PENDAHULUAN
Latar Belakang
Orang bertanggung jawab untuk menunjukkan betapa bagusnya pendidikan dengan menerapkan keterampilan gaya mengajar guru yang berbeda. Maka sebagai seorang guru yang ahli dalam melaksanakan gaya belajar yang berbeda sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran, keterampilan variasi guru berperan penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat
Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti lain sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Telaah Pustaka
Skripsi oleh Devi Nur'aini (2018) berjudul "Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas 5B di SD Negeri Tambakrejo Kabupaten Purworejo". Persamaannya adalah tesis Devi Nur'aini tentang motivasi belajar siswa, sedangkan perbedaannya adalah peneliti Devi Nur'aini meneliti tentang pengajaran IPA. Skripsi Akhsanul Alfiannur Firdaus (2018) berjudul “Variasi Gaya Mengajar Guru IPS Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan.
Kerangka Teori
Guru yang berpengalaman juga harus memiliki gaya belajar yang berbeda, menggunakan media yang berbeda untuk menjaga suasana kelas yang kondusif, sehingga guru yang berpengalaman dapat dengan mudah menyampaikan materi pelajaran berkat pengalamannya. Sebagai guru yang baik tentunya harus mahir membuat variasi agar siswa paham dengan apa yang disampaikan oleh guru. Seorang guru yang baik akan mahir dalam mengekspresikan wajahnya sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh gurunya. 28 Ibid, hal.148.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, termasuk rumpun bahasa Austronesia, yang telah digunakan sebagai lingua franca di Nusantara sejak awal abad peninggalan modern, setidaknya dalam bentuk informal.33 Bahasa Indonesia juga merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. , bahkan di sekolah dasar, di mana guru memperkenalkan siswa dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam kedudukannya sebagai bahasa ilmu pengetahuan, bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa penunjang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk kepentingan pembangunan nasional. Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pengetahuan kepada berbagai kelompok dan jenjang pendidikan.
Berdasarkan uraian pengantar KTSP diketahui bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dengan baik dan benar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan, serta untuk mengembangkan apresiasi terhadap hasil promosi sastra Indonesia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan. a) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
Menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan, dikatakan ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi komponen keterampilan berbahasa dan keterampilan sastra, yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang perlu diperoleh peneliti di bidang ini bersifat informatif dan deskriptif. Sumber data lain diperoleh dari dokumentasi tertulis berupa foto, catatan terkait data guru, data siswa, data sarana prasarana di SDN 1 Ombe Baru. Dengan demikian, data yang terpotong akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk selanjutnya mengumpulkan data dan mencarinya bila diperlukan.
Dalam reduksi data ini, peneliti menyeleksi data yang diperoleh selama proses penelitian. Hal ini dilakukan dengan cara memilah dan membuang data yang tidak perlu dan mengorganisir data tersebut sehingga kesimpulan akhir dapat diverifikasi. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa data yang diperoleh selama proses penelitian kualitatif biasanya berbentuk narasi, sehingga memerlukan penyederhanaan tanpa mengurangi isinya.
Apabila data yang diperlukan dianggap tidak cukup, maka peneliti akan memperpanjang waktu penelitian. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data yang menggunakan konsep keabsahan data yang menggunakan sesuatu yang lain. Triangulasi sumber dilakukan untuk menguji kredibilitas data dengan mengecek data yang diperoleh dari sumber yang berbeda.
Pengumpulan data melalui teknik wawancara pada pagi hari pada saat informan masih segar, tidak banyak masalah, akan lebih memberikan kredibilitas data sehingga lebih kredibel.
Sistematika Pembahasan
PAPARAN DAN TEMUAN DATA
Gambaran Umum tentang Lokasi Penelitian
Lokasi ini cukup strategis dan menguntungkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena dekat dengan pemukiman penduduk jauh dari kebisingan jalan raya. Siswa tidak terlalu lelah berjalan kaki ke sekolah karena lokasi sekolah cukup dekat dengan pemukiman warga desa Ombe Baru. Sehingga banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke SDN 1 Ombe Baru yang terletak di desa Ombe Rerot Barat.
Sarana prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar siswa yang bersifat umum, seperti ruang belajar, ruang guru, perpustakaan, UKS, tempat parkir, lapangan upacara, tempat minum, toilet, kantin, gudang, alat tekuk beduk, perkakas. Memiliki infrastruktur sekolah yang memadai akan memberikan banyak dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Di SDN 1 Ombe Baru, fasilitas sarana dan prasarana sudah cukup memadai untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang nyaman seperti adanya ruang kelas yang memadai untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tiap kelas.
Dari tabel di atas, SDN 1 Ombe Baru saat ini memiliki 18 orang guru dan tenaga kependidikan dengan bidang keilmuan masing-masing yang cukup untuk mendukung proses pembelajaran di SDN 1 Ombe Baru. Berdasarkan tabel diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa kondisi siswa cukup baik untuk mendukung proses pembelajaran di SDN 1 Ombe Baru tahun pelajaran 2019/2020. Penerapan Variasi Gaya Mengajar Guru pada Muatan Bahasa Indonesia Kelas II di SDN 1 Ombe Baru.
Penerapan Variasi Gaya Mengajar Guru
Hambatan dan solusi guru dalam menerapkan variasi gaya mengajar guru pada muatan bahasa Indonesia Kelas II di SDN 1 Ombe Baru 1. Hal tersebut merupakan salah satu kendala dalam menerapkan variasi gaya mengajar pada muatan bahasa Indonesia selama pelaksanaan. Variasi Gaya Mengajar Guru dalam Penerapan Variasi Gaya Mengajar Guru pada Muatan Bahasa Indonesia Kelas II di SDN 1 Ombe Baru.
Guru yang baik memerlukan keterampilan dalam menerapkan variasi gaya mengajar pada materi Bahasa Indonesia Kelas 2 untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hambatan dan solusi guru dalam menerapkan variasi gaya mengajar guru pada materi bahasa Indonesia kelas II di SDN 1 Ombe Baru 1. Gaya mengajar apa yang Bapak/Ibu gunakan saat ada kegiatan belajar mengajar.
Variasi Gaya mengajar apa yang Anda terapkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia? Bagaimana pendapat guru bahwa penerapan variasi gaya mengajar harus selalu diterapkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 2. Peneliti : Variasi gaya mengajar apa saja yang ibu terapkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Peneliti : Bagaimana pendapat guru bahwa penerapan variasi gaya mengajar harus selalu diterapkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 2.
Kendala dan Solusi Guru dalam Menerapkan Variasi Gaya
PEMBAHASAN
Variasi Gaya Mengajar Guru dalam menerapkan varaiasi gaya
Kendala dan Solusi Guru dalam Menerapkan Variasi Gaya
Persamaannya adalah keduanya mempelajari variasi gaya mengajar guru, sedangkan perbedaannya peneliti di atas mempelajari guru IPS. Guru yang berpengalaman sangat baik karena sering menggunakan strategi gaya mengajar yang berbeda dengan yang diperoleh guru dari pengalaman mengajar sebelumnya. Jadi, ragam gaya mengajar adalah proses gaya guru dalam mengajar IPA atau penyampaian informasi yang dilakukan dengan menggunakan metode dan strategi yang berbeda-beda agar apa yang akan disampaikan tercapai oleh siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menerapkan perbedaan gaya mengajar guru pada konten bahasa Indonesia kelas 2 di SDN 1 Ombe Baru. Peneliti memulai penelitian di situs ini karena ingin mengetahui tentang penggunaan variasi gaya mengajar oleh guru bahasa Indonesia di kelas 2. Alasan dipilihnya guru dan siswa kelas II sebagai subjek penelitian adalah karena guru kelas lebih mengetahui bagaimana menggunakan variasi gaya belajar guru bahasa Indonesia di SDN 1 Ombe Baru.
Sangat penting bahwa berbagai gaya mengajar guru digunakan oleh guru profesional dalam setiap pembelajaran berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Seorang guru yang baik harus menggunakan segala cara agar pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai, terutama dengan menerapkan keterampilan menggunakan berbagai gaya mengajar. Peneliti melakukan observasi terkait penerapan variasi gaya mengajar guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 1 Ombe Baru.
Peneliti akan melakukan wawancara dari beberapa pihak, diantaranya guru II. kelas dan siswa II. kelas, tentang bagaimana guru menggunakan variasi gaya belajar guru bahasa Indonesia di SDN 1 Ombe Baru. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tertulis dari guru II. kelas dan siswa II. kelas tentang bagaimana menggunakan variasi gaya belajar guru bahasa Indonesia di SDN 1 Ombe Baru. Dalam triangulasi metode ini peneliti akan membandingkan hasil wawancara dengan hasil observasi terkait perbedaan motivasi belajar siswa II. kelas mata pelajaran bahasa Indonesia.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan juga siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa variasi gaya mengajar yang digunakan guru dalam mengajar di kelas bawah dapat memotivasi, menyenangkan dan tidak membosankan saat siswa belajar mengajar. . Selain itu, landasan psikologis dan kurikulum yang diterapkan juga mewarnai keterampilan variasi gaya mengajar guru. Dalam penyebarluasan materi pelajaran, sebaiknya guru memvariasikan gaya mengajar, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil observasi peneliti di SDN 1 Ombe Baru, peneliti menemukan variasi gaya mengajar yang biasa digunakan guru di kelas. Komponen variasi gaya mengajar guru yang biasa dilakukan di SDN 1 Ombe Baru antara lain: Variasi suara, Penekanan, Pemberian waktu, gerakan anggota badan dan ekspresi, Perubahan posisi. Keterbatasan guru dalam menggunakan variasi gaya mengajar guru bahasa Indonesia untuk menyampaikan materi ajar disebabkan karena mereka belum cukup paham dengan penerapan RPP K13 yang masih diterapkan di SDN 1 Ombe Baru.
Solusi guru dalam menerapkan variasi gaya mengajar guru bahasa Indonesia adalah dengan mengikuti kegiatan pelatihan PPG untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan diterapkan dengan gaya mengajar yang lebih beragam. Apakah Anda pernah menggunakan lebih dari satu gaya belajar saat mengajar dan belajar? Bagaimana solusi guru jika penerapan variasi gaya mengajar guru terjadi pada suasana kelas yang mulai membosankan.
Peneliti : Apakah anda pernah menggunakan lebih dari satu gaya belajar dalam proses belajar mengajar? Responden : Menurut saya, penerapan variasi gaya mengajar pada mata pelajaran bahasa harus selalu diterapkan di kelas II sekolah dasar. Peneliti : Bagaimana solusi guru jika penerapan variasi gaya mengajar guru terjadi pada suasana kelas yang mulai membosankan.