1311
Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan/Workshop Model- Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Guru UPT
SMA Negeri 2 Takalar
Sudding1), Halimah Husain2), Muhammad Fahmuddin S3)
1,2)Prodi Kimia FMIPA UNM
3)Prodi Statistika FMIPA UNM Abstrak
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dirancang untuk menjadikan siswa aktif dalam pembelajran dimana peran guru berfungsi sebagai fasilitator bukan sebagai sumber ilmu. Model-model pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 adalah model pelajaran yang mengantar siswa untuk menemukan sendiri konsep ilmu yang dipelajari. Pada penerapannya model pembelajaran dalam kurikulum 2013 belum dilaksanakan dengan baik. Masih banyak guru-guru yang belum mampu atau memahami bagaimana menerapkan model-model pembelajaran tersebut dengan baik. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan pemberian teori, kemudian diselingi dengan pembuatan perangkat berupa RPP, dan praktik penerapannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbilang sukses dilaksanakan, dimana semua peserta memberikan apresiasi yang sangat positif, sehingga kegiatan serupa diharapkan dilakukan kembali.
Kata Kunci: Pelatihan, Model Pembelajaran, Guru Abstract
The 2013 curriculum is a curriculum designed to make students active in learning where the teacher's role is as a facilitator, not as a source of knowledge. The learning models suggested in the 2013 curriculum are learning models that lead students to discover the concepts of learning materials that they are learning for themselves. In its application the learning model in the 2013 curriculum has not been implemented properly. There are still many teachers who have not been able or understand how to apply these learning models properly. The implementation of the training is carried out by giving theory, then interspersed with making tools in the form of lesson plans, and practical application. This community service activity was quite successful, where all participants gave a very positive appreciation, thus similar activities are expected to be carried out again.
Keywords: Training, Learning Models, Teacher.
I. PENDAHULUAN
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dirancang untuk menjadikan siswa aktif dalam pembelajran dimana peran guru berfungsi sebagai fasilitator bukan sebagai sumber ilmu.
Model-model pemebalajran yang disarankan dalam kurikulum 2013 adalah model pelajaran yang mengantar siswa untuk menemukan sendiri konsep ilmu yang dipelajari. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Model pembelajaran
memiliki lima unsur dasar yaitu (1) syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran, (2) social system, adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran, (3) principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa, (4)support system, segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, dan (5) instructional dan nurturant effects yang merupakan hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang ditetapkan (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang ditetapkan (nurturant
1312 effects) (Naskah Model Pembelajaran Kajian Konstitusionalitas yang dikeluarkan oleh Dit.
PSMA,2016).
Pengertian model pembelajaran berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang pembelajaran adalah kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya. Sedangkan pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang yang digunakan seorang guru untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Cara pandang tersebut perlu direalisasikan dalam pembelajaran dengan menggunakan model atau metode pembelajaran tertentu. Dalam Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar danMenengah, disebutkan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi antar peserta didik dan antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sedangkan pada permendikbud nomor 22 Tahun 2016 pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Berdasarkan dua Permendikbud tersebut, maka pembelajaran dapat diartikan sebagai proses terjadinya interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Lingkungan belajar yang diharapkan adalah berbasis aktivitas berdasarkan karakteristik (1) interaktif dan inspiratif; (2) menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; (3) kontekstual dan kolaboratif; (4) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan (5) sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, serta perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Model pembelajaran sebagaimana dimaksud pada Permendikbud Nomor 103 Tahun
2014 dan Permendibud Nomor 22 Tahun 2016 adalah model pembelajaran yang menonjolkan aktivitas dan kreativitas, menginspirasi, menyenangkan dan berprakarsa, berpusat pada siswa, otentik, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan siswa sehari-hari, antara lain:
1. Model Penemuan (Inquiry learning) 2. Model Penyingkapan (Discovery learning) 3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
(Problem Based Learning)
4. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
5. Model Pembelajaran lain yang telah lama dikenal dan digunakan oleh guru seperti Jigsaw,TPS (Think Pair Share), GI (Group Investigation), NHT (Number Head Together), Picture and Picture, TSTS (Two Stay and Two Stray), dan lain-lain yang bukan berbasis ceramah atau hafalan.
Pada penerapannya model pembelajaran dalam kurikulum 2013 belum dilaksanakan dengan baik. Masih banyak guru-guru yang belum mampu atau memahami bagaimana menerapkan model-model pembelajaran tersebut dengan baik. Pada pengabdian pada Masyarakat kami merencanakan melakukan pelatihan atau workshop model-model pembelajaran bagi guru- guru SMA Negeri 2 Takalar. Pada sekolah ini telah diterapkan kurikulum 2013 namun dalam pelaksanaanya masih banyak guru belum menerapkannya.
II. METODE PELAKSANAAN Untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan di atas maka metode yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini:
1. Pelatihan mengenai model-model pembelajaran kurikulum 2013.
2. Ceramah dan Tanya jawab mengenai model- model pembelajaran kurikulum 2013.
3. Pengelolahan Praktek Mengajar model- model pembelajaran kurikulum 2013.
1313 Gambar 1. Kegiatan Pengabdian
Tahap persiapan terdiri dari dua bagian yaitu:
a. Persiapan di Kampus menyangkut pembuatan materi pelatihan yang akan diberikan (pembuatan modul pelatihan), persiapan alat yang akan digunakan.
b. Menyangkut persiapan pelaksanaan pelatihan dilokasi, menyangkut tempat/lokasi dan persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.
Tahap pelaksanaan terdiri dari dua bagian yaitu:
a. Melakukan pelatihan model-model pembelajaran Kurikulum 2013 pada Selatan b. Pelaksanaan pelatihan: (1) Pemberian Materi model-model pembelajaran Tanya- jawab/diskusi, (2) Pembuatan Perangkat Pembelajaran, dan (3) Peraktek menggunakan model-model pembelajaran Kurikulum 2013.
Gambar 2. Pemberian Materi
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah:
1. Peserta mampu mengikuti pelatihan model- model pembelajaran kurikulum 13 dengan sangat baik
2. Peserta termotivasi untuk menggunakan beberapa model pembelajaran kurikulum 13 dalam proses belajar mengajar nantinya.
3. Peserta menghasilkan RPP dengan mencantumkan model-model pembelajaran kurikulum 13.
Gambar 3. Peserta Pelatihan
Faktor pendukung dalam pengabdian ini adalah:
1. Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan model-model pembelajaran kurikulum 13.
2. Dengan pelatihan ini, peserta termotivasi untuk menerapkan model-model pembelajaran yang lainnya dalam kurikulum 13.
3. Pelatihan yang dilakukan akan memotivasi kami untuk melakukan penelitian-penelitian lainnya dalam rangka meningkatkan pemahaman guru-guru pada model-model pembelajaran kurikulum 13.
Sedangkan faktor penghambatnya adalah sulitnya menentukan waktu pelatihan dikarenakan rutinitas tim pelaksana dan guru-guru SMA Negeri 2 Takalar. Faktor lainnya yaitu kondisi covid yang masih ada di Indonesia.
1314 IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pelaksanaan pelatihan model-model pembelajaran kurikulum 13 ini terbilang sukses karena guru-guru SMA Negeri 2 Takalar sangat termotivasi dalam kegiatan pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya para guru dalam menyimak penjelasan tim pelaksana dan dalam sesi tanya jawab ketika pelatihan.
B. Saran
Sebaiknya para guru segera dapat menerapkan model-model pembelajaran dalam kurikulum 13 agar para peserta didik tidak bosan dengan proses belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Panduan Kurikulum 2013. Paduan Pengembangan RPP-Direktorat Pembinaan SMA.
Kemendikbud. 2016. Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013,