• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh inflasi dan dana perimbangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh inflasi dan dana perimbangan"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Muh Faisal dan Aisyah Varisha yang selalu memberikan hiburan kepada saya selama penyusunan skripsi ini. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan Angkatan 2016 yang selalu belajar bersama, banyak memberikan bantuan dan semangat dalam kegiatan studi penulis.

ABSTRAK

ABSTRACT

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi melambat dibandingkan triwulan I tahun 2017, yaitu sebesar 6,5% (disetahunkan), namun lebih cepat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,9% (disetahunkan). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,6% (yoy) pada tahun 2019, naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Tinjauan Teori

  • Tinjauan Teori Inflasi
  • Jenis-jenis Inflasi
  • Tinjauan Teori Pertumbuhan Ekonomi
  • Teori Pertumbuhan Ekonomi
  • Faktor-Faktor Yang Penentu Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara terus menerus menuju keadaan yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi merupakan permasalahan ekonomi jangka panjang, menyangkut kualitas sumber daya manusia, ketersediaan sumber daya alam dan proses menghasilkan output untuk menghasilkan pendapatan bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa pada suatu wilayah perekonomian dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Boediono (2016:4) dalam bukunya yang berjudul “Teori Pertumbuhan Ekonomi”, teori pertumbuhan ekonomi dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu teori pertumbuhan klasik dan teori pertumbuhan modern. Hal ini dikarenakan hukum yang dianut oleh ilmu ekonomi klasik adalah bahwa hasil yang semakin berkurang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Para ahli yang mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah teori pertumbuhan Adam Smith, David Ricardo dan.

Tinjauan Empiris

Artinya jika terjadi peningkatan PMDN maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar dan sebaliknya jika terjadi penurunan PMDN maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. Pengeluaran pemerintah mempunyai korelasi positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode penelitian. Kemudian dengan menggunakan analisis momentum, respon variabel inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun pertama hingga ketiga mengalami penurunan yang signifikan dan bersifat negatif hingga mencapai titik ekuilibrium pada tahun kelima.

Respon belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi pada awal periode mengalami fluktuasi positif hingga tahun keempat dan mencapai titik keseimbangan pada tahun kelima. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemajuan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan signifikan secara statistik.

Kerangka Pemikiran

Melalui perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada daerah-daerah yang pertumbuhan ekonominya masih tertinggal jauh dibandingkan daerah lain. Maka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tidak hanya terletak pada pengendalian laju inflasi saja, namun juga perlu didorong dengan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing daerah. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan dana perimbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Berdasarkan landasan teori dan kajian penelitian terdahulu, maka disusunlah kerangka teori bagi penelitian yang akan dilakukan.

Variabel yang akan diteliti adalah pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama penelitian ini dan juga sebagai variabel dependen.

Hipotesis

Berdasarkan hasil penelitian Rizal Ronaldo (20019) yang berjudul “Pengaruh Inflasi dan Tingkat Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Makroekonomi di Indonesia” menyatakan bahwa inflasi berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang artinya ketika inflasi meningkat maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat. juga menurun. rendah. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rif’ah Shafwah dkk (2018) ditemukan bahwa inflasi mempunyai pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar periode 2008-2017. Berdasarkan hasil penelitian Nurfadilah dkk (2019) yang berjudul “Pengaruh Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi 3 Kota di Provinsi Sulawesi Selatan” menyatakan bahwa sekaligus variabel dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan keuntungan dana bagi hasil berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di 3 kota provinsi Sulawesi Selatan.

Dana perimbangan dan pendapatan asli dalam negeri mempunyai pengaruh positif dan signifikan baik secara langsung terhadap belanja modal dan pertumbuhan ekonomi, maupun secara tidak langsung melalui mediasi belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi. Dimana mayoritas menyatakan bahwa inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel dana perimbangan menyatakan bahwa variabel dana perimbangan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. H3 : Jadi dapat disimpulkan bahwa diduga variabel yang paling dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan adalah variabel dana perimbangan.

Jenis Penelitian

  • Waktu Penelitian

Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Penelitian

Dalam penelitian ini inflasi terlihat dari tingkat inflasi yang dihitung menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sulawesi Selatan selama 10 tahun terakhir. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dan merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi. 2) Dana pemerataan. Dana perimbangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah total dana perimbangan provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). a) Dana Bagi Hasil (DBF) adalah dana yang diperoleh dari APBN yang disalurkan ke daerah masing-masing berdasarkan persentase tertentu untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

  • Sampel

40. c) Dana Alokasi Khusus (SAF) adalah dana yang berasal dari pendapatan APBN yang disalurkan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas daerah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel sepuluh tahun terakhir atau sampel jenuh yaitu pada tahun 2010-2019 di Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari suatu populasi yang ditentukan oleh peneliti sendiri.

Jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara memilih subjek berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dalam menentukan sampel, peneliti menentukan beberapa kriteria yaitu tingkat inflasi, dana perimbangan dan pertumbuhan ekonomi provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2019.

Teknik Pengumpulan Data

  • Dokumtasi
  • Studi Pustaka

Data dalam penelitian ini diperoleh berupa data yang dikumpulkan dan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik RI, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan dan DJPK Kementerian Keuangan. Studi kepustakaan merupakan suatu teknik pengumpulan data yang diambil dari berbagai buku ilmiah, literatur dan sumber-sumber lain yang mempunyai kaitan atau kaitan dengan permasalahan yang akan diteliti guna menambah data untuk diperjelas dan dijadikan landasan teori. permasalahan yang peneliti angkat. . Hal ini juga dilakukan untuk memperoleh data sekunder yang akan digunakan sebagai dasar perbandingan antara teori dan praktek di lapangan.

Data sekunder yang menggunakan metode dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan tesis dari penelitian terdahulu, catatan kuliah, serta buletin dan penelitian dari berbagai website yang relevan dengan penelitian ini.

Teknik Analisis Data

  • Uji Asumsi Klasik
  • Uji Hipotesis a) Uji t (Individu)
  • Analisis Regresi Linier Berganda

Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak, peneliti menggunakan metode uji probabilitas plot. Ada kriteria yang berbeda. Uji multikolinearitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan linier (hubungan kuat) antara satu variabel bebas dengan variabel lain dalam model regresi. Uji autokorelasi merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel perancu pada suatu periode tertentu dengan variabel sebelumnya.

Dikatakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas apabila titik-titik data tersebar diatas dan dibawah nol, titik-titik data tidak hanya mengelompok diatas atau dibawah, titik-titik tersebar. Dimana dalam penelitian ini variabel independennya adalah Inflasi dan Dana Perimbangan dan variabel dependennya adalah Pertumbuhan Ekonomi. Uji F ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen mempunyai pengaruh yang sama atau sama terhadap variabel dependen.

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Gambaran Umum Provinis Sulawesi Selatan
  • Topografi
  • Sejarah Singkat Provinsi Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan dialiri oleh 7 sungai yang sebagian diantaranya terletak di Kabupaten Luwu yaitu 25 sungai. Pada masa keemasan perdagangan rempah-rempah, pada abad ke-15 hingga ke-19, Sulawesi Selatan berperan sebagai pintu gerbang menuju Kepulauan Maluku, negara penghasil rempah-rempah. Provinsi Sulawesi Selatan dibentuk menjadi wilayah administratif tingkat provinsi berdasarkan kemauan dan janji raja-raja dan masyarakat setempat, sehingga Sulawesi Selatan menjadi provinsi di Indonesia berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1950 dan Makassar menjadi pusat pemerintahan.

5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah yang menggabungkan wilayah administrasi daerah otonom menjadi satu nama, yaitu Daerah atau Kotamadya Tingkat II dan Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan. Selanjutnya Provinsi Tingkat I Sulawesi Selatan terbagi menjadi 24 Kabupaten/Kota dan 2 (dua) Kota Administratif yaitu Palopo di Kabupaten Luwu dan Wantampone di Kabupaten Bone. Sejak menjadi daerah otonom hingga saat ini, Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin oleh beberapa Gubernur, sebagai berikut.

Penyajian Data (Hasil Penelitian)

  • Gambaran Hasil Penelitian
  • DAU 3. DAK
  • Uji Hipotesis

Hal ini menggambarkan bahwa pada tahun 2019 harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan sebesar 2,35 persen. Dimana pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu 8,87 persen dengan PDB sebesar Rp. 228,28 miliar. Dan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2019 yaitu 6,92 persen dengan nilai PDB total sebesar Rp. 330,61 miliar.

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel diatas diketahui nilai sig inflasi (X1) sebesar 0,154 > 0,05 sedangkan nilai t hitung sebesar - 1,632 < 2,44091 yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa inflasi ( X1) berpengaruh namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Sedangkan untuk nilai sig agen penyeimbang (X2) sebesar 0,787 > 0,05 dan t hitung sebesar -,283 < 2,44091 yang berarti Ho ditolak dan agen penyeimbang (X2) berpengaruh namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). b) Uji F (Serentak). Berdasarkan persamaan regresi linier berganda, nilai regresi variabel inflasi mempunyai tanda positif sebesar 0,635 yang artinya jika inflasi meningkat sebesar 1% maka variabel pertumbuhan ekonomi akan meningkat sebesar 0,635%.

Tabel 4.10  Hasil Uji Determinasi
Tabel 4.10 Hasil Uji Determinasi

Analisis dan Interpretasi (Pembahasan)

  • Pengaruh Inflasi dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuha Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019 Secara
  • Pengaruh Inflasi dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuha Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019 Secara
  • Variabel Yang Paling Dominan Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun

Namun berbeda dengan hasil penelitian Rizal Ronaldo (1019) yang menunjukkan bahwa inflasi berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. b) Pengaruh dana perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019. Berdasarkan Tabel 4.7, hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,787 > α (0,05) yang berarti dana perimbangan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2019. Pengaruh Inflasi dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019 Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019 secara bersamaan (bersama-sama).

Dalam survei ini, inflasi dan buffer mempunyai dampak yang lebih kecil terhadap pertumbuhan ekonomi, yang seharusnya memainkan peran penting dalam perekonomian. Variabel yang paling dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010-2019. Nilai koefisien variabel dana perimbangan sebesar -3,176 yang artinya jika dana perimbangan meningkat sebesar 1% maka pertumbuhan ekonomi akan menurun sebesar -3,176%.

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah/Kota Provinsi Jawa Tengah.

BIOGRAFI PENULIS

DAU 6. DAK

DAK 6. DAK

Gambar

Gambar 2.1   Kerangka Pemikiran ................................................................
Tabel 2.1   Penelitian Terdahulu   No.  Nama
Gambar 2.1  Keteranga    = Uji Parsial
Tabel 4.10  Hasil Uji Determinasi

Referensi

Dokumen terkait

geografis dan segmentasi demografis. Target pasar toko mebel samsuri adalah pasar sasaran jangka pendek, pasar sasaran primer dan sasaran sekunder. Dan posisi pasar toko