PENGANGGURAN, INFLASI DAN
KEBIJAKAN
PEMERINTAH
Reni Sri Widyastuti
MASALAH
PENGANGGURAN
01
Jenis-Jenis Pengangguran
Jenis Pengangguran berdasarkan penyebabnya
Berdasarkan penggolongan ini pengangguran dapat dibedakan kepada jenis pengangguran berikut:
● Pengangguran norma/friksional: terjadi ketika sekitar dua hingga tiga persen dari jumlah tenaga kerja tidak bekerja. Mereka termasuk orang-orang yang sedang mencari pekerjaan yang lebih baik dan sementara waktu tidak bekerja. Ini disebut normal karena merupakan bagian alami dari proses
pencarian kerja.
● Pengangguran siklikal: terjadi karena fluktuasi ekonomi dan ketidakstabilan kondisi bisnis. Ketika permintaan agregat meningkat, perusahaan
mempekerjakan lebih banyak orang, mengurangi tingkat pengangguran. Namun, ketika permintaan agregat turun, perusahaan dapat memotong jumlah pekerja, menyebabkan peningkatan pengangguran.
Pengangguran struktural
Pengangguran teknologi
Terjadi karena perubahan dalam struktur kegiatan ekonomi, terutama dalam industri atau sektor tertentu yang mengalami
kemerosotan. Ini bisa disebabkan oleh munculnya produk baru, perkembangan teknologi, biaya produksi tinggi, atau penurunan ekspor. Dampaknya adalah penurunan aktivitas produksi dalam industri tersebut dan kehilangan pekerjaan bagi sebagian pekerja.
Pengangguran teknologi terjadi karena
perubahan teknologi mengubah cara kerja di berbagai sektor ekonomi. Peningkatan
penggunaan mesin dan teknologi mengurangi lapangan kerja yang membutuhkan pekerjaan manusia, menyebabkan pengangguran di sektor tersebut.
01
04 02
03
Pengangguran terbuka Pengangguran tersembunyi
Pengangguran bermusim Setengah menganggur
Jenis pengangguran berdasarkan cirinya
Terjadi ketika jumlah lowongan pekerjaan lebih sedikit daripada jumlah tenaga kerja,
menyebabkan sebagian orang tidak bekerja sama sekali. Penyebabnya bisa termasuk penurunan aktivitas ekonomi, kemajuan teknologi, atau kemunduran industri tertentu.
Terjadi di sektor pertanian atau jasa, di mana tenaga kerja yang digunakan lebih banyak daripada yang sebenarnya diperlukan.
Contohnya adalah jumlah pelayan yang berlebih di restoran atau anggota keluarga yang banyak bekerja di lahan pertanian kecil.
Terjadi di sektor-sektor yang bergantung pada kondisi cuaca, seperti pertanian dan perikanan. Contohnya, nelayan tidak dapat bekerja saat musim hujan atau petani yang tidak aktif antara waktu tanam dan panen.
Terjadi ketika pekerja di negara
berkembang tidak dapat bekerja penuh waktu atau dengan intensitas yang cukup, sering terjadi akibat migrasi dari desa ke kota. Pekerja hanya bekerja beberapa hari dalam seminggu atau beberapa jam sehari, jauh di bawah standar normal.
Penyebab Pengangguran dan Akibatnya
Penyebab Akibat
Pengangguran terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah
angkatan kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia. Ketika lapangan pekerjaan tidak mampu menyerap semua angkatan kerja, banyak individu yang tidak dapat bekerja. Situasi ini menyebabkan
produktivitas dan pendapatan masyarakat menurun, yang berpotensi
menimbulkan kemiskinan dan berbagai masalah sosial lainnya.
Pengangguran memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian dan masyarakat.
Pada tingkat ekonomi, pengangguran menyebabkan penurunan pendapatan per kapita dan pendapatan pajak pemerintah,
serta meningkatnya biaya sosial untuk program bantuan, yang dapat memperbesar hutang negara. Bagi masyarakat, pengangguran membawa beban psikologis dan psikis yang berat, menghilangkan keterampilan individu, dan memicu ketidakstabilan sosial serta konflik
politik akibat ketidakpuasan dan ketidaksetaraan ekonomi.
Tujuan Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran
Tujuan bersifat ekonomi
●Menyediakan lowongan pekerjaan
● Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
●Memperbaiki pembagian pendapatan
Tujuan bersifat sosial dan politik
● Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
●Menghindari masalah kejahatan
●Mewujudkan kestabilan politik
MASALAH INFLASI
02
Pengertian dan Penyebab Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus, yang menyebabkan nilai mata uang melemah dan berpotensi memburuknya kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Penyebab inflasi dapat di bagi menjadi 4 faktor utama:
Demand Pull Inflation Terjadi ketika permintaan meningkat sementara produksi sudah maksimal, menyebabkan kenaikan harga karena penawaran tetap.
Cost Pull Iflation Disebabkan oleh peningkatan biaya produksi, yang membuat produsen menaikkan harga atau mengurangi produksi.
Inflasi Domestik Timbul akibat defisit pembiayaan negara, sering diatasi dengan mencetak uang baru. Penyebab lainnya termasuk musim paceklik dan bencana alam.
Inflasi Eksternal Disebabkan oleh inflasi tinggi di negara mitra dagang, yang membuat harga barang impor dan biaya produksi naik, mempengaruhi harga di dalam negeri.
Jenis-Jenis Inflasi
Inflasi berdasarkan sumbernya
● Inflasi tarikan permintaan
● Inflasi dorongan biaya
●Inflasi diimpor
Inflasi berdasarkan tingkat kelajuan harga
● Inflasi merayap
● Inflasi moderate atau sederhana
●Hiperinflasi
Efek Buruk Inflasi
Inflasi yang tinggi dan berkelanjutan memiliki dampak negatif yang luas terhadap ekonomi, kemakmuran individu, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa efek buruk dari inflasi:
1. Ekonomi:
1. Penghambat Pertumbuhan Ekonomi: Inflasi membuat kegiatan produktif kurang menguntungkan, sehingga pemilik modal lebih memilih spekulasi daripada investasi produktif, menurunkan tingkat kegiatan ekonomi dan meningkatkan pengangguran.
2. Dampak pada Perdagangan: Kenaikan harga menyebabkan penurunan ekspor dan peningkatan impor, mengakibatkan ketidakseimbangan aliran mata uang asing dan memburuknya neraca pembayaran.
2. Kemakmuran Individu dan Masyarakat:
1. Pendapatan Riil Menurun: Inflasi menurunkan pendapatan riil individu dengan pendapatan tetap karena kenaikan upah tidak sejalan dengan kenaikan harga.
2. Nilai Kekayaan Berkurang: Nilai riil simpanan dalam bentuk uang menurun karena inflasi.
3. Ketimpangan Kekayaan: Inflasi memperburuk pembagian kekayaan, menurunkan nilai riil pendapatan individu dengan pendapatan tetap, sementara pemilik harta tetap seperti tanah dan bangunan dapat
mempertahankan atau meningkatkan nilai riil kekayaannya, meningkatkan ketimpangan pendapatan.
KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DALAM MENGHADAPI MASALAH
PENGANGGURAN
03
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang pengeluaran dan
pendapatan untuk menciptakan tingkat kesempatan kerja yang tinggi tanpa inflasi.
Jika keseluruhan pengeluaran ekonomi lebih kecil daripada kemampuan produksi, hal ini bisa menyebabkan deflasi dan pengangguran. Untuk mengurangi
pengangguran, diperlukan pengurangan pajak dan peningkatan pengeluaran pemerintah.
1. Pengeluaran Pemerintah: Menurut Keynes, campur tangan pemerintah diperlukan karena perekonomian yang sepenuhnya diatur oleh pasar bebas tidak selalu mencapai kesempatan kerja penuh dan kestabilan ekonomi. Fluktuasi ekonomi yang besar dari satu periode ke periode lain bisa menimbulkan implikasi serius terhadap kesempatan kerja, pengangguran, dan tingkat harga.
2. Pajak: Pengurangan pajak dapat menurunkan tingkat pengangguran. Menurut Sukirno, kenaikan pajak membuat konsumen mengurangi pengeluarannya, sehingga pendapatan berkurang. Penurunan pendapatan mengurangi permintaan uang, yang direspon bank sentral dengan menurunkan tingkat bunga. Peningkatan pajak yang menyebabkan resesi menunjukkan bahwa kebijakan pajak yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi.
Kebijakan Moneter
Untuk mengatasi pengangguran, kebijakan moneter yang harus dilakukan adalah dengan cara menambah penawaran uang, dan mengurangi/menurunkan suku bunga.
1. Suku Bunga
Kurva IS-LM adalah alat yang membantu kita memahami bagaimana kebijakan fiskal dan moneter mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Kurva IS mewakili keseimbangan antara investasi dan
tabungan, menunjukkan titik di mana pasar barang dalam keseimbangan. Sementara itu, kurva LM mencerminkan keseimbangan di pasar uang, menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan pendapatan di mana permintaan dan penawaran uang seimbang. Jika kurva LM miring ke atas, itu menandakan hubungan positif antara tingkat bunga dan pendapatan.
Dengan kata lain, ketika pendapatan meningkat, tingkat bunga cenderung naik karena permintaan uang juga meningkat.
2. Jumlah Uang Beredar
Grafik disamping menjelaskan bahwa uang beredar, yang merupakan kewajiban bank terhadap sektor swasta domestik, dapat mempengaruhi posisi kurva LM dalam model IS-LM. Ketika jumlah uang beredar turun, kurva LM akan bergeser ke atas. Ini berarti bahwa pada setiap tingkat pendapatan tertentu, penurunan jumlah uang beredar akan menyebabkan tingkat bunga naik.
Kenaikan tingkat bunga ini membantu menyeimbangkan pasar uang dalam model IS-LM. Dengan kata lain, penurunan jumlah uang beredar dapat mempengaruhi
hubungan antara tingkat bunga dan pendapatan dalam perekonomian.
KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DALAM MENGHADAPI MASALAH
INFLASI
04
Kebijakan Fiskal Untuk
Mengatasi Inflasi
1. Pendekatan Y=AE:Situasi tanpa intervensi pemerintah:
• Pengeluaran agregat (AE) awalnya berada di AE(P0) dengan keseimbangan di titik E0 (pendapatan nasional Y0 dan harga P0).
• Peningkatan ekspor menyebabkan AE naik ke AE(P1), menaikkan pendapatan nasional ke Y1 dan harga ke P1, menghasilkan inflasi dan pengangguran rendah.
Dengan kebijakan fiskal:
• Pemerintah mengurangi pengeluaran untuk mengendalikan inflasi, sehingga AE hanya naik ke AE(P2).
• Keseimbangan baru di titik E2 (pendapatan nasional YF dan harga P2), mencapai kesempatan kerja penuh dan mencegah inflasi tinggi.
2. Analisis AD-AS:
Situasi tanpa intervensi pemerintah:
• Ekonomi awalnya seimbang di titik A (pendapatan nasional Y0 dan harga P0).
• Peningkatan pengeluaran agregat menggeser kurva AD dari AD0 ke AD1, menghasilkan keseimbangan baru di titik B (pendapatan
nasional Y1 dan harga P1), dengan inflasi tinggi.
Dengan kebijakan fiskal:
• Pemerintah mengurangi pengeluaran, menggeser AD hanya ke AD2.
• Keseimbangan baru di titik C (pendapatan nasional YF dan harga P2), mencapai kesempatan kerja penuh dan mengendalikan inflasi.
Kebijakan Moneter Untuk
Mengatasi Inflasi
1. Kebijakan moneter dapat mengendalikan inflasi dengan efektif. Awalnya, keseimbangan ekonomi berada di titik E0, di mana kurva penawaran agregat (AS) bertemu dengan kurva permintaan agregat (AD0), dengan tingkat harga P0 dan pendapatan nasional Y0. Ketika permintaan agregat bergeser ke AD1 akibat pertumbuhan ekonomi cepat, keseimbangan berpindah ke E1, yang meningkatkanpendapatan nasional menjadi Y1 tetapi juga menyebabkan inflasi tinggi dengan harga naik ke P1.
2. Untuk mengatasi inflasi, pemerintah menurunkan penawaran uang, yang menaikkan suku bunga. Ini mengurangi investasi oleh perusahaan dan pembelian rumah oleh konsumen, sehingga permintaan agregat turun dari AD1 ke AD2. Keseimbangan baru tercapai di titik E2 dengan pendapatan nasional YF dan harga P2,
memungkinkan tercapainya kesempatan kerja penuh dan inflasi yang terkendali. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengurangan permintaan agregat melalui kebijakan moneter dapat menjaga stabilitas harga dan mencapai tujuan
ekonomi.
KEBIJAKAN SEGI PENAWARAN
05
Kebijakan Segi Penawaran Untuk Mengatasi
Stagflasi
Stagflasi terjadi ketika kenaikan upah atau penurunan nilai mata uang menyebabkan kurva penawaran agregat bergeser ke kiri, dari AS0 ke AS1, mengakibatkan keseimbangan ekonomi bergeser dari E0 ke E1. Hal ini menurunkan pendapatan nasional dari Y0 ke Y1 dan menaikkan tingkat harga dari P0 ke P1. Untuk mengatasi stagflasi, pemerintah menerapkan kebijakan segi penawaran dengan langkah-langkah seperti mengurangi biaya produksi perusahaan (misalnya, mengurangi pajak atas bahan mentah) dan mendorong pengembangan teknologi. Kebijakan ini menggeser kurva penawaran agregat ke kanan, dari AS1 ke AS2, sehingga keseimbangan baru tercapai di E2 dengan tingkat harga turun ke P2 dan pendapatan nasional meningkat ke Y2. Jika kebijakan segi penawaran berhasil mengembalikan kurva penawaran agregat ke AS0, maka tingkat harga akan kembali ke P0 dan pendapatan nasional riil akan kembali ke Y0,
menyelesaikan masalah stagflasi.
Kebijakan Segi Penawaran Untuk Mengatasi Inflasi
Mengatasi inflasi dapat dilakukan melalui kebijakan segi penawaran, seperti yang ditunjukkan gambar di atas. Pada awalnya, keseimbangan ekonomi terjadi di titik E0, di mana kurva
permintaan agregat (AD0) bertemu dengan kurva penawaran agregat (AS0), dengan tingkat harga P0 dan pendapatan nasional riil Y0. Ketika pertumbuhan ekonomi yang cepat
menyebabkan permintaan agregat bergeser dari AD0 ke AD1, keseimbangan berpindah ke titik E1, di mana harga naik dari P0 ke P1, menunjukkan inflasi, sementara pendapatan nasional riil meningkat dari Y0 ke Y1. Meskipun pertumbuhan ekonomi diinginkan, inflasi dapat menjadi masalah serius bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi sambil mengatasi inflasi, pemerintah menerapkan kebijakan segi penawaran yang bertujuan menurunkan biaya produksi perusahaan dan mendorong perkembangan teknologi. Jika langkah- langkah ini berhasil, kurva penawaran agregat akan bergeser ke kanan dari AS0 ke AS1,
menggeser keseimbangan dari E1 ke E2. Hal ini menunjukkan ekonomi yang terus berkembang dengan pendapatan nasional riil mencapai YF dan tingkat harga yang menurun dari P1 ke P2, sehingga inflasi berkurang.
Kebijakan Segi Penawaran Untuk Mengatasi
Pengangguran
Untuk mengatasi pengangguran, kebijakan segi penawaran dapat diterapkan, seperti yang dijelaskan pada gambar di atas. Pada awalnya, ekonomi berada di keseimbangan titik E0 dengan pendapatan nasional riil Y0 dan tingkat harga P0, namun terjadi pengangguran serius karena pendapatan nasional riil jauh di bawah tingkat penuh YF. Pemerintah menerapkan
langkah-langkah kebijakan segi penawaran, seperti mengurangi biaya produksi dan mendorong perkembangan teknologi, yang menggeser kurva penawaran agregat dari AS0 ke AS1. Langkah- langkah ini meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan, menggeser kurva permintaan agregat dari AD0 ke AD1. Keseimbangan baru tercapai di titik E1, di mana AS1 dan AD1
bertemu, dengan tingkat harga tetap stabil di P0 dan pendapatan nasional riil meningkat dari Y0 ke Y1, sehingga mengurangi pengangguran. Kesimpulannya, kebijakan segi penawaran efektif untuk mengatasi pengangguran dengan menggeser kurva penawaran dan permintaan, menjaga tingkat harga stabil, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
THANKS!
Do you have any questions?