• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Akuntansi Hijau dan Akuntansi Biaya Aliran Bahan Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Perusahaan Farmasi Terdaftar di BEI

N/A
N/A
Liza Rahima

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Akuntansi Hijau dan Akuntansi Biaya Aliran Bahan Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Perusahaan Farmasi Terdaftar di BEI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN MATERIAL FLOW COST ACCOUNTING TERHADAP SUSTAINABLE

DEVELOPMENT (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN FARMASI TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-2023)

Proposal Mini Diajukan Sebagai Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi ( S.E ) Dalam Bidang Akuntansi Syariah

Oleh : LIZA RAHIMA NIM. 21 406 00002

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY

PADANGSIDIMPUAN 2024

(2)

1 A. Latar Belakang

Berkembangnya era bisnis di Indonesia yang semakin pesat mendorong perusahaan akan terus menciptakan berbagai inovasi dan merancang strategi demi keberlangsungan hidup perusahaan. Hal ini terlihat dari gencarnya aktivitas perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional serta ditandai dengan meningkatnya persaingan antar perusahaan dengan masih didominasi untuk memperoleh keuntungan semata yang terkadang dapat menyebabkan persoalan lingkungan maupun sosial. Persaingan ini dapat memicu perusahaan untuk terus mengembangkan bisnisnya. Semakin berkembangnya suatu perusahaan maka semakin tinggi pula penggunaan sumber daya sehingga dapat menyebabkan adanya kerusakan lingkungan dan permasalahan sosial yang timbul dari aktivitas operasional perusahaan yang kurang terkendali.1

Akibat timbulnya permasalahan tersebut, perusahaan dituntut untuk lebih memberikan kontribusi dalam berbagai aspek, baik aspek ekonomi maupun sosial dengan tetap mempertimbangkan faktor lingkungan. Salah satu isu yang kerap muncul yang disebabkan oleh kegiatan operasional perusahaan yang sulit dikendalikan ialah isu lingkungan, seperti adanya penyusutan sumber daya alam, limbah, polusi dimana-mana, serta keamanan produk yang kurang terjamin, dimana hal tersebut semakin dirasakan oleh masyarakat.

Lingkungan hidup adalah elemen kunci dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, faktor lingkungan telah menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan strategis. Hal ini tercermin dari meningkatnya komitmen perusahaan terhadap konsep tanggung jawab sosial korporasi.

Untuk dapat bertahan di pasar yang kompetitif, bisnis perlu mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan dan mengadopsi praktik

1 Rizki Novita Sari, Pengaruh Corporate Social Responsibility Dan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Perusahaan Indonesia Yang Terdaftar Di LQ45 Tahun 2013-2016). (Naskah Publikasi Skripsi). 2018, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

(3)

2

bisnis yang berkelanjutan.2 Konsep pembangunan berkelanjutan sendiri mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, bukan hanya sekadar pertumbuhan ekonomi semata. Dalam konteks ini, lingkungan hidup berfungsi sebagai fondasi utama untuk memastikan kesejahteraan manusia dan kelangsungan hidup generasi mendatang. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara pelestarian, perkembangan ekonomi, dan keadilan sosial sangat penting.

Berikut ini merupakan beberapa fenomena atau masalah yang terdapat pada industry farmasi, yang bisa mengancam kerusakan lingkungan sehingga menyebabakan pemanasan global jika tidak ditindak lanjuti secara efektif dan efisien, antara lain sebagai berikut:

Fenomena Industry Farmasi Sumber

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau biasa dikenal Badan Administrasi

Atmosfer dan Kelautan Amerika Serikat memaparkan bahwa terhitung pada bulan Mei 2022, rata-rata suhu permukaan global menunjukkan angka +0,178 lebih tinggi daripada rata-rata suhu normal sepanjang periode 1990- 2020. Hasil demikian tentu saja cukup mengkhawatirkan, mengingat kesepakatan yang disetujui oleh Badan Meteorologi Dunia adalah

pharmacy.uii.ac.id

https://pharmacy.uii.ac.id/green- pharmacy/ .

2 Siera Fini and Christina Dwi Astuti, “Pengaruh Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan,Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) 7, no. 3 (March 18, 2024): 5751–66, https://doi.org/10.31539/costing.v7i3.9130.

(4)

3 peningkatan suhu permukaan tidak boleh melebihi 1,5 derajat Celsius.3 Sebuah riset menunjukkan industri farmasi berkontribusi besar

terhadap emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global, yaitu sebanyak 48,55 ton emisi gas setara CO2 per 1 juta dolar

pendapatan sehingga

menyebabkan ancaman perubahan iklim. Emisi ini tidak hanya

disumbang oleh aktivitas industri secara langsung, tapi juga aktivitas tidak langsung seperti proses transportasi dan distribusi produk.

Salah satu penyumbang emisi adalah proses pengemasan obat.4

theconversation.com

Sektor farmasi hasilkan banyak emisi, bagaimana strategi industri obat dan apotek bisa ramah lingkungan?

(theconversation.com)

Pada awal Oktober 2021 sempat ramai isu Teluk Jakarta

terkontaminasi parasetamol.

Bersumber dari hasil penelitian yang terbit pada jurnal bereputasi di Science Direct, para peneliti

menganalisis sampel air yang tercemar memiliki kandungan parasetamol di Angke dan Ancol.

gpfarmasi.id

Https://Www.Gpfarmasi.Id/Detailpost/Opini- Urgensi-Industri-Farmasi-Hijau-Di-

Indonesia

3Pharmacy UII, “Green Pharmacy : Upaya Farmasi dalam Menanggulangi Perubahan Iklim”, 2021, https://pharmacy.uii.ac.id/green-pharmacy/ .

4 Lailaturrahmi, “Sektor farmasi hasilkan banyak emisi, bagaimana strategi industri obat

dan apotek bisa ramah lingkungan?”, 2023, Sektor farmasi hasilkan banyak emisi, bagaimana strategi industri obat dan apotek bisa ramah lingkungan? (theconversation.com)

(5)

4 Beberapa ahli berpendapat

mengenai penyebabnya, yaitu antara lain pembuangan obat-obatan kedaluwarsa secara sembarangan dan instalasi pengelolaan air limbah yang tidak optimal.5

Pada Senin, 8 November 2021, tim Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jakarta mengkonfirmasi hasil temuannya bahwa pembuangan limbah parasetamol ke Teluk Jakarta oleh salah satu pabrik farmasi sebagai penyebab pencemaran. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI mengambil tindakan dengan menutup

saluran outlet IPAL air limbah dua pabrik farmasi yang mencemari paracetamol di Teluk Jakarta.

Tindakan ini adalah bentuk

ketegasan Dinas Lingkungan Hidup DKI untuk memastikan industri yang beroperasi di Jakarta tidak mencemari lingkungan.

Sehubungan ketidaktaatan pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT. MEF, maka

perusahaan farmasi tersebut telah dikenakan Sanksi Administratif

tirto.id

https://tirto.id/kasus-limbah-paracetamol- dki-segel-saluran-limbah-2-perusahaan- glRA

5 Muhammad Jasrif Teguh, “Urgensi Industri Farmasi Hijau Di Indonesia”, 2021, Https://Www.Gpfarmasi.Id/Detailpost/Opini-Urgensi-Industri-Farmasi-Hijau-Di-Indonesia

(6)

5 Paksaan Pemerintah Nomor 672

Tahun 2021.6

Tercemarnya Teluk Jakarta harus menjadi pembelajaran dan diperlukan tindakan korektif dari seluruh stakeholder serta mendorong untuk transformasi keberlanjutan dengan implementasi praktis melalui strategi, pemantauan, dalam pengambilan keputusan di sektor publik dan swasta, termasuk industri farmasi. Selanjutnya, penanganan keberlanjutan harus berjalan secara efektif dan komprehensif dengan adanya kombinasi dimensi makro pembangunan berkelanjutan kesehatan yang diupayakan oleh pelaku stakeholder di tingkat pemerintahan, serta di tingkat mikro pada masing-masing perusahaan.

Oleh karena itu, isu keberlanjutan industri farmasi patut mendapat perhatian yang besar dari konsumen, pembuat kebijakan, dan pelaku industri.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong sektor industri manufaktur bertransformasi ke arah pembangunan berkelanjutan. Salah satu upayanya melalui implementasi konsep industri hijau, dengan penggunaan sumber daya yang efisien, dapat didaur ulang, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Evolusi industri farmasi telah berdampak pada kehidupan masyarakat, baik karena telah berkontribusi untuk menghasilkan kesejahteraan dalam hal kesehatan dan kualitas hidup individu dan merupakan salah satu sektor yang paling relevan bagi perekonomian di tingkat global.

Sustainable Development Goals (SDGs) hadir sebagai program pelestarian lingkungan yang difokuskan kepada para perusahaan. SDGs dipandang sebagai pilihan atau pendekatan global untuk mengoptimalkan potensi, kemampuan, dan sumber daya suatu negara.7 Sustainable

6 Riyan Setiawan, “Kasus Limbah Paracetamol, DKI Segel Saluran Limbah 2 Perusahaan”, 2021, https://tirto.id/kasus-limbah-paracetamol-dki-segel-saluran-limbah-2- perusahaan-glRA

7 Lingling Suprianing Arum and Farida, “Pengaruh Green Accounting, Environmental Performance, Material Flow Cost Accounting (Mfca) Dan Environmental Disclosure Terhadap Sustainable Development Goals (Sdgs),” Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha 31, no. 2 (July 25, 2023): 54–67, https://doi.org/10.32477/jkb.v31i2.711.

(7)

6

Development Goals (SDGs) adalah agenda pembangunan global yang disepakati oleh 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015. SDGs berfokus pada empat pilar utama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi, sosial, lingkungan, dan sistem hukum serta tata kelola di suatu negara.

Untuk menyikapi maraknya kerusakan yang muncul dari kegiatan operasi bisnis, salah satu langkah awal untuk mewujudkan Sustainable Development Goals adalah dengan penerapan Green Accounting. Penerapan Green Accounting diharapkan suatu perusahaan akan meningkatkan dan meminimalkan masalah lingkungannya, dengan melihat kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya, keuntungan, dan dampak.8

Green Accounting merupakan suatu praktik memasukan informasi mengenai dampak perusahaan terhadap lingkungan pada laporan keuangan, pemangku kepentingan termasuk pemerintah, bank, dan laporan keuangan diperbarui tentang upaya perusahaan untuk melindungi lingkungan.9 Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara Kinerja Lingkungan dengan Green Accounting. Penggunaan Green Accounting dapat meningkatkan Kinerja Lingkungan, pengendalian biaya, investasi dalam teknologi yang ramah lingkungan, dan mendorong pada proses produk yang ramah lingkungan.

Selain itu, Green Accounting juga tentunya dapat menawarkan peluang untuk mengurangi penggunaan energi, konservasi sumber daya, dan mengurangi risiko kesehatan lingkungan.10 Komponen pencegahan kerusakan lingkungan ini didasarkan pada komponen Kinerja Lingkungan tentang pengendalian, yaitu bagaimana perusahaan mengendalikan pencemaran lingkungan.

8Suseno, N. S., Romdhon, M., & Rochmatunisa, S. (2020). “Pengungkapan Akuntansi Lingkungan dan Biaya Lingkungan terhadap Kinerja Lingkungan.” Jurnal https://doi.org/10.24014/jiq.v16i2.11462 Al-Iqtishad, 16(2)

9Citra Sukmadilaga et al., “Does Green Accounting Affect Firm Value? Evidence from ASEAN Countries,” International Journal of Energy Economics and Policy 13, no. 2 (March 24, 2023): 509–15, https://doi.org/10.32479/ijeep.14071.

10 I Gusti Ketut Agung Ulupui et al., “Green Accounting, Material Flow Cost Accounting

and Environmental Performance,” Accounting, 2020, 743–52, https://doi.org/10.5267/j.ac.2020.6.009.

(8)

7

Selain penerapan green accounting salah satu hal yang dilakukan Perusahaan dalam mewujudkan sustainable development jika merujuk dari sisi ekonomi akuntansi, yaitu penerapan Material Flow Cost Accounting. Metode ini memperkenalkan beberapa indikator yang dapat memengaruhi konsep keberlanjutan yang dilakukan perusahaan, seperti biaya produksi dan hasil produksi.

Metode MFCA hadir sebagai salah satu instrumen yang berfokus dalam mengurangi emisi limbah dengan mengefektifkan dan mengefisiensikan biaya proses produksi, terutama dalam penggunaan bahan baku.11 Dalam kondisi darurat alam seperti sekarang ini, maka pengurangan dan penggantian bahan baku yang ramah lingkungan menjadi solusi untuk menangani masalah lingkungan. Dengan adanya metode flow management ini, perusahaan dapat mengelola aliran material, energi, dan data agar lebih sesuai dengan target yang ditetapkan. Sehingga, perusahaan dapat meningkatkan laba dan mengurangi dampak negatif limbah ke lingkungan, serta tentunya berkontribusi dalam sustainability development.

Penelitian ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Selpiyanti dan Fakhroni 2020, dimana terdapat 2 variabel independen yaitu green accounting, dan material flow cost accounting, dan 1 variabel dependen yaitu sustainable development. Dalam penelitian tersebut di katakana bahwa variable green accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable development, serta variable material flow cost accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable development. Dan hasil uji simultan menyebutkan bahwa kedua variable independen ini sama sama berpengaruh terhadap variable dependen. Namun hasil penelitian berbeda yang dilakukan oleh Ria Hindriani dkk 2024, Dimana dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa variable green accounting tidak berpengaruh terhadap sustainable development, sedangkan variable material flow cost accounting berpengaruh

11Selpiyanti Selpiyanti and Zaki Fakhroni, “Pengaruh Implementasi Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development,” Jurnal ASET (Akuntansi Riset) 12, no. 1 (June 30, 2020): 109–16, https://doi.org/10.17509/jaset.v12i1.23281.

(9)

8

terhadap susutainable development, namun secara simultan kedua variable independen ini berpengaruh terhadap variable dependen.

Bedasarkan uraian fenomena dan penelitian terdahulu masih terdapat inkosistensi hasil penelitian, maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Pengaruh Green accounting dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development (Studi Empiris Pada Perusahaan Farmasi Terdaftar di BEI Periode 2020-2023)”.

B. Rumusan Masalah

Setelah mempertimbangkan konteks yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang akan diajukan pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Apakah green accounting berpengaruh terhadap sustainable development?

2. Apakah material flow cost accounting berpengaruh terhadap sustainable development?

3. Apakah green accounting dan material flow cost accounting berpengaruh terhadap sustainable development?

C. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menganalisis pengaruh green accounting terhadap sustainable development.

2. Untuk menganalisis pengaruh material flow cost accounting terhadap sustainable development.

3. Untuk menganalisis pengaruh green accounting dan material flow cost accounting terhadap sustainable development.

(10)

9 D. Kajian Teori

1. Teori Stakeholder

Teori stakeholder ialah teori untuk mendalami pentingnya tanggung jawab lingkugan bagi perusahaan. Dalam teori stakeholder perusahaan harus memperhatikan kepentingan dari stakeholder yang mempunyai tujuan untuk memperoleh kinerja keuangan maupun non-keuangan yang berkelanjutan. Perusahaan tidak bisa beroperasi untuk kepentingan sendiri, tetapi harus bisa memberikan timbal balik kepada stakeholdernya. Inti dari pemikiran ini mengarah pada keberadaan organisasi atau perusahaan yang dipengaruhi oleh dukungan dari pihak yang memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut.

Perusahaan dalam mencari dukungan dari stakeholder itu penting, karena kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan yang diberikan oleh stakeholder. Upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk menjaga hubungan yaitu dengan cara menerbitkan sustainability report.

Laporan ini menginformasikan tentang kegiatan perusahaan yang bersifat transparan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.12

2. Teori Legitimasi

Teori Legitimasi ialah teori yang digunakan untuk menerangkan yang bekaitan dengan akuntansi lingkungan dan wilayah sosial. Teori legitimasi ini berfokus pada interaksi antara perusahaan dengan masyarakat, dimana perusahaan ialah organisasi yang harus memiliki kesesuaian norma sosial dengan masyarakat yang dapat membuat perusahaan semakin legitimate. Perusahaan akan melaporkan aktivitas sosial yang dilakukan agar dapat memperoleh pengakuan dan diterima oleh masyarakat yang dapat menjamin kelangsungan hidup perusahan dengan membatasi teori legitimasi dari aktivitas perusahaan oleh kontrak sosial. Teori legitimasi

12 Risky Anggreini Prapita Sari and Ita Rakhmawati, “Green Accounting, Material Flow

Cost Accounting, Leverage, Sustainability, Resource Efficiency Perusahaan BEI di Indonesia” 1, no. 4 (2023).

(11)

10

menyatakan bahwa suatu organisasi hanya bisa bertahan jika masyarakat sekitar merasa bahwa organisasi beroperasi berdasarkan sistem nilai yang sebanding dengan sistem nilai yang dimiliki oleh masyarakat sehingga perusahaan berusaha untuk menyesuaikan keadaan dengan peraturan- peraturan yang berlaku dimasyarakat sehingga dapat diterima dilingkungan eksternal.

Maka dari itu teori ini sangat berhubungan dengan variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian ini. Variabel Green Accounting, Material Flow Cost Accounting, merupakan variabel yang terkait dengan lingkungan.

Variabel tersebut adalah pengungkapan perusahaan akan sikap kepedulian dalam menjaga lingkungan untuk ikut serta dalam menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan.13

3. Green Accounting

Green Accounting merupakan praktik akuntansi yang mengidentifikasi, mengukur, menilai, dan mengungkapkan biaya terkait dengan aktivitas lingkungan perusahaan. Green Accounting memberikan informasi tentang seberapa besar perusahaan mengalokasikan dana untuk kegiatan lingkungan.14 Green accounting dalam perspektif yang lebih luas bertujuan untuk memberikan informasi tentang lingkungan kepada para pemangku kepentingan eksternal maupun internal. Fungsi internal green ccounting yaitu mengintegrasikan langkah dalam sistem informasi lingkungan perusahaan, memungkinkan manajemen biaya pelestarian lingkungan lebih lanjut, serta membandingkan efektivitas dan efisiensi upaya pelestarian untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Sementara itu, fungsi eksternal green accounting menghasilkan laporan

13 Ahmadani Syah Melenio Rohim and Pancawati Hardiningsih, “Implementasi Green Accounting Rumah Sakit Umum Daerah R.A. Kartini Jepara,” AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis 17, no. 1 (May 13, 2022), https://doi.org/10.31942/akses.v17i1.6510.

14 Majidah Majidah and Putri Aurora, “Determinan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial di Indonesia,” Jurnal Akuntansi Manado (JAIM), December 29, 2023, 487–99, https://doi.org/10.53682/jaim.vi.7303.

(12)

11

akuntansi yang menyajikan informasi perusahaan terkait dengan lingkungannya.15 Berdasarkan beberapa definisi green accounting dari para ahli maka dapat disimpulkan tujuan utama adanya green accounting untuk menyajikan informasi akuntansi keuangan, informasi akuntansi sosial, dan informasi akuntansi lingkungan secara terpadu dalam satu paket pelaporan akuntansi agar bisa digunakan para pihak yang berkepentingan dalam penilaian dan pengambilan keputusan investasi, ekonomi, manajerial, dan lainnya. Penerapan green accounting diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perusahaan akan pentingnya pelestarian lingkungan. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip ini diyakini dapat lebih mewakili kondisi keuangan perusahaan secara utuh. Hal ini penting untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan oleh berbagai pemangku kepentingan perusahaan. Secara makro, praktik ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

4. Material Flow Cost Accounting

Material Flow Cost Accounting merupakan penggabugan informasi fisik dan moneter dalam satu model akuntansi. Konsep ini didasarkan pada input yang terdiri dari material cost (kuantitas fisik dari bahan yang terlibat dalam proses produksi berbagai seperti harga pembelian); system cost (semua biaya penanganan dalam organisasi seperti personel, depresiasi, transportasi, dan biaya pemeliharaan); dan waste cost (biaya yang dikeluarkan dalam memastikan bahwa barang-barang yang positif dan negatif dapat meninggalkan Perusahaan dalam bentuk air limbah, energi, olehproduk dan emisi). Keuntungan dari penggunaan model MFCA adalah dapat meningkatkan laba dan produktivitas (internal) serta mengurangi dampak negatif ke lingkungan (eksternal) yang selanjutnya

15 Hosam Alden Riyadh et al., “The Analysis Of Green Accounting Cost Impact On Corporations Financial Performance,” International Journal of Energy Economics and Policy 10, no. 6 (October 10, 2020): 421–26, https://doi.org/10.32479/ijeep.9238.

(13)

12

berkontribusi dalam pengembangan keberkelanjutan perusahaan (corporate sustainable development).16

5. Sustainable Development

Sustainable development goals (SDGs) adalah rencana global jangka panjang yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki setiap negara. SDGs memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan dalam segala aspek, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang, tanpa melakukan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam.

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda pembangunan global yang disepakati oleh 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015. SDGs terdiri dari 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai dalam waktu 15 tahun, mulai dari 2015 hingga 2030. Perusahaan memiliki peluang untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup melalui SDGs. Mereka dapat melakukan ini dengan berbagai cara, seperti mengurangi dampak lingkungan dari operasi mereka, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan mendukung upaya konservasi lingkungan.

E. Penelitian Terdahulu

Tabel 1. Penelitian Terdahulu No Penelitian

tahun

Judul penelitian

Persamaan Perbedaan Hasil penelitian 1 Ferina Putri

Anggreini (2024)

Pengaruh Material Flow Cost

Accounting, Green Accounting, Dan

Corporate

Variable:

Material Flow Cost

Accounting, Green Accounting, Sustainable Development

Variable:

Corporate Social

Responsibility

Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFCA, Green

Accounting, dan CSR berpengaruh

16 Mishelei Loen, “Penerapan Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting (Mfca)Terhadap Sustainable Development,” Jurnal Akuntansi dan Bisnis Krisnadwipayana 5, no.

1 (February 23, 2018), https://doi.org/10.35137/jabk.v5i1.182.

(14)

13 Social

Responsibility Terhadap Sustainable Development GOALS

positif terhadap SDGs.17

2 Selpiyanti dan Zaki Fakhroni (2020)

Pengaruh Implementasi Green

Accounting dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development

Variable:

Green

Accounting dan Material Flow Cost

Accounting, Sustainable Development

Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan MFCA

memiliki pengaruh positif terhadap pembangunan berkelanjutan.

3 Lingling Suprianing Arum dan Farida (2023)

Pengaruh Green Accounting, Environmental Performance, Material Flow Cost

Accounting (MFCA) dan Environmental Disclosure Terhadap Sustainable Development Goals (SDGS)

Variable:

Green Accounting, Material Flow Cost

Accounting (MFCA), Sustainable Development Goals (SDGS)

Variable:

Environmental Performance, Environmental Disclosure

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

Environmental Performance dan MFCA tidak

berpengaruh terhadap SDGs.

Green

accounting dan Environmental Disclosure memiliki pengaruh terhadap SDGs pada

perusahaan manufaktur.

4 Riska Septi Damayanti &

Harti Budi Yanti (2023)

Pengaruh Implementasi Green

Accounting Dan Material Flow Cost

Variable:

Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting

Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting tidak memiliki pengaruh terhadap

17Ferina Putri Anggraeini, “Pengaruh Material Flow Cost Accounting, Green Accounting, Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Sustainable Development GOALS” (Naskah Publikasi Skripsi). 2024, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

(15)

14 Accounting

Terhadap Sustainable Development

Sustainable

Development pembangunan

berkelanjutan.

MFCA tidak memiliki pengaruh terhadap pembangunan berkelanjutan.18 5 Ria Hindriani,

dkk, (2024) Penerapan Green Accounting, Material Flow Cost

Accounting Terhadap Sustainable Development

Variable : Green Accounting, Material Flow Cost Accounting, Sustainable Development

Hasil penelitian ini

menyebutkan secara simultan penelitian ini membuktikan Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting berpengaruh terhadap Sustainable Development.19

F. Kerangka Penelitian

Gambar 1. Kerangka Penelitian

18 Riska Septi Damayanti and Harti Budi Yanti, “Pengaruh Implementasi Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development,” Jurnal Ekonomi Trisakti 3, no. 1 (February 7, 2023): 1257–66, https://doi.org/10.25105/jet.v3i1.16014.

19 Ria Hindrian, “Penerapan Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development”, Jurnal Revenue Jurnal Akuntansi 4, No. 4, 2024.

(16)

15

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa variable dependen adalah

variable yang dipengaruhi oleh variable lain, yaitu Sustainable Development (Y) sedangkan variable independennya adalah variable yang mempengaruhi variable lain, dalam penelitian ini terdapat dua variable independent yaitu Green Accounting (X1) dan Material Flow Cost Accounting (X2).

G. Pengembangan Hipotesis

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Selpiyanti dan Zaki Fakhroni 2020) bahwa implementasi green accounting memiliki hubungan yang positif terhadap sustainable development. Penerapan green accounting bagi suatu perusahaan tentunya membawa Perusahaan kearah yang lebih baik. Selain itu, dengan penerapan green accounting perusahaan juga secara tidak langsung telah melaksanakan tanggung jawabnya kepada stakeholder. Maka hipotesis ini beranggapan bahwa:

H1: Green accounting berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan sustainable development.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Ferina Putri Anggreini 2024) bahwa perusahaan yang telah menggunakan material flow cost accounting memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan sustainable development. Dengan adanya penggunaan alat manajemen tersebut dapat memengaruhi atribut biaya produksi serta atribut pengolahan limbah yang dapat meningkatkan dimensi keberlanjutan perusahaan yang meliputi dimensi sosial, lingkungan, teknologi dan ekonomi. Maka hipotesis ini beranggapan bahwa:

H2: Material flow cost accounting berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan Sustainable development.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Ria Hindriani, dkk, 2024) menyebutkan bahwa secara simultan penelitian ini membuktikan Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting berpengaruh terhadap Sustainable Development. Penerapan green accounting dan material flow cost

(17)

16

accounting terbukti saling berpengaruh dalam meningkatkan sustainable development perusahaan. Maka hipotesis ini beranggapan bahwa:

H3: Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting berpengaruh terhadap Sustainable Development.

H. Metode Penelitian a. Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif karena data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan pada hasilnya. Demikian pula pada tahap Kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, dan grafik.20

b. Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan dari elemen-elemen yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan.

Elemen tersebut dapat berupa orang, manajer, auditor, Perusahaan, peristiwa, atau segala sesuatu yang menarik untuk diamati/diteliti. Sampel merupakan kumpulan subjek yang mewakili populasi. Sampel yang diambil harus memiliki karakteristik yang sama dengan populasinya dan harus mewakili anggota populasi.21

20 Budi Gautama Siregar, dan Ali Hardana, “Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis”, (Medan: CV. Merdeka Kreasi Group,2021), hlm.50.

21 Geahita Chandrarin, “Metode Riset Akuntansi Pendekatan Kuantitatif”, (Jakarta:

Salemba Empat, 2018), hlm. 125.

(18)

17

Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020-2023 dan mengeluarkan laporan tahunan serta laporan keberlanjutan. Dalam penelitian ini, berikut adalah parameter yang digunakan untuk menentukan sampel yang akan menjadi fokus penelitian:

1. Perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan tidak pernah mengalami delisting selama tahun 2020-2023.

2. Perusahaan farmasi yang menerbitkan annual report dan sustainability report secara berturut-turut pada periode 2020- 2023.

3. Perusahaan farmasi yang menerbitkan laporan keuangan dalam mata uang Rupiah.

c. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan pada penelitian kali ini adalah data sekunder.

Sumber data berupa laporan tahunan serta laporan keberlanjutan yang tersedia selama 4 periode yaitu dari tahun 2020-2023. Data tersebut juga dapat diakses di website perusahaan yang dijadikan sampel serta di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. Penelitian ini memanfaatkan annual report serta memilih periode tertentu agar data yang digunakan selalu terkini sesuai dengan sasaran penelitian.

d. Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian kali ini adalah data sekunder. Menurut Sugiyono, data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang tersedia, seperti literatur dan publikasi perusahaan atau pemerintah. Penelitian ini mengumpulkan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Sumber data dari data sekunder ini berupa annual report dan sustainability report yang dapat diakses baik di situs resmi perusahaan sampel maupun di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), www.idx.co.id. Laporan tahunan dan laporan

(19)

18

keberlanjutan yang digunakan yaitu periode 2020-2023 yang mencakup data penelitian yang diperlukan. Untuk memberikan informasi yang lebih aktual, penelitian ini menggunakan periode tahun tersebut.

e. Metode Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kuantatif yang dioleh dengan menggunakan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 26. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis asumsi klasik, dan analisis hipotesis.

1. Analisis Statistik Deskriptif

Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui bagaimana gambaran dan penyebaran data dari variabel green accounting, variabel material flow cost accounting serta variabel sustainable development. Analisis statistik deskriptif pada penelitian ini akan disajikan dengan tabel yang berisikan nilai maksimum, minimum, rata-rata (mean), dan standar deviasi.

2. Analisis Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan persyaratan yang harus dipenuhi pada analisis regresi dan dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis. Uji asumsi klasik berguna untuk memastikan persamaan regresi yang menjadi fungsi itu tepat dan valid.

Pada penelitian ini, uji asumsi klasik yang digunakan berupa uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Berikut uraian terkait masing-masing pengujian :

1). Uji Normalitas

Uji normalitas adalah suatu prosedur yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui apakah data telah terdistribusi atau tersebar secara normal atau tidak. Berikut kriteria pengujian normalitas:

(20)

19

a) Jika niai Asymp. Sig > 0.05 artinya data tidak terdistribusi normal.

b) Jika niai Asymp. Sig < 0.05 artinya data terdistribusi normal.

2). Uji Multikolineritas

Multikolinearitas adalah kondisi dimana terjadi hubungan linear yang mendekati atau sempurna antar variabel bebas dalam model regresi. Berikut kriteria terjadinya gejala multikolnearitas:

a) Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10, maka tidak terjadi gejala multikolinearitas.

b) Jika nilai Tolerance > 0.01, maka tidak terjadi gejala multikolinearitas.

3). Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah kondisi dimana terjadi ketidaksamaan varian dari residual antar satu pengamatan ke pengamatan lain pada model regresi penelitian. Data penelitian dikatakan tidak memiliki masalah heteroskedastisitas jika titi-titik pada scatterplot menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu y, serta tidak membentuk suatu pola tertentu.

4). Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah pengujian yang dilakukan karena adanya pengamatan yang dilakukan berurutan sepanjang waktu dan memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

Pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi pada penelitian ini menggunakan kriteria Durbin Watson (DW) tabel dengan tingkat signifikansi 5%.

3. Uji Hipotesis

Pengujian yang dilakukan berupa Analisis Regresi Linear Berganda. Analisis regresi linear berganda merupakan analisis

(21)

20

untuk mengetahui hubungan fungsional antara beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Persamaan matematis regresi pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y = α + β1X1 + β2X2 + e Ket:

Y = Sustainable Development α = Konstanta

β = Koefisien regresi dari setiap variabel bebas X1 = Green Accounting

X2 = Material Flow Cost Accounting e = Error

Pada penelitian ini, uji hipotesis dilakukan dengan pengujian koefisien determinasi, uji signifikansi parameter simultan (statistik F), dan uji signifikansi parameter individual (statistik t). Berikut penjelasan terkait masing-masing pengujian :

1). Koefisien Determinasi R2

Koefisien determinasi adalah ukuran yang menunjukan seberapa besar variabel independen dapat mempresentasikan variabel dependen. Analisis determinasi ini digunakan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel X secara bersamaan terhadap variabel Y.

2). Uji Parsial (t)

Uji signifikansi parameter parsial (statistik t) adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individu dapat berpengaruh terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai signifikansi dan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0,05.

3). Uji Simultan (F)

Uji signifikansi parameter simultan (statistik F) merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel

(22)

21

bebas secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai signifikansi dan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Tingkat signifikansi yang digunkakan adalah 0,05.

I. Definisi Operasional Variable

Variabel penelitian merupakan aspek yang peneliti tetapkan untuk diselidiki guna memperoleh data mengenai hasil penelitian, dan setelah itu digunakan untuk merumuskan kesimpulan. Definisi operasional variable merupakan sesuatu yang menjelaskan bagaimana variable diukur atau dihitung. Skala pengukuran variable adalah hal yang penting untuk diperhatikan dalam hal ini. Pada penelitian ini variabel yang dipakai terdiri dari variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Variabel independen yang dipakai yaitu, Green Accounting, Material Flow Cost Accounting. Sedangkan untuk variabel dependen yang dipakai adalah Sustainable Development Goals.

Berikut ini merupakan definisi operasional variabel yang digunakan:

a. Green Accounting (X1)

Akuntansi hijau merupakan rencana perusahaan dalam proses produksi untuk meningkatkan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan mengimbangi perusahaan dengan lingkungan dan menguntungkan masyarakat. Pengukuran penilaian variabel ini merujuk pada penelitian (Marota, 2017) yang mencangkup 3 dimensi yaitu dimensi kontribusi perusahaan terhadap lingkungan, energi, sumber daya manusia (karyawan), dan masyarakat. Dimensi dampak ekonomis, sosial, dan ekologis dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan, energi, sumber daya manusia (karyawan), dan masyarakat, dan dimensi kontribusi perusahaan untuk mengatasi masalah lingkungan, serta memiliki total keseluruhan 14 indikator. Pengukuran implementasi green accounting menggunakan analysis content.

(23)

22

Tabel 2. Analysis content green accounting

No Skor Penjelasan

1 1 Perusahaan farmasi yang tidak melakukan pengungkapan Green Accounting.

2 2 Perusahaan farmasi yang mengungkapkan indikator Green Accounting dalam bentuk angka atau gambar.

3 3 Perusahaan farmasi yang mengungkapkan indikator Green Accounting dalam bentuk narasi.

4 4 Perusahaan farmasi yang mengungkapkan indikator Green Accounting dalam bentuk narasi yang didukung dengan angka atau gambar.

GRj = ∑𝑿𝒊𝒋

𝒏𝒋

Keterangan:

GRj : Green Accounting

Xij : Jumlah skor dari analysis conten per dimensi nj : Jumlah indikator per dimensi

b. Material Flow Cost Accounting

MFCA adalah strategi untuk mengurangi biaya dengan mengurangi jumlah limbah, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bisnis. Pengukuran ini mengarah pada penelitian yang dilakukan oleh (Marota, 2017) yaitu biaya produksi dihitung dengan unit moneter logaritma natural (ln) beban produksi dan hasil produksi dihitung dengan unit moneter logaritma natural (ln) hasil produksi.

c. Sustainable Development

Keberlangsungan hidup suatu perusahaan dapat dilihat dari seberapa banyak profit yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.

Perusahaan yang mengalami peningkatan profit mengindikasikan bahwa semakin besar pula peluang Perusahaan untuk terus tumbuh

(24)

23

hingga masa yang akan datang. Pengukuran ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh (Marota, 2017) yaitu:

Sustainable Development = Ekonomi+Sosial+Lingkungan+Teknologi Keterangan:

a. Dimensi ekonomi pada annual report di lihat pada Investasi, laba bersih dan penjualan.

b. Dimensi sosial pada annual report dapat dilihat pada biaya Corporate Social Responsibility, biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji, dan biaya untuk membayar pesangon.

c. Dimensi lingkungan ditunjukkan pada biaya utilitas (biaya timbul akibat penggunaan sarana dan prasarana untuk produksi perusahaan seperti biaya listrik dan biaya PDAM) dan biaya K3.

d. Pada dimensi teknologi dilihat pada Biaya Research and Development (biaya yang terjadi akibat perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan mutu produk farmasi).

Tabel 3. Definisi Operasional Variabel

No Variable Indikator Pengukuran Skala

1 Green Accounting

Terdapat 3 dimensi yaitu dimensi kontribusi perusahaan terhadap lingkungan, energi, sumber daya manusia (karyawan), dan masyarakat, dimensi dampak ekonomis, sosial, dan ekologis dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan, energi, sumber daya manusia

GRj = ∑𝑿𝒊𝒋

𝒏𝒋

Keterangan:

GRj : Green Accounting

Xij : Jumlah skor dari analysis conten per dimensi

nj : Jumlah indikator per dimensi.

Rasio

(25)

24 (karyawan), dan

masyarakat, dan dimensi kontribusi perusahaan untuk mengatasi masalah lingkungan, yang

memiliki total indikator sebanyak 14 buah.

2 Material Flow Cost Accounting

1. Biaya Produksi (BP) 2. Nilai/hasil Produksi (NP)

Biaya produksi dihitung dengan unit moneter logaritma natural (ln) beban produksi dan hasil produksi dihitung dengan unit moneter logaritma natural (ln) hasil produksi.

Rasio

3 Sustainable Development

Terdapat dimensi yaitu dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan

teknologi.

Sustainable development=

Ekonomi+Sosial+

Lingkungan+Teknologi

Rasio

(26)

25

DAFTAR PUSTAKA

Chandrarin, Geahita. 2018. “Metode Riset Akuntansi Pendekatan Kuantitatif”, Jakarta: Salemba Empat.

Damayanti, Riska Septi and Harti Budi Yanti. “Pengaruh Implementasi Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development.” Jurnal Ekonomi Trisakti 3, no. 1 (February 7, 2023): 1257–

66. https://doi.org/10.25105/jet.v3i1.16014.

Ferina Putri Anggraeini, “Pengaruh Material Flow Cost Accounting, Green Accounting, Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Sustainable Development GOALS” (Naskah Publikasi Skripsi). 2024, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fini, Siera, and Christina Dwi Astuti. “Pengaruh Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan.” Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)

7, no. 3 (March 18, 2024): 5751–66.

https://doi.org/10.31539/costing.v7i3.9130.

Lailaturrahmi, “Sektor farmasi hasilkan banyak emisi, bagaimana strategi industri obat dan apotek bisa ramah lingkungan?”, 2023, Sektor farmasi hasilkan banyak emisi, bagaimana strategi industri obat dan apotek bisa ramah lingkungan? (theconversation.com)

Loen, Mishelei. “Penerapan Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting (Mfca)Terhadap Sustainable Development.” Jurnal Akuntansi dan Bisnis Krisnadwipayana 5, no. 1 (February 23, 2018).

https://doi.org/10.35137/jabk.v5i1.182.

Majidah, Majidah, and Putri Aurora. “Determinan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial di Indonesia.” Jurnal Akuntansi Manado (JAIM), December 29, 2023, 487–99. https://doi.org/10.53682/jaim.vi.7303.

Marota, Rochman. "Green concepts and material flow cost accounting application for company sustainability." Indonesian Journal of Business and

Entrepreneurship (IJBE) 3.1 (2017):

(27)

26

Muhammad Jasrif Teguh, “Urgensi Industri Farmasi Hijau Di Indonesia”, 2021, Https://Www.Gpfarmasi.Id/Detailpost/Opini-Urgensi-Industri-Farmasi- Hijau-Di-Indonesia

Pharmacy UII, “Green Pharmacy : Upaya Farmasi dalam Menanggulangi Perubahan Iklim”, 2021, https://pharmacy.uii.ac.id/green-pharmacy/ . Ria Hindrian, “Penerapan Green Accounting Dan Material Flow Cost Accounting

Terhadap Sustainable Development”, Jurnal Revenue Jurnal Akuntansi 4, No. 4, 2024.

Riyadh, Hosam Alden, Maher A. Al-Shmam, Henry Hongren Huang, Barbara Gunawan, and Salsabila Aisyah Alfaiza. “The Analysis Of Green Accounting Cost Impact On Corporations Financial Performance.”

International Journal of Energy Economics and Policy 10, no. 6 (October 10, 2020): 421–26. https://doi.org/10.32479/ijeep.9238.

Riyan Setiawan, “Kasus Limbah Paracetamol, DKI Segel Saluran Limbah 2 Perusahaan”, 2021, https://tirto.id/kasus-limbah-paracetamol-dki-segel- saluran-limbah-2-perusahaan-glRA

Rizki Novita Sari, Pengaruh Corporate Social Responsibility Dan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Perusahaan Indonesia Yang Terdaftar Di LQ45 Tahun 2013-2016). (Naskah Publikasi Skripsi). 2018, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rochman Marota et al., “Material Flow Cost Accounting Approach for Sustainable Supply Chain Management System” 6, no. 2 (2017).

Rochman, Marota "Green concepts and material flow cost accounting application for company sustainability." Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) 3.1 (2017):

Rohim, Ahmadani Syah Melenio, and Pancawati Hardiningsih. “Implementasi Green Accounting Rumah Sakit Umum Daerah R.A. Kartini Jepara.”

AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis 17, no. 1 (May 13, 2022).

https://doi.org/10.31942/akses.v17i1.6510.

(28)

27

Sari, Risky Anggreini Prapita, and Ita Rakhmawati. “Green Accounting, Material Flow Cost Accounting, Leverage, Sustainability, Resource Efficiency Perusahaan BEI di Indonesia” 1, no. 4 (2023).

Selpiyanti, Selpiyanti, and Zaki Fakhroni. “Pengaruh Implementasi Green Accounting dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Sustainable Development.” Jurnal ASET (Akuntansi Riset) 12, no. 1 (June 30, 2020):

109–16. https://doi.org/10.17509/jaset.v12i1.23281.

Siregar, Gautama Budi, dan Ali Hardana. 2021. “Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis”.

Medan: CV. Merdeka Kreasi Group.

Sukmadilaga, Citra, Srihadi Winarningsih, Ivan Yudianto, Tri Utami Lestari, and Erlane K. Ghani. “Does Green Accounting Affect Firm Value? Evidence from ASEAN Countries.” International Journal of Energy Economics and Policy 13, no. 2 (March 24, 2023): 509–15.

https://doi.org/10.32479/ijeep.14071.

Suprianing Arum, Lingling and Farida. “Pengaruh Green Accounting, Environmental Performance, Material Flow Cost Accounting (MFCA) Dan Environmental Disclosure Terhadap Sustainable Development Goals (SDGS).” Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha 31, no. 2 (July 25, 2023): 54–67. https://doi.org/10.32477/jkb.v31i2.711.

Suseno, N. S., Romdhon, M., & Rochmatunisa, S. (2020). “Pengungkapan Akuntansi Lingkungan dan Biaya Lingkungan terhadap Kinerja Lingkungan.” Jurnal https://doi.org/10.24014/jiq.v16i2.11462 Al-Iqtishad, 16(2)

Ulupui, I Gusti Ketut Agung, Yunika Murdayanti, Astari Cita Marini, Unggul Purwohedi, Mardia Mardia, and Heri Yanto. “Green Accounting, Material Flow Cost Accounting and Environmental Performance.” Accounting, 2020, 743–52. https://doi.org/10.5267/j.ac.2020.6.009.

(29)

28

Gambar

Tabel 1. Penelitian Terdahulu  No  Penelitian
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Tabel 2. Analysis content green accounting
Tabel 3. Definisi Operasional Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memiliki saham aktif periode 2010-2012. Perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama

Namun dari hasil penelitian ini diperoleh nilai faktor NPM mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap Return Saham, pada perusahaan Farmasi yang terdaftar di bursa

Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan perusahaan farmasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian dimana Return on Equity sebagai ukuran

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas dan likuiditas terhadap harga saham pada perusahaan farmasi periode 2017-2020 yang terdaftar di

Sedangkan naik turunnya Pajak (X 2 ) berpengaruh terhadap Konservatisme Akuntansi (Y) pada perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode

2, Agustus 2023 Journal of Accounting and Finance JAFIN, 2023 | 102 PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Pengaruh Laba Bersih Dan Arus Kas Terhadap Harga Saham Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2020.. Jurnal Skripsi Akuntansi

iv PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016 Oleh : Agis