PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE DILENGKAPI RINGKASAN MATERI
TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI DI SMA KARTIKA 1-5 PADANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Oleh
Sri Susanti, Dra. Gustina Indriati, M.Kes, Ade Dewi Maharani, M.Pd.
STKIP PGRI Sumatera Barat, [email protected] ABSTRACT
This background of this research is the result of student’s studying biology with is caused by some factors, among of them are the teaching learning process in biology subject did not make student’s to be active in following the lesson. It shows from student’s who is busy with each activities like talking to a friend next to her when the teacher explain the lesson. The lack of student’s interest to give question, some of student’s are passive in following lesson, and low learning motivation by teacher, to get optimal student’s learning outcome, it is needed model which can stimulate both of student’s activity and motivation to learn. One of learning model that can stimulate activity and motivation of student’s is learning model Question Student Have included a summary of the material. The purpose of this research is to know the effect of application learning model Question Student Have included a summary of the material toward the learning outcomes biology class XI SMA Kartika 1-5 Padang in academic year 2015/2016. The kind of this research is experimental research with design Randomized Control Group Posttest Only Design. The population in this research is all of student’s of class XI at SMA Kartika 1-5 Padang in academic year 2015/2016. The technique of getting the sampling is purposive sampling technique. Then, with drawing obtained experimental class (XI IPA2) and grade control (XI IPA3). The data were analyzed by using t-test. The result of data analysis is the result of experimental class gets 79,91 and control class gets 68,80 with a price of thitung > ttabel, so the hypothesis is accepted. It can be concluded that the result of studying biology student’s with learning application Question Student Have included a summary of the material can improve learning outcomes biology class XI SMA Kartika 1-5 Padang with a confidence level 95%.
.
Keywords : Question student have, summary, results learning PENDAHULUAN
Biologi sebagai salah satu dari mata pelajaran IPA yang menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.
Menciptakan proses pembelajaran yang efektif tidak terlepas dari peranan seorang guru. Guru memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, karena seorang guru harus mampu menciptakan kondisi belajar yang melibatkan siswa secara aktif baik fisik maupun mental sehingga siswa dapat termotivasi dalam proses pembelajaran.
Sardiman (2012:125) menyatakan guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dalam bidang pembangunan.
Hasil observasi yang penulis lakukan di SMA Kartika 1-5 Padang pada Januari 2015, didapatkan gambaran bahwa rendahnya hasil belajar biologi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu proses belajar mengajar biologi tidak membuat siswa untuk terlibat secara aktif mengikuti pelajaran, hal ini tampak dari kegiatan siswa yang sibuk dengan kegiatanya masing-masing, seperti berbicara dengan teman sebelahnya saat guru menerangkan pelajaran. Kurangnya minat siswa untuk bertanya, beberapa siswa pasif dalam mengikuti pelajaran, serta motivasi belajar dari guru rendah sehingga mengakibatkan banyaknya siswa mendapatkan nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM yang ditetapkan oleh sekolah kelas XI adalah 70.
Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata ulangan harian tahun ajaran 2013/2014 yang rendah yaitu pada materi jaringan tumbuhan.
Persentase keseluruhan kelas untuk siswa yang tuntas adalah 37%, sedangkan persentase keseluruhan kelas untuk siswa yang tidak tuntas adalah 63% dengan jumlah seluruh siswa kelas XI yang terdaftar tahun 2013/2014 adalah 207 orang.
Salah satu model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar biologi adalah model pembelajaran aktif tipe Question Student Have. Silberman (2013:91) Question Student Have merupakan cara yang membuat siswa tidak takut untuk mempelajari apa yang mereka butuhkan dan diharapkan. Apabila model ini dapat terlaksana dengan baik, maka akan menyebabkan siswa menjadi aktif dalam bertanya tentang materi yang tidak dipahaminya. Hal ini akan membawa pengaruh yang baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Model pembelajaran Question Student Have diartikan sebagai pertanyaan yang dimiliki siswa, artinya dalam proses pembelajaran siswa diminta untuk berpartisispasi mengungkapkan pertanyaan yang dimilikinya tentang materi pelajaran yang belum dipahami. Model pembelajaran ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa dalam bentuk tulisan. Pertanyaan ini biasanya dalam bentuk soal atau masalah lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang kurang dipahami. Cara ini memanfaatkan teknik yang mengundang pertisispasi siswa
melalui penulisan pertanyaan dalam secarik kertas. Kelebihan dari model Question Student Have adalah dapat membuat siswa termotivasi dalam pembelajaran serta tidak membuat siswa untuk takut lagi bertanya tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari.
Penerapan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have ini dilengkapi dengan ringkasan materi. Pemberian ringkasan materi diterapkan agar dapat menghemat waktu dan mempermudah siswa dalam proses pembelajaran. Meringkas adalah menyatakan inti dari suatu bacaan atau pengalaman dengan menggunakan sesedikit mungkin kata-kata atau dengan cara yang baru, tetapi lebih efisien Metode membuat ringkasan merupakan salah satu kegiatan yang dapat mempermudah proses belajar (Wormeli, 2012:2)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have dilengkapi ringkasan dikelas XI SMA Kartika 1-5 Padang Tahun Pelajaran 2015/2016.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA SMA Kartika 1-5 Padang Tahun Pelajaran 2015/2016. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan September 2015. Rancangan penelitian ini adalah Randomized Control- group Postest Only Design. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester I yang terdaftar pada tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 117 orang siswa yang terdiri dari 4 (empat) kelas. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive sampling. Prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes.
Tes yang dilakukan berupa tes objektif yang terdiri dari 5 option yaitu A, B, C, D, E.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Uji Normalitas, (2) Uji Homogenitas, (3) Uji Hipotesis.
1. Uji Normalitas
Uji kenormalan dilakukan secara parametrik dengan menggunakan penaksiran rata-rata dan
simpangan baku. Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah kedua kelas sampel terdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas digunakan uji Liliefors dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Data X1 ,X2, X3…..Xn diurutkan dari yang terkecil sampai data terbesar.
b. X1, X2, X3…..Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, Z3 ….. dengan menggunakan rumus
Z dengan S=
Dimana:
Xi = skor yang diperoleh X = skor rata-rata
S = simpangan baku
c. Dengan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(Zi) = P(Z≤Zi).
d. Dengan menggunakan proporsi Z1, Z2, Z3
….. Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi dinyatakn oleh S (Zi), maka:
S (Zi) =
e. Dihitung selisih F (zi) – S (zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.
f. Diambil harga yang paling besar diantara harga mutlak selisih tersebut.
g. Bandingkan nilai tersebut dengan nilai Ltabel diambil dari tabel uji liliefors dengan taraf nyata (α = 0,05).
Kriterianya adalah jika L0 < Ltabel berarti data terdistribusi normal (Sudjana, 2005:466)
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua kelompok sampel mempunyai varians homogen atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut maka digunakan uji-f dengan langkah-langkah sebagai berikut (Sudjana, 2005:249):
a. Mencari varians dari masing-masing kelompok data, kemudian dihitung harga
F dengan rumus:
F=
Dimana:
F = Varians kelompok data S = Varians terbesar
S22 = varians terkecil
b. Harga Fhitung yang diperoleh dbandingkan dengan Ftabel yang didapat dari distribusi F, dengan taraf signifikan 5% dan dkpembimbing = n1-1, dkpenyebut = n2-1, bila harga Fhitung kecil dari Ftabel, berarti kedua kelompok data mempunyai varians yang homogen dan sebaliknya. Kriteria pengujian adalah terima hipotesis H0 jika:
F(1-α) (n1 – 1) < F < F α (n1 – 1, n2 – 1 ).
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk menentukan apakah hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dari hasil belajar pada kelas kontrol. Uji hipotesis dilakukan uji kesamaan rata-rata yaitu uji-t satu pihak dengan syarat skor hasil belajar berdistribusi normal dan homogen.
Rumus menggunakan uji t yaitu:
H0 : µ1 = µ2 H1 : µ1 ≠ µ2 Dimana:
µ1 = skor rata-rata kelas eksperimen µ2 = skor rata-rata kelas kontrol
Jika kedua sampel terdistribusi normal dan mempunyai variasi yang homogen, maka uji statistik dengan rumus:
t=
Dimana:
T = distribusi t
X1= nilai rata-rata kelas eksperimen X2= nilai rata-rata kelas kontrol S = simpangan baku
n1= jumlah siswa kelas eksperimen n2= jumlah siswa kelas kontrol S1= standar deviasi kelas eksperimen S2= standar deviasi kelas kontrol
Kriteria pengujian adalah diterima H0 jika thitung< ttabel dengan derajat kebebasan (dk) = (n1 + n2 - 2 ) dan peluang (1-1/2α) untuk harga lainnya, H0 ditolak (Sudjana, 2005: 239).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah dilaksanakan tes akhir diperoleh data hasil belajar Biologi siswa pada kelas sampel diperoleh hasil sebagai berikut:
90 80 70 Skor 60 Rata- 50 rata 40 30 20 10
Gambar 1. Hasil belajar kedua kelas sampel Berdasarkan Gambar diatas Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMA Kartika 1-5 Padang dengan sampel penelitian adalah XI IPA 2sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 3sebagai kelas kontrol. Rata-rata kelas eksperimen adalah 79,91 dengan persentase ketuntasan 83,33%
dan persentase yang tidak tuntas adalah 16,66%, sedangkan rata-rata kelas kontrol adalah 68,80 dengan persentase ketuntasan 29,16% dan yang tidak tuntas adalah 70,83%. Uji normalitas pada masing-masing kelas didapat Lo < Lt maka data berdistribusi normal. Uji homogenitas dengan Fh < Ft dimana Fh = 0,66 dan Ft = 2,01 yang berarti data homogen. Dari uji hipotesis yang dilakukan didapat bahwa >
dimana = 4,19 dan = 1,67 maka hipotesis diterima.
Penerapkan model pembelajaran Question Student Have dilengkapi ringkasan materi dikatakan lebih baik dari pada hasil belajar biologi siswa yang pembelajarannya menggunakan metode konvensional. Model pembelajaran Question Student Have dilengkapi ringkasan materi dapat menjadikan siswa untuk belajar lebih aktif.
Menurut Uno (2011:10) mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran yang aktif itu terjadi dialog yang interaktif antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru atau siswa dengan sumber belajarnya. Dalam suasana pembelajaran aktif tersebut, siswa tidak terbebani secara perseorangan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam belajar, tetapi mereka dapat saling bertanya dan berdiskusi sehingga beban belajar mereka sama sekali tidak terjadi.
Meningkatnya hasil belajar dapat dilihat selama proses pembelajaran, masing- masing siswa disuruh untuk bertanya dengan
menggunakan kartu yang telah disediakan, disini siswa tidak malu lagi mengemukakan pendapatnya karna siswa bertanya dengan menggunakan kertas tidak dengan mengacungkan tangan karena tidak semua siswa mampu mengungkapkan atau berbicara secara langsung mengenai materi yang kurang dipahami. Menurut Silberman (2013:91) Question Student Have merupakan cara yang membuat siswa tidak takut untuk mempelajari apa yang mereka butuhkan dan diharapkan. Apabila model ini dapat terlaksana dengan baik, maka akan menyebabkan siswa menjadi aktif dalam bertanya tentang materi yang tidak dipahaminya.
Sebelum membuat pertanyaan pada kartu tersebut siswa membaca ringkasan yang telah mereka buat sebelumnya agar siswa lebih memahami materi yang sedang dipelajari dan membuat pertanyaan tentang materi yang benar-benar belum mereka pahami. Pada model Question Student Have ini siswa dituntut bertanya kemudian menyelesaikan bersama-sama dalam kelompok permasalahan atau pertanyaan yang mendapatkan ceklis terbanyak setelah pertanyaan tersebut diedarkan. Dengan adanya kartu yang mendapatkan ceklis terbanyak tersebut siswa akan termotivasi untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang telah mereka berikan tanda ceklis tersebut. Dengan adanya kelompok yang heterogen mereka mampu bekerja sama dalam kelompok, saling membantu untuk menjawab permasalahan dalam diskusi, dan mampu berkomunikasi baik dengan guru maupun temannya pada saat proses pembelajaran. Dengan ini siswa dapat bertukar fikiran dan melatih siswa untuk bertanggung jawab membuat pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan bersama- sama dari temannnya dalam kelompok.
Menurut pendapat Lie (2010:34) ia mengatakan bahwa keberhasilan suatu kelompok juga tergantung pada kesediaan siswa untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Jadi disini proses belajar mengajar tidak hanya berasal dari guru saja tetapi juga terjadi interaksi antara siswa dengan siswa lainnya. Hubungan timbal balik itu membuat siswa lebih aktif mengikuti proses pembelajaran.
79,91
68,80
Rata-rata kelas eksperimen
Rata-rata kelas kontrol
Sebelum pelajaran dimulai siswa terlebih dahulu diminta membuat ringkasan dirumah. Ringkasan merupakan penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Tujuan guru meminta siswa meringkas materi pelajaran pada setiap kali pertemuan adalah untuk menolong siswa lebih mudah memahami materi pelajaran sesuai dengan tujuan pelajaran. Wormeli (2012:5) menyatakan bahwa teknik meringkas menolong siswa memantau pemahaman mereka sendiri dan memberi umpan balik kepada guru tentang bagaimanan perkembangan pemahaman siswa. Kegunaan meringkas adalah agar siswa dapat memahami apa yang baru saja diajarkan. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa meringkas dapat memberikan pemahaman dan mempermudah siswa dalam pelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
SIMPULAN
Hasil belajar biologi yang menerapkan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have dilengkapi ringkasan lebih baik di kelas XI SMA Kartika 1-5 Padang.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis mengemukakan beberapa saran yang sekiranya dapat memberikan masukan untuk meningkatkan hasil belajar biologi yaitu:
1. Guru mata pelajaran khususnya guru biologi SMA Kartika 1-5 Padang diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have dilengkapi ringkasanuntuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi
2. Siswa diharapkan termotivasi dan lebih aktif dalam belajar jika diterapkan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have dilengkapi ringkasan dalam pembelajaran.
3. Penelitian lain yang berminat diharapkan dengan melakukan penelitian lanjutan untuk sekolah dan pokok bahasan yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Lie, A. 2010. Cooperative Learning. Jakarta:
Gramedia
Lufri. 2005. Metodologi penelitian. Padang : UNP.
Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rajawali Press
Silberman, M. 2013. Active Learning.
Bandung: Nusamedia
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito Bandung.
Uno, B. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara Wormeli, R. 2012. Meringkas mata
pelajaran. Jakarta: Erlangga