Fungsi media dalam proses pembelajaran Dalam proses pembelajaran, media mempunyai fungsi membawa informasi dari sumber (guru) ke penerima (siswa). Pengembangan media pembelajaran hendaknya berusaha memanfaatkan kelebihan yang dimiliki media tersebut dan berusaha menghindari kendala-kendala yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran.
JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
Media yang cakupannya terbatas dalam ruang dan waktu, seperti film slide, film, video, dan sebagainya. Jenis media ini memerlukan alat proyeksi khusus, seperti proyektor film untuk memproyeksikan film slide dan proyektor overhead (OHP) untuk memproyeksikan transparansi.
CIRI-CIRI MEDIA PEMBELAJARAN
Ciri fiksatif (fixative property)
Ciri manipulatif (manipulatif property)
Dalam praktiknya misalnya, Anda bisa melihat bagaimana proses larva menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu bisa dipercepat dengan menggunakan teknik rekaman fotografer, namun bisa juga diperlambat dengan menampilkan gambar video.
Ciri disributif (distributive property)
LANDASAN DAN PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
- Landasan Psikologi
- Landasan Teknologis
- Landasan Empirik
- Landasan Filosofis
Dengan demikian, proses belajar setiap siswa akan sangat dipermudah dengan hadirnya media pembelajaran sesuai dengan karakteristiknya. Sedangkan siswa dengan gaya belajar auditori lebih memperoleh manfaat dari penggunaan media pembelajaran auditori, seperti rekaman suara, radio atau ceramah oleh guru/instruktur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN GURU TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA
Kebetulan guru yang mengajar dengan media pembelajaran yang dipersiapkan dengan baik kurang dihargai dibandingkan pimpinan sekolah/yayasan. Sejauh ini tidak terdapat perbedaan perlakuan terhadap guru yang menggunakan media pembelajaran dan guru yang mengajar tanpa menggunakan media (hanya media ceramah/diskusi).
ALAT PERAGA BERBASIS KONSEP LUAS
Luas Daerah
- Luas Daerah Bangun Geometri Tak Beraturan
- Luas Persegi dan Persegi Panjang
- Luas Daerah Segitiga
- Luas Daerah Jajargenjang
- Luas Daerah Trapesium
- Luas Daerah Belah Ketupat
- Luas Daerah Layang- Layang
- Luas Daerah Segienam Beraturan
- Luas Daerah Segi- n Beraturan
Diberikan suatu jajar genjang dengan alas a dan tinggi t, maka luas jajar genjang tersebut akan membentuk persegi panjang dengan panjang = a dan lebar = t, maka luas jajar genjang tersebut adalah. Trapesium membentuk persegi panjang dengan panjang = , dan lebar = sehingga luas jajar genjang adalah: = t.
Perkalian Dua Suku
Dari gambar di atas diketahui bahwa persegi panjang mempunyai satuan lebar dan satuan panjang, begitu juga dengan luas persegi panjang tersebut. Dari gambar di atas diketahui bahwa suatu persegi panjang mempunyai satuan panjang (x+2) dan lebar (x+1), maka luas persegi panjang tersebut adalah.
Luas Permukaan
- Luas Permukaan Kubus
- Luas Permukaan Balok
- Luas Permukaan Tabung
- Luas Permukaan Prisma
- Luas Permukaan Limas
- Pentamino
- Tanggram
Kita mengetahui sebuah kubus, lalu kita buka dan didapat bahwa kubus tersebut terdiri dari 6 buah persegi yang berukuran sama, jadi luas kubus = 6. Setelah kerucut dibuka, ternyata luasnya adalah kerucut dibentuk oleh luas penampang dan luas alasnya yang berbentuk lingkaran.
ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS KONSEP PANJANG
- Mistar Hitung
- Tangga Bilangan
- Neraca Bilangan
- Batang Cuissenaire
Operasi penjumlahan pada bilangan bulat Pada himpunan bilangan bulat terdapat pasangan bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif. Neraca anak terbuat dari balok kayu yang dipotong-potong dengan ukuran panjang 4cm dan lebar 2cm. Kemudian dengan cara coba-coba menggantungkan anak timbangan pada lengan kiri hingga kedua lengan seimbang, ternyata setelah anak timbangan digantung pada lengan kiri pada nomor 6 kedua lengan tersebut seimbang.
Ambil dua buah lidi, stik warna hijau tua (HT) sebanyak 6 dan stik warna hijau muda (HM) sebanyak 3. Hasil 6+3 batangnya harus kita ambil jika di letakkan di atas sambungan kedua lidi diatas ( HT disambung ke HM) panjangnya sama persis, ternyata korek apinya adalah batang berwarna biru. Pasangkan bar biru dengan salah satu ujung bar sama persis dengan salah satu ujung bar biru.
Hasil perkalian tiga kali dua adalah warna tongkat apa, bila ditimbang pada timbangan, ketiga tongkat tersebut sama panjang. Di atas batang coklat kita pasangkan batang merah sebanyak 2 buah hingga panjang sambungan batang merah sama dengan panjang batang coklat.
MEDIA PERAGA BERBASIS KONSEP PENGUKURAN
- Roda Meteran (kurvameter) 1) Kegunaan
- Sperometer 1) Kegunaan
- Penjepit Bola 1) Kegunaan
- Jangka Sorong
Pertama, kita perlu mengetahui panjang pancaran spirometer, seberapa jauh ke atas skala (panjang FG sama dengan panjang AC). Jari-jari peluru B sama dengan jari-jari AE. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut: Misalkan sebuah tabung spirometer mempunyai jari-jari 8 cm. bola dimasukkan ke dalam tabung sehingga menjadi batang. Jari-jari bola dapat diukur dengan spirometer apabila jari-jari bola lebih besar dari jari-jari spirometer, artinya bola tidak masuk ke dalam spirometer.
Sedangkan untuk mengukur tinggi suatu benda konsepnya sama dengan mengukur tinggi suatu benda menggunakan klinometer. Kaliper merupakan alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian 0,1 mm. atau alat ukur suatu benda yang digunakan dengan cara mendorong atau mendorongnya. Oleh karena itulah banyak yang menyebut jangka sorong ini sebagai jangka sorong atau penggaris geser.
Perbedaan antara penggaris dan kompas hanya sedikit saja, yaitu jika jangka sorong mempunyai ketelitian sampai 0,1 mm atau 0,01 cm, maka penggaris hanya mempunyai ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Kaliper mempunyai kemampuan mengukur panjang benda hanya sampai 150 mm atau 15 cm, sedangkan penggaris mempunyai kemampuan mengukur panjang benda sampai 10 m lebih.
ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS KONSEP ARITMETIKA
Alat Hitung 1. Batu-Batuan
- Abakus
- Tulang Napier
- Mistar Geser dan Mesin Operasi
Nilai angka ditunjukkan dengan mendorong manik ke atas atau pada gambar di bawah dengan mendorong manik ke kiri. Bedanya pada soroban, terdapat 4 manik di bagian bawah dan hanya 1 manik di bagian atas. John Napier, seorang matematikawan yang menemukan logaritma, membuat alat yang dapat membantu menemukan hasil kali suatu bilangan.
Mari kita ambil contoh kartu 5 dan kartu 8. Setiap kartu tulang Napier basis desimal memiliki sembilan baris. Untuk menampilkan hasil 57 x 417 dengan tulang napiler, ambil alas tulang napiler yang ke 7. Kita susun kartunya sesuai dengan 417, lihat gambar berikut: setelah disusun kita perhatikan alas yang kelima. Saat ini kami menggunakan mistar hitung untuk mencari hasil perkalian dan pembagian dengan penjumlahan dan pengurangan.
Blaise Pascal, seorang matematikawan Perancis, menciptakan mesin sederhana yang dapat digunakan untuk penjumlahan dan pengurangan hingga 8 bilangan. Pada tahun 1834 ia mempunyai ide untuk membuat kalkulator yang dapat diprogram atau kalkulator analitik.
Pola Bilangan 1. Tumah Susun
- Balok Jumlah Deret Aritmetika Kegunaan
- Talipas dan Lampu Pintar Kegunaan
- Tabung perkalian Kegunaan
- Dakon/cokakan Matematika Kegunaan
Susunlah pelat-pelat tersebut pada muka 1, muka 2, muka 3 dan seterusnya seperti terlihat pada gambar di atas. Bagian yang berwarna merah diputar lalu disimpan di atas mata rantai ke-1 sampai mata rantai ( ), sehingga diperoleh persegi panjang dengan panjang = dan lebar = ½ n.Gunting, penggaris, pemotong, pensil dan paku, karton, karton warna, lem kertas, tali, plester, biji yang bisa diambil atau dibuat dari biji semangka kering atau biji kacang hijau, gipsum, 10 botol media air mineral bekas, 13 batang gorden, kartu nomor dari map bekas yang sudah dipotong-potong.
Jika perlu, nomor ditulis di atas setiap lubang di bagian atas; Sedangkan di bawah baris terakhir terdapat lubang besar untuk tempat bibit dakon yang biasanya terbuat dari biji asam jawa, sawo dan kerikil atau kelereng. Cara bermainnya adalah dengan memasukkan biji dakon satu per satu ke dalam lubang dakon sesuai dengan faktor pengali atau perkaliannya. Misalnya untuk menentukan KPK 2 dan 3, siswa harus meletakkan biji dakon kelipatan 2 pada lubang baris pertama sesuai dengan jumlah lubang dakon dan kelipatan dua, yaitu, dan seterusnya.
Pada saat mendeskripsikan kelipatan 3, siswa meletakkan bibit dakon pada lubang baris kedua sesuai dengan jumlah lubang dakon dan kelipatan 3 yaitu, dan seterusnya. Dari lubang baris pertama dan kedua, siswa dapat menentukan KPK dengan melihat bibit dakon yang terletak pada satu kolom atau pada nomor lubang dakon yang sama.
ALAT PERAGA BERBASIS KONSEP GEOMETRI
Tujuan Pembelajaran
- Pengubinan a. Kegunaan
- Papan Berpaku a. Kegunaan
- Cermin Datar a. Kegunaan
- Pantograf
- Peraga Jumlah Sudut Bangun Datar a. Kegunaan
- Sifat Sudut jika Dua Garis Dipotong Garis Ketiga
- Model Permainan Mekano a. Kegunaan
- Model Jurusan Tiga Angka a. Kegunaan
- Unsur Lingkaran a. Kegunaan
- Kartu Domino Geometri a. Kegunaan
Sebagai alat peraga matematika SD untuk menanamkan konsep/pemahaman geometri seperti pengenalan bangun datar, pengenalan keliling bangun datar dan menentukan/menghitung luas bangun datar. B. Dalam permainan ini Anda harus melakukan hal berikut: Anda harus meletakkan cermin pada gambar utama sehingga terbentuk bentuk/gambar kedua yang diperlukan seperti yang ditunjukkan pada kartu berikut.
MEDIA DAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pengertian Media dan Alat Peraga Pembelajaran Berbasis Matematika Berbasis
Media dan alat peraga berbasis permainan merupakan alat penyampaian pesan berupa keseruan dan kompetisi antar pemain (siswa) guna meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar yang akan berdampak pada hasil belajarnya.
Macam-Macam Media dan Alat Peraga Pembelajaran Berbasis Matematika Berbasis
- Menebak tanggal lahir Kegunaan
Menemukan pola barisan bilangan dan menentukan suku kata barisan pola bilangan dengan cara eksplorasi. Mencari pola bilangan suatu barisan bilangan dan menentukan suku ke-n barisan pola bilangan tersebut dilakukan dengan cara menjelajah dengan bermain puzzle. Sistem bilangan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sistem bilangan desimal yang menggunakan sepuluh lambang bilangan yaitu bilangan.
Dalam matematika, terdapat sistem bilangan selain desimal, termasuk sistem biner yang disebut juga dengan basis dua. Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua merupakan sistem penulisan bilangan dengan menggunakan dua simbol yaitu dan. Ini menunjukkan jumlah kartu yang kita miliki untuk membuat kartu sebanyak-banyaknya ditambah satu kartu utama atau dasar.
Tempelkan huruf, simbol angka, dan lingkaran yang dibentuk pada angka styrofoam pada papan dasar kedua password tersebut dengan menggunakan lem atau double tape. e) Pasang meja yang sudah diberi rangka styrofoam dan dibungkus plastik sebagai alasnya dengan twin top. f) Untuk simulasinya, buatlah lapisan daluang, seng, kertas dan kertas yang sudah dilaminasi, kemudian tempelkan pada alasnya dengan lem. a) Menggunakan aturan dua kode dasar. Kartu A adalah kartu yang terdiri dari dua bagian kartu dasar yang masing-masing diberi nama A, begitu juga dengan kartu lainnya. Jika jumlah kartu yang terdiri dari 28 dirasa terlalu banyak, maka dapat dikurangi dengan mengambil 6 kolom dan 7 baris sehingga diperoleh 21 kartu.
Sebaliknya jika jumlah kartu yang terdiri dari 28 buah dirasa tidak banyak, maka dapat diperbesar dengan jumlah kolom 8 buah dan jumlah baris 9 buah, sehingga diperoleh 36 kartu.
MEDIA PERAGA BERBASIS TEORI KEMUNGKINAN
Teori Peluang/Probabilitas
Misalnya, peluang terambilnya angka enam berbanding enam ketika pelemparan sebuah dadu bersisi enam adalah 1/6 dan peluang tidak terambilnya angka enam adalah sama dengan.
Alat Peraga Untuk Percobaan Teori Kemungkinan
Ulangi percobaan beberapa kali untuk melihat tren rasio atau perbandingan jumlah kemunculan setiap kartu jembatan yang diambil dengan banyak percobaan. Melatih siswa mencermati suatu permasalahan, mengerjakan pekerjaan, mengamati hasil pekerjaannya dan membuat argumen matematis mengapa pekerjaannya cenderung seperti itu.
Koefisien Binomial dan Segitiga Pascal
Perhatikan apa yang terjadi jika kita menghitung pangkat pertama dari a + b. Berdasarkan sifat distributif, kita peroleh bahwa pangkat a + b adalah jumlah suku-suku yang merupakan kombinasi perkalian dari a dan b.Berikut ini adalah beberapa binomial terjemahan. Dengan menuliskan koefisiennya saja, dari terjemahan binomial kita dapat memperoleh susunan bilangan yang dikenal sebagai segitiga Pascal. Bahan : kayu, paku, cat, pilok, scotlite, pipa pvc.. a) Gambarlah penomoran segitiga pascal pada papan tulis.