• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Rolling Massage Terhadap Kelancaran ASI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Penerapan Rolling Massage Terhadap Kelancaran ASI"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

Sumber daya manusia yang terlahir dengan kecerdasan dan keimanan yang dimilikinya harus memiliki seorang ibu untuk mengasuh dan membimbingnya. Generasi yang lahir dari manusia merupakan sumber daya manusia yang akan menjadi salah satu pencipta kesuksesan negara.

Anatomi dan Fisiologi Payudara 1. Anatomi Payudara

Jika Anda mengikuti pohon dari akarnya ke putingnya, Anda akan mendapatkan saluran susu yang disebut saluran susu. Di daerah antara payudara, duktus laktiferus melebar membentuk sinus laktiferus, yang merupakan reservoir susu.

Gambar 1 : Macam-Macam Bentuk  Puting
Gambar 1 : Macam-Macam Bentuk Puting

Dukungan Bidan dalam Pemberian Laktasi a. Biarkan bayi Bersama ibunya segera sesudah

Refleks rooting: memungkinkan bayi baru lahir untuk menemukan puting saat diletakkan di payudara. Jika bayi tidak menyusu dalam waktu setengah jam setelah lahir, hormon prolaktin akan berkurang dan akan sulit untuk merangsang prolaktin sehingga ASI baru keluar pada hari ketiga atau lebih.

Fisiologi Laktasi

Ketika alveoli penuh susu, dinding mengembang dan berubah bentuk, yang mempengaruhi reseptor prolaktin, pada akhirnya prolaktin tidak dapat masuk ke dalam sel dan produksi susu menurun. Saat ASI dikeluarkan dari alveoli, bentuk aslinya akan kembali dan prolaktin akan berikatan dengan tempat reseptor, meningkatkan produksi ASI.

Air Susu Ibu (ASI) 1. Pengertian ASI

Komposisi Gizi dalam ASI

Kolostrum

Kolostrum juga merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan bahan-bahan sisa dari usus bayi yang baru lahir dan menyiapkan saluran pencernaan untuk makanan bagi calon bayi.

ASI Transisi atau Peralihan

ASI Matur

Volume ASI

Banyak ibu yang mengkhawatirkan jumlah ASI yang harus diberikan kepada bayi, namun tidak menyamakan jumlah dan volume ASI dengan pemberian susu botol. Berikut adalah pedoman jumlah rata-rata ASI yang diberikan kepada bayi selama menyusui (Kent, 2007). Menurut hasil penelitian ini, menarik untuk kita ketahui bahwa setiap payudara menghasilkan jumlah ASI yang berbeda.

Studi Kent menemukan bahwa bayi mengosongkan payudara hanya sekali atau dua kali sehari dan, rata-rata, hanya 67 persen dari susu yang tersedia yang dikonsumsi, dengan volume rata-rata 76 ml per menyusui.

Manfaat ASI 1) Bagi Bayi

Ini merupakan keuntungan karena setelah 6 bulan bayi mulai mendapatkan makanan padat dan lisozim merupakan faktor pelindung terhadap kemungkinan serangan bakteri patogen. g) Komponen C3 dan C4 Kedua komponen ini, meskipun kadarnya dalam ASI rendah, memiliki kekuatan opsonik, anafilaksis, dan kemotaktik yang bekerja saat diaktifkan oleh IgA dan IgE, yang juga terdapat dalam ASI. Suradi, 2004). h) Faktor anti streptokokus Di dalam ASI terdapat faktor anti streptokokus yang melindungi bayi dari infeksi bakteri streptokokus (Suradi, 2004). Antibodi dalam ASI dapat bertahan di saluran pencernaan bayi karena tahan terhadap asam dan enzim proteolitik di saluran pencernaan dan membuat lapisan di atasnya.

Terdapat konsentrasi bakteri E.coli yang tinggi pada feses bayi ASI, sehingga jumlah bakteri E.coli pada feses bayi juga rendah. Selain antibodi terhadap E. coli, ASI juga terbukti mengandung antibodi terhadap Salmonella typhi, Shigella, dan antibodi terhadap virus seperti rotavirus, polio, dan campak. Meskipun seorang ibu dapat memberikan kasih sayang yang besar dengan pemberian susu botol, namun menyusui sendiri akan memberikan efek psikologis yang besar.

Kecuali ada anggapan bahwa kadar selenium yang tinggi dalam ASI akan mencegah karies gigi.

Bagi Ibu

Frekuensi pemberian ASI yang sering (tidak dibatasi) juga terbukti bermanfaat karena produksi ASI lebih banyak, sehingga penurunan berat badan anak kecil (Suradi, 2004). Ibu yang sering hamil, selain menjadi beban sendiri, juga berisiko terhadap penyakit ibu yang berbeda seperti anemia, risiko kesakitan dan kematian akibat persalinan (Suryoprajogo, 2009). c) Aspek Psikologis Manfaat ASI tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga bagi ibu. Ibu ingin merasa bangga dan dibutuhkan, perasaan yang dibutuhkan semua orang (Suradi, 2004).

Selain itu, penghematan juga karena bayi yang disusui lebih jarang sakit sehingga mengurangi biaya pengobatan (Sunardi, 2008). Keluarga tidak perlu repot menyiapkan air mendidih, botol dan dot yang perlu dibersihkan secara rutin, masyarakat tidak perlu meminta bantuan orang lain (Arif, 2009).

Bagi Negara

54. a) Dari sudut ekonomi, susu ibu tidak perlu dibeli, supaya dana yang dimaksudkan untuk pembelian susu adaptasi digunakan untuk keperluan lain.

Bagi Keluarga

  • Pengetahuan
  • Pendidikan
  • Teknik Pemberian ASI
  • Tanda Kecukupan ASI

Susu hari pertama sebaiknya dibuang Susu hari pertama jangan dibuang karena ASI yang keluar pada hari pertama disebut kolostrum yang mengandung protein tinggi terutama zat untuk sistem imun tubuh . Saat duduk sebaiknya menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak menggantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi. Menurut Khasanah (2011) menyusui tidak boleh direncanakan, sehingga tindakan menyusui dilakukan kapanpun bayi membutuhkannya, karena bayi akan menentukan kebutuhannya.

Pada awalnya bayi belum memiliki pola menyusu yang teratur dan akan memiliki pola yang pasti setelah 1 sampai 2 minggu. Menyusui terencana akan menimbulkan konsekuensi yang kurang baik, karena isapan bayi memiliki pengaruh yang besar terhadap rangsangan produksi ASI selanjutnya. Anjurkan ibu untuk mencoba menyusui sampai payudara terasa kosong untuk meningkatkan produksi ASI.

Memerah ASI juga bermanfaat bagi ibu bekerja yang akan meninggalkan ASI di rumah untuk bayinya yang mengalami masalah isapan (misalnya BBLR), menghilangkan bendungan atau merangsang produksi ASI saat ibu sakit dan tidak dapat langsung menyusui bayinya.

Gambar  4.  Cara
Gambar 4. Cara

Mengkaji Urine dan Feses

Tanda paling efektif dari menyusui yang buruk adalah jika tiga atau lebih sedikit popok kotor oleh kotoran pada hari keempat. Pada hari ketiga, bayi harus memproduksi setidaknya tiga popok basah dalam 24 jam, dan pada hari kelima, hingga enam atau lebih popok basah.

Menimbang Berat Badan

Pengeluaran dan Penyimpanan ASI

ASI yang didinginkan tidak boleh dimasak saat akan digunakan, karena kualitasnya akan menurun, yaitu unsur kekebalannya. ASI cukup didiamkan beberapa saat pada suhu ruang agar tidak terlalu dingin, atau dapat juga direndam dalam wadah berisi air hangat (Perinasia, 2004).

Pemberian ASI Peras

Memerah ASI dengan tangan Cara ini sering digunakan karena tidak membutuhkan banyak peralatan dan lebih mudah. Berikan pada bayi dengan menggunakan cangkir atau sendok agar bayi tidak menolak menyusu saat waktunya ibu menyusu langsung. Namun, dalam situasi di mana bayi membutuhkan sedikit ASI, atau bayi sering tersedak/muntah, sebaiknya berikan ASI perah dengan sendok.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI

Makanan

Ketenangan Jiwa dan Pikiran

Penggunaan Alat Kontrasepsi

Perawatan Payudara

Anatomis Payudara

Faktor Fisiologi

Pola Istirahat

Faktor Isapan Anak atau Frekuensi Menyusui

Faktor Obat-Obatan

Berat Lahir Bayi

Terdapat hubungan positif antara berat badan lahir dengan lama pemberian ASI selama 14 hari pertama setelah lahir. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) memiliki kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah dibandingkan bayi dengan berat lahir normal (>2500 gr), rendahnya kemampuan menghisap ASI ini meliputi frekuensi dan lama pemberian ASI yang lebih rendah dari bayi berat lahir normal yang akan mempengaruhi perangsangan hormon prolaktin dan oksitosin dalam produksi ASI.

Umur Kehamilan Saat Melahirkan

Umur dan Paritas

Konsumsi Rokok

Namun demikian, pada penelitian ini dilaporkan bahwa prevalensi ibu perokok yang masih menyusui 6-12 minggu setelah lahir lebih sedikit dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok dari kelompok sosial ekonomi yang sama, dan bayi dari ibu yang merokok memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. prevalensi nyeri perut. Ibu yang merokok lebih dari 15 batang/hari memiliki prolaktin 30-50% lebih rendah pada hari pertama dan hari ke-21 setelah melahirkan dibandingkan ibu yang tidak merokok.

Alkohol

Stres dan Penyakit Akut

Pil Kontrasepsi

Masalah dalam Menyusui Pasca Persalinan Dini

Puting Susu Lecet

Puting yang sakit bisa istirahat sekitar 1x24 jam dan biasanya sembuh sendiri sekitar 2x24 jam. Selama puting istirahat, ASI tetap perlu dikeluarkan dengan tangan, tidak disarankan dengan pompa karena sakit.

Payudara Bengkak

Peristiwa ini terjadi pada persalinan 1-3 minggu setelah melahirkan karena adanya sumbatan permanen pada saluran susu. Produksi ASI yang buruk pada payudara besar, terutama di bagian bawah payudara, sangat mengganggu.

Mastitis atau Abses Payudara

Definisi Rolling Massage / Pijat Punggung

Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar juga mengalami penurunan produksi ASI, sehingga ibu mengalami masalah dalam menyusui (Soraya, 2006). Hal ini sejalan dengan tulisan Chertox dan Shoham Vardi (2008) yang menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar 3 kali lebih mungkin mengalami hambatan dalam proses menyusui dibandingkan dengan melahirkan secara normal, karena ibu masih memerlukan pengawasan setelah operasi caesar. bagian. , kondisi ibu masih lemah dan bayi masih perlu observasi setelah lahir. Selain itu, masih banyak ibu yang melahirkan di beberapa rumah sakit dan mengalami keterlambatan dalam proses menyusui karena kebijakan rumah sakit yang tidak mendukung mereka dalam melakukan IMD, bahkan untuk ibu sesar sekalipun.

Pijat punggung merupakan suatu tindakan memijat tulang belakang mulai dari tulang rusuk ke 5-6 sampai ke tulang belikat atau skapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke hipofisis posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin (Hamranani, 2010). 89. skapula dengan gerakan melingkar) yang dilakukan pada ibu setelah melahirkan dapat membantu kerja hormon oksitosin dalam pengeluaran ASI. Teknik ini merangsang saraf tepi pada otot di sekitar tulang belakang dan kemudian dijemput oleh hipotalamus dan diteruskan ke hipofisis posterior tempat oksitosin dilepaskan dan bekerja untuk merangsang refleks let-down.

Dengan kata lain rolling back massage dapat mempercepat saraf parasimpatis untuk mengirimkan sinyal ke bagian belakang otak untuk merangsang oksitosin dalam aliran ASI (Rini & Kumala, 2017).

Manfaat Rolling Massage

Materi / Teknik Pemijatan Punggung dan Pijat Oksitosin

Pemijatan Punggung a. Pengertian

Lakukan di tempat yang sama menggunakan ibu jari tangan kanan dan kiri dengan gerakan menekan (Thumb Walking) dari punggung bawah ke bahu dilakukan sebanyak 6 kali. Berikan tekanan yang sama dengan meletakkan jarak ibu jari di atas titik sebelumnya, kemudian lakukan gerakan yang sama pada titik lainnya sebanyak 6 kali. Posisi tangan ibu masih ditekuk, gunakan ibu jari untuk memijat daerah tulang belikat ibu mulai dari bahu turun ke ketiak mengikuti tulang belikat, tangan yang lain memegang bahu ibu, lakukan secara bergantian dengan posisi lain sebanyak 6 kali.

Gerakan selanjutnya mendorong ibu untuk berdiri tegak, tangan pemijat yang lain memegang kening ibu, gerakan dimulai dengan memijat di belakang telinga ibu secara melingkar pada satu titik, kemudian tangan bergerak ke arah bahu dengan jari telunjuk dan ibu jari dijulurkan. Neonatus: Bayi yang lahir dengan usia kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. BBLR: Istilah yang digunakan untuk bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram.

Pijat bergulir: Pijat tulang belakang (5-6 tulang rusuk hingga tulang belikat dengan gerakan memutar) yang dilakukan pada ibu setelah melahirkan dapat membantu hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI. Skin-to-skin : Suatu kondisi dimana bayi yang baru lahir dibaringkan langsung di dada ibu tanpa mengenakan pakaian apapun dan kulit ibu dan kulit bayi bersentuhan langsung. Thumb Dancing : Pemijatan dilakukan dengan menggunakan ibu jari pada punggung dengan cara yang mirip dengan menari.

Gambar 6.  Massage Effluerage
Gambar 6. Massage Effluerage

BIODATA PENULIS

Gambar

Gambar 1 : Macam-Macam Bentuk  Puting
Gambar 2 : Struktur Payudara
Gambar 3 : Proses Produksi ASI  (Refleks Prolaktin)
Gambar  4.  Cara
+4

Referensi

Dokumen terkait

Research Experience in the Last 5 Years No Year Research Title Source of Funds 1 2016 Pengembangan Model Pembelajaran Audio Video Berbasis PBL Kemenristekdikti 2 2017 Model