• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kegiatan keagamaan dalam pembinaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kegiatan keagamaan dalam pembinaan"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Malasah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan keagamaan dalam pengembangan akhlak remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mengetahui kondisi moral remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan keagamaan dalam pembinaan akhlak remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN TEORITIS

Pengertian Kegiatan Keagamaan

Bentuk kegiatan keagamaan seperti paduan suara taklim, pengajian, perayaan hari besar Islam, rohi (jiwa Islam), TPA (taman belajar Al-Qur'an), membaca dan menulis Al-Qur'an, pembelajaran rutin dan tablig akbar. Pengajian adalah suatu kegiatan sekelompok orang membaca Al-Qur'an, wirid dan tahlil dengan tujuan untuk mendapatkan rahmat dan keridhaan Allah. Kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang surat-surat Makhrijul sekaligus memahami pentingnya mempelajari Al-Qur'an.

Pengertian Akhlak

Ayat yang menjelaskan tentang orang yang selalu mengingat Allah, mengingat nama-Nya, menunaikan shalat dan membayar zakat. Muhammad adalah Utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, namun penuh kasih sayang satu sama lain. Ayat ini menjelaskan tentang orang yang suka beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu yang ada hanyalah anugerah dari Allah. yaitu) orang-orang yang menafkahkan (kekayaannya), baik di waktu senang maupun susah, dan orang-orang yang mengendalikan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) manusia.

Sumber Akhlak

Pasal yang dimaksud adalah ayat khusus yang mengatur hubungan antara makhluk dengan penciptanya, seperti hukum ibadah mahdhah (sholat, puasa, zakat, haji); pasal-pasal yang mengatur hubungan antar manusia, misalnya undang-undang tentang perkawinan, keluarga, warisan dan lain-lain; pasal-pasal yang mengatur muamalah seperti perdagangan, utang piutang, keuangan dan lain-lain; pasal jinayat (pidana), seperti hukum qishah. Quraish Shihab, AL-LUBAB; Makna, Tujuan dan Pengalaman Surat-surat Al-Qur'an, (Tangerang: Penerbit Lentera Hati, 2012), hal. Jelas jika Al-Qur'an dan hadis Nabi merupakan pedoman hidup yang menjadi pedoman hidup. prinsip setiap muslim, maka jelas keduanya merupakan sumber akhlak yang baik dalam ajaran Islam.

Al-Qur'an dan Sunnah Nabi merupakan ajaran paling mulia yang muncul dari renungan dan penciptaan manusia. Dengan demikian, sudah menjadi keyakinan Islam bahwa akal dan naluri manusia harus tunduk pada petunjuk dan pedoman Al-Quran dan As-Sunnah.

Ruang Lingkup Akhlak

Islam menyatakan bahwa akal dan naluri manusia harus tunduk pada petunjuk dan pedoman Al-Quran dan Sunnah. Meskipun manusia telah dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lainnya, namun manusia mempunyai kelemahan, kecenderungan manusiawi, dan kebutuhan material dan spiritual yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Islam memberikan kesempatan kepada orang yang melakukan kesalahan untuk memperbaiki diri dengan bertaubat.

أحمد محمد عبد الله دراز، دستور الأخلاق في القرآن (بيريا: الكويت مؤسسة أرسطو، دار البحوط المياه، 1973)، ه.

Pembinaan Akhlak

Pembinaan akhlak pada remaja dapat dilakukan oleh orang tua, dimana orang tua mempunyai peranan yang cukup penting dalam penumbuhan akhlak anak setelah adanya perubahan yang baik, dapat juga dilakukan dengan cara pembinaan agama spiritual di sekolah. Yang terakhir, perkembangan keagamaan dalam masyarakat, lingkungan masyarakat juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan akhlak pada diri remaja, jika tetap menjaga nilai-nilai agama maka dengan sendirinya remaja akan mempunyai kesadaran diri bahwa jika lingkungannya beragama maka dirinya sendiri juga harus beragama.

Pengertian Remaja

Merumuskan definisi remaja yang memadai bukanlah hal yang mudah karena tidak dapat ditentukan secara pasti kapan berakhirnya masa remaja dan kapan remaja memasuki usia dewasa. Baru pada abad ke-19 muncul konsep masa remaja sebagai masa kehidupan yang berbeda dengan masa kanak-kanak dan masa dewasa.33 Perubahan fisik merupakan gejala utama dalam pertumbuhan remaja dan berdampak pada perubahan psikologis (Sarwono, 1994).

Menurut Zigler & Stevenson (1993), perubahan-perubahan tersebut secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu perubahan yang berkaitan dengan perkembangan ciri-ciri seksual. Masa remaja merupakan masa kehidupan dimana kemampuan memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efektif mencapai puncaknya (Mussen. Conger & Kagan, 1969). Selain itu, pada masa remaja juga terjadi reorganisasi sirkuit saraf lobus portal (otak bagian depan menuju belahan bumi tengah).

Pada hari-hari pertama anak-anak – ketika mereka baru memiliki kemampuan berpikir secara simbolis – mereka membayangkan Tuhan sebagai pribadi yang berada di awan. Oleh karena itu, pada masa remaja, mereka mungkin berusaha menemukannya. konsep yang lebih mendalam tentang Tuhan dan keberadaan. Seperti dibahas di atas, perubahan dramatis, baik fisik maupun kognitif, terjadi selama masa remaja.

Perubahan fisik dan kognitif tersebut jelas mempengaruhi perubahan perkembangan psikososialnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kompleks Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 60Hasil wawancara Abu Haris, Tokoh Masyarakat Komplek Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Mei 2019. Bentuk kegiatan keagamaan generasi muda di Komplek Alorongga, Kecamatan Aesesa, Provinsi Nagekeo Tenggara Timur.

Berdasarkan tabel diatas terlihat 2 responden atau 2,8% menjawab tidak, 18 atau 25,0% menjawab kadang-kadang, 52 atau 72,2% menjawab ya, hal ini menunjukkan bahwa remaja di komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Provinsi berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan. Berdasarkan tabel diatas terlihat 4 responden atau 5,6% menjawab tidak, 26 responden atau 36,1% menjawab pernah, 42 responden atau 58,3% menjawab iya, hal ini menunjukkan bahwa remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Provinsi selalu berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tidak semua remaja rajin menghafal Al-Quran.

Berdasarkan tabel diatas terlihat 4 responden atau 5,6% menjawab tidak, 23 atau 31,9% menjawab kadang-kadang, 45 atau 62,5% menjawab ya. Hal ini menunjukkan banyak remaja di Kompleks Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dihukum setelah mengikuti kegiatan keagamaan. Di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, banyak masyarakat yang bisa amanah dan sabar setelah mengikuti kegiatan keagamaan. Pengaruh kegiatan keagamaan terhadap perkembangan moral remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pengaruh agama terhadap moral remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya sebesar 14,6%.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

Lokasi Dan Objek Penelitian

Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Pembinaan agama atau keislaman akan selalu bertumpu pada dua aspek, yaitu aspek spiritual dan aspek material. Aspek spiritual menekankan pada terbentuknya keadaan batin yang mampu menciptakan kedamaian dan ketenangan dalam diri. Dari sinilah timbul kesadaran untuk mencari nilai-nilai luhur dan bermartabat yang harus dimiliki seseorang.

Sedangkan pada aspek materil, penekanannya pada kegiatan konkrit yaitu berupa pengaruh diri melalui kegiatan yang bermanfaat, seperti organisasi, olah raga, sanggar seni dan lain-lain. Kegiatan yang bermanfaat dimaksudkan agar memiliki pikiran yang hebat dalam mengembangkan diri dari dalam, sehingga dengan sendirinya ia akan mampu memiliki semangat dan konsentrasi yang besar dalam hidupnya.

Populasi dan Sampel

Instrumen Penelitian

Yaitu peneliti mengumpulkan data dengan cara bertanya dan menjawab pertanyaan atau melakukan percakapan dengan informan untuk memperoleh data yang diperlukan, baik dengan menggunakan daftar pertanyaan maupun pertanyaan bebas berkaitan dengan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya 52.

Teknik Pengumpulan Data

Menurut Marzuki, metode observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki.50. Menurut Suharsimi Arikanto, metode dokumentasi adalah dengan mencari data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan kaki, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, catatan, agenda dan sebagainya.51. Dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara mencatat langsung dokumen-dokumen yang diperlukan.

Wawancara melibatkan tanya jawab dengan orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi tentang objek yang diteliti dalam kegiatan keagamaan.

Teknik Analisis Data

54 Hasil observasi di Kantor Desa Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Mei 2019. 55 Hasil observasi di Kantor Desa Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Mei 2019. 56 Hasil Observasi di Kantor Kecamatan Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 23 Mei 2019.

58 Hasil Survei di Kantor Desa Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 23 Mei 2019. Berdasarkan tabel di atas terlihat 11 responden atau 15,3% menjawab tidak, 14 atau 19,4% menjawab tidak Pernah sebanyak 47 atau 65,3% menjawab iya, hal ini menunjukkan bahwa banyak remaja di Komplek Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dapat mengambil hikmah dari mengikuti kegiatan keagamaan. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa tidak ada satupun responden yang menjawab tidak, 9 atau 12,5% menjawab pernah, 63 atau 87,5% menjawab ya, hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Timur Provinsi Nusa Tenggara memahami ajaran Islam setelah mengikuti kegiatan keagamaan.

Berdasarkan tabel diatas terlihat 10 responden atau 13,9% menjawab tidak, 14 atau 19,4% menjawab kadang-kadang, 48 atau 66,7% menjawab ya, hal ini menunjukkan banyaknya remaja di komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo , Provinsi Nusa Tenggara Timur lancar. Dengan membaca Al Quran. Berdasarkan tabel diatas terlihat tidak ada satupun responden yang menjawab tidak, 16 atau 22,2% menjawab kadang-kadang, 56 atau 77,8% menjawab ya, hal ini menunjukkan banyak remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Provinsi memahami ayat tersebut. -Ayat Alquran. Berdasarkan tabel diatas terlihat 5 responden atau 6,9% menjawab tidak, 32 atau 44,4% menjawab kadang-kadang, 35 atau 48,6% menjawab ya, hal ini menunjukkan banyaknya remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Nusa Timur Provinsi Tenggara gemar membaca buku-buku agama.

Berdasarkan tabel diatas terlihat 2 responden atau 2,8% menjawab tidak, 34 atau 47,2% menjawab kadang-kadang, 36 atau 50,5% menjawab ya, hal ini menunjukkan bahwa banyak remaja di Kompleks Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Timur Provinsi Tenggara melaksanakan shalat lima waktu tepat waktu setelah mengikuti kegiatan keagamaan. Berdasarkan tabel diatas terlihat 9 responden atau 12,5% menjawab tidak, 21 atau 29,2% menjawab kadang-kadang, 42 atau 58,3% menjawab ya, hal ini menunjukkan bahwa banyak terdapat remaja di komplek Alorongga Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan pakaian syariah setelah mengikuti kegiatan keagamaan. Kondisi moral remaja di Komplek Alorongga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada kategori cukup baik dengan bukti 20 orang atau 27,8% berbentuk kegiatan keagamaan.

Tabel  jumlah  penduduk  Kabupaten  Nagekeo  Tahun  2019 adalah sebagai berikut:
Tabel jumlah penduduk Kabupaten Nagekeo Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambar

Tabel  jumlah  penduduk  Kabupaten  Nagekeo  Tahun  2019 adalah sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait

Tidak Terlambat 19 26.4 Total 72 100.0 Berdasarkan tabel 5 di atas, diperoleh data bahwa responden yang terlambat jika datang ke rumah sakit > 3 jam setelah ditemukan serangan