PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana Kemahiran Bahasa Arab Berpengaruh Terhadap Prestasi Belajar Al-Quran Hadits Siswa Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Apabila kemampuan bahasa Arab siswa menurun maka dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa Al-Quran Hadits di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab. Berdasarkan penelitian tentang pengaruh pengetahuan bahasa Arab terhadap prestasi akademik siswa Al-Quran Hadits di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kecamatan Limbung.
KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Kemampuan Bahasa
Kemahiran berbahasa merupakan kemampuan individu dalam memahami bahasa lisan, ekspresi lisan, pemahaman ekspresi bahasa tulis, ekspresi tulisan. Kesemuanya itu merupakan sasaran tes kemampuan berbahasa yang merupakan bagian dari kajian dan pendidikan linguistik, khususnya linguistik terapan.
Bahasa Arab
Salah satu keistimewaannya adalah bahasa Arab merupakan bahasa Al-Quran yang menjadi sumber rujukan khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun demikian, hal ini dikarenakan Al-Qur'an dan Hadits yang menjadi petunjuk hidup umat Islam dalam beribadah dan berperilaku, ditulis dalam bahasa Arab.
Karakteristik Bahasa Arab
Bahasa Arab mempunyai keistimewaan yaitu perubahan makna kata menurut konteks waktu, tempat dan kondisi yang berlaku. 18Ririn Masyhuroh, Strategi Madrasah Aliyah Dalam Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus pada MA Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro), Skripsi Pendidikan Agama Islam, (Makassar: Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin, 2007).
Keterampilan Berbahasa Arab
Kompetensi Bahasa Arab
Bahasa Arab adalah bahasa wahyu, Al-Qur'an menyebutkan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu di beberapa ayat Al-Qur'an. Semangatlah belajar bahasa Arab karena bahasa Arab sebenarnya adalah bagian dari agamamu (Umar Ibnu Khattab). 27.
Jenis-Jenis Prestasi Belajar
Pemahaman juga diakui dari kemampuan membaca dan memahami uraian, laporan, tabel, diagram, petunjuk, peraturan, dan lain-lain. Analisis diartikan sebagai kemampuan untuk memecah suatu unit menjadi bagian-bagian sehingga keseluruhan struktur atau organisasi dapat dipahami dengan baik. Organisasi juga mencakup kemampuan membentuk sistem nilai sebagai pedoman dan pedoman dalam kehidupan.
Faktor-Faktor Prestasi Belajar
Kedewasaan adalah “suatu tingkat/tahap pertumbuhan seseorang, dimana organ-organ tubuh siap untuk melakukan keterampilan baru”.48. Misalnya anak yang kakinya siap berjalan, tangannya yang dilengkapi jari-jari yang siap untuk menulis, otaknya yang siap untuk berpikir abstrak dan lain sebagainya. Selanjutnya yang termasuk lingkungan sosial peserta didik adalah masyarakat dan tetangga serta teman bermain di sekitar kampung peserta didik.
Indikator Prestasi Belajar
H1: Kemampuan berbahasa (X) berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar Al-Quran Hadits siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab. H2 : Faktor kemampuan berbahasa (X) yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja belajar Al-Quran Hadits siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh keterampilan berbahasa Arab terhadap kinerja pembelajaran Al-Quran Hadits siswa di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kabupaten Gowa.
Kemampuan berbahasa Arab terhadap prestasi akademik siswa hadis Al-Quran Madrasah Aliyah Muhammadiyah Siswa hadis Al-Quran Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab. Untuk mengetahui secara sistematis bagaimana hasil Kuesioner Kemahiran Bahasa Arab mempengaruhi kinerja pembelajaran Al-Quran Hadits di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kabupaten Limbung. Berdasarkan hasil survei pengaruh pengetahuan bahasa Arab terhadap prestasi akademik siswa Al-Quran Hadits di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kabupaten Limbung.
Strategi Madresah Aliyah dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab (studi kasus di MA Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro).
Mata Pelajaran Alquran Hadits
- Pengertian Alquran Hadits
- Tujuan Mata Pelajaran Alquran Hadits
- Fungsi Mata Pelajaran Alquran Hadits
Kerangka Konseptual
Berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian terdahulu yang disebutkan di atas, serta penjelasan teoritis terkait masing-masing variabel, maka perkembangan kerangka konseptual dapat dilihat pada Gambar 1. Kerangka konseptual menggambarkan pengaruh variabel independen (X): yaitu : Kemampuan Berbahasa (X) pada variabel terikat (Y) adalah Prestasi Belajar Al-Qur’an Hadits (Y).
Hipotesis
Terdapat 11 orang atau 38% siswa yang sangat setuju siswa dapat mengungkapkan bahasa Arab secara lisan dan tulisan, dimana 07 orang menyatakan setuju atau. Tidak ada siswa yang menyatakan sangat setuju atau setuju dan juga sangat setuju atau tidak setuju terhadap kemampuan mengungkapkan bahasa Arab secara tertulis dan lisan. Pernyataan siswa yang sangat setuju siswa dapat mengetahui arti kosakata bahasa arab sebanyak 09 orang atau 31% siswa, dimana 07 orang atau 24% siswa menyatakan setuju.
Pernyataan tentang siswa yang sangat setuju bahwa siswa mampu mengetahui dan mengenal bunyi-bunyi bahasa arab beserta makhrajnya dan mampu membedakan bunyi-bunyi bahasa arab yang berbeda-beda, terdapat 12 orang atau 42% siswa, dimana 03 orang atau 10 orang % siswa setuju dan cukup setuju dengan jumlah yang sama 11 orang atau. Pernyataan tentang siswa sangat setuju bahwa siswa mampu berkomunikasi melalui bahasa Arab baik lisan maupun tulisan. Terdapat 16 orang atau 55% siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa kemampuan berbahasa arab berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar Al-Qur’an Hadits, dimana 08 orang atau 28% siswa menyatakan setuju dan cukup setuju dengan jumlah yang sama yaitu 04 orang atau 14% siswa, dan 01 orang atau 3% siswa tidak setuju.
Terdapat 15 orang atau 52% siswa yang sangat setuju dengan pernyataan siswa sering melakukan percakapan berbahasa arab baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, dimana 04 orang atau 14% siswa setuju dan sangat setuju dengan jumlah yang sama. 10 orang. atau 34% siswa. , dan tidak ada siswa yang memberikan jawaban tidak setuju atau sangat tidak setuju.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Variabel Penelitian
Hatch dan Farhady Secara teoritis, variabel dapat diartikan sebagai atribut seseorang atau benda yang mempunyai “variasi” antara orang yang satu dengan orang yang lain atau benda yang satu dengan benda yang lain. Variabel penelitian akan menentukan variabel mana yang berperan atau disebut variabel bebas dan variabel mana yang mengikuti atau disebut variabel terikat. Variabel bebas atau variabel bebas (X), yaitu: variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau munculnya variabel terikat.
Definisi Operasional Variabel
Pelajaran Al-Qur'an Hadis: Mata pelajaran Al-Qur'an Hadis merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memberikan pendidikan untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur'an agar dapat dibaca, diterjemahkan, disimpulkan dengan lancar. kandungan, menyalin dan menghafal ayat-ayat pilihan serta memahami dan mengamalkan hadis-hadis pilihan sebagai pendalaman dan pengembangan bahan kajian daripada pengajian Al-Quran dan Hadis.
Populasi Dan Sampel
Gowa dan guru tetap mata pelajaran Arab Hadits dan Al Quran kelas XI/IPS 1 sebagai sumber data sekunder.
Instrumen Penelitian
Merupakan sumber data yang menyajikan token berupa huruf, angka, gambar atau simbol lainnya. Terkait penelitian ini, sumber data yang dimuat dalam makalah adalah sejarah, profil Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab.
Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang akan diperoleh dengan metode ini adalah data nilai ujian akhir semester siswa kelas XI/IPS 1 Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung Kab. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti mengetahui secara pasti variabel apa yang diukur dan apa yang diharapkan dari responden yang jumlahnya cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Analisis dan Penelitian
24% siswa dan cukup setuju dengan jumlah yang sama sebanyak 07 orang atau 24% siswa, dan tidak setuju dengan jumlah yang sama sebanyak 04 orang atau 14% siswa. Pernyataan tentang siswa sangat setuju siswa sering mendapat pujian dari guru mata pelajaran hadis Al-Quran terdapat 20 orang atau 68% siswa, dimana 04 orang atau 14% siswa setuju dan cukup setuju dengan jumlah yang sama yaitu 05 orang atau 18% siswa, dan tidak terdapat siswa yang memberikan jawaban kurang setuju dan sangat tidak setuju. Terdapat 15 orang atau 52% siswa yang sangat setuju bahwa siswa lebih mudah dalam menafsirkan ayat Al-Qur'an dan hadis, dimana 10 orang atau 34% siswa setuju dan agak setuju dengan jumlah yang sama yaitu 04 orang atau 14%. siswa, dan tidak ada siswa yang memberikan jawaban kurang setuju dan tidak setuju.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Tujuan madrasah
Pernyataan siswa sangat setuju siswa dapat memahami isi pesan yang didengarnya tanpa menambah, mengurangi atau mengubah apapun, terdapat 09 orang atau 31% siswa, dimana 02 orang atau 7% siswa setuju dan sangat setuju adalah jumlah yang sama sebanyak 16 orang atau 55% siswa, dan 02 orang atau 7% siswa tidak setuju. Pernyataan mengenai siswa sangat setuju bahwa siswa dapat membaca dengan baik dan benar sesuai kaidah nahwu, sharf dan tanda baca. Siswa berjumlah 11 orang atau 38%, dimana 09 orang setuju atau 31% siswa setuju dan sangat setuju, jumlah yang sama sebanyak 11 orang atau 38% siswa dan tidak ada siswa yang tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Terdapat 10 orang atau 35% mahasiswa yang sangat setuju dengan pernyataan mahasiswa selalu mendapat nilai yang selalu meningkat setiap semesternya, dimana 07 orang atau 24% mahasiswa setuju dan sangat setuju dengan jumlah yang sama yaitu 11 orang atau 38%. siswa. siswa, dan sebanyak 1 orang atau 3% menyatakan tidak setuju.
Pernyataan siswa sangat setuju bahwa siswa selalu mendapat nilai lebih tinggi dari siswa lainnya, terdapat 08 orang atau 28% siswa, dimana 12 orang atau 41% siswa setuju dan sangat setuju dengan jumlah yang sama yaitu 09 orang atau 31% siswa . , dan Tidak ada siswa yang memberikan jawaban tidak setuju atau sangat tidak setuju. Terdapat 12 orang atau 41% siswa yang sangat setuju dengan pernyataan siswa dapat dengan mudah mengingat materi ajar hadis Al-Quran, dimana 15 orang atau 52% siswa menyatakan setuju dan sangat setuju dengan jumlah yang sama. 02 orang atau 7% siswa, dan Tidak ada siswa yang memberikan jawaban tidak setuju atau tidak sepenuhnya setuju.
Perkembangan madrasah
Struktur organisasi madrasah
Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan dan penanaman nilai-nilai pada diri peserta didik mempunyai berbagai jenis kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
Pembahasan
- Kemampuan berbahasa Arab
- Kemampuan berbahasa arab siswa
- Prestasi belajar Alquran Hadis
- Koefisien Korelasi
Siswa yang memilih tidak setuju merupakan siswa yang masih kesulitan membedakan bunyi makhrakh dalam bahasa Arab. Terdapat 13 orang atau 45% siswa yang sangat setuju dengan pernyataan bahwa siswa mampu memahami maksud dan makna materi yang dipelajari di sekolah, dimana 09 orang atau 31% siswa menyatakan setuju dan sangat setuju dengan jumlah yang sama. 05 orang atau 18% siswa, dan 01 orang atau 3% siswa masing-masing tidak setuju dan sama sekali tidak setuju. Sebagian besar siswa di kelas
Dengan adanya pengetahuan bahasa Arab, siswa dapat mengurangi presentasi remedial siswa dalam ujian pada pelajaran Al-Quran Hadits, selain itu untuk meningkatkan prestasi belajar Al-Quran Hadits, guru berusaha membimbing siswa dalam metode tersebut. Bagi sekolah, kemampuan berbahasa Arab hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan prestasi akademik Al-Qur’an Hadits.
PENUTUP
Saran
Bagi peneliti, penelitian ini masih memerlukan pengembangan teori, sehingga penelitian ini hanya mengkaji pengetahuan bahasa Arab, dan masih banyak lagi pokok bahasan atau tujuan yang perlu dikembangkan dan diberikan. Atas izin Allah SWT dan ridho kedua orang tuanya, penulis lulus pada tahun 2012 dan terdaftar sebagai mahasiswa D2 di Institut Bahasa Arab dan Kajian Islam Ma'had Al-Bir Universitas Muhammadiyah Makassar. Pada tahun 2015 melanjutkan studi S1 Pendidikan Agama Islam di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.