BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS TAKE HOME EXAM (THE) SEMESTER 2021/22.1 (2021.2)
Nama Mahasiswa : Fitri Nur Fazriah Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030601393
1. Hak asasi manusia merupakan hak yang diperoleh atau dimiliki manusia sejak kehadirannya di dunia ini. Yang mendasari hak asasi tersebut adalah pemikiran bahwa manusia harus memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuan serta cita-citanya. Hak tersebut bersifat asasi dan universal dan dalam pengertian bahwa ia dimiliki manusia di mana pun berada tanpa memperhatikan perbedaan bangsa, ras, agama maupun jenis kelamin. Kehadiran konsep hak asasi dalam sejarah perkembangan ilmu politik sebenarnya berawal dari kebutuhan untuk melindungi hak-hak rakyat dari tindakan otoriter penguasa. Dalam setiap kesempatan bilamana pihak penguasa melakukan tindakan-tindakan yang menyinggung perasaan merendahkan martabat atau menindas hak-hak rakyat maka hampir selalu timbul reaksi dari kalangan tertindas. Reaksi itu merupakan perjuangan untuk memperoleh apa yang dianggap sebagai hak, tak jarang perjuangan itu harus ditebus dengan pengorbanan jiwa dan raga.
Dalam sejarah perkembangan hak asasi manusia, mendominasi karena tuntutan universalitas, keberhasilannya mendirikan tonggak-tonggak perkembangan yang sangat penting. Pada awal perkembangannya, hak asasi masih terbatas pada hak-hak politik seperti hak kebebasan dan kesetaraan di depan hukum serta menyatakan pendapat. Banyak orang mengacu pada pengalaman Inggris pada tahun 1215 sebagai tonggak awal sejarah asasi manusia. Pada tahun 1215 perjuangan para bangsawan Inggris telah berhasil membuahkan Magna charta atau piagam agung yang membatasi kekuasaan raja John atas hak-hak bangsawan sebagai imbalan dukungan mereka pada pemerintah pusat dalam bentuk pajak dan kekuatan militer daerah. Melalui pergolakan dan perundingan yang sama akhirnya bill of rights atau undang- undang hak diterima oleh parlemen Inggris pada tahun 1689. Bill of rights merupakan suatu naskah perundang-undangan yang dihasilkan melalui suatu revolusi tak berdarah terhadap raja James II. Perjuangan serupa juga berlangsung di Perancis dan Amerika serikat. Rakyat perancis Dengan gigih menentang raja-raja dinasti Bourbon yang memerintah dengan kekuasaan mutlak dan saat itu diperintah oleh Louis XIV. perjuangan yang dikenal
sebagai revolusi Perancis pada tahun 1789 kemudian menghasilkan declaration Des droid de i'homme et du citoyen yaitu pernyataan hak-hak manusia dan warga negara dan dari deklarasi inilah muncul istilah hak-hak asasi yang terkenal.
2. Sebenarnya ada tiga aspek budaya politik, pertama adalah orientasi terhadap sistem; kedua orientasi terhadap proses politik; ketiga orientasi terhadap kebijakan publik. Aspek yang pertama menentukan keabsahan para otoritas politik jika warga negara bersedia mematuhi aturan perundang-undangan yang dibuat penguasa dan melaksanakannya karena mereka percaya bahwa memang harus melakukan hal itu maka ada otoritas politik yang dianggap absah. Dalam masyarakat yang tradisional maka keabsahan penguasa politik diperoleh karena warisan status dan ketaatan pada kepercayaan agama atau pada adat kebiasaan. Dalam sistem demokrasi modern keabsahan penguasa tergantung pada proses politik yang demokratis. Jika otoritas yang berkuasa terpilih untuk duduk pada jabatannya lewat proses pemilihan yang dapat diterima dan peraturan atau kebijakan yang dibuat mengikuti prosedur konstitusional maka keabsahan otoritas tidak lagi diragukan dan dapat dipastikan akan adanya dukungan bagi keputusan-keputusan atau aturan- aturan yang dikeluarkannya. Keabsahan sebuah sistem akan berjalan berbarengan dengan ketaatan dari warga anggota sistem yang bersangkutan.
Almond mendukung legitimasi yang diperoleh lewat proses politik yang demokratis dan legitimasi demikian akan lebih menjamin kestabilan di dalam sistem politik. Aspek budaya politik ke-2 merupakan orientasi terhadap proses politik. Orientasi kognitif, afektif dan evaluatif merupakan dasar pembentukan topologi budaya politik. Ada tiga macam tipe budaya politik berkaitan dengan proses politik menurut almond dan Powell. Yaitu parochial subjek dan partisipan dan topologi ini dibedakan kegunaannya yang pertama
untuk melihat pengaruh individu dalam proses politik dan yang kedua untuk melihat hubungan-hubungan diri dengan aktor-aktor lain. Partisipan merupakan budaya politik yang ideal dalam sebuah sistem politik yang demokratis dan warga negara dalam kelompok ini mempunyai kesadaran bahwa mereka akan mempengaruhi sistem politik dan oleh karena itu mereka akan berusaha untuk terlibat dan menggunakan kesempatan untuk berperan serta mempengaruhi proses politik. Keadaan ini umumnya dipengaruhi oleh tingginya tingkat pendidikan dan kompetensi serta mempunyai korelasi positif dengan budaya politik partisipan warga negara dalam sebuah negara.
Jika sistem politik membuka kesempatan bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam proses politik maka jumlah warga negara yang ikut berpartisipasi akan tinggi dan pengaruh mereka akan meningkat. apabila kita akan melakukan analisa terhadap pernyataan yang disebutkan pada soal nomor 2 ini kita dapat menggunakan pendekatan yang kedua yaitu orientasi terhadap proses politik, banyak permasalahan dalam proses politik yang terjadi di negara kita baik yang menggunakan waktu yang cukup dekat atau rentan waktu yang sangat lama.
3. Kegiatan partisipasi politik dapat dibedakan atas dua macam yaitu partisipasi politik yang melembaga dan partisipasi politik yang tidak melembaga. Yang dimaksud dengan partisipasi politik yang melembaga adalah parsitipasi politik yang dianjurkan secara formal diperbolehkan oleh penguasa contohnya adalah memberikan suara dalam pemilihan umum umum, datang mengikuti kampanye. Sebaliknya yang tidak melembaga adalah kegiatan yang tidak diperbolehkan atau dilarang oleh penguasa contohnya melakukan pemogokan buruh di pabrik pabrik serta melakukan demonstrasi yang merusak dan menghambat kegiatan pekerjaan sehari-hari. Kegiatan partisipasi yang tidak melembaga ini umumnya dilarang di negara-negara berkembang yang demokrasinya belum mapan dan sering dianggap mengganggu stabilitas nasional serta dapat mengganggu kelancaran pembangunan ekonomi. Sementara itu negara yang demokrasinya telah mapan kegiatan partisipasi yang tidak melembaga dalam batas tertentu masih
diperbolehkan misalnya demonstrasi yang tertib dan protes yang terarah serta lain-lain.
4. Birokrasi adalah seluruh aparat pemerintah yang membantu tugas pemerintah dan menerima gaji dari negara karena statusnya itu. Dalam hubungannya dengan lembaga eksekutif, birokrasi merupakan agen pelaksana kebijakan yang telah digariskan oleh badan eksekutif. Mengenai hubungan antara badan eksekutif dan birokrasi, almond dan Powell mengemukakan bahwa
"birokrasi pemerintahan adalah sekumpulan jabatan dan tugas yang terorganisasi secara formal yang berkaitan dengan jenjang yang kompleks yang tunduk pada pembuat peran yang formal". Birokrasi dilengkapi dengan struktur organisasi serta aturan dan prosedur yang baku serta sistem yang
menggerakkan mereka untuk menjalankan tugasnya. Dalam kaitan ini Max Weber mendefinisikan birokrasi sebagai organisasi yang luas dan kompleks dengan wilayah kerja yang tetap serta memiliki sistem yang hierarkis dan otoritas sentralistis, serta lembaga pejabat atau pegawai dengan kemampuan profesional khusus dan mengikuti aturan dan prosedur yang baku. Definisi yang dikemukakan oleh Weber, almond dan Powell mengenai birokrasi menggambarkan bahwa birokrasi adalah organisasi pemerintahan dengan sistem dan aturan baku yang formal serta bertanggung jawab kepada badan eksekutif. Ciri-ciri birokrasi seperti ini banyak ditemui di birokrasi negara- negara modern yang sudah mengalami tahapan demokratisasi dan industrialisasi matang.
Weber membuat rumusan tipe ideal organisasi birokrasi yaitu:
I. Organisasi birokrasi dimaksudkan untuk mengerahkan tenaga secara teratur dan terus-menerus untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian pembagian tugas yang tegas mengharuskan birokrasi menempatkan tenaga ahli yang terampil dalam posisi-posisi tertentu dan setiap orang dalam posisinya bertanggungjawab terhadap efektivitas pelaksanaan tugas-tugasnya;
II. Organisasi birokrasi menganut asas hierarki. Oleh karena itu pejabat paling bawah berada dalam penguasaan dan pengawasan pejabat yang lebih tinggi dan setiap pejabat dalam hierarki administrasi bertanggung jawab atas atasannya atas tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang dibuat;
III. Pekerjaan diatur oleh sistem peraturan yang abstrak dan konsisten serta pelaksanaan aturan-aturan tersebut pada hal-hal tertentu. Sistem ini untuk menjamin keseragaman dalam pelaksanaan setiap pekerjaan tanpa memandang jumlah orang yang ikut serta didalamnya dan mengkoordinasikan tugas-tugas yang berbeda;
IV. Pejabat-pejabat birokrasi harus telah mengabdi pada jabatannya tidak
didasarkan pertimbangan pertimbangan pribadi dan tanpa rasa benci atau nafsu dan karenanya tidak ada pilih kasih atau semangat yang berlebihan;Pekerjaan dalam
V. organisasi birokrasi didasarkan pada kualifikasi teknis dan dilindungi dari pemecatan yang sewenang-wenang;
VI. Pada umumnya dan jenis birokrasi ideal berusaha memelihara organisasi administrasi yang mampu mencapai tingkat efisiensi tertinggi.