PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam hal ini perusahaan akan mencari sumber daya manusia potensial yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi sosok-sosok yang kaya akan kompetensi sehingga mampu menunjang kinerja perusahaan di masa depan. Dengan adanya sumber daya manusia, pegawai memegang peranan penting dalam suatu organisasi, yaitu sebagai pelaksana fungsi manajemen. Gaya kepemimpinan otoriter berarti semua kebijakan dan keputusan berpusat pada pemimpin, artinya bawahan hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh pemimpin.
Instansi pemerintah dapat mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi sosok-sosok yang berkompeten sehingga dapat menunjang kinerja lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh gaya manajemen dan penghargaan sosial terhadap peningkatan kinerja pegawai di Kantor Pengadilan Negeri Takalar.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Gaya Kepemimpinan
Dan gaya kepemimpinan adalah suatu perilaku dan strategi, sebagai hasil perpaduan antara filosofi, keterampilan, kualitas, sikap yang sering digunakan seorang pemimpin ketika mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya. Hasibuan menyatakan bahwa “Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan yang bertujuan untuk meningkatkan gairah kerja, kepuasan kerja dan produktivitas yang tinggi di kalangan karyawan guna mencapai tujuan organisasi yang sebesar-besarnya.” Dalam Frengky Fable, Heidjrachman dan Husnan menyatakan bahwa “gaya kepemimpinan mewakili filosofi, keterampilan dan sikap pemimpin dalam politik.
Menurut Thoha (2013:49), gaya kepemimpinan adalah suatu norma perilaku yang digunakan seseorang ketika orang tersebut berusaha mempengaruhi perilaku orang lain menurut pandangannya.
Social Reward
Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa penghargaan adalah suatu imbalan yang diberikan oleh suatu instansi atau lembaga kepada para pegawainya atas prestasi-prestasi positifnya, baik materiil maupun non materiil. Imbalan tidak hanya bersifat materi saja, tetapi juga bersifat immateriil.Menurut Mohammad Mahsun (2006:87), pada dasarnya ada dua jenis imbalan yaitu. Penghargaan sosial mengacu pada pujian dan pengakuan diri yang diperoleh di dalam dan di luar organisasi.
Evaluasi psikologis berkaitan dengan harga diri, kepuasan diri dan rasa bangga terhadap hasil yang dicapai.
Kinerja
Bryan Johannes Tampi (2014) yang melakukan penelitian pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja di PT. Penjualan Regional Manado (Jurnal Acta Diurna Vol.III No.4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. 2016), Analisis Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Manado. Ruyatnasih, Anwar Musadad, dan Beni Hasyim (2013) meneliti pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT.
Mitrabuana Jayasales Karawang (Jurnal Manajemen Vol. 10 No. 3) dan hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kadek Ary Setiawan dan Ni Wayan Mujiati (2016) meneliti pengaruh gaya manajemen dan gaji terhadap kinerja karyawan di PT. Astra Honda Nusa Dua Kabupaten Badung (Jurnal Manajemen Unud Vol.5 No.12) dengan hasil penelitian gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Intan Setyowati dan Sri Haryani (2016) menguji pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja dan penghargaan terhadap kinerja karyawan pada Restoran Taman Pringsewu Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemimpinan, motivasi kerja dan penghargaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Renggani Nur'aini Vidianingty selaku Wika Harisa Putri (2014) melakukan penelitian tentang pengaruh kompensasi, kepuasan kerja, motivasi kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan perusahaan katering di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Raymond Suak, Adolfina dan Yantje Uhing (2017), meneliti pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja karyawan Sutanraja Hotel Amurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Pengadilan Tinggi Gorontalo.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Defenisi Operasional Variabel
Berdasarkan definisi variabel di atas, penulis kemudian menyiapkan pertanyaan berupa angket untuk mengukur variabel yang diteliti. Menurut Sugiyon, skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial. Oleh karena itu penulis menggunakan skala Likert (Likert sum score) untuk mengetahui pengukuran respon responden dalam penelitian ini, yang menggunakan instrumen penelitian berbasis kuesioner.
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari Kantor Pengadilan Negeri Takalar yang berupa informasi baik lisan maupun tulisan. Data primer merupakan data yang diperoleh dari jawaban responden terhadap item-item pernyataan yang disampaikan dalam kuisioner, atau dengan kata lain data diperoleh langsung dari lokasi penelitian dimana penulis mengumpulkan data dengan cara kuisioner yang artinya penulis menyusun pernyataan dalam bentuk kalimat dengan pilihan jawaban tersedia dalam formulir yang disediakan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dari berbagai sumber yang ada, baik berupa buku, laporan, dan jurnal.
Metode Analisis Data
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pernyataan-pernyataan yang muncul dari variabel gaya kepemimpinan (X1), penghargaan sosial (X2) dan kinerja karyawan (Y), penulis akan menguraikan masing-masing item pernyataan secara terpisah dan dari analisis tersebut dapat diketahui berapa jumlah responden. memilih. alternatif jawaban tertentu dan akan diperoleh nilai rata-rata tertinggi hingga terendah. Berdasarkan data pada tabel di atas, total skor rata-rata jawaban responden terhadap 6 pernyataan terkait gaya kepemimpinan (X1) adalah 4,13. Artinya untuk menguji kualitas data ditunjukkan dari uji validitas bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1), penghargaan sosial (X2) dan kinerja karyawan (Y) adalah valid.
Berdasarkan data pada tabel diatas, hasil yang diperoleh setelah dilakukan uji reliabilitas menunjukkan bahwa, untuk variabel gaya kepemimpinan (X1), penghargaan sosial (X2) dan kinerja karyawan (Y), dapat diuji lebih lanjut apakah seluruh variabel menunjukkan reliabilitas. nilai yaitu diatas standar reliabilitas yaitu 0,60. Berdasarkan data pada tabel diatas menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai Tolerance pada variabel gaya kepemimpinan (X1) dan penghargaan sosial (X2) adalah sebesar 0,973. Berdasarkan hasil perhitungan parsial pengaruh gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,645 dan t-tabel sebesar 2,048 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001.
Karena nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan signifikansi kurang dari 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Jadi dapat dikatakan bahwa sebesar 43,5% kinerja pegawai pada Kantor Pengadilan Negeri Takalar dipengaruhi oleh gaya manajemen dan penghargaan sosial, sedangkan sisanya sebesar 56,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat pengaruh gaya manajemen dan penghargaan sosial terhadap peningkatan kinerja pegawai di Pengadilan Negeri Takalar.
Berdasarkan hasil perhitungan parsial pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai thitung sebesar 3,645 dan ttabel sebesar 2,048 dengan tingkat signifikansi 0,001. Karena nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan signifikansi kurang dari 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan hasil perhitungan parsial pengaruh penghargaan sosial terhadap kinerja karyawan diperoleh. nilai thitung sebesar 2,236 dan ttabel sebesar 2.236.2.048 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,034. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan penghargaan sosial terlihat dari uji koefisien determinasi, dimana gaya kepemimpinan dan penghargaan sosial mempunyai pengaruh sebesar 43,5% terhadap kinerja pegawai di kantor Pengadilan Negeri Takalar, sedangkan sisanya sebesar 56,5% berasal dari dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Hasil tersebut sejalan dengan beberapa pandangan bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan tergantung pada gaya kepemimpinan masing-masing pemimpin dalam suatu perusahaan, serta pemberian penghargaan sosial. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai di kantor Pengadilan Negeri Takalar. Social rewards berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai di kantor Pengadilan Negeri Takalar.
PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Penyajian Data
- Deskripsi Frekuensi Responden
- Deskripsi Frekuensi Variabel Penelitian
- Uji Validitas dan Reliabilitas Penelitian
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Regresi Linear Berganda
- Uji Hipotesis
- Uji Koefisisen Determinasi
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa responden yang bekerja di kantor Pengadilan Negeri Takalar sebagian besar berada pada rentang usia 31-37 dan 52-58 tahun yaitu masing-masing 7 orang (22,6%). Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat adanya perbedaan yang signifikan menurut jenis kelamin responden. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, diperoleh data pendidikan terakhir responden yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat bahwa dari 31 responden survei, 9 responden berpendidikan SMA (29%), 2 responden D3 (6,5%), dan 17 responden memiliki ijazah. 54,8%), terdapat 2 responden (6,5%) yang berpendidikan minimal magister. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden yang bekerja di Kantor Pengadilan Negeri Takalar mempunyai gelar sarjana yaitu sebanyak 17 responden (54,8%). Berdasarkan data pada tabel di atas, total skor rata-rata tanggapan responden terhadap 6 pernyataan terkait social rewards (X2) adalah 4,20.
Berdasarkan data pada tabel di atas, total skor rata-rata jawaban responden terhadap 6 pernyataan terkait kinerja (Y) adalah 4,33. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja pegawai (Y) berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan data pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,050.
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa sebaran titik-titik pada gambar Normal P-P Plot relatif mendekati garis lurus diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa selebihnya data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi model rangkuman di atas terlihat koefisien determinasi (R2) sebesar 0,435 atau 43,5%.
Analisis dan interpretasi Hasil Penelitian
Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk menunjukkan berapa persentase variabel gaya kepemimpinan (X1) dan penghargaan sosial (X2) menjelaskan varians variabel kinerja karyawan (Y). Karena nilai tscore lebih besar dari ttabel dengan signifikansi lebih kecil dari 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa variabel social reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang artinya masing-masing variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai, oleh karena itu disarankan agar pemimpin bersikap fleksibel dan transparan dalam memberikan arahan agar bawahan dapat tenang tanpa mengalami tekanan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Penghargaan sosial merupakan faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja sehingga pemimpin diharapkan memberikan penghargaan atas setiap hasil yang dicapai bawahannya. Penjualan Daerah Manado (Jurnal Acta Diurna Vol. III No Analisis Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Pendapatan Daerah Manado. Bapak/Ibu yang terhormat, Kami mohon kesediaan Bapak meluangkan waktu untuk meninjau kuesioner di bawah ini sesuai dengan keadaan.
Pegawai di Kantor Pengadilan Negeri Takalar melaksanakan pekerjaannya dengan mengutamakan hasil kerja yang baik sesuai aturan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran