1541 https://www.e-journal.trisakti.ac.id/index.php/jet
Vol. 2 No. 2 Oktober 2022 : hal : 1541-1550 http://dx.doi.org/10.25105/jet.v2i2.14914 e-ISSN 2339-0840
PENGARUH BRAND AWARENESS, PERCEIVED QUALITY DAN BRAND LOYALTY TERHADAP BRAND EQUITY PADA PRODUK PASTA GIGI.
Tiana Agnesia1*
Fatik Rahayu2 Iis Afriani Rachman3
1,2,3
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti
*Penulis korespondensi: [email protected] Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh brand awareness, perceived quality dan brand loyalty terhadap brand equity pada produk pasta gigi. Penelitian merupakan studi cross-sectional yang mana data didapatkan dengan menyebarkan kuesioner penelitian dengan menggunakan 5-point skala likert kepada 150 responden di Jabodetabek yang merupakan pelanggan produk pasta gigi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modelling (SEM) untuk melihat arah pengaruh dan signifikansi brand awareness, perceived quality dan brand loyalty terhadap brand equity pada produk pasta gigi. Hasil penelitian diperoleh bahwa brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity. Selajutnya, perceived quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity. Terakhir, brand loyalty berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity. Semua hasil dari penelitian ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan produk pasta gigi harus meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap brand pasta gigi mereka, meningkatkan kualitas brand pasta gigi dan meningkatkan loyalitas dari pelanggan terhadap brand pasta gigi untuk meningkatkan nilai brand pasta gigi di benak konsumen.
Kata Kunci: brand awareness, perceived quality, brand loyalty, brand equity Abstract:
This study aims to analyze the effect of brand awareness, perceived quality and brand loyalty towards brand equity of toothpaste products. This research is cross-sectional study which is data were obtained by distributing questionnaires using a 5-point likert scale to 150 respondents in Jabodetabek.who are customers of toothpaste products. The results showed that brand awareness has a positive and significant effect on brand equity. Furthermore, perceived quality has a positive and significant effect on brand equity. Lastly, brand loyalty has a positive and significant effect on brand equity. All the results of this study are consistent with the results of previous studies. Based on the results of the study, toothpaste product companies must increase customer awareness of their toothpaste brand, improve the quality of the toothpaste brand and increase customer loyalty to the toothpaste brand to increase the value of the toothpaste brand in the minds of consumers.
Keywords: brand awareness, perceived quality, brand loyalty, brand equity
Artikel dikirim : 06-09-2022 Artikel Revisi : 23-09-2022 Artikel diterima : 24-09-2022
PENDAHULUAN
Industri pasta gigi di Indonesia telah terjadi persaingan ketat dilihat dari bagaimana produsen pasta gigi melakukan promosi dengan gencar baik melalui media cetak ataupun media elektronik. (Nujulia , 2013).
1542
Berdasarkan data dari topbrand-award.com 4 brand pasta gigi yang sedang bersaing ketat dilihat dari top brand index tracking yaitu pepsodent, close up, ciptadent dan formula. Dengan ketatnya persaingan di industry pasta gigi di Indonesia peneliti ingin meneliti faktor apa yang mempengaruhi konsumen untuk memilih dan memutuskan loyalitas mereka terhadap satu brand diantara banyaknya brand pasta gigi di Indonesia. Saat pertama kali konsumen membuat keputusan untuk memilih brand tersebut, brand equity adalah faktor yang signifikan yang mempengaruhinya (Sultan et al., 2020).
Buying behavior masyarakat dapat berubah dengan brand equity. Nama brand dari sebuah perusahaan dapat membantu pelanggan membeli produk dan jasa yang ditawarkan. Disaat ini, masyarakat lebih sadar akan perbedaan dari setiap brand di pasar. (Sultan et al., 2020).
Untuk mengerti kebutuhan dari pelanggan mereka, perusahaan dapat menciptakan brand image yang kuat untuk target pasar mereka. Brand image dan brand awareness merupakan alat penting yang dapat mempengaruhi purchase decision karena brand image dan brand awareness membantu membangun dan memelihara loyalitas pelanggan terhadap suatu brand. Jika brand awareness mampu ditanamkan dalam benak konsumen maka ketika konsumen mempertimbangkan untuk membeli suatu produk, merek tersebut akan muncul dalam benak konsumen dan menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian (Oktiani & Khadafi, 2018). Ketika pelanggan sudah mulai sadar akan suatu brand, maka perusahaan dapat membuat market image yang baik dan menghasilkan lebih banyak konsumen dengan loyalitas tinggi. (Sultan et al., 2020).
Brand equity merupakan,asset dan liabilitas dari suatu brand, nama dan symbol brand mereka. Nilai dari produk dan layanan, penawaran dari perusahaan dapat naik maupun turun (Sultan et al., 2020) Berdasarkan studi (Yoo et al., 2000) standar dimensi dari brand equity adalah brand awareness, brand loyalty dan perceived quality (Muniz et al., 2019). Terdapat banyak model yang berbeda dari brand equity, tetapi secara umum brand equity dimasukan menjadi komponen kunci karena brand equity merupkaan tingkatan sejauh mana pelanggan menyadari brand sebagai anggota dari kategori sebuah produk, dan ditandai oleh hubungan antara brand dan isyarat kategori (Romaniuk et al., 2017). Brand awareness merupakan keberadaan suatu brand di pikiran konsumen. Pentingnya brand awareness terhadap brand equity merupakan level awareness dari konsumen terhadap brand tersebut (Foroudi et al., 2018).
Menurut Keller (2013) Perceived Quality adalah presepsi dari konsumen terhadap kualitas dari produk secara keseluruhan atau keunggulan suatu produk atau jasa dibandingkan dengan produk atau jasa lain. Impresi mengenai brand quality terbentuk dari pengalaman pribadi konsumen terhadap suatu produk, kebutuhan dan situasi saat menkonsumsi produk tersebut (Yoo et al., 2000)
Brand Loyalty berhubungan dengan tingkat keterikatan konsumen punya ke sebuah brand dan berkembang menjadi brand strength (Foroudi et al., 2018). Brand loyalty didefinikasikan sebagai tendensi konsumen untuk memilih satu brand dibandingkan brand lainnya secara terus menerus (Bisschoff, 2020).
Berdasarkan uraian,diatas rumusan masalah,yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah,terdapat pengaruh positif Brand Awarness,terhadap Brand Equity ?, (2) Apakah terdapat pengaruh positif Perceived,Quality terhadap Brand Equity ?, (3) Apakah terdapat pengaruh positif Brand,Loyalty terhadap Brand Equity ?
TINJAUAN PUSTAKA Brand Awareness
Brand awareness adalah keberadaan suatu brand dipikiran konsumen. Pentingnya brand awareness terhadap brand equity merupakan level awareness dari konsumen terhadap brand tersebut. Semakin tinggi level awareness dari suatu brand maka semakin tinggi juga persepsi dari brand. Ketika konsumen sudah aware terhadap suatu brand, maka pelanggan akan lebih memilih brand tersebut apabila dibandingkan dengan brand lainnya. (Foroudi et al., 2018).
Level awareness merupakan elemen fundamental ketika mengevaluasi suatu brand karena kosumen lebih memilih brand yang mereka ketahui atau aware keberadaanya dibandingkan brand yang mereka tidak
1543
ketahui (Muniz et al., 2019b). Brand awareness adalah sejauh mana pelanggan menyadari merek sebagai anggota kategori, dan ditandai oleh hubungan antara merek dan isyarat kategori. Brand Awareness merupakan kemampuan pelanggan untuk mengenali,atau mengingat bahwa brand termasuk dalam kategori produk tertentu (Romaniuk et al., 2017).
Perceived Quality
Impresi mengenai kualitas brand terbentuk dari pengalam pribadi dari konsumen dan saat kinsmen mengkonsumsi brand tersebut. Selanjutnya, garansi, harga dan informasi mengenai brand digunakan untuk melihat kualitas dari brand tersebut. Semakin tinggi perceived quality, maka semakin tinggi juga kemungkinan untuk positif asosiasi dari brand yang mana dapat meningkatkan sikap positif terhadap brand tersebut (Muniz et al., 2019).
Perceived quality yakni selama brand dianggap memberikan produk yang berkualitas baik kepada konsumen. Kualitas yang dirasakan merupakan anggapan ataupun perasaan terhadap suatu brand. Kualitas yang dirasakan dapat menunjang ekspansi brand, mempengarui pelanggan untuk membayar lebih besar untuk suatu produk atau layanan, perbedaan posisi brand dengan brand bersaing lainnya menggambarkan sebab utama di balik pembelian produk ataupun layanan. Selain itu, perceived quality juga dapat mendorong terhadap pembedaan dan keunggulan yang lebih menyolok dari suatu brand (Sumardi, 2019). Perceived quality yang besar memperlihatkan bahwa brand tersebut mempunyai keistimewaan serta kualitas yang baik yang pada akhirnya mempengaruhi pelanggan untuk membeli brand tersebut (Chakraborty, 2019)
Brand Loyalty
Brand Loyalty merupakan kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau produk, dimana hal tersebut timbul karena adanya rasa puas sehingga konsumen pun percaya dan menimbulkan kesadaran produk tersebut dalam benak konsumen(Santoso & Prasastyo, 2021). Loyalty mengacu pada level keterikatan dari sebuah pengalaman konsumen memakai suatu brand. level dari loyalty dapat dikatakan tinggi ketikan konsumen interaktif dengan brand. Brand Loyalty berhubungan dengan tingkat keterikatan konsumen punya ke sebuah brand dan berkembang menjadi brand strength (Foroudi et al., 2018).
Brand loyalty didefinikasikan sebagai tendensi konsumen untuk memilih satu brand dibandingkan brand lainnya secara terus menerus (Bisschoff, 2020). Loyalitas dapat diartikan sebagai perasaan atau keterikatan terhadap suatu brand. Brand loyalty adalah respon perilaku dan sikap pelanggan terhadap suatu brand dari waktu,ke waktu. Loyalitas bermanfaat secara relative bagi perusahaan dan pelanggan, karena konsumen yang loyal terhadap suatu brand tidak perlu mencari penyedia layanan yang baru dan akan setia pada brand tersebut (Fernandes & Moreira, 2019).
Brand Equity
Persepsi sebuah brand pada aspek value atau equity dari suatu brand,merupakan hal yang,sangat vital dalam proses penciptaan competitive advantage dari perusahaan dan market position dari perusahaan tersebut dibandikan dengan brand lainnya (Świtała et al., 2018). Brand equity merupakan asset dan liabilitas dari suatu brand, nama dan symbol brand mereka. Nilai dari produk dan layanan, penawaran dari perusahaan dapat naik maupun turun (Sultan et al., 2020).
Brand equity dapat tercermin dalam cara pelanggan pikirkan, rasakan dan bertidak dalam kaitanya dengan brand, pangsa pasar, harga dan profitabilitas yang brand bawa terhadap perusahaan (Torres et al., 2015)
Aaker & Joachimsthaler, 2000 berpendapat Brand Equity mempunyai lima kategori yang dapat membantu dalam menilai keefektifan yaitu Brand Awareness dimana melihat bagaimana konsumen mengenali sebuah brand, Brand Association yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan ingatan konsumen terhadap suatu brand baik secara langsung maupun tidak langsung, Perceived Quality yaitu persepsi konsumen terhadap kualitas dari sebuah brand, selanjutnya ada Brand Loyalty dimana mengukur loyalitas dari konsumen terhadap suatu brand dan terkahir Other Assets yaitu asset-aset seperti hak cipta, hak paten atau hak lainnya atas saluran distribusi brand.
1544
Brand Equity diketahui sebagai kunci utama dari pemasaran, sumber dari competitive advantage dan komponen penting dari kesuksesan sebuah bisnis. Brand Equity menjadi kekuatan dari suatu brand dari hasil berdasarkan apa yang konsumen rasakan dan respon terhadap suatu brand dari waktu ke waktu. Brand Equity mempunyai beberapa construct, yaitu: brand awareness, perceived quality, brand loyalty, brand associates dan brand personality (Pinar et al., 2020).
Gambar 1. Rerangka Konseptual
Sumber: (Muniz et al., 2019b) Pengembangan Hipotesis
Brand Awareness dan Brand Equity
Level of awareness merupakan elemen fundamental saat mengevaluasi brand karena konsumen lebih cenderung memilih brand yang lebih mereka ketahui daripada yang brand yang mereka kurang ketahui (Foroudi et al., 2018; Yasin et al.,2007). Brand Awareness mengacu kepada keberadaan dari brand tersebut di pikiran konsumen (Foroudi et al., 2018). Keberadaan brand di pikiran konsumen berdasarkan brand awareness dapat mempengaruhi apa yang pelanggan pikirkan terhadap suatu brand yang dicerminkan pada brand equity yang didukung oleh penelitian dari (Juntunen et al., 2011) yang memperhatikan langsung hubungan brand awareness dan brand image terhadap brand equity. Berdasarkan uraian,diatas, maka,hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini,sebagai berikut:
H1. Brand Awareness berpengaruh positif terhadap Brand Equity.
Perceived Quality dan Brand Equity
Impresi mengenai brand quality terbentuk dari pengalaman pribadi konsumen terhadap suatu produk, kebutuhan dan situasi saat menkonsumsi produk tersebut (Yoo et al., 2000) Hasil dari studi sebelumnya dimana menemukan bahwa brand equity diperkuat dengan level brand quality yang tinggi (Yoo et al., 2000; Buil et al,2013). Berdasarkan uraian,diatas, maka,hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini,sebagai berikut :
H2. Perceived Quality berpengatuh positif terhadap Brand Equity Brand Loyalty dan Brand Equity
Brand Loyalty berhubungan dengan tingkat keterikatan konsumen terhadap sebuah brand dan berkembang menjadi brand strength (Foroudi et al., 2018) Brand loyalty telah ditemukan mempunyai efek dominan pada brand equity yang meningkatkan level brand equity, yang mana brand loyalty harusnya ditingkatkan,untuk,meningkatkan brand equity (Mishra dan Datta, 2011). Berdasarkan Severi & Ling (2013) perceived quality dan brand equity berhubungan positif satu sama lain. Berdasarkan uraian,diatas, maka,hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini,sebagai berikut:
H3. Brand Loyalty berpengaruh positif terhadap Brand Equity
1545 Metode Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis, dengan variabel brand awareness,,perceived quality, brand loyalty dan brand equity. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling (Sekaran & Bougie, 2016). Kriteria yang dimaksud adalah responden yang merupakan konsumen pasta gigi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 150 responden sesuai dengan penentuan jumlah sampel menurut (Hair et al., 2019) yaitu 5-10 kali dari jumlah indikator yang dimiliki, penelitian ini memiliki 15 indikator (10 x 15). Dalam mengisi kuesioner menggunakan pengukuran 5-point liker-type-scale (dari 1 = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuju).
Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diambil langsung oleh peneliti untuk menjawab tujuan atau penyataan penelitian. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner. Pengujian data untuk penelitian ini menggunakan bantuan program Analysis of Moment Structure (AMOS) dengan menggunakan alat analisis statistic Stuctural Equation Model (SEM).
Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
No. Indikator Factor Cronbach
Loading Alpha 1. Saya dapat mengenali brand ini diantara brand competitor lainnya 0.753 0.703
2. Saya sadar akan adanya brand ini 0.823
3. Saya dapat dengan cepat mengenali simbol atau logo dari brand ini 0.803
1. Brand ini mempunyai kualitas yang baik 0.868 0.618
2. Kemungkinan kualitas dari brand ini sangat tinggi 0.838 3. Kemungkinan bahwa brand ini dapat diandalkan sangat tinggi 0.551
1. Saya menganggap diri saya loyal kepada brand ini 0.881 0.910 2. Brand ini adalah,pilihan pertama saya 0.832
3. Saya tidak akan membeli brand lain apabila brand ini sesuai dengan 0.847 budget saya
4. Saya akan,merekomendasikan,brand ini kepada keluarga 0.866 Dan,teman-teman saya
5. Saya,akan membeli brand ini lagi 0.867
1. Sangat masuk akal untuk membeli brand ini dibandingkan dengan 0.779 0.817 brand lainya walaupun mereka menjual produk yang sama
2. Walaupun brand lain mempunyai features yang sama seperti 0.809 brand ini, saya lebih memilih membeli brand ini
3. Apabila ada brand lain yang mempunyai kualitas yang sama 0.865 bagus dengan brand ini, saya tetap akan membeli brand ini
4. Apabila brand lain tidak ada perbedaan dengan brand ini, 0.761 tampaknya lebih baik untuk membeli brand ini
Pada tabel 3 menampilkan hasil uji reliabilitas dan uji validitas dari,,variabel dalam penelitian ini.
Diperoleh semua nilai dari factor loading lebih,,besar dari 0.45 yang mana artinya setiap item pernyataan,,yang dipergunakan untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini sudah valid atau tepat.
Diperoleh juga hasil dari cronbac’s alpha dari semua variabel lebih besar dari 0.6 yang mana artinya semua instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliable yang artinya pengukuran uji reliabilitas ini dinyatakan konsisten atau baik.
Tabel 2. Profil Responden
No Demografi Jenis Kelamin Kuantitas Persentase
Wanita 90 60%
Pria 60 40%
Usia
< 20 Tahun 22 14.7%
20-30 Tahun 93 62%
1546
No Demografi Jenis Kelamin Kuantitas Persentase
31-40 Tahun 10 6.7%
>40 Tahun 25 16.7%
Pekerjaan
Pelajar 8 5.3%
Mahasiswa 51 34%
Pegawai Negri 24 16%
Karyawan Swasta 46 30.7%
Wirausaha 10 6.7%
Lainnya 11 7.3%
Waktu penggunaan brand
<1 Tahun 6 4%
1 – 5 Tahun 31 20.7%
>5 Tahun 113 75.3%
Berdasarkan dari Tabel 2 yaitu data responden yang sudah diperoleh, profil responden berdasarkan jenis kelamin mayoritas adalah Wanita sebesar 60% dengan jumlah 90 orang, usia responden mayoritas pengguna produk pasta gigi sebesar 62% adalah 20-30 tahun dengan jumlah 93 orang, pekerjaan mayoritas adalah mahasiswa sebesar 34% dengan jumlah 51 orang dan mayoritas konsumen produk pasta gigi sudah menggunakan brand pasta gigi lebih dari 5 tahun.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 3. Hipotesis
Hipotesa Estimate �-value Kesimpulan
Direct effect
H1 Brand awareness berpengaruh positif terhadap brand equity 0.626 0.000 Didukung H2 Perceived quality berpengaruh positif terhadap brand equity 0.171 0.001 Didukung H3 Brand loyalty berpengaruh positif terhadap brand equity 0.335 0.000 Didukung
PEMBAHASAN
Berdasarkan,,hasil pengujian hipotesis, untuk hipotesis pertama mempunyai nilai p-value sebesar 0.000 ≤ 0.05 (tingkat kesalahan α = 5%) dan memiliki nilai estimate positif yaitu 0.626. Dapat ditarik kesimpulan dari hasil uji hipotesis pertama ini adalah H0 ditolak yang artinya hipotesis diterima. Hal ini menyatakan bahwa Brand Awareness berpengaruh positif terhadap Brand Equity.
Pengujian hipotesis kedua hasil mempunyai nilai p-value sebesar 0.001 ≤ 0.05 (tingkat kesalahan α = 5%) serta memiliki,nilai,,estimate,positif yaitu 0.171. Dapat,ditarik kesimpulan dari hasil uji hipotesis,kedua ini adalah H0 ditolak yang artinya hipotesis diterima. Hal ini menyatakan bahwa Perceived Quality berpengaruh,positif terhadap Brand Equity.
Pengujian,hipotesis ketiga menunjukan nilai p-value sebesar 0.000 ≤ 0.05 (tingkat kesalahan α = 5%) serta memiliki nilai estimate positif,yaitu 0.335. Dapat ditarik,kesimpulan dari hasil uji hipotesis ketiga ini,adalah H0 ditolak yang artinya hipotesis,diterima. Hal ini,menyatakan bahwa Brand Loyalty berpengaruh,positif terhadap Brand Equity.
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN UNTUK PENELITIAN SELANJUTNYA
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh,,dapat,,disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh positif Brand Awareness,,terhadap,,Brand Equity., terdapat pengaruh positif Perceived Quality terhadap Brand Equity dan terdapat pengaruh positif Brand Equity terhadap Brand Equity.
Penelitian ini memiliki implikasi manajerial yang dapat menjadi masukan manajer perusahaan di industri pasata gigi dalam meningkatkan Brand Equity. Manajer dapat meningkatkan Brand Awareness dari
1547
brand pasta gigi untuk meningkatkan Brand Equity. Untuk meningkatkan Brand Awareness manajer dapat meningkatkan kemampuan konsumen agar dapat mengenali brand serta logo atau symbol dari pasta gigi sehingga dapat mempengaruhi apa yang pelanggan pikirkan terhadap nilai dari brand pasta gigi yang dicerminkan pada Brand Equity. Brand pasta gigi juga dapat meningkatkan brand awareness dengan cara membuat jingle yang dapat menimbulkan pengaruh besar karena jingle lagi dapat menjadi alat yang jitu dalam menciptakan kesadaran terhadap suatu brand, publisitas untuk meningkatkan kesadaran dengan cara periklanan karena memungkinkan pesan dan audiens mengalami kedekatan dan brand pasta gigi dapat melakukan sponsor kegiatan dengan cara endorsement pada public figure karena itu konsumen dapat mengenai brand pasta gigi secara langsung.
Manajer dapat meningkatkan Perceived Quality dari brand pasta gigi untuk meningkatkan Brand Equity dengan mempertahankan serta meningkatkan kualitas dari brand dan melakukan inovasi baru dengan meluncurkan variasi baru dari brand agar berbeda dari brand pesaing.Manajer dapat meningkatkan Brand Loyalty dari brand pasta gigi untuk meningkatkan Brand Equity. Dengan meningkatkan Brand Loyalty maka loyalitas dari pelanggan akan meningkat sehingga konsumen akan lebih memilih untuk membeli brand ini dibandingkan brand lain walaupun menjual produk yang sama dan tetap membeli produk ini walaupun mempunyai kualitas dan harga yang sama dengan brand lain. Brand pasta gigi dapat meningkatkan brand loyalty dengan cara memahami hal-hal yang dapat membuat konsumen loyal dengan melihat apa yang konsumen inginkan dari segi kualitas, harga dan lainnya serta pastikan brand konsisten terhadap apa yang ditawarkan dan diberikan dari segi kualitas dan lainnya.
Penelitian ini mempunyai keterbatasan penelitian yaitu penelitian ini hanya meneliti dari satu produk yaitu pasta gigi sehingga tidak dapat digeneralisasikan terhadap semua produk secara umum dan penelitian ini hanya terbatas meneliti variabel Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Loyalty sebagai variabel yang mempengaruhi Brand Equity. Menurut (Aaker & Joachimsthaler, 2000) dalam mengukur Brand Equity terdapat 5 variabel yaitu, Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Loyalty, Brand Association dan Other assets.
Saran untuk penelitian yang akan datang, penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan banyak produk lebih banyak, penelitian selajutnya diharapkan dapat menambahkan jumlah sampel penelitian yang lebih banyak agar semakin dapat menggambarkan kondisi dari populasi didalam ruang lingkung penelitian dan menambahkan variabel Brand Association melihat pengaruh terhadap Brand Equity.
DAFTAR PUSTAKA
Aaker, D. A., & Joachimsthaler, E. (2000). Brand Leadership. Free Press.
https://books.google.co.id/books?id=cuvalAEACAAJOktiani, A., & Khadafi, R. (2018). Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image serta Word Of Mouth terhadap Brand Trust dan Pembentukan Brand Loyalty pada Pelanggan Cbezt Friedchiken Kecamatan Genteng Banyuwangi. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 1(2), 269–282.
https://doi.org/10.31539/costing.v1i2.259
Santoso, D., & Prasastyo, K. W. (2021). Perceived Quality, Brand Awareness, Dan Brand Loyalty Terhadap Overall Brand Equity Pada Konsumen Luwak White Koffie Di Jakarta. E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM), 1(1), 9–18.
Sumardi, A. (2019). Brand Equity: Anticedents Consumer Responses. Media Riset Bisnis & Manajemen, 18(2), 100. https://doi.org/10.25105/mrbm.v18i2.5002
Bisschoff, C. (2020). Measuring and managing brand loyalty of banks’ clients. In Banks and Bank Systems (Vol. 15, Issue 3, pp. 160–170). LLC CPC Business Perspectives.
https://doi.org/10.21511/bbs.15(3).2020.14
Chakraborty, U. (2019). The impact of source credible online reviews on purchase intention: The mediating roles of brand equity dimensions. Journal of Research in Interactive Marketing.
https://doi.org/10.1108/JRIM-06-2018-0080
1548
Fernandes, T., & Moreira, M. (2019). Consumer brand engagement, satisfaction and brand loyalty: a comparative study between functional and emotional brand relationships. Journal of Product & Brand Management, 28. https://doi.org/10.1108/JPBM-08-2017-1545
Foroudi, P., Jin, Z., Gupta, S., Foroudi, M. M., & Kitchen, P. J. (2018). Perceptional components of brand equity: Configuring the Symmetrical and Asymmetrical Paths to brand loyalty and brand purchase intention. Journal of Business Research, 89, 462–474. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.01.031 Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). MULTIVARIATE DATA ANALYSIS
EIGHTH EDITION. www.cengage.com/highered
Juntunen, M., Juntunen, J., & Juga, J. (2011). Corporate brand equity and loyalty in B2B markets: A study among logistics service purchasers. Journal of Brand Management, 18(4–5), 300–311.
https://doi.org/10.1057/bm.2010.43
Muniz, F., Guzmán, F., Paswan, A. K., & Crawford, H. J. (2019a). The immediate effect of corporate social responsibility on consumer-based brand equity. Journal of Product and Brand Management, 28(7), 864–879. https://doi.org/10.1108/JPBM-09-2018-2016
Muniz, F., Guzmán, F., Paswan, A. K., & Crawford, H. J. (2019b). The immediate effect of corporate social responsibility on consumer-based brand equity. Journal of Product and Brand Management, 28(7), 864–879. https://doi.org/10.1108/JPBM-09-2018-2016
NUJULIA, N. (2013). Pengaruh Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk Pasta Gigi Pepsodent (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat). Pendidikan Ekonomi, 2(2).
Oktiani, A., & Khadafi, R. (2018). Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image serta Word Of Mouth terhadap Brand Trust dan Pembentukan Brand Loyalty pada Pelanggan Cbezt Friedchiken Kecamatan Genteng Banyuwangi. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 1(2), 269–282.
https://doi.org/10.31539/costing.v1i2.259
Pinar, M., Girard, T., & Basfirinci, C. (2020). Examining the relationship between brand equity dimensions and university brand equity: An empirical study in Turkey. International Journal of Educational Management, 34(7), 1119–1141. https://doi.org/10.1108/IJEM-08-2019-0313
Romaniuk, J., Wight, S., & Faulkner, M. (2017). Brand awareness: revisiting an old metric for a new world.
Journal of Product and Brand Management, 26(5), 469–476. https://doi.org/10.1108/JPBM-06-2016- 1242
Santoso, D., & Prasastyo, K. W. (2021). Perceived Quality, Brand Awareness, Dan Brand Loyalty Terhadap Overall Brand Equity Pada Konsumen Luwak White Koffie Di Jakarta. E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM), 1(1), 9–18.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business. www.wileypluslearningspace.com Sultan, T., Junaid, M., Hasni, S., & Raza, A. (2020a). Brand Equity and Its Impact on Customer Purchase
Intention: Empirical Evidence of the Telecommunication Sector of Sargodha. JOURNAL OF BUSINESS & ECONOMICS, 12(2), 99–110. https://doi.org/10.5311/JBE.2020.12.4
Sultan, T., Junaid, M., Hasni, S., & Raza, A. (2020b). Brand Equity and Its Impact on Customer Purchase Intention: Empirical Evidence of the Telecommunication Sector of Sargodha. JOURNAL OF BUSINESS & ECONOMICS, 12(2), 99–110. https://doi.org/10.5311/JBE.2020.12.4
Sumardi, A. (2019). Brand Equity: Anticedents Consumer Responses. Media Riset Bisnis & Manajemen, 18(2), 100. https://doi.org/10.25105/mrbm.v18i2.5002
1549
Świtała, M., Gamrot, W., Reformat, B., & Bilińska-Reformat, K. (2018). The influence of brand awareness and brand imageon brand equity – an empirical study of logisticsservice providers. Journal of Economics and Management, 33, 96–119. https://doi.org/10.22367/jem.2018.33.06
Torres, P. M., Augusto, M. G., & Lisboa, J. V. (2015). Determining the causal relationships that affect consumer-based brand equity: The mediating effect of brand loyalty. Marketing Intelligence and Planning, 33(6), 944–956. https://doi.org/10.1108/MIP-11-2014-0211
Yoo, B., Donthu, N., & Lee, S. (2000). An examination of selected marketing mix elements and brand equity. Journal of the Academy of Marketing Science, 28(2), 195–211.
https://doi.org/10.1177/0092070300282002
1550