PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan khususnya terkait tarif listrik sesuai dengan tingkat profitabilitas perusahaan. Tarif listrik untuk keperluan traksi tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA (T/TM) diperuntukkan bagi operator kereta api listrik. Faktor harmonisasi harga listrik (harmonisasi tarif) menggunakan data realisasi 1 (satu) bulan pada bulan kedua sebelum dilaksanakannya harmonisasi harga listrik (harmonisasi tarif).
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Besaran
Pengertian Tarif Tenaga Listrik (TTL)
Sedangkan listrik dihasilkan di pusat-pusat tenaga listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP dan PLTD dengan tegangan yang biasanya bertegangan menengah 20 kV. Pada umumnya pusat pembangkit listrik jauh dari konsumen listrik, sehingga untuk transmisi listrik dari pembangkit ini perlu menggunakan saluran tegangan tinggi 150/70 kV (STET) atau tegangan ekstra tinggi 500 kV. . garis (STET). Dari jalur distribusi primer, tegangan menengah (TM) diturunkan menjadi tegangan rendah (TR) 220/380 V melalui stasiun trafo distribusi (GD).
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Tarif Tenaga Listrik (TTL) adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan akibat penggunaan jasa berupa tenaga listrik.
Dasar Tarif Tenaga Listrik (TTL)
Tarif listrik reguler yaitu tarif listrik yang dibayarkan setelah konsumen mengkonsumsi listrik. Tarif listrik prabayar adalah tarif listrik sebelum konsumen mengkonsumsi listrik. Tarif tenaga listrik untuk penjualan massal tegangan menengah, dengan kapasitas di atas 200 kVA (C/TM) diperuntukkan bagi pemegang izin perusahaan tenaga listrik.
Harmonisasi harga tenaga listrik (harmonisasi tarif) berlangsung menurut ketentuan dan rumusan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Analisis Rasio Profitabilitas
Besaran tarif listrik diduga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tingkat profitabilitas ditinjau dari net profit margin yang diperoleh PT. Besar kecilnya pengaruh tarif listrik dapat diukur dengan koefisien determinasi atau hasil ryx kuadrat (ryx)2 yang merupakan nilai koefisien korelasi. Melihat kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang tersedia, maka pasokan listrik yang dapat dikembangkan sangat beragam.
Tarif listrik merupakan penjumlahan biaya yang harus dikeluarkan akibat penggunaan jasa berupa tenaga listrik. Pendapatan bersihnya kemudian dihitung berdasarkan pendapatan tarif listrik ditambah sambungan pelanggan ke pihak lain. Pada tahun 2013 hingga 2014, margin laba bersih meningkat karena berkurangnya aktivitas pembelian listrik, meskipun pembelian bahan bakar dan pemeliharaan meningkat.
Namun pada tahun 2014 hingga tahun 2015, margin laba bersih mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya aktivitas pembelian tenaga listrik yang dibarengi dengan peningkatan biaya pemeliharaan. Sebaliknya jika tarif listrik naik sebesar 1% maka profitabilitas (laba bersih) juga meningkat sebesar 0,031. Artinya variabel independen dalam hal ini yaitu tarif listrik hanya mempunyai pengaruh sebesar 29,4% terhadap Net Profit Margin.
Minimnya pengaruh tarif listrik terhadap net profit margin dalam hal ini disebabkan masih tingginya denda bagi pelanggan yang masih menggunakan sistem listrik pascabayar (meteran biasa), yang di kemudian hari jika tunggakannya melebihi sebulan, PLN akan memberikan sanksi hingga pemadaman listrik sementara. Hal ini sangat merugikan PLN karena tagihan atau denda yang belum dibayar mengurangi pendapatan tarif listrik PT. Hal ini terlihat karena margin laba bersih meningkat pada tahun 2013 hingga 2014 karena tidak adanya pembelian listrik, meskipun pembelian bahan bakar dan pemeliharaan meningkat.
Namun pada tahun 2014 hingga tahun 2015, Net Profit Margin mengalami penurunan yang disebabkan oleh aktivitas pembelian tenaga listrik yang dibarengi dengan peningkatan biaya pemeliharaan. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien regresi likuiditas bernilai negatif, hal ini berarti terdapat hubungan negatif antara besaran tarif listrik dengan profitabilitas (Net Profit Margin). Berdasarkan hasil pembahasan untuk melihat seberapa besar pengaruh tarif listrik terhadap profitabilitas (Net Profit Margin) dengan menggunakan koefisien determinasi, terlihat jelas bahwa tarif listrik (penjualan tenaga listrik) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, dalam hal ini misalnya margin keuntungan bersih.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis
2, Makassar, Sulawesi Selatan Penelitian ini berlangsung kurang lebih 2 bulan yaitu pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2016. Data kualitatif yaitu data atau informasi yang diperoleh dari perusahaan, baik lisan maupun tulisan, berupa informasi dari manajemen, baik lisan maupun tulisan, baik berupa perkembangan usaha, struktur organisasi dan data lain yang berkaitan dengan surat ini. Data kuantitatif yaitu data atau informasi yang diperoleh berupa angka-angka yang masih perlu dianalisis.
Teknik Pengumpulan Data
Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen dan catatan perusahaan yang berkaitan dengan urusan program kedisiplinan dan kesejahteraan karyawan. Observasi yaitu suatu teknik atau pendekatan untuk memperoleh data primer dengan cara mengamati langsung objek data.
Metode Analisis Data
Net profit margin juga bisa diartikan sebagai keuntungan setiap rupiah yang diterima dari penjualan barang yang dilakukan perusahaan. Analisis regresi linier sederhana merupakan hubungan linier antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, apakah positif atau negatif, dan untuk memprediksi nilai variabel terikat jika nilai variabel bebas bertambah atau berkurang.
Perhitungan analisis regresi linier sederhana dan juga koefisien korelasi (untuk menghitung koefisien determinasi dan ketidakpastian) akan dilakukan dengan menggunakan software SPSS 23 (Statistical Product and Service Solution).
Definisi Operasional
Sedangkan unit PLN daerah merupakan unsur pelaksana pada wilayah kerja terkait yang mempunyai tugas selain melaksanakan pembangkitan, transmisi dan distribusi serta pemanfaatan tenaga listrik. PLN Wilayah VIII bertujuan untuk menyediakan produksi dan distribusi tenaga listrik, serta mendorong peningkatan kegiatan perekonomian, mencari keuntungan untuk membiayai pengembangannya dan menjadi pionir dalam kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik yang belum terlaksana. Salah satu kendala yang dialami PLN adalah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang semakin meningkat, sehingga dipandang perlu untuk mengajak pihak swasta untuk memasok listrik.
Departemen Pemeliharaan Meter Transaksi merupakan departemen yang mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan jaringan distribusi, serta perbaikan gangguan jaringan agar keandalan sistem distribusi tenaga listrik tetap terjaga, dan menyusun rencana kegiatan pemeliharaan distribusi sebagai pedoman kerja. Data yang diperoleh kemudian dianalisis meliputi: Analisis deskriptif tarif listrik, analisis profitabilitas dengan menghitung net profit margin dan analisis regresi linier sederhana. Pengaruh tarif listrik diukur dengan koefisien determinasi atau hasil ryx kuadrat (ryx)2 dan dinyatakan dalam persentase.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Perusahaan
Visi dan Misi Perusahaan
Struktur Organisasi Perusahaan
Job Description
Net profit margin merupakan perbandingan antara laba bersih (laba setelah biaya bunga dan pajak) dengan pendapatan perusahaan. PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2015, terlihat margin laba bersih perusahaan sebagai berikut. Hasil perhitungan dan grafik di atas menunjukkan bahwa perkembangan tingkat margin laba bersih dari tahun 2013 hingga tahun 2015 mengalami perubahan yang fluktuatif (tidak konstan).
Hal ini terlihat dari nilai margin laba bersih yang menunjukkan peningkatan pada periode 2013 hingga 2014, sedangkan pada periode 2014 hingga 2015 mengalami penurunan. Selanjutnya, margin laba bersih meningkat signifikan pada tahun 2014 menjadi 96% atau 0,96, artinya setiap penjualan 1 Rp menghasilkan Rp 0,96. Dan terakhir, margin laba bersih pada tahun 2015 adalah sebesar 94% atau 0,94, yang meskipun omzetnya sebesar Rp 1, namun menghasilkan laba sebesar Rp 0,94, namun perusahaan mengalami penurunan omzet sepanjang tahun tersebut.
PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan tahun 2013-2015 menunjukkan tren yang fluktuatif dimana terjadi peningkatan pendapatan (laba) pada tahun 2013 ke tahun 2014 dan mengalami penurunan pada tahun 2015 seperti terlihat pada tabel dibawah ini. PLN (Persero) Cabang Wilayah Makassar Selatan tahun 2013 sampai dengan tahun 2015, penulis dapat memberikan saran untuk bahan pertimbangan sebagai berikut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Deskriptif Tarif Tenaga Listrik
Sebab, pendapatan dari beban dan pendapatan dari retribusi semakin meningkat setiap tahunnya.
Analisis Rasio Profitabilitas
Artinya setiap perusahaan dalam operasional produksi tenaga listrik mengalami pendapatan yang tidak terlalu besar karena biaya operasional yang relatif tinggi dibandingkan dengan pendapatan operasional. Pada tahun 2013, margin laba bersih sebesar 94% atau 0,94, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh laba sebesar 94%, yang berarti setiap penjualan Rp 1 menghasilkan Rp 0,94.
Analisis Regresi Linear Sederhana
Konstanta sebesar 98,370 artinya jika tarif dasar listrik (X) 0 maka margin keuntungan bersih (Y) positif yaitu 98,370. Koefisien regresi variabel likuiditas (X) sebesar -0,031 artinya jika tarif listrik turun 1% maka profitabilitas (net profit margin) (Y) turun sebesar -0,031.
Koefisien Determinasi
Berdasarkan nilai R-squared pada tabel Model Summary, nilai yang tertera adalah 0,294 atau 29,4% dari Net Profit Margin. Sedangkan sebesar 70,6% Net Profit Margin dipengaruhi oleh variabel lain seperti pendapatan bunga, pendapatan lain-lain, atau variabel lain yang tidak diteliti pada PT. Namun apabila telah lewat waktu 60 hari sejak pemadaman listrik sementara (hari ke-90) dan pelanggan belum melakukan pembayaran (pembayaran tagihan), maka PLN berhak melakukan pembongkaran seluruh instalasi listrik PLN, seperti sebagai alat pembayaran dan pemutus/kWh meter serta kabel servis/input listrik mulai dari tiang sampai ke kWh meter.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan relatif tinggi, hal ini disebabkan karena tingkat pendapatan hanya dikurangi oleh pengeluaran rutin seperti pemeliharaan, administrasi dan lain-lain. Center, setelah diakumulasikan dari seluruh cabang di Indonesia, tingkat margin laba bersih relatif tinggi yaitu mencapai 94% pada tahun 2013, 96% pada tahun 2014, dan 94% pada tahun 2015.
PLN (Persero) Cabang Zona Makassar Selatan hendaknya melakukan tindakan percepatan peralihan pelanggan yang masih menggunakan sistem listrik kontrak (meteran reguler) ke sistem listrik prabayar dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan harus ditingkatkan karena jika mengalami penurunan terus menerus, maka kedepannya perusahaan akan mengalami kebangkrutan. PLN (Persero) Cabang Area Makassar Selatan hendaknya membuat website yang selalu diupdate untuk memudahkan peneliti.
20 Talal-tala pada tahun 2000 dan lulus pada tahun 2006, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP N 3 Bissappu dan lulus pada tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan di SMK N 1 Bantaeng dan lulus pada tahun 2012. Apalagi pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi swasta tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM) dan menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran