• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Biologi Farmasi - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengantar Biologi Farmasi - Spada UNS"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan Biologi Farmasi

Dr. Diyah Tri Utami, S.Si

(2)

I. TATA TERTIB MAHASISWA

a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada akademik online dan Forlap Dikti.

b. Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan minimal 75 persen.

c. Toleransi keterlambatan masuk perkuliahan ≤ 15 menit.

d. Berbusana rapih, tidak diperkenankan menggunakan kaos oblong selama perkuliahan berlangsung, pada saat kuliah daring mahasiswa wajib mengaktifkan video selama perkuliahan kecuali kendala sinyal

(3)

Daftar pustaka

1. Heinrich,Michael,etc. 2009. Farmakognosi dan Fitoterapi. EGC. Jakarta

2. Bruneton, J., 1995., Pharmacognosy Phytochemistry Medicinal Plants, NewYork: Intercept Ltd..

3. Depkes RI,1977, Materia Medika Indonesia, Jilid II Jakarta, hal 82-84

4. Ikan, R., 1969, Natural Product, Academic Press, London and new York, hal 185-187

5. Stahl, E., 1973, Drug Analysis by Chromatography and Microscopy. Ann Arbor Science Publisher Inc., hal 184

6. Farmakope Herbal Indonesia Edisi 2

(4)

Materi Pokok

1. Konsep simplisia, ekstrak dan senyawa murni bahan alam

2. Farmakognosi : Pentingnya tanaman dalam

farmasi dan pengobatan modern

(5)

Simplisia bahan alam

• Menurut FHI (Farmakope Herbal Indonesia) Edisi tahun 2017, simplisia adalah bahan alam yang telah dikeringkan yang digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan

• Pengeringan dapat dilakukan dengan:

a. Penjemuran di bawah sinar matahari b. Diangin-anginkan

c. Menggunakan oven dengan suhu pengeringan tidak lebih dari 60°C

(6)

Macam-macam Simplisia

• Simplisia segar adalah bahan alam segar yang belum dikeringkan

• Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tumbuha utuh, bagian tumbuhan atau eksudat tumbuhan.

• Serbuk simplisia nabati adalah bentuk serbuk dari simplisia nabati dengan derajad kehalusan tertentu

• Simplisia hewani: dapat berupa hewan utuh atau zat yang berguna yang dihasilkan hewan. Contoh minyak ikan

(7)

Simplisia kering

Artanti, 2021

(8)

Nama latin bagian tanaman dalam tata nama simplisia

Nama latin Bagian tanaman

Radix Akar

Rhizome Rimpang

Bulbus Umbi lapis

Tubera Ubi

Flos Bunga

Fructus Buah

Semen Biji

Lignum Kayu

Cortex Kulit kayu

Caulis Batang

Folia (tunggal); Folium (jamak) Daun

Herba Seluruh tanaman (di atas permukaan tanah)

Amyllum Pati

Thallus Bagian dari tanaman rendah

Pericarpium Kulit buah

(9)

Tata nama latin simplisia

Buah Merica

=

Piperis Albi Fructus

Nama Tanaman Bagian

Tanaman

Secara umum pemberian nama atau penyebutan simplisia didasarkan atas gabungan nama spesies diikuti dengan

nama bagian tanaman.

Contoh: merica (lada putih) Nama latin: Piperis albi

Bagian tanaman: buahfructus

maka nama simplisianya disebut Piperis Albi Fructus

(10)

1. Nama marga (genus) diikuti nama latin bagian tanaman Daun Blumea balsamifera Blumeae folium

Akar Rheum palmatum Rhei radix

Biji Myristicae fragrans Myristicae semen

2. Nama spesies diikuti nama latin bagian tanaman Rimpang Acorus calamus Calami rhizoma

3. Tanpa nama bagian tumbuhan

Minyak Arachis hypogea (minyak kacang) Oleum Arachidis 4. Nama spora

Lycopodium

5. Nama Lilin, tanpa diikuti bagian asal Cera flava

6. Nama daerah dari tanaman diikuti nama latin bagian tanaman

Kulit kayu Cinchona succirubra (nama daerahnya : Chinae = kina) → Chinae kortex

ATURAN LAIN

(11)

Contoh nama latin Simplisia

Nama marga (

Genus

) dan

bagian

yang digunakan Contoh:

1. Nama latin:Curcuma xanthorriza

Latin simplisia: Curcumae

Rhizoma

(

Rimpang

temulawak)

2. Nama latin: Orthosiphonis stamineus

Latin simplisia: Orthosiphonis

Folium

(

daun kumis kucing

)

(12)

Nama latin Simplisia

Contoh:

3. Nama latin: Areca catecu

Latin simplisia: Areca semen (

biji pinang

)

4. Nama latin:Catharanthus roseus (L)

Latin simplisia: Catharanthus radix (akar tapak dara)

(13)

EKSTRAK

• Ekstrak adalah sediaan kering yang berasal dari keseluruhan atau bagian organisme baik tumbuhan, ataupun hewan yang diekplorasi dan dimanfaatkan karena efek farmakologis

• Contoh: ektsrak kental buah adas, ektrak kental akar wangi, kentrak kental daun buah alpukat, dll

• Ekstrak terdiri atas beberapa komponen

• Ekstrak diperoleh dengan cara mengekstraksi baik itu tumbuhan ataupun hewan dengan menggunakan pelarut yang sesuai

• Pemilihan pelarut harus sama dengan yang diekstrak

(14)

Macam-macam pelarut

• Pelarut polar: air, etanol, methanol, dll

• Pelarut semipolar: etil asetat, diklorometan, dll

• Pelarut non polar: n-heksan, petroleum eter, kloroform

(15)

METODE EKSTRAKSI

• Maserasi: dilakukan dengan memasukkan serbuk tanaman dan pelarut dalam wadah inert tertutup pada suhu kamar

• Perkolasi: serbuk sampel dibasahi secara perlahan dalam sebuah perkolator

• Sokhlet

• Refluks dan destilasi uap

(16)

disaring diuapkan ekstrak

Artanti, 2021

(17)

Senyawa murni

Kandungan senyawa bioaktif dari tumbuhan yang diperoleh dengan cara isolasi

Senyawa murni hanya terdiri atas komponen tunggal

Senyawa bioaktif diisolasi dan dimurnikan dengan a.kromatografi kolom

b.HPLC c.KLT Dll

Teknik UV-VIS, IR, NMR dan spektrometri massa bisa digunakan karakteristik struktur molekul bioaktif

(18)

Tugas

Mahasiswa dibagi menjadi 56 orang dibagi 7 kelompok

Membuat makalah dengan topik sbb:

1. macam-macam metode ekstraksi (2 kelompok) 2. Metode pemurnian (2 kelompok)

3. Dicari 8 tanaman, cara ektraksi bagaimana, senyawa yang berhasil diektraksi (2 kelompok)

4. Macam-macam simplisa: karakteristik, efek farmakologis (1 kelompok)

Dikumpulkan ke email saya: [email protected] Maksimal dikumpulkan tanggal 30 Agustus pukul 23.59

(19)

2. Farmakognosi : Pentingnya tanaman dalam farmasi dan pengobatan modern

• Farmakognosi dibentuk dari penggabungan dua kata yang berasal dari Bahasa Yunani

- Pharmakon : obat - Gnosis : pengetahuan (ilmu)

• Definisi: “ilmu yang mempelajari bahan alam yang digunakan sebagai obat “

• Abad 19 : mulai terbit Farmakope –Farmakope, contoh: BHP, United States Herbal Pharmacopoeia, European Pharmacopoeia, Chinese Pharmacopoeiae dan Farmakope Herbal Indonesia.

(20)

Karakter sediaan bahan alam { jamu, OHT (Obat herbal terstandar) dan Fitofarmaka) }

Obat tradisional Indonesia yang digunakan secara

turun temurun berdasarkan pengalaman, belum terstandar Jamu

Hasil pengembangan

jamu/hasil penelitian sediaan

baru yang khasiat dan keamnananya telah dibuktikan

secara ilmiah melalui uji pra-

klinik OHT

Hasil pengemabangan

jamu atau obat herbal terstandar

atau hasil penelitian sediaan

baru yang khasiat dan keamananya sudah dibuktikan melalui uji klinik Fitofarmaka

(21)

(Yuslianti dkk., 2016)

(22)

Jamu, OHT (Obat herbal terstandar) dan Fitofarmaka

Jamu harus memenuhi kriteria aman sesuai persyaratan ditetapkan, klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

Obat herbal terstandar harus memenuhi kriteria yaitu aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah /preklinis, dan dilakukan standardisasi bahan baku yang digunakan dalam produk jadi.

Fitofarmaka harus memenuhi kriteria yaitu aman sesuai dengan persyaratan yang

ditetapkan, klaim khasiat dibuktikan secara uji klinis, dilakukan standardisasi bahan baku yang digunakan dalam produk jadi, dan memenuhi persyaratan mutu dengan

menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.

(Yuslianti dkk., 2016)

(23)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait