Penerapan media e-learning berbasis Edmodo untuk membangkitkan minat belajar bahasa Indonesia kelas XI SMA PGRI Sungguminasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses penerapan media pembelajaran E-Learning berbasis Edmodo terhadap minat belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA PGRI Sungguminasa.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan media pembelajaran e-learning berbasis Edmodo dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa pada materi fisika yang diajarkan menggunakan media Edmodo lebih tinggi, sedangkan yang tidak menggunakan media Edmodo lebih rendah.
Media Pembelajaran
Dengan adanya teknologi internet, guru dan siswa dapat selalu berkomunikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Surjono (2010:5) menyatakan “E-Learning dimaksudkan sebagai upaya pendistribusian materi pendidikan melalui media elektronik atau internet sehingga siswa dapat mengaksesnya kapan saja dari seluruh penjuru dunia”.
Minat Belajar
Seorang guru harus mampu menguasai mata pelajaran yang diberikan dan memperdalam ilmunya agar pelajarannya tidak dangkal, tidak menghilangkan dahaga dan tidak memuaskan rasa lapar. Penggunaan metode pengajaran yang tidak sesuai dengan apa yang telah diberikan akan menyimpang dari materi yang akan diajarkan dan menimbulkan kebosanan dalam diri mereka. Seorang guru yang mempunyai pengalaman yang luas tidak akan memaksa siswanya untuk belajar sesuatu yang melebihi kemampuannya dan tidak akan memompa otaknya dengan kemampuan yang tidak sesuai dengan kematangannya atau keluar dari pengalaman sebelumnya dan tidak akan menggunakan metode-metode yang tidak sesuai dan tidak sesuai dengan kemampuannya. tidak membangunkan keadaan pikiran mereka.
Melaksanakan evaluasi suatu satuan pembelajaran merupakan tugas penting bagi seorang guru untuk mengetahui sejauh mana hasil proses belajar mengajar. Merangsang minat belajar siswa berkaitan dengan peran guru sebagai kunci dalam proses belajar mengajar. Sekalipun kemampuan seorang guru dalam bidang studi atau pengalamannya mempunyai nilai lebih dibandingkan siswanya, namun hal ini tidak boleh diandalkan oleh seorang guru.
Faktanya, tes dan nilai digunakan sebagai dasar untuk berbagai penghargaan sosial (seperti pekerjaan, penerimaan lingkungan, dan sebagainya). Namun tes dan nilai harus digunakan secara bijaksana, yaitu untuk memberikan informasi kepada siswa lain. Penyalahgunaan tes dan nilai akan mengakibatkan menurunnya keinginan siswa untuk berprestasi. Pembelajaran mengandung pengetahuan, pengalaman dan keterampilan, yang mencakup seluruh perkembangan individu terhadap dirinya, naluri, sikap dan pengembangan nilai-nilai sekolah, jika ingin menghasilkan bagi masyarakat sebagai warga negara yang baik dan beradaptasi dengan lingkungannya, serta berusaha untuk Untuk meningkatkan taraf hidupnya, mereka harus membekali mereka dengan bakat-bakat, terpuji, berakhlak baik, dan nilai-nilai yang diterima masyarakat.
Kerangka Pikir
Sebagai suatu proses, membaca merupakan suatu kegiatan dengan makna yang berkelanjutan, berdasarkan apa yang disajikan dalam teks tertulis dan pengetahuan yang tersedia bagi pembaca (Anonymous, 2009).
Hipotesis
Jenis Penelitian
Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Jika terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh signifikan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau pengaruh suatu perlakuan (treatment).
Penelitian ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana kedua kelompok tersebut diuji homogenitasnya dan berbeda hanya pada perlakuan yang diberikan. Kemudian pada akhir percobaan, kedua kelompok diukur kemampuan kognitif, afektif dan psikomotoriknya dengan alat ukur yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA PGRI Sungguminasa yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPA dan XI IPS.
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling probabilitas (simple random sampling). Menurut Sugiyon, Simple Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang sederhana karena anggota sampelnya diambil dari suatu populasi secara acak, tanpa memandang strata dalam populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA yang berjumlah 28 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Definisi Operasional Variabel
Instrumen Penelitian
Kuesioner/angket merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab oleh responden. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien apabila peneliti mengetahui secara pasti variabel yang akan diukur dan mengetahui apa yang dapat diharapkan dari responden (Iskandar, 2008:77).
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Untuk memastikan apakah data pengukuran yang bersangkutan berdistribusi normal maka data tersebut harus dilakukan uji normalitas. Menurut Sudjino (2010), uji t merupakan salah satu uji statistik yang digunakan untuk menguji benar atau salahnya hipotesis nol yang menyatakan bahwa antara dua mean sampel yang diambil secara acak dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Uji-t pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Jenis uji-t yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t berpasangan dua sampel dengan program statistik berbantuan komputer SPSS versi 24 untuk mengetahui hasil penelitian. H0 : Tidak terdapat peningkatan minat belajar siswa yang diberikan media E-Learning berbasis Edmodo terhadap minat belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA PGRI Sungguminasa. H1 : Terdapat peningkatan minat belajar siswa yang diberikan media E-Learning berbasis Edmodo terhadap minat belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA PGRI Sungguminasa.
Hasil Penelitian
Analisis Deskripsi Data Penelitian
Selain itu, seperti yang dijelaskan pada tahap persiapan, siswa yang telah membuat akun Edmodo dapat mengakses tugas yang diunggah oleh guru bahasa Indonesia. Berdasarkan diagram di atas, hasil persentase data yang terkumpul pada pertemuan pertama dan kedua aktivitas siswa IPA kelas XI yaitu kelas eksperimen menunjukkan bahwa kehadiran siswa, kesopanan siswa, dan siswa yang menyerahkan tugas sebanyak 100%, siswa yang hadir tepat waktu sebanyak 78,57%, siswa yang memperhatikan pelajaran sebanyak 64,28% dan siswa yang aktif di kelas genap sebanyak 57,14%. Berdasarkan diagram di atas, hasil persentase data yang terkumpul pada pertemuan pertama dan kedua aktivitas siswa IPA kelas XI yaitu kelas kontrol menunjukkan bahwa kehadiran siswa, kesopanan siswa, dan siswa yang tugas yang diserahkan 100%. Siswa yang tepat waktu sebanyak 71,42%, siswa yang memperhatikan kelas 60,71% dan siswa yang aktif di kelas bahkan 35,71%.
Perbedaannya terletak pada aktivitas siswa yang hadir tepat waktu, siswa yang memperhatikan kelas, dan siswa. Dari hasil observasi tersebut dapat dikatakan bahwa kelas eksperimen mempunyai aktivitas belajar lebih banyak dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa pada kelas eksperimen post-test nilai terendah yang dicapai siswa adalah 79 dan nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 97.
Sedangkan pada kelas kontrol post test nilai minimal yang dicapai siswa adalah 32 dan nilai maksimal yang dicapai siswa adalah 53. Berdasarkan hasil post-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai minat belajar berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 8 siswa dan pada kategori tinggi sebanyak 6 siswa. Berdasarkan hasil post-test kelas kontrol menunjukkan bahwa 9 siswa mempunyai minat belajar dengan kategori rendah dan 5 siswa dengan kategori sangat rendah.
Analisis Statistik Inferensial
Karena data berdistribusi normal, maka statistik parametrik yaitu uji T sampel berpasangan dan uji T sampel independen dapat digunakan untuk menganalisis data penelitian. Sumber data : Skor tes sampel berpasangan menggunakan SPSS. menunjukkan hasil uji Paired Sample T-test dimana hasil pair 1 mencapai nilai sig. 2-tile) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata hasil minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Karena rata-rata posttest pada kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan rata-rata posttest pada kelas kontrol, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan media Edmodo dalam pembelajaran bahasa Indonesia mempunyai dampak dan digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran.
Sebaliknya jika hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima karena nilai thitung > ttabel, berarti hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan media Edmodo lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar kelas eksperimen. yang tidak menggunakan media Edmodo. Secara umum dapat disimpulkan bahwa penelitian media Edmodo efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang ditunjukkan dari hasil nilai yang diperoleh yaitu H0 ditolak dan H1 diterima, Thitung > Ttabel. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan media Edmodo dan tanpa menggunakan media Edmodo.
Jadi penggunaan media Edmodo terbukti efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas XI IPA SMA PGRI Sungguminasa. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pembelajaran bahasa Indonesia kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah mendapat perlakuan. Artinya penggunaan media Edmodo berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa khususnya pada pengajaran bahasa Indonesia di kelas XI IPA SMA PGRI Sungguminasa.
Pembahasan
Edmodo merupakan platform media sosial seperti Facebook yang dikembangkan khusus untuk siswa dan guru di kelas virtual yang dapat berfungsi untuk melakukan pembelajaran yang menarik dan ramah pengguna. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media Edmodo berpengaruh terhadap hasil minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan pada kedua kelas yang diteliti dimana rata-rata post-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata post-test kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran mempunyai peranan penting terhadap minat belajar siswa.
Pengaruh media Edmodo terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks prosedur kompleks terlihat dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan melalui uji hipotesis yaitu 19,195 > 2,055 yang dibuktikan dari analisis statistik yang menunjukkan bahwa nilai Sig < α yaitu 0,000 < 0,05 dan T-score > T-tabel. Sehingga dapat diketahui adanya perbedaan yang signifikan pengaruh minat belajar siswa pada kelompok eksperimen dengan menggunakan media Edmodo pada siswa kelas XI SMA PGRI Sungguminasa. Seseorang yang mempunyai ketertarikan terhadap suatu objek cenderung akan lebih memperhatikan atau merasa senang.
Untuk mencapai kinerja yang baik, selain kecerdasan, minat juga memegang peranan yang sangat penting, karena tanpa minat, yang dimaksud adalah terputusnya perhatian atau reaksi terhadap suatu objek, misalnya suatu objek atau situasi tertentu, yang didahului oleh perasaan senang terhadap objek tersebut. .
Simpulan
Saran
Efektivitas Media Pembelajaran Edmodo Terhadap Minat Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Ipa Fisika Sman 1 Tanete Rilau". Media Edmodo terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Indralaya Utara.
Pidato pengukuhan guru besar bidang pengajaran bahasa Indonesia FPBS Universitas Negeri Malang.