PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Nilai (sig) pada variabel etos kerja Islami (X1) sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa etos kerja Islami berpengaruh terhadap kinerja pengemudi. Nilai (sig) pada variabel etos kerja Islami (X1) sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa etos kerja Islami berpengaruh terhadap kinerja pengemudi. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel etika kerja Islam dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengemudi.
Penelitihan terdahulu
Sistematika Penelitian
Bab ini membahas mengenai teori yang berkaitan dengan konsumsi islami keluarga miskin, kartu indonesia pintar, kartu indonesia sehat. Bab ini juga membahas tentang rumusan hipotesis yang merupakan asumsi sementara dari rumusan masalah menurut landasan teori. Bab ini berisi cara-cara penyelesaian permasalahan yang diajukan dalam penelitian baik dalam mencari data maupun menganalisis data.
KAJIAN TEORI
Kepuasan kerja (X2)
Kepuasan kerja merupakan ekspresi perasaan atau sikap individu terhadap pekerjaannya, terhadap kemungkinan kemajuan, hubungan dengan rekan kerja, pengawasan dan perasaan puas terhadap pekerjaan itu sendiri. Handoko43 menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah suatu keadaan emosi yang menyenangkan pada saat pegawai melaksanakan pekerjaannya. Menurut Hondoko 45 beliau menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah suatu keadaan emosional sebagai cerminan perasaan dan hubungan yang erat dengan karyawan itu sendiri, situasi kerja, kerjasama antara manajer dan karyawan.
Berdasarkan definisi yang disampaikan, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan puas atau senang seluruh individu terhadap pekerjaan yang merupakan hasil penilaian subjektif terhadap aspek pekerjaan yang meliputi kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri, gaji. diterima, peluang untuk promosi dan pengembangan karir, kualitas unggul dan hubungan rekan kerja. Pekerjaan yang didukung oleh kepentingan pribadi individu akan menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi. Pekerjaan yang tidak monoton dan menawarkan lingkungan yang menantang sehingga memungkinkan karyawan untuk membuktikan diri akan menghasilkan kepuasan kerja yang lebih besar.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja Islami dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengemudi muslim (studi kasus PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan teknik Random Sampling sederhana yaitu pengambilan anggota populasi sebagai sampel, acak tanpa memperhitungkan strata yang ada dalam populasi dan anggotanya Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri langsung dari sumber pertama atau lokasi objek penelitian.68 Data primer dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari hasil penelitian menggunakan kuesioner dan tanggapan tertulis responden mengenai etika kerja Islami dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengemudi PT.
Variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan berubahnya atau munculnya variabel terikat (dependent) 70 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah etika kerja Islam (X1) dan kepuasan kerja (X2). Variabel terikat (Dependent) adalah variabel yang mempengaruhi atau akibat dari adanya variabel bebas (independen) 71 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah Performance Driver (Y). Handoko73 menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi yang menyenangkan pada saat karyawan melaksanakan pekerjaannya masing-masing.
Kinerja Karyawan (Y)
Kerangka Berpikir
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa alat ukur atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat mengukur etos kerja Islami, kepuasan kerja dan etos kerja dapat dinyatakan reliabel. Hal ini dikarenakan masih terdapat faktor selain etos kerja Islami dan kepuasan kerja yang mempengaruhi kinerja driver Goce Muslim di kota Bengkulu. Nilai koefisien regresi variabel etos kerja Islam (X1) sebesar 0,917 yang artinya jika etos kerja Islam meningkat maka akan menyebabkan peningkatan kinerja manajer sebesar 0,917 dan variabel lain dianggap konstan.
Nilai (sig) variabel kepuasan kerja (X2) sebesar 0,045 yang berarti lebih kecil dari α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajer. Jika nilai sig kurang dari 0,05 maka etika kerja Islam dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajer. Etos kerja Islami yang matang menjadi faktor penentu pembentukan karakter dan kepribadian seorang manajer.
Nilai (sig) variabel kepuasan kerja (X2) sebesar 0,045 yang berarti lebih kecil dari α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengemudi. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Roni93 tentang “Pengaruh Religiusitas, Kepemimpinan, Etos Kerja, Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Kspps Bmt Nurul Ummah Ngasem Bojonegoro Timur). Java)” juga menunjukkan hasil yang sama, dalam penelitiannya menyatakan bahwa etos kerja Islami dan kepuasan kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengemudi. Berdasarkan uji t atau parsial menunjukkan bahwa variabel X1 Etos Kerja Islami berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengemudi di PT.
Berdasarkan uji f atau secara simultan menunjukkan bahwa variabel Etika Kerja Islam X1, Kepuasan Kerja X2 berpengaruh secara simultan.
Hipotesis Penilaian
METODOLOGI PENELITIAN
- Waktu Dan Lokasi Penelitian
- Populasi Dan Sampel
- Sumber Dan Teknik Pengumpulan Data
- Variabel Dan Deffinisi Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data sebagai kajian teori etika kerja Islam, kepuasan kerja,. Konstanta atau β0 persamaan regresi linier sebesar 0,076 yang berarti tanpa etos kerja Islami (X1), kepuasan kerja (X2), kinerja pengemudi (Y) akan tetap meningkat sebesar 0,076. Etika kerja Islam memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjamin kepuasan pengemudi dalam bekerja, mengamalkan nilai-nilai keyakinan agama (tawhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, dengan etos kerja Islami yang cukup maka pengemudi akan mampu membentuk kinerja pengemudinya. Pandangan tersebut sejalan dengan lima aspek dalam implementasi ajaran agama Islam mengenai aspek etos kerja Islam, yaitu aspek keimanan sejajar dengan keyakinan agama; aspek Islam sejajar dengan praktik keagamaan, aspek Ihsan sejajar dengan perasaan beragama; .. Aspek ilmu berjalan paralel dengan ilmu agama; dan aspek amal berjalan paralel. Etos kerja Islami diukur dengan menghargai waktu, keikhlasan, kejujuran, dedikasi, kreatifitas, tanggung jawab dan jiwa.
Aplikasi Keluarga Nusantara Perusahaan Jasa Transportasi Onilne GOCE Kota Bengkulu, Karyawan harus menghargai waktu dalam bekerja, ikhlas dalam mengerjakan pekerjaan, jujur, mempunyai dedikasi dalam bekerja, mempunyai jiwa kreatif, bertanggung jawab dan berjiwa kepemimpinan sehingga diberikan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya, mempunyai peluang untuk mengembangkan potensi diri dan telah terjalin hubungan kekeluargaan dengan sesama Driver, dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mencapai etos kerja Islami dalam suatu organisasi, sehingga Driver merasa lebih baik untuk tetap bertahan dalam organisasi dan maju karir mereka. Baddu Irwan, “Pengaruh Etika Kerja Islami Terhadap Kinerja Pegawai Koperasi Baitul Maal Wat Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah Sidogiri Kabupaten Pasuruan Universitas Brawijaya Malang, 2007. IndrianiWeni, “Kontribusi Etika Kerja Islami Terhadap Kinerja Guru” dikutif: http ://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/el-idare/artikel/donlowad/675/607 pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020 pukul : 09:10 WIB.
Rian Fajar Fitruanto, Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Bprs Buana Mitra Perwira Purboluigo, Semarang: Skripsi Fakultas Universitas Syariah, 2011.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Responden
Dari informasi di atas terlihat bahwa sebagian besar pengemudi yang menjadi responden sampel penelitian ini berusia 28-37 tahun.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
- Pengujian Kualitas Data
- Uji Asumsi Dasar
- Asumsi Klasik (Uji Multikolonieritas)
- Pengujian Hipotesis
Analisis Regresi Linear Berganda
Nilai koefisien regresi variabel kepuasan kerja (X2) sebesar 0,090 artinya jika kepuasan kerja meningkat maka akan menyebabkan peningkatan kinerja manajer sebesar 0,090 dan variabel lain dianggap konstan. Berdasarkan hasil uji F tabel 4.13 terlihat p-value (sig) sebesar 0,003 yang berarti kurang dari α (0,05), maka dapat disimpulkan etika kerja Islami (X1) Kepuasan kerja ( X2) ) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang sama atau simultan secara signifikan terhadap kinerja pengemudi. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap kinerja manajer.
Hasil tersebut sejalan dengan hasil penelitian Naderi dalam penelitiannya yang menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja pengemudi. Nilai p-value (sig) sebesar 0,003 yang berarti kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etos kerja Islami (X1) Kepuasan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengemudi secara bersamaan atau simultan. 93 Mukhamad Roni, Pengaruh Religiusitas, Kepemimpinan, Etos Kerja, Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Kspps Bmt Nurul Ummah Ngasem Bojonegoro Jawa Timur), (Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya 2019).
Berdasarkan uji t atau parsial terlihat bahwa variabel Kepuasan Kerja X2 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengemudi di PT. Kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pengemudi. Jadi, berkaitan dengan kinerja pengemudi, perusahaan perlu memberikan kepuasan kerja kepada pengemudi agar dapat mencapai kinerja yang tinggi. Damayanti, Riski, Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pegawai Non Medis Rs Islam Siti Khadijah Universitas Palembang 2018.
Riad, Muchlisin, Memahami Karakteristik dan Menumbuhkan Etos Kerja, dikutip dari http://www.Kajianpustaka.com/2016/09.pengertian-ciri-ciri-mumbuhkan-work-ethos.html pada Rabu 11 November 2020, 11.09. WIB Robin, Perilaku Organisasi Pt.
Uji t
Uji F
- Koefisien Determinasi (R 2 )
Pembahasan
PENUTUP
Saran
Bantahan Zainal Yang Taat, Al-Quran Untuk Keunggulan Hidup Tips Cemerlang dari Penerjemah Al-Quran Melvi Yendra, Bandung: Mizan Pustaka, 2008. Djakfar Muhammad, Etika Bisnis Menangkap Semangat Ajaran Surga dan Pesan Moral Ajaran Bumi, Jakarta: Penyebar Plus , Jakarta: Spreader Plus 2012 Hubungan self-leadership dan work engagement pada pengelola ojek online, dikutip dari Http://Eprints.Umm.Ac.Id/38485/1/SKRIPSI.Pdf, pada Selasa, 02 Juni 2020 pukul 09.53.
Hardisman, Tuntutan Akhlak Dalam Al-Quran dan Sunnah Membentuk Karakter Pribadi Muslim Dan Penerapannya Pada Etika Doktor, Padang: Universitas Andalas Prees, 2017. Indarawati, Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dan Kepuasan Pelanggan Pada Rumah Sakit Swasta Di Kota Denpasar, Fakultas Ekonomi Universitas Idayan, Bali-Indonesia 2013. Tahun 2015 mengutip “Praktik Etika Kerja Islami (IWE) di Kalangan Pegawai Sektor Perbankan”: http://www.academia.edu/donlowad mejsr-isalmic-work-iwe -praktek-di kalangan-pegawai-sektor-perbankan pdf.
Ledia Putri Kinanti, Analisis Faktor Motivasi Pengelola Ojek Online Dalam Perspektif Teori Hirarki Kebutuhan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung Skripsi: 2019. Roni Mukhammad, Pengaruh Agama, Kepemimpinan, Eros Kerja dan Kepuasan Kerja Kompetensi terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel intervening (Studi pada Ksps Bmt Nurul Ummah Ngasem Bojonegoro, Jawa Timur), Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ample Surabya, 2019. Susanta Niko Wayan, Mayun Nadiasa, Ida Bagus Rai Adny Leadership terhadap kinerja pegawai karyawan di bidang jasa.
Wijono sutarto, Bedryfs- en Organizationsiesielkunde, Jakarta: Kencana, 2010 Wiratna surarweni, SPPS penelitian, Yogyakarta: pree-klipbibliothek, 2015, Widoyoko, eko Putro.