Kepala Dukungan Bagian Pelayanan sesuai dengan kriteria permohonan (pengaduan, mediasi, pemantauan)

3. Kepala Dukungan Bagian Pelayanan (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi) dapat menerima list permohonan data aduan dari kabiro dan memvalidasi data aduan yang masuk.

4. Kepala Dukungan Bagian Pelayanan (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi) dapat melakukan pengisian Kassubag sesuai bagian nya.

5. Kassubag (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi) dapat menerima list permohonan data aduan dari Kabag dan memvalidasi data aduan yang masuk.

6. Kassubag (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi) dapat melakukan pengisian PIC (analis pengaduan, Pemantau Aktifitas HAM, Komediator) untuk melakukan validasi selanjutnya.

7. PIC (Analis Pengaduan, Pemantau Aktivitas HAM, Komediator) dapat menerima list permohonan aduan dari Kasubbag dan memvalidasi data permohonan aduan yang masuk (download data, verifikasi dan lain-lain).

(5)

8. PIC (Analis Pengaduan, Pemantau Aktivitas HAM, Komediator) dapat mengunggah data olahan yang diminta di permohonan aduan.

3.2 Tahapan Design Sistem

Pada tahapan ini akan dirancang penggambaran usulan rancangan sistem informasi permohonan data aduan smartmaps berbasis web menggunakan penggambaran Unified Modeling Language (UML).

a. Perancangan Sistem

Berdasarkan hasil analisa kebutuhan perangkat lunak, maka sistem yang akan dirancang digambarkan menggunakan Use Case Diagram. Berikut ini Use Case Diagram Pemohon Data Aduan dan Use Case Diagram User Approval:

Use Case Diagram Sistem Informasi Permohonan Data Aduan

Pemohon Data Aduan

Melihat Informasi peta sebaran wilayah peristiwa berdasarkan

data aduan

Mengunduh Statistik Data Aduan

Melakukan Permohonan Data Aduan

Melihat Riwayat Akses Data

Unggah Dokumen Permohonan Data Aduan Mengisi Formulir

Permohonan Data

<<include>>

<<include>>

Gambar 2. Use Case Diagram Pemohon Data Aduan

Use Case Diagram Sistem Informasi Permohonan Data Aduan

KaBag Bagian Pelayanan (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi)

KaBiro Dukungan Penegakan HAM

Mengelola Daftar Permohonan Data Aduan

Melakukan Validasi Permohonan Data Aduan

<<include>>

KaSubBag Bagian Pelayanan (Pengaduan, Pemantauan, Mediasi)

PIC (Analis Pengaduan, Pemantau Aktivitas HAM, Komediator) Mengisi Catatan Hasil

Validasi

<<extend>>

Melakukan Upload Data

Mengupload Data Aduan sesuai permohonan Mengupload File Surat

<<include>>

<<extend>>

Mengelola Data Olahan PIC

Melakukan Validasi Data Olahan PIC

<<include>>

Gambar 3. Use Case Diagram User Approval

(6)

3.3 Perancangan Tampilan (User Interface)

Tampilan atau User Interface sistem akan disajikan dalam bentuk grafis yang akan berhubungan secara langsung dengan para pengguna sistem, dan berfungsi untuk dihubungkan dengan sistem operasi agar layar inputan dapat berguna.

Perancangan user interface sistem menggunakan Framework Laravel 7 dan Bootstrap Tamplate Design 4.0. Berikut adalah tampilan atau user interface sistem informasi permohonan data aduan smartmaps berbasis web:

a. User Interface Beranda Sistem Informasi Permohonan Data Aduan Smartmaps Berbasis Web

Pada halaman beranda pengunjung sistem/aplikasi akan melihat tampilan survey, peta sebaran wilayah peristiwa, statistik data aduan, dan klasifikasi jumlah data aduan.

Gambar 4. User Interface Beranda Survey

Pada gambar 4 menunjukan tampilan Pop Up survey yang akan muncul ketika user pertama kali masuk ke laman web, kemudian user mengisi form survey seperti pada gambar 4 kemudian pilih tombol “kirim”.

Gambar 5. User Interface Beranda Peta Sebaran Wilayah Peristiwa

Pada gambar 5 menampilkan data aduan berdasarkan wilayah peristiwa, yang bisa di pilih berdasarkan data bulanan atau tahunan serta dapat di filter sesuai dengan data yang kita butuhkan.

Gambar 6. User Interface Beranda Statistik Tahunan

Pada gambar 6 menampilkan statistik data aduan berdasarkan 3 tahun terakhir, pada halaman ini disediakan fungsi download data statistik dengan format SVG, PNG dan CSV.

(7)

Gambar 7. User Interface Beranda Klasifikasi Hak

Pada gambar 7 menampilkan salah satu contoh klasifikasi jumlah data aduan yaitu berdasarkan klasifikasi hak.

Halaman klasifikasi data aduan terdiri dari klasifikasi hak, isu kasus, klasifikasi pengadu, klasifikasi pihak yang diadukan, dan klasifikasi korban.

b. User Interface Login

Halaman ini menampilkan halaman untuk para penguna sistem melakukan login.

Gambar 8. User Interface Login Halaman Pemohon dan Halaman Admin serta User Approval

Pada gambar 8 menunjukan tampilan halaman login yang dibedakan untuk pemohon, sedangkan admin serta user approval menggunakan halaman yang sama. Pada halaman login, user diminta memasukan username dan password, setelah itu klik tombol Login/Masuk maka akan tampil halaman beranda sesuai user yang mengakses.

c. User Interface Formulir Permohonan Data Aduan

Menampilkan formulir Permohonan data aduan dan riwayat akses data yang sudah dikirimkan pemohon.

Gambar 9. User Interface Formulir Permohonan Data Aduan

(8)

Pada gambar 9 menunjukan tampilan formulir permohonan data aduan. Jika ingin mengajukan permohonan data aduan maka harus mengisi formulir tersebut sesuai data yang di butuhkan, dan pilih tombol “Kirim” maka permohonan data akan diproses yang selanjutnya menunggu proses persetujuan data yg diminta tersebut, dan akan diberikan notifikasi sesuai email pemohon data yang didaftarkan.

d. User Interface Riwayat Akses Data

Menampilkan informasi permohonan data yang telah diajukan pemohon.

Gambar 10. User Interface Riwayat Akses Data

Pada gambar 10 menunjukan user pemohon data dapat melihat informasi detail permohonan data aduan yang pernah dilakukan, seperti tanggal akses serta dapat langsung mengunduh dokumen data aduan yang diinginkan.

e. User Interface Data Grafis

Menu Data Grafis berfungsi untuk mengisi konten Data Grafis yang ingin dipublikasikan di Smartmaps.

Gambar 11. User Interface Isian Data Grafis

Setelah pengisian pada halaman diatas maka akan terlihat tampilan menu data grafis aktual di Smartmaps.

Gambar 12. User Interface Data Grafis Aktual Smartmaps

Pada gambar 11 menunjukan halaman isian konten data grafis yang hanya bisa dilakukan oleh Admin. Pada menu ini Admin dapat menambah, mengedit dan menghapus data grafis yang diinginkan. Setelah admin melakukan aksi pada halaman isian konten data grafis, maka pada sistem tampilannya adalah berupa gambar data grafis aktual seperti terlihat pada gambar 12.

(9)

f. User Interface Permohonan Data Aduan User Approval

Halaman ini menampilkan daftar list permohonan aduan pada akun User Approval.

Gambar 13. User Interface Permohonan Data Aduan User Approval

Pada gambar 13 menunjukan halaman untuk para user approval dapat melihat list permohonan data aduan, dan memvalidasi permohonan data aduan yang masuk.

3.4 Tahap Pengujian

Pada tahapan ini akan dilakukan pengujian terhadap sistem yang dirancang. Blackbox testing dipakai sebagai metode yang digunakan pada tahap pengujian, untuk mengetahui apakah sistem sudah sesuai dengan kebutuhan para pengguna sistem. Berikut hasil pengujian menggunakan blackbox testing:

Tabel 1. Hasil Pengujian Sistem Menggunakan Blackbox Testing

No Modul yang diuji Skenario Pengujian Hasil yang Diharapkan Kesimpulan 1 Halaman Login Memasukan Username dan

Password dengan kondisi salah satu yang dimasukan salah, kemudian klik tombol login

Sistem akan menolak akses dan menampilkan pesan "Username atau Password yang diinput salah"

Valid

2 Halaman Login Memasukan Username dan Password dengan benar

Sistem menampilkan halaman beranda sesuai dengan akses user.

Valid 3 Halaman Register

User

Memasukan data Foto Kartu Identitas tidak dalam bentuk gambar

Sistem akan menolak dan

menampilkan pesan "Kartu Identitas Harus dalam bentuk file gambar (jpeg,png,jpg)"

Valid

4 Halaman Register User

Memasukan data email tidak sesuai format

Sistem akan menolak dan

menampilkan pesan "Cek kembali email yang diinput"

Valid

5 Halaman Register User

Memasukan data confirm password tidak sama dengan isian password

Sistem akan menolak dan

menampilkan pesan "Isian data tidak sama dengan isian password"

Valid

6 Halaman Persetujuan Registrasi User

Melakukan pengecekan isian data registrasi user, jika isian sudah sesuai kemudian klik action approve.

Jika klik action approve, muncul pesan"approve Registration?", jika memilih "Ya" , sistem akan

menyimpan data registrasi user, jika memilih "Tidak" akan menampilkan halaman semula.

Valid

7 Halaman Persetujuan Registrasi User

Melakukan pengecekan isian data registrasi user, jika isian tidak sesuai kemudian klik action reject.

Jika klik action reject, muncul pesan"Reject Registration?", jika memilih "Ya" , sistem akan menolak data registrasi user, jika memilih

"Tidak" akan menampilkan halaman semula.

Valid

8 Halaman User Approval

Permohonan Data Aduan

User Approval mengecek permohonan data ajuan, jika disetujui maka klik action approve

Jika klik action approve, muncul pesan kotak isian tambahan, kemudian jika memilih tombol "Simpan", maka sistem akan menyimpan approval, jika memilih "Tutup" akan menampilkan halaman semula.

Valid

(10)

9 Halaman User Approval

Permohonan Data Aduan

User Approval mengecek permohonan data ajuan, jika tidak disetujui maka klik action reject

Jika klik action reject, muncul pesan kotak isian tambahan alasan ajuan ditolak, kemudian jika memilih tombol

"Ya", maka sistem akan menolak ajuan, jika memilih "Tidak" akan menampilkan halaman semula.

Valid

Pada tabel hasil pengujian diatas yang diujikan menggunakan metode blackbox testing ada pada modul halaman login user, halaman register user, halaman persetujuan registrasi user dan halaman user approval permohonan data aduan.

Semua tahapan proses sudah dilakukan dan didapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan pada saat awal perancangan sistem.

4. KESIMPULAN

Pentingnya sebuah informasi yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh berbagai organisasi baik swasta maupun pemerintah. Penerapan sistem informasi dapat membantu para penggunanya dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan kebutuhan informasi. Komnas HAM sebagai lembaga instansi pemerintah, memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan dengan informasi publik berupa data aduan, maka pemohon data dapat melakukan pengajuan permohonan data tersebut. Kendala yang terjadi pada saat proses sistem permohonan data aduan, yaitu mengharuskan masyarakat datang langsung mengisi formulir permohonan data dan untuk data yang dibutuhkan jika disetujui maka dokumen akan dikirimkan lewat POS. Hal ini tentu saja di sisi pemohon data tidak dapat memantau sejauh mana proses pengajuan data mereka, karena hanya diminta menunggu saja. Oleh karena itu, untuk kemudahan dalam mengajuan permohonan data maka, akan difasilitasi oleh sistem informasi permohonan data aduan smartmaps Komnas HAM berbasis web. Sistem ini dirancang dengan tujuan memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang memiliki kepentingan mengenai data aduan. Adanya penggunaan sistem ini, bagi masyarakat akan menjadi suatu kemudahan, karena mudah diakses dimana saja tanpa harus datang langsung melakukan pengajuan permohonan data. Pada sistem ini, pemohon data aduan dapat memantau progress ajuan yang dilakukan, dan jika permohonan data disetujui data bisa langsung diunduh pada sistem. Pada bagian internal bagian yang terlibat dalam sistem permohonan data seperti Admin dan User Approval, menjadi kemudahan tersendiri juga sesuai dengan kapasitas tugas dan wewenang masing-masing.

REFERENCES

[1] S. D. Sofiana, R. Andreswari, and P. F. A. Prodi, “Jurnal Perancangan Modul Customer Relationship Management (CRM) Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD) Pada Start Up Maiproyek,” e-Proceeding Eng., vol. 7, no. 2, pp.

7438–7450, 2020.

[2] A. Ridoh and Y. I. Putra, “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Dokumen Layanan Publik Berbasis Web Untuk Mempermudah Masyarakat Memperoleh Informasi Pada Pemerintah Kabupaten Bungo,” J. Basicedu, vol. 5, no. 5, pp. 4227–

4235, 2021, doi: 10.31004/basicedu.v5i5.1525.

[3] D. W. T. Putra and R. Andriani, “Unified Modelling Language (UML) dalam Perancangan Sistem Informasi Permohonan Pembayaran Restitusi SPPD,” J. TeknoIf, vol. 7, no. 1, p. 32, 2019, doi: 10.21063/jtif.2019.v7.1.32-39.

[4] P. Arundini, R. H. Purabaya, and A. Zaidiah, “Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD) Pada Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang-Banten,” Semin. Nas. Mhs.

Ilmu Komput. dan Apl. Jakarta-Indonesia, no. April, pp. 252–259, 2021.

[5] V. Jemi and W. Setyaningsih, “Rancang Bangun Sistem Informasi Layanan Permohonan Surat Pada Desa Pondo Berbasis Web Dengan Penerapan Digital Signature,” RAINSTEK (Jurnal Terap. Sains Teknol., vol. 4, no. 2, pp. 112–122, 2022.

[6] S. Rukiastiandari, H. Sulaiman, and T. F. Simanjuntak, “Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Permohonan Surat Keterangan dan Surat Pernyataan ( SIM-PPSKP ),” IMTechno J. Ind. Manag. Technol., vol. 2, no. 1, pp. 22–29, 2021.

[7] N. Hunaifi, A. B. Hikmah, and A. Nurhasan, “Perancangan Sistem Informasi Pengarsipan Dan Permohonan Surat Online

‘Sipadu’ di Tingkat Kecamatan Berbasis Web,” JUST IT J. Sist. Informasi, Teknol. Inf. dan Komput., vol. 10, no. 1, pp. 40–51, 2019.

[8] F. B. Ahmad, A. Lestari, and M. Novita, “Sistem Informasi Permohonan Data Kesehatan Berbasis Website Pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” Sci. Eng. Natl. Semin. 4 (SENS 4), vol. 4, no. Sens 4, pp. 211–215, 2019, [Online]. Available:

http://conference.upgris.ac.id/index.php/sens4/article/download/663/414.

[9] Elgamar, Konsep Dasar Pemrograman Website Dengan PHP. CV. Multimedia Edukasi, 2020.

[10] Aminudin, Cara Efektif Belajar Framework LARAVEL. Lokomedia, 2015.

[11] R. Awaludin, Menyelami Framework Laravel Panduan Komprehensif dan Aplikatif untuk Menguasai Framework Laravel.

Leanpub, 2016.

[12] B. A. Wahid, “Penerapan Metode Rapid Application Development Terhadap Penjualan Fashion Distro Secara Online,” J. Esensi Infokom J. Esensi Sist. Inf. dan Sist. Komput., vol. 3, no. 1, pp. 33–39, 2022, doi: 10.55886/infokom.v3i1.345.

[13] R. Baqi, P. Choirina, and U. M. Jannah, “Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Administrasi PKL dan Skripsi Menggunakan Metode RAD,” Semin. Nas. Sist. Inf., vol. 2022, no. September, pp. 3423–3432, 2022.

[14] R. Aryanti, E. Fitriani, D. Ardiansyah, and A. Saepudin, “Penerapan Metode Rapid Application Development Dalam Pengembangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web,” Paradig. - J. Komput. dan Inform., vol. 23, no. 2, 2021, doi:

10.31294/p.v23i2.11170.

[15] R. C. Kusuma and A. D. Indriyanti, “Perancangan Sistem Informasi Building Contruction Menggunakan Metode Rapid

(11)

Application Development (RAD),” JEISBI (Journal Emerg. Inf. Syst. Bus. Intell., vol. 3, no. 4, pp. 64–70, 2022, doi:

10.56916/jistec.v1i1.80.

[16] R. Kaban and R. J. Nasution, “Penerapan Metode Rapid Application Development (RAD) dalam Perancangan Sistem Pemesanan Menu menggunakan Quick Response (QR) Code,” MEANS (Media Inf. Anal. dan Sist., vol. 5, no. 2, pp. 144–152, 2020, doi:

10.54367/means.v5i2.920.

[17] E. Orlando, D. R. Irawati, and S. Lukman, “Rancang Bangun Aplikasi Pengarsipan Internal Berbasis Webdengan Metode Rapid Application Development Studi Kasus Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Selatan,” Pros. SeNTIK, 2021.

[18] D. Hariyanto, R. Sastra, and F. E. Putri, “Implementasi Metode Rapid Application Development Pada Sistem Informasi Perpustakaan,” J. JUPITER, vol. 13, no. 1, pp. 110–117, 2021.

[19] N. A. B. Saputra and H. S. Purba, “Rancangan Sistem Manajemen Skripsi Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD),” JURIKOM (Jurnal Ris. Komputer), vol. 9, no. 5, p. 1621, 2022, doi:

10.30865/jurikom.v9i5.5012.

[20] N. Hidayat and K. Hati, “Penerapan Metode Rapid Application Development (RAD) dalam Rancang Bangun Sistem Informasi Rapor Online (SIRALINE),” J. Sist. Inf. STMIK Antar Bangsa, vol. 10, no. 1, pp. 8–17, 2021, doi: 10.51998/jsi.v10i1.352.

[21] R. Habibi and R. Aprilian, Buku Tutorial dan Penjelasan Aplikasi E-Office Berbasis Web Menggunakan Metode RAD. Kreatif, 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena masalah tersebut dibuatlah sistem informasi inventaris gereja berbasis website yang dibuat dengan framework codeigniter , database MySQl, dan Hypertext

Dari tabel juga terlihat keunggulan yang dimiliki oleh sistem baru yang berbasis web, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah permohonan jauh lebih

Menurut Indra Warman (2013:1) dalam jurnal REKAYASA WEB UNTUK PEMESANAN HANDPHONE BERBASIS JQUERY PADA PERMATA CELL mengungkapkan “Selain itu perancangan website

Hasil analisa sistem pembuatan website LPPM STMIK Mic cikarang antara program klien MySQL yang berbasis DOS dengan program aplikasi yang dibuat penulis yang berbasis web

Dukungan sistem informasi menggunakan bahasa pemrograman yang berbasiskan web dibutuhkan, karena dengan pemrograman yang berbasis website , kita dapat menghubungkan

telah berhasi dibuat sebuah aplikasi berbasis web dan berbasis mobile yang dapat digunakan untuk mengirimkan aduan masyarakat tentang pelayanan publik di

Dari hasil pembahasan perancangan system informasi reservasi alat camping berbasis web pada sinar adventure store ini dapat disimpulkan sebagai , Aplikasi berbasis web ini dapat

Sehingga dibuatlah Sistem Informasi Puskesmas Merdeka Berbasis Web Menggunakan Metode Web Engineering adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai kegiatan yang terdiri dari