IMTIHAN, Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin) dibawah bimbingan Prof. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memvalidasi pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja, pengaruhnya terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin secara langsung dan tidak langsung. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang berjumlah 135 orang. orang, dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang. Saran bagi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin untuk lebih meningkatkan kinerja yang sudah berjalan dengan baik terutama pada indikator-indikator yang masih rendah (nilai indikator LF ≥ 0,7), agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin lebih meningkatkan gaya kepemimpinan dan organisasinya. budaya dan disiplin kerja yang selama ini diterapkan, hal ini hendaknya ditingkatkan dan dilakukan dalam upaya meningkatkan gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan disiplin kerja. dioptimalkan.
IMTIHAN, The effect of leadership style and organizational culture on work discipline, its impact on employee performance (Study in Musi Banyuasin District Health Office) under the direction of Mr. The purpose of this study was to determine and validate the Effect of leadership style and organization. Culture on work discipline Its impact on the performance of employees in the Musi Banyuasin District Health Office, directly and indirectly The study population was all employees of the Musi Banyuasin District Health Office, with a total sample of 105 people. Calculation of the number of samples using the Slovin formula with a sample size calculation based on an error of 5%.
It is clear that the R² value for the latent variable Employee Performance as a mediating variable is 0.860, which means that the value indicates that the variation in Employee Performance can be. Suggestions for employees of the Musi Banyuasin District Health Office, to further improve the performance that is now going well, especially the indicators that are still low (indicator LF value ≥ 0.7), for the head of Musi Banyuasin District Health Office, in order to further improve the leadership style, culture organization and work discipline that are currently implemented. This needs to be improved and implemented in an effort to improve leadership style, organizational culture and work discipline. Some indicators are still low (LF value indicator ≥ 0.7) need to be optimized.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam hal ini peningkatan kinerja pegawai yang diharapkan adalah mampu meningkatkan kinerjanya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.Tercapainya kinerja pegawai yang maksimal pada Dinas Kesehatan tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti gaya kepemimpinan. , budaya organisasi dan disiplin kerja. Penentuan tingkat gaya kepemimpinan berdasarkan sumber daya manusia diperlukan untuk mengetahui tingkat kinerja atau kinerja yang diharapkan dalam kategori baik atau sedang. Penentuan gaya kepemimpinan yang dibutuhkan sebenarnya dapat dijadikan dasar penilaian prestasi kerja pegawai.
Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala dinas kesehatan menunjukkan bahwa pemimpin kurang memotivasi pegawainya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan pemimpin juga tidak membantu pengembangan diri pegawainya. Faktor lain yang berhubungan dengan kinerja adalah budaya organisasi. Menurut Simamora, budaya organisasi dapat mempengaruhi prestasi kerja. Kebutuhan akan tujuan dan nilai-nilai pribadi harus konsisten atau setidaknya dapat diatasi dengan lingkungan kerja yang ada.
Hal ini akan membawa konsistensi bahwa setiap pimpinan wajib memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam mengembangkan, menggerakkan dan mengarahkan seluruh potensi pegawai yang ada di lingkungannya agar volume dan beban kerja terarah pada tujuan. Pemimpin harus memberikan pelatihan yang serius kepada karyawannya guna meningkatkan kinerja dan menciptakan kepuasan kerja yang tinggi. Optimalisasi kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin belum menunjukkan hasil yang optimal.
Jika dikaji lebih mendalam, kondisi ini disebabkan oleh masih adanya pegawai yang belum memiliki gaya manajemen yang memadai, terlihat dari kemampuannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, tidak tercapainya organisasi yang dinamis. budaya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, dan rendahnya disiplin kerja. yang ada pada instansi ini sehingga belum dapat meningkatkan kinerja pegawainya, masih kurangnya kedisiplinan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga hasil pekerjaan kurang baik, dan evaluasi kinerja pegawai yang sangat memperhatikan kemajuan setiap pegawai, belum terlaksana secara intensif dan kinerja pegawai belum terlaksana secara maksimal, hal ini tercermin dari belum optimalnya kuantitas dan kualitas pekerjaan sesuai tujuan yang diharapkan, serta kecepatan dan ketepatan. pelaksanaan pekerjaan. Disiplin kerja mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas yang diberikan perusahaan dan persyaratan tugas yang terkandung dalam pekerjaan Simamora, (2004:610). Oleh karena itu diperlukan pegawai yang mempunyai dedikasi dan disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pegawai pemerintah dan pegawai negeri.
Dalam upaya membangun kedisiplinan pegawai yang meliputi pengaturan jam kerja, disiplin berpakaian, disiplin prestasi kerja, dan peraturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, harus dipatuhi oleh pegawai selama berada di instansi atau organisasi. Penerapan disiplin kerja yang baik dapat kita wujudkan dengan mengandalkan profesionalisme kerja dengan motto “the right man in the right place”, sehingga perlu adanya uraian tugas yang jelas bagi para karyawan. Fenomena yang terjadi pada Dinas Kesehatan ditinjau dari tingkat kedisiplinannya adalah masih banyak pegawai yang datang terlambat dan pegawai yang pulang lebih awal, masih terdapat pegawai yang berkeliaran pada jam kerja, meninggalkan tempat kerja hanya untuk menonton TV, obrolan yang tidak berhubungan. bekerja pada jam kerja, bekerja atau meninggalkan tempat kerja hanya untuk merokok.
Instansi pemerintah memerlukan disiplin kerja yang tinggi agar terjadi konsistensi dalam tugas yang diberikan dan tidak terjadi penurunan kinerja. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang potensial dalam dinamika kerja yang modern menuntut personel sebagai pegawai yang mempunyai kemampuan handal, mandiri dan profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pegawai negeri, mempunyai dedikasi dan etos kerja yang tinggi.
Identifikasi Masalah
Gaya kepemimpinan yang kurang memberdayakan dan mendorong kinerja yang baik serta pengembangan diri, sehingga mengakibatkan kepuasan kerja yang kurang. Proses komunikasi yang tidak lancar antara karyawan dan manajer seringkali mengakibatkan terjadinya miskomunikasi yang menghambat hasil kerja yang maksimal. Rendahnya kinerja merupakan akibat dari buruknya proses komunikasi dalam organisasi, baik komunikasi vertikal, komunikasi horizontal, maupun komunikasi diagonal.
Rendahnya kinerja disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang kurang efektif dalam memotivasi pegawai agar lebih bersemangat dalam mencapai hasil, dan sebaliknya kepemimpinan yang kurang efektif disebabkan oleh kurangnya kompetensi kepemimpinan dalam mengelola sumber daya manusia yang ada. Disiplin dan keteraturan kerja aparatur masih rendah, terlihat banyak pejabat tinggi yang terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengikuti rapat koordinasi di berbagai tempat dan bekerja hingga larut malam, sedangkan banyak pegawai di tingkat bawah hanya bekerja berdasarkan perintah. sehingga mereka sering menganggur jika tidak ada perintah dari atasannya. Peraturan disiplin kerja dan keteraturan kerja telah dirinci dalam tata kerja yang lengkap, namun belum dilaksanakan dengan baik, masih bersifat formalitas, dan jauh dari realisasi dalam bentuk tindakan nyata.
Tidak ada sanksi yang jelas dan kuat jika pegawai bekerja tidak tepat dan tidak cepat.
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian1.Tujuan Penelitian
- Kegunaan Hasil Penelitian
Kami berharap penelitian ini dapat dijadikan wacana dan bahan referensi bagi pengembangan ilmu manajemen khususnya manajemen sumber daya manusia, serta dapat dijadikan sebagai kajian dan perbandingan dalam penelitian selanjutnya mengenai gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. . Pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Hotel Jimbaran Puri Bali. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Bea dan Cukai Menengah Kota Malang.
Pengaruh disiplin kerja pegawai dan budaya organisasi terhadap kinerja di Bagian Radiologi RS Dokter Kariadi Semarang: JRBI. Analisis pengaruh budaya organisasi, kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel terikat (studi PT. Human Resource Management for Competitive Business, Edisi 7, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi PT.Irwan Syaputra, 2018 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Budaya Organisasi Dan Motivasi Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan Teman 2005 Pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi dan kepuasan kerja serta kinerja karyawan pada industri pengolahan kayu subsektor menengah di Jawa Timur.
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi Oleh PT. Nurjanah, 2008, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi Oleh Biro Lingkup Departemen Pertanian) ), Tesis, Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang Peran Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Direktorat Produksi Pt Krakatau Steel (Persero) Tbk Cilegon.
Pengaruh Manajemen, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara. Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Disiplin Kerja Karyawan Sehari-hari Pada SKT Megawon II PT. Pengaruh Gaya Manajemen, Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bupati Tojo Una-Una.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Sistem Kompensasi PNS Terhadap Kinerja PNS Pada Badan Kepegawaian Negara. Pengaruh motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.