Kerja Sama Internasional Mengenai Alat- Alat Bukti dalam Perkara Pidana
Bahan Kuliah Semester Ganjil (VII) Fakultas Hukum
Universitas Medan Area
Dosen Pengampuh : Arie Kartika, SH.,M.H
Jenis-Jenis Alat Bukti
1. Alat Bukti Berupa Benda-Benda Bergerak
Benda Bergerak yang secara umum ada hubung an dengan suatu kasus kejahatan., secara garis besar dapat dibedakan kedalam 3 kelompok, yak ni:
1. Benda bergerak yang digunakan sebagai alat at au sarana oleh si pelaku dalam melakukan keja hatan;
2. Benda bergerak sebagai hasil kejahatan;
3. Benda-benda bergerak yang menjadi korban ata u akibat dari kejahatan.
Arie Kartika, SH., MH
2. Alat-alat Bukti yang berupa B enda-benda tak Bergerak
1. Sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat mel akukan kejahatan;
2. Sebuah bangunan yang merupakan hasil dari kejahata n;
3. Benda-benda tidak bergerak yang merupakan korban dari kejahatan;dan
4. Kuburan tempat menguburkan jenazah para korban kej ahatan yang demi kepentingan penyidikan dan pembu atan berita acara, harus digali untuk diautopsi oleh ahli forensik.
3. Alat Bukti berupa Dokumen
1. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai alat melaku kan kejahatan, misalnya dokumen berupa surat keterang an baik asli maupun palsu yang digunakan olehnya untuk melakukan kejahatan;
2. Dokumen sebagai hasil dari kejahatan, misalnya sertifika t hak atas tanah ;
3. Dokumen sebagai korban dari kejahatan,.
Arie Kartika, SH., MH
4. Alat-Alat Bukti berupa Keterangan Saksi
1. Saksi yang sama-sama terlibat dalam kejahatan;
2. Sakasi yang menyaksikan;
3. Saksi yang menjadi korban kejahatan;
4. Saksi ahli
5. Pemeriksaan Alat Bukti di Wilayah Negara T empat Alat Bukti Berada
Arie Kartika, SH., MH
6. Jaminan Atas Keamanan, Keselamatan, dan Ke rahasiaan Alat-Alat Bukti
Yang bertanggung jawab dalam semua pr oses pembuktian adalah petugas yang be rtanggung jawab selama dalam perjalanan atau pengangkutannya selama berada did alam wilayah negara peminta bantuan.
7. Masalah Biaya
Pihak yang paling berkepentingan adalah negara peminta bantuan, maka biaya itu s eharusnya menjadi tanggung jawab negar a yang bersangkutan.
Arie Kartika, SH., MH