• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan pendidikan islam dalam keluarga terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan pendidikan islam dalam keluarga terhadap"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana Pendidikan Islam Diimplementasikan Pada Keluarga Siswa Kelas IV SDN 108 Taulan Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Apa dampak pendidikan keluarga islami terhadap disiplin sholat siswa di SDN 108 Taulan Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.

Tujuan Penelitian

Dampak Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Terhadap Disiplin Ibadah Siswa SDN 108 Taulan Kecamatan Cendana, Ibadah Siswa SDN 108 Taulan Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil penelitian di atas penerapan pendidikan Islam dalam keluarga terhadap disiplin ibadah siswa kelas IV SDN 108 Taulan Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Pendidikan Islam

Menurut Ahmad D Marimba, pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam menuju pembentukan kepribadian utama menurut standar Islam.4. Imam Bavani mengatakan bahwa “Pendidikan Islam adalah pengajaran jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian utama menurut standar Islam.”

Batasan Pendidikan Islam

Menurut Muhaimin, pendidikan Islam adalah nama suatu sistem, yaitu suatu sistem “pendidikan Islam yang mempunyai komponen-komponen yang secara keseluruhan menunjang terwujudnya sosok muslim ideal”. Pendidikan dalam arti sempit sudah mempunyai sistem, namun sistem ini khususnya pada lembaga pendidikan nonformal dan kasual tidak terikat secara ketat pada peraturan yang berlaku.

Tujuan Pendidikan Islam

Ciri-ciri pendidikan dalam arti luas adalah: (1) pendidikan seumur hidup tetapi kegiatan pendidikannya terbatas pada waktu tertentu, (2) lingkungan pendidikannya juga terbatas, (3) bentuk kegiatan pendidikannya berupa pendidikan, pendidikan dan pelatihan (4) dan tujuan pendidikan merupakan perpaduan antara pengembangan potensi peserta didik dengan tuntutan sosial.6. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah perubahan yang diinginkan yang diupayakan melalui proses pendidikan, baik dalam perilaku individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Keluarga

Selain berperan dalam membimbing anak, keluarga khususnya orang tua juga mempunyai peran sebagai konselor (konseling di rumah).Konseling yang dimaksud adalah suatu proses hubungan terapeutik. Dalam pengertian psikologis, keluarga adalah sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu tempat tinggal yang sama, dan masing-masing anggotanya merasakan adanya hubungan batin, sehingga mereka saling mempengaruhi, saling memperhatikan dan saling pasrah. Sedangkan keluarga dalam pengertian pedagogi adalah “komunitas hidup yang dibangun atas dasar cinta antara dua jenis pasangan untuk saling menyempurnakan diri”. 14.

Sedangkan dalam pengertian pedagogi, keluarga merupakan persekutuan hidup yang tercipta dari cinta kasih antara pasangan dua jenis manusia, yang dikukuhkan melalui perkawinan yang bertujuan untuk saling menyempurnakan diri. Upaya saling melengkapi dan menyempurnakan diri mengandung perwujudan peran dan fungsi sebagai orang tua. 15. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena di dalam keluarga inilah anak pertama kali mendapat pendidikan dan orientasi.

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; Para wali adalah malaikat-malaikat yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.” Ayat di atas memberikan gambaran bahwa dakwah dan pendidikan harus dimulai dari lembaga terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga. , hingga yang besar dan lebar.

Peranan Keluarga

Semua faktor tersebut memerlukan perhatian orang tua dalam upaya mendidik anaknya tanpa menunjukkan otoritarianisme. Cara orang tua melatih anaknya menguasai cara mengurus dirinya sendiri, seperti cara makan, buang air besar, berbicara, berjalan, berdoa, sangat membekas dalam diri anak karena berkaitan erat dengan perkembangannya sebagai pribadi. Sangat wajar dan logis jika tanggung jawab pendidikan ada di tangan kedua orang tua dan tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain karena mereka adalah darah dagingnya, terlepas dari perbedaan keterbatasan kedua orang tua tersebut.

Untuk merawat dan membesarkannya, tanggung jawab tersebut merupakan dorongan yang wajar untuk dilaksanakan karena anak membutuhkannya. Membahagiakan anak dunia dan akhirat dengan mengajarkannya agama yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Kesadaran akan tanggung jawab untuk senantiasa mendidik dan mengembangkan anak harus ditanamkan pada setiap orang tua agar pendidikan yang dilaksanakan tidak lagi berdasarkan kebiasaan-kebiasaan yang dilihat oleh orang tua, melainkan berdasarkan teori-teori pendidikan modern, sejalan dengan perkembangan zaman. yang cenderung selalu berubah.

Tugas utama keluarga dalam membesarkan anak adalah meletakkan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Ciri-ciri dan ciri-ciri anak sebagian besar diambil dari ciri-ciri orang tuanya dan anggota keluarga lainnya.21.

Ruang Lingkup Pendidikan Islam dalam Keluarga

Penerapan pengajaran ibadah dalam keluarga dapat dilakukan dengan keteladanan dan ajakan dalam ibadah sehari-hari. Jika seorang anak dibiasakan shalat dalam keluarga, maka kebiasaan ini akan diturunkan hingga ia besar nanti. Pembinaan ibadah dalam keluarga mencakup seluruh ibadah, baik ibadah khusus yang berhubungan dengan Allah (sholat, puasa, zakat, haji) maupun ibadah umum yang berhubungan dengan manusia.

Disiplin secara tidak langsung dapat membantu siswa mengenal dirinya untuk menciptakan sesuatu yang baik. Disiplin agama merupakan ketaatan seseorang dalam menghayati dan menerima suatu agama yang mana ia meyakini bahwa aturan-aturan agama yang ada, termasuk dalam hubungan dengan orang lain, dapat mencapai ketertiban dalam kehidupan sehari-hari. Melalui disiplin tersebut dapat lahir ketaatan beragama, yaitu menaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.

Peneliti menyimpulkan bahwa disiplin ibadah bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada anak agar mereka dapat melaksanakan pendidikan agama yang diterimanya di rumah dan menerapkannya di sekolah dan dimanapun mereka berada tanpa ada paksaan yang sudah melekat dalam karakter mereka. Faktor eksternal tersebut berasal dari pengaruh lingkungan yang terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jenis Penelitian

Lokasi dan Objek Penelitian

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Masa kanak-kanak merupakan masa persiapan, disertai adaptasi, sehingga setelah pubertas seseorang dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah SWT.

Sumber Data

Sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini mungkin merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk berbeda atau dari orang lain.6. Data-data tersebut digunakan untuk menunjang informasi dari data primer yang diperoleh dari wawancara atau observasi langsung di lapangan.

Dalam studi kepustakaan, penulis membaca literatur-literatur yang dapat menunjang penelitian, yaitu literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.

Instrument Penelitian

Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis terhadap kondisi atau fenomena sosial dan gejala psikologis dengan cara mengamati dan mencatat. Dengan teknik ini peneliti dapat melihat dan merasakan secara langsung suasana dan kondisi subjek penelitian. Dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang berkaitan dengan masalah dokumenter seperti kondisi sekolah dan fasilitasnya, jumlah siswa, jumlah guru, kalender pendidikan dan hal-hal penting lainnya yang menunjang kelengkapan data.8.

Teknik Pengumpulan Data

Penerapan pendidikan agama Islam pada keluarga siswa kelas IV di SDN 108 Taulan merupakan suatu kebiasaan yang telah lama diterapkan oleh guru kepada siswa dan orang tua kepada anaknya. Bagaimana orang tua dapat mewujudkan harapan tersebut merupakan hal yang sangat penting, hendaknya orang tua memberikan pengetahuan tentang pendidikan Islam sejak dini. Peranan pendidikan Islam dalam disiplin ibadah terlihat dari perilaku setiap siswa ketika berada di lingkungan sekolah.

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan Islam pada keluarga siswa kelas IV SDN 108 Taulan sudah baik, namun masih belum maksimal. Sebab, masih terdapat orang tua yang kurang memberikan penjelasan yang memadai tentang pendidikan Islam kepada anaknya, sehingga pada hakikatnya menjadikan mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dalam hal tersebut. Tujuan penerapan pendidikan Islam dalam keluarga adalah agar anak memperoleh keyakinan yang kuat yang dapat dijadikan pedoman dalam hidupnya.

Peranan pendidikan Islam yang diajarkan dalam keluarga dapat dilihat dari tingkah laku atau ciri-ciri siswa ketika berada di lingkungan sekolah. 5. Apa dampak penerapan pendidikan Islam terhadap kedisiplinan shalat siswa?

Teknik Analisis Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  • Gambaran singkat SDN 108 Taulan Profil sekolah
  • Visi, Misi dan tujuan SDN 108 Taulan
  • Daftar Tenaga Pendidik SDN 108 Taulan
  • Fasilitas Sekolah SDN 108 Taulan
  • Struktur organisasi SDN 108 Taulan
  • Penerapan Pendidikan Islam dalam keluarga siswa kelas IV SDN
  • Kedisiplinan beribadah siswa kelas IV SDN 108
  • Dampak Pendidikan Islam dalam keluarga terhadap kedisiplinan

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua telah memenuhi fungsinya sebagai keluarga Islami yaitu membimbing anak sesuai dengan ajaran pendidikan Islam, karena besarnya harapan orang tua adalah mempunyai anak yang shaleh dan bertaqwa. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua telah memberikan wawasan pendidikan Islam kepada anaknya sejak dini karena mereka yakin jika pendidikan Islam ditanamkan sejak dini maka dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak hingga ia menjadi seorang anak. dewasa. Ia telah menerapkan pendidikan Islam di keluarganya, seperti memberi perintah menunaikan shalat, namun ia tidak selalu ada untuk mengawasi anak-anaknya. masih kurangnya pendidikan islam oleh orang tua dan belum adanya pembiasaan.5.

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga kurang memberikan perhatian dan pembiasaan terhadap anaknya, pada kenyataannya keluarga sudah menerapkan pendidikan Islam, namun kurang memberikan pengawasan yang baik sehingga ada beberapa anak yang perilakunya dalam pendidikan Islam. tidak baik. Namun masih ada sebagian siswa yang sikapnya ketika berada di lingkungan sekolah kurang baik, seperti ketika waktu salat zuhur berjamaah di musala atau masjid masih ada siswa yang tidak menaatinya. Alasan mengapa masih ada siswa yang berperilaku seperti ini adalah karena kurangnya pendidikan Islam yang diberikan oleh orang tua dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya. Setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda, hal ini menandakan bahwa sebagian orang tua telah memberikan pendidikan Islam dengan baik, dan masih ada sebagian orang tua yang belum mengetahui perkembangan akhlak anaknya.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa pendidikan yang utama ada pada keluarga, maka disini tugas orang tua sangat penting untuk menanamkan pendidikan pada anak khususnya pendidikan agama Islam. Pendidikan yang pertama dan utama ada di dalam keluarga, maka perlu adanya penjelasan kepada anak tentang pendidikan Islam sejak dini, agar anak tersebut tidak tertinggal dalam kehidupannya. Alhamdulillah setelah melakukan penelitian di SDN 108 Taulan, penulis benar-benar belajar banyak bahwa pendidikan Islam dalam keluarga sangatlah penting, karena semua itu akan mempengaruhi sikap anak di kemudian hari.

Pada dasarnya orang tua dan keluargalah yang paling berperan dalam memberikan pendidikan Islam kepada setiap anak, karena semua itu akan menjadi bekal bagi mereka di akhirat nanti.

Tabel : 1.2 Gambaran fasilitas sekolah SDN 108 TAULAN
Tabel : 1.2 Gambaran fasilitas sekolah SDN 108 TAULAN

PENUTUP

Saran

Keluarga harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya agar anak melihat dan melakukan apa yang dilakukan orang tuanya. Dan sebagai orang tua, sebaiknya Anda bisa lebih memperhatikan dan terus memantau aktivitas yang dilakukan anak Anda agar anak Anda tidak bertindak bodoh. Kemudian penulis melanjutkan ke SMA pada tahun 2008 dan lulus SMP Negeri 5 Enrekang pada tahun 2011.

Pada tahun 2014, penulis melanjutkan pendidikannya di Program Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.

Gambar

Tabel : 1.2 Gambaran fasilitas sekolah SDN 108 TAULAN

Referensi

Dokumen terkait

All of the Instagram account will be analysed to see level of citizen engagement with Malaysia government ministries practices and to calculate the engagement rate of each